وَيَوْمَ يُحْشَرُ أَعْدَاءُ اللَّهِ إِلَى النَّارِ فَهُمْ يُوزَعُونَ

Dan pada hari musuh-musuh Allah dikumpulkan ke api, lalu, mereka dibariskan,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَيَوْمَ يُحْشَرُ أَعْدَاءُ اللَّهِ إِلَى النَّارِwa-yawma yuhsyaru a'daa'u llaahi ilaa n-naaridan pada hari musuh-musuh Allah dikumpulkan ke api
  2. فَهُمْ يُوزَعُونَfa-hum yuuza'uunalalu, mereka dibariskan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
  2. يُحْشَرُyuhsyarudikumpulkan
  3. أَعْدَاءُa'daa'umusuh-musuh
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. إِلَىilaakepada
  6. النَّارِn-naariapi
  7. فَهُمْfa-hummaka mereka
  8. يُوزَعُونَyuuza'uunamereka dihimpun

Inti bacaan

Rangkaian (فَهُمْ يُوزَعُونَ, fa-hum yuuza'uuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 27:17, 27:83, dan 41:19, dan ketiganya mengikuti kata kerja pengumpulan.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (وَيَوْمَ يُحْشَرُ أَعْدَاءُ اللَّهِ إِلَى النَّارِ, wa-yawma yuhsyaru a'daa'u llaahi ilaa n-naari) yang berarti "dan pada hari musuh-musuh Allah dikumpulkan ke api" menyebut sebuah hari, tetapi belum menyebut kejadian yang berlangsung pada hari itu. Kejadiannya baru datang di 41:20, sesudah (حَتَّىٰ إِذَا مَا جَاءُوهَا, hattaa idzaa maa jaa'uuhaa) yang berarti "sehingga, ketika mereka sampai ke neraka". Koma di ujung terjemahan 41:19 menandai sambungan itu. Terjemahan juga tidak menambahkan kata "ingatlah" di depan hari ini, karena Arabnya dibuka dengan (وَيَوْمَ, wa-yawma) yang berarti "dan pada hari" saja.

Kata kerja (يُحْشَرُ, yuhsyaru) yang berarti "dikumpulkan" berakar ح-ش-ر dan menyatakan bahwa pengumpulan itu dikenakan kepada musuh-musuh Allah tanpa menyebut siapa yang mengumpulkan. Bentuk pasif orang ketiga ini, tunggal maupun jamak, muncul di enam ayat pada lima surah, yaitu 6:38, 6:51, 8:36, 20:59, 25:34, dan 41:19, dan hanya 20:59 dan 41:19 yang berbentuk tunggal. Tujuannya berbeda-beda: di 6:38 dan 6:51 (رَبِّهِمْ, rabbihim) yang berarti "Tuhan mereka", di 8:36 dan 25:34 (جَهَنَّمَ, jahannama) yang berarti "Jahanam", dan di sini api. Terjemahan memakai "dikumpulkan" di keenam tempat itu. Kata kerja yang pelakunya terbaca dari bentuknya ada di (وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ, wa-yawma yahsyuruhum) yang berarti "dan pada hari Dia mengumpulkan mereka" pada 6:128, 10:45, 25:17, dan 34:40, serta di (وَيَوْمَ نَحْشُرُ, wa-yawma nahsyuru) yang berarti "dan pada hari Kami kumpulkan" pada 6:22, 10:28, dan 27:83. Di tujuh ayat itu pelakunya Dia atau Kami, sedangkan 41:19 memakai bentuk yang tidak memuat pelaku sama sekali.

Kata (أَعْدَاءُ, a'daa'u) yang berarti "musuh-musuh" berbentuk jamak dari 'aduww dan berakar ع-د-و. Bentuk jamak ini bersama sebutan Allah muncul dua kali di satu surah, yaitu (أَعْدَاءُ اللَّهِ, a'daa'u llaahi) di 41:19 dan (أَعْدَاءِ اللَّهِ, a'daa'i llaahi) di 41:28, dua bentuk yang berbeda hanya pada akhiran kedudukannya. Bentuk tunggalnya (عَدُوٌّ لِلَّهِ, 'aduwwun li-llaahi) yang berarti "musuh bagi Allah" muncul sekali dengan bunyi persis ini, di 9:114. Sebutan di 41:19 menyatakan hubungan mereka dengan Allah dan tidak menyebut kaum atau perbuatan mereka.

Rangkaian (إِلَى النَّارِ, ilaa n-naari) yang berarti "ke api" muncul di lima ayat, yaitu 2:221, 14:30, 28:41, 40:41, dan 41:19. Kata (النَّارِ, n-naari) berakar ن-و-ر. Di empat ayat pertama rangkaian itu mengikuti seruan atau tempat kembali, yaitu (يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ, yad'uuna ilaa n-naari) yang berarti "menyeru ke api" di 2:221 dan 28:41, (وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ, wa-tad'uunanii ilaa n-naari) yang berarti "dan kalian menyeruku ke api" di 40:41, serta (مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ, mashiirakum ilaa n-naari) yang berarti "tempat kembali kalian ke api" di 14:30. Hanya di 41:19 rangkaian itu mengikuti kata kerja pengumpulan.

Rangkaian (فَهُمْ يُوزَعُونَ, fa-hum yuuza'uuna) yang berarti "lalu mereka dibariskan" muncul tiga kali di dua surah, yaitu 27:17, 27:83, dan 41:19. Kata kerjanya berakar و-ز-ع, dan ketiganya mengikuti kata kerja pengumpulan: (وَحُشِرَ, wa-husyira) yang berarti "dan dikumpulkan" di 27:17, (نَحْشُرُ, nahsyuru) yang berarti "Kami kumpulkan" di 27:83, dan yuhsyaru di sini. Di 27:17 pasukan Sulaiman dari jin, manusia, dan burung dikumpulkan; di 27:83 segolongan dari tiap umat yang mendustakan tanda-tanda Kami dikumpulkan. Di ketiga tempat itu kata kerjanya menyusul pengumpulan orang banyak, dan terjemahan memakai "dibariskan" di semuanya. Akar yang sama muncul juga dalam perintah (أَوْزِعْنِي, awzi'nii) yang berarti "ilhamkanlah aku" di 27:19 dan 46:15, dua doa kepada Tuhan; bentuk dan konteksnya berbeda, sehingga makna "dibariskan" bertumpu pada tiga ayat yang memuat yuuza'uuna.

Tafsiran

Ayat ini meninggalkan kisah kaum tertentu dan beralih ke sebuah hari tanpa menyebut kaum yang dimaksud. Sebelumnya 41:15 sampai 41:18 menuturkan Ad dan Tsamud, sedangkan di sini yang disebut hanya hubungan mereka dengan Allah. Dari ayat ini adegan berjalan sampai 41:24: musuh-musuh Allah dikumpulkan dan dibariskan, tubuh mereka bersaksi di 41:20, mereka dan kulit mereka berbicara di 41:21 dan 41:22, sebab kebinasaan disebut di 41:23, dan dua jalan keluar tertutup di 41:24.

Sebutan itu muncul lagi di 41:28, tempat api disebut sebagai balasan musuh-musuh Allah, sehingga kedua ujung adegan memakai sebutan yang sama. Alasan sebutan itu baru tertulis di 41:28, yaitu (بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ, bi-aayaatinaa yajhaduuna) yang berarti "mereka mengingkari tanda-tanda Kami". Rangkaian itu muncul tiga kali, yaitu di 7:51, 41:15, dan 41:28, sehingga dalam surah ini Ad di 41:15 dan musuh-musuh Allah di 41:28 dilukiskan dengan rangkaian kata yang sama.

Di 41:19 kata kerja dikenakan kepada mereka: dikumpulkan, lalu dibariskan. Di 41:20 mereka menjadi pelaku, karena merekalah yang sampai. Perpindahan itu memisahkan dua tahap adegan, tahap ketika mereka digerakkan dan tahap ketika mereka tiba dan tubuh mereka mulai bersaksi. Kata api menyambung seluruh adegan, sebab api disebut sebagai tujuan di 41:19, sebagai tempat tinggal di 41:24, dan sebagai balasan di 41:28.

Renungan dan Hikmah

  • Sebutan musuh-musuh Allah di 41:19 berdiri tanpa alasan, dan alasan itu baru ditulis di 41:28 sebagai keingkaran terhadap tanda-tanda Kami. Di antara kedua ayat itu pembaca sudah melewati kesaksian tubuh, dialog dengan kulit, dan dua jalan yang tertutup, sehingga sebutan itu diberi isi lewat adegannya lebih dulu sebelum alasannya dinyatakan. Ayat 41:19 juga tidak menyebut kaum, bangsa, atau jabatan, hanya hubungan mereka dengan Allah. Dalam adegan ini tidak ada seorang manusia pun yang memakai sebutan itu bagi sesamanya. Orang yang pernah menamai lawannya dengan sebutan serupa dapat menimbang apakah alasan yang dipegangnya sama dengan alasan yang ditulis di 41:28. Apakah sebutan itu masih terasa mudah diucapkan sesudah membaca alasan yang menyertainya?
  • Ayat 41:18 menyebut Allah sebagai pelaku penyelamatan lewat kata Kami, sedangkan 41:19 menyebut pengumpulan tanpa pelaku. Dua ayat yang berurutan ini memakai dua cara menyebut bagi dua kelompok, dan teksnya tidak menjelaskan sebab perbedaan itu, sehingga perbedaan itu tidak perlu dijadikan dasar kesimpulan apa pun. Pembaca dapat mengambil dari sini sesuatu yang lebih kecil, yaitu kebiasaan menyusun kalimat tentang dirinya sendiri. Ketika menceritakan peristiwa yang menimpanya, kata kerja mana yang ditulisnya lengkap dengan pelakunya, dan kata kerja mana yang dibiarkannya tanpa pelaku? Sebuah kalimat dapat menaruh seseorang di tengah peristiwa tanpa menyebut siapa yang menggerakkannya, dan ayat ini memakai susunan semacam itu untuk menggambarkan hari tersebut.
  • Urutan di 41:19 sampai 41:20 adalah dikumpulkan, dibariskan, sampai, lalu bersaksi, dan kedua ayat itu tidak memuat kata yang menggambarkan keributan atau pelarian. Orang-orang yang dibariskan itu disebut musuh-musuh Allah, dan barisan mereka bergerak dalam urutan yang rapi menuju api. Pembaca yang membawa gambaran hari itu sebagai kekacauan dapat bertanya dari ayat mana gambaran itu berasal, dan di dua ayat ini pembaca akan menemukan barisan. Gambaran dari ayat-ayat lain tidak dibahas di sini, sehingga pengamatan ini terbatas pada 41:19 dan 41:20. Dari mana datangnya gambaran tentang hari itu yang selama ini dipegangnya?
  • Kata yang sama dipakai di 27:17 untuk pasukan Sulaiman yang bergerak, dan di 41:19 untuk musuh-musuh Allah yang bergerak menuju api. Kata itu sendiri menunjuk penataan orang banyak dan tidak memuat vonis; kedua ayat berbeda pada siapa yang berbaris dan ke mana barisan itu bergerak. Di 27:17 barisan itu terdiri dari jin, manusia, dan burung, sehingga kerapian saja tidak menunjukkan arah. Orang yang hari ini berdiri dalam sebuah barisan, entah antrean, jabatan, atau golongan, dapat bertanya ke arah mana barisan itu berjalan sebelum menghitung seberapa rapi posisinya. Barisan manakah yang sekarang diikutinya, dan siapa yang menyebut tujuannya?
  • Api di 41:19 disebut tanpa kata sifat, dan tidak ada ucapan yang dikutip dalam ayat ini, padahal 41:21 sesudahnya penuh dengan ucapan. Keadaan disampaikan lewat kata kerja yang tenang, dikumpulkan dan dibariskan, tanpa gambaran rasa sakit. Pembaca yang terbiasa mencari ancaman pada kata-kata yang keras dapat memperhatikan bahwa kalimat ini memakai kata kerja yang datar dan nama benda yang sederhana. Kedatangan suara baru terjadi di 41:21, ketika mereka berbicara kepada kulit mereka. Apa yang terasa lebih berat bagi pembaca, kalimat yang berteriak atau kalimat yang menyebut tujuan dengan tenang?
  • Kata kerja pengumpulan yang sama membawa orang kepada Tuhan mereka di 6:38 dan 6:51, dan membawa musuh-musuh Allah ke api di 41:19, sehingga kata kerja itu sendiri tidak memutuskan nasib siapa pun. Di 6:51 ayat itu menyebut orang yang takut dikumpulkan kepada Tuhan mereka sebagai sasaran peringatan agar mereka bertakwa, dan api tidak disebut di sana. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat itu membicarakan arah, dan arah itu disebut bersama sesuatu di dekatnya: peringatan di 6:51, keingkaran di 41:28. Ke mana pembaca membayangkan dirinya dikumpulkan, dan alasan apa yang dipikirnya menyertai gambaran itu?