وَنَجَّيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَنَجَّيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَwa-najjaynaa lladziina aamanuu wa-kaanuu yattaquunadan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَنَجَّيْنَاwa-najjaynaadan Kami selamatkan
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. آمَنُواaamanuuberiman
  4. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  5. يَتَّقُونَyattaquunabertakwa

Inti bacaan

Bentuk kata kerja (نَجَّيْنَا, najjaynaa) muncul 17 kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:49, 10:73, 11:58, 11:66, 11:94, 20:40, 21:71, 21:74, 21:76, 21:88, 26:170, 37:76, 37:115, 37:134, 41:18, 44:30, dan 54:34.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَنَجَّيْنَا, wa-najjaynaa) yang berarti "dan Kami selamatkan". Kata kerja (نَجَّيْنَا, najjaynaa) berakar ن-ج-و dalam bentuk kedua, dan bentuk itu muncul di 17 ayat dalam 10 surah, yaitu 2:49, 10:73, 11:58, 11:66, 11:94, 20:40, 21:71, 21:74, 21:76, 21:88, 26:170, 37:76, 37:115, 37:134, 41:18, 44:30, dan 54:34. Di 11:58, 11:66, dan 11:94 kata kerja itu bersambung dengan nama seorang rasul dan orang-orang yang bersamanya, misalnya (نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ, najjaynaa shaalihan wa-lladziina aamanuu ma'ahu) di 11:66 yang berarti "Kami selamatkan Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya". Di 41:18 tidak ada nama dan tidak ada kata (مَعَهُ, ma'ahu) yang berarti "bersamanya". Objeknya berupa (الَّذِينَ آمَنُوا, lladziina aamanuu) yang berarti "orang-orang yang beriman", dan terjemahan tidak menambahkan nama ataupun kata "bersama". Bentuk keempat dipakai di 27:53 untuk kalimat yang hampir sama, (وَأَنْجَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ, wa-anjaynaa lladziina aamanuu wa-kaanuu yattaquuna), dan terjemahan kedua ayat itu sama-sama "Kami selamatkan".

Kata (آمَنُوا, aamanuu) berakar ا-م-ن dan berbentuk lampau, sedangkan (يَتَّقُونَ, yattaquuna) berakar و-ق-ي dan berbentuk kini. Di antara keduanya ada (وَكَانُوا, wa-kaanuu), sehingga bertakwa terbaca sebagai sesuatu yang berlangsung terus. Rangkaian (آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ, aamanuu wa-kaanuu yattaquuna) muncul empat kali, yaitu di 10:63, 12:57, 27:53, dan 41:18. Di 10:63 rangkaian itu menerangkan wali-wali Allah yang disebut di 10:62, dan di 12:57 rangkaian itu menerangkan penerima pahala akhirat, sedangkan di 27:53 dan 41:18 rangkaian itu menerangkan orang yang diselamatkan. Terjemahan memakai "selalu bertakwa" di 10:63 dan 27:53, dan "senantiasa bertakwa" di 12:57, sehingga kata kaanuu tidak dilewatkan di 41:18.

Bentuk (وَكَانُوا, wa-kaanuu) yang disusul kata kerja kini juga menutup 41:15, (وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ, wa-kaanuu bi-aayaatinaa yajhaduuna). Susunan di kedua ayat sama dan terjemahannya pun sama, "selalu mengingkari" di 41:15 dan "selalu bertakwa" di 41:18.

Rumus penyelamatan di 11:58, 11:66, dan 11:94 memuat bagian-bagian yang tidak ada di 41:18. Bagian pertama, (وَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا, wa-lammaa jaa'a amrunaa) yang berarti "dan ketika keputusan Kami datang", ada di 11:58 dan 11:94, sedangkan 11:66 memakai fa. Bagian kedua, (بِرَحْمَةٍ مِنَّا, bi-rahmatin minnaa), berarti "dengan rahmat dari Kami". Bagian ketiga, di 11:58 dan 11:66, menyebut apa yang dihindari: di 11:58 azab yang dahsyat, dan di 11:66 (وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ, wa-min khizyi yawmi'idzin) yang berarti "serta dari kehinaan hari itu". Akar خ-ز-ي pada kata khizyi di 11:66 sama dengan (الْخِزْيِ, l-khizyi) di 41:16. Ayat 41:18 tidak memuat waktu, sarana, ataupun bahaya yang dihindari.

Tafsiran

Ayat ini menutup uraian tentang kedua kaum dengan satu kalimat tentang pihak lain, yaitu orang-orang yang diselamatkan. Kalimatnya paling pendek di rangkaian 41:13 sampai 41:18 dan tidak membawa nama, waktu, maupun cara. Pelakunya berbicara dengan kata Kami, sama seperti di 41:15 sampai 41:17, misalnya (فَهَدَيْنَاهُمْ, fa-hadaynaahum) di 41:17 yang berarti "maka Kami beri mereka petunjuk".

Dua kalimat penutup, 41:15 dan 41:18, memakai kerangka yang sama. Kalimat di 41:15 menyebut Ad selalu mengingkari tanda-tanda, dan kalimat di sini menyebut orang-orang yang diselamatkan selalu bertakwa. Dua kelompok digambarkan lewat kebiasaannya masing-masing. Ayat 41:17 mengikat petir pada apa yang diusahakan Tsamud lewat kata karena. Ayat 41:18 tidak memakai kata sebab. Ayat itu menuliskan ciri orang yang diselamatkan saja, dan alasan penyelamatan tidak dinyatakan.

Rangkaian ini juga tidak memberi suara kepada orang-orang yang diselamatkan. Ucapan para rasul dikutip di 41:14, jawaban kaum yang menolak dikutip di ayat yang sama, dan pertanyaan Ad dikutip di 41:15. Ucapan orang beriman tidak dikutip. Ayat 41:13 memperingatkan petir seperti petir Ad dan Tsamud tanpa menyebut bahwa ada yang selamat, dan 41:18 menambahkan bahwa kisah yang dijadikan ukuran itu memuat dua akhir: yang ditimpa dan yang diselamatkan. Ayat 41:19 membuka adegan lain tentang hari ketika musuh-musuh Allah dikumpulkan, sehingga 41:18 menjadi kalimat terakhir dari kisah dua kaum.

Renungan dan Hikmah

  • Orang-orang yang diselamatkan di ayat ini disebut lewat ciri, tidak lewat nama: beriman dan selalu bertakwa. Di 11:58, 11:66, dan 11:94 nama seorang rasul disebut lebih dulu, lalu orang-orang yang bersamanya. Pembaca 41:18 tidak mendapat nama untuk dicocokkan dengan dirinya, dan hanya mendapat dua ciri. Dengan ciri, pencocokan berlangsung dari dalam diri: seseorang tidak dapat menunjuk orang lain dan berkata dialah yang dimaksud. Bila yang ditanyakan ciri dan bukan nama, apa yang akan ditulis seseorang jika diminta menuliskan cirinya sendiri?
  • Pasangan beriman dan selalu bertakwa tertulis empat kali dengan konteks yang berbeda-beda. Di 10:62 sampai 10:63 pasangan itu menerangkan wali-wali Allah yang tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak bersedih, di 12:57 menerangkan penerima pahala akhirat, dan di 27:53 serta 41:18 menerangkan orang yang diselamatkan. Keempat ayat itu tidak disamakan pokoknya, tetapi pasangan dua ciri yang sama berulang di semuanya. Kata dan di antara beriman dan bertakwa menaruh keduanya berdampingan, dan ayat-ayat itu tidak menyebut seseorang yang hanya memenuhi satu. Mana di antara dua ciri itu yang lebih mudah diakui seseorang tentang dirinya, dan mana yang lebih sulit?
  • Kata kerja bertakwa di ayat ini didahului kata yang menyatakan kebiasaan, sehingga takwa digambarkan sebagai sesuatu yang berlangsung terus, tidak satu kejadian. Kalimat penutup 41:15 memakai kerangka yang sama untuk kebiasaan mengingkari tanda-tanda. Dua kebiasaan itu dituturkan dengan bentuk kalimat yang sama, dan ayat-ayat ini tidak menyebut kapan masing-masing mulai. Seseorang dapat memeriksa kebiasaan apa yang sedang berlangsung dalam hidupnya sekarang, entah menuju takwa atau menuju pengingkaran, dan sudah berapa lama kebiasaan itu berjalan tanpa pernah diputuskan?
  • Rumus penyelamatan di 11:58, 11:66, dan 11:94 memuat kata dengan rahmat dari Kami, dan 11:66 ditutup dengan pernyataan bahwa Tuhanmu kuat lagi digdaya. Ayat 41:18 menyebut dua ciri yang dimiliki orang-orang yang diselamatkan, tanpa kata rahmat dan tanpa penutup itu. Dua cara menyebut orang yang diselamatkan berdampingan: satu menyebut apa yang dimiliki orangnya, satu lagi menyebut apa yang menyertai penyelamatannya. Seseorang yang memeriksa dirinya untuk melihat apakah termasuk di antara mereka dapat memperhatikan mana yang lebih dulu dicarinya, cirinya sendiri atau rahmat yang menyertainya? Dan mana yang lebih sering dilupakannya?
  • Rangkaian ini mengutip ucapan para rasul yang mengajak agar tidak mengabdi kecuali kepada Allah, jawaban kaum yang menolak, dan pertanyaan Ad tentang kekuatan, tetapi tidak mengutip ucapan orang-orang yang diselamatkan. Tentang mereka tertulis dua ciri dan satu kata kerja yang dikenakan kepada mereka, tidak lebih. Ayat ini tidak mengisi kekosongan itu dengan ucapan atau pidato. Pembaca dapat menimbang apa yang tertinggal dari seseorang bila perbuatannya tercatat dan kata-katanya tidak. Apa yang dapat diketahui orang tentang dirinya dari hal-hal yang dikerjakannya tanpa pernah diucapkan?
  • Ayat 41:18 tidak menyebut dari apa orang-orang itu diselamatkan. Di 11:58 hal yang dihindari disebut azab yang dahsyat, dan di 11:66 kehinaan hari itu. Ayat 41:16 dan 41:17 menyebut azab yang menghinakan bagi Ad dan Tsamud, sehingga pembaca dapat menaruh kedua kisah itu di samping 41:18, tetapi ayat ini sendiri tidak menyatakan bahwa yang dihindari mereka persis hal itu. Dari apa saja seseorang pernah diselamatkan tanpa pernah menuliskan daftarnya, dan apa yang tersisa dari peristiwa itu selain rasa selamat?