Ayat 41:20
حَتَّىٰ إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
sehingga, ketika mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang telah mereka lakukan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- حَتَّىٰ إِذَا مَا جَاءُوهَاhattaa idzaa maa jaa'uuhaasehingga, ketika mereka sampai ke neraka
- شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَsyahida 'alayhim sam'uhum wa-abshaaruhum wa-juluuduhum bi-maa kaanuu ya'maluunapendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang telah mereka lakukan
Terjemahan per kata (12 kata)
- حَتَّىٰhattaasampai
- إِذَاidzaaapabila
- مَاmaaapa yang
- جَاءُوهَاjaa'uuhaamereka mendatanginya
- شَهِدَsyahidamenyaksikan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- سَمْعُهُمْsam'uhumpendengaran mereka
- وَأَبْصَارُهُمْwa-abshaaruhumdan penglihatan mereka
- وَجُلُودُهُمْwa-juluuduhumdan kulit mereka
- بِمَاbi-maapada apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
Inti bacaan
'Pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi', bukti yang berasal dari tubuh mereka sendiri, sebuah kesaksian yang tidak bisa dibantah atau disangkal lewat argumen verbal.
Penjelasan pilihan kata
Tidak ada kutipan terbuka yang perlu di-carry: kutipan ganda 'qul' di 41:13 sudah ditutup mandiri di ayat itu sendiri (lih. koreksi 41:13).
Tafsiran
Ayat ini menampilkan momen dramatis: organ tubuh sendiri menjadi saksi tak terbantahkan atas perbuatan pemiliknya di hadapan Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah memanggil saksi dari tubuh terdakwa sendiri. Bukan dari luar. Yang bersaksi bagian dirinya.
- Tiga anggota disebut berurutan: telinga, mata, kulit. Dua menerima. Satu membungkus.
- Kesaksian itu tidak bisa dibantah dengan kata-kata. Allah memilih saksi yang tidak bisa disangkal. Yang menyangkal harus menyangkal dirinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.
Ayat 41:21
وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا ۖ قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Dan mereka berkata kepada kulit mereka, “Mengapa kalian bersaksi atas kami?” Mereka menjawab, “Allah yang menjadikan segala sesuatu berbicara telah menjadikan kami berbicara; dan Dialah yang menciptakan kalian pertama kali, dan kepada-Nya kalian dikembalikan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْwa-qaaluu li-juluudihimdan mereka berkata kepada kulit mereka
- لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَاli-ma syahidtum 'alaynaamengapa kalian bersaksi atas kami
- قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍqaaluu anthaqanaa llaahu lladzii anthaqa kulla syay'inmereka menjawab, Allah yang menjadikan segala sesuatu berbicara telah menjadikan kami berbicara
- وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَwa-huwa khalaqakum awwala marratin wa-ilayhi turja'uunadan Dialah yang menciptakan kalian pertama kali, dan kepada-Nya kalian dikembalikan
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- لِجُلُودِهِمْli-juluudihimkepada kulit mereka
- لِمَli-mamengapa
- شَهِدْتُمْsyahidtumkalian menyaksikan
- عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
- قَالُواqaaluumereka berkata
- أَنْطَقَنَاanthaqanaamembuat kami berbicara
- اللَّهُllaahuAllah
- الَّذِيlladziiyang
- أَنْطَقَanthaqamembuat berbicara
- كُلَّkullasetiap
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- خَلَقَكُمْkhalaqakummenciptakan kalian
- أَوَّلَawwalaorang pertama
- مَرَّةٍmarratinkali
- وَإِلَيْهِwa-ilayhidan kepada-Nya
- تُرْجَعُونَturja'uunakalian dikembalikan
Inti bacaan
Dialog mengejutkan dengan anggota tubuh sendiri 'mengapa kalian bersaksi atas kami?' dijawab 'Allah yang menjadikan segala sesuatu berbicara', pengungkapan bahwa bahkan bagian tubuh yang dianggap pasif ternyata bisa menjadi saksi aktif.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan ganda dibuka untuk jawaban kulit dan dibiarkan terbuka: menyambung ke 41:22 sebagai lanjutan penjelasan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan dialog mengejutkan: organ tubuh sendiri ditanyai mengapa bersaksi, dijawab dengan penegasan bahwa Allah yang menciptakan kemampuan bicara itu sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah membuat kulit menjawab pertanyaan pemiliknya. Yang ditanya bagian tubuh sendiri. Jawabannya tidak memihak yang punya.
- Kulit tidak membela diri, melainkan menunjuk yang membuatnya bicara. Bukan kami yang memilih. Kami hanya dijadikan berbicara.
- Jawaban itu diperluas Allah sampai ke penciptaan pertama. Yang membuat bicara adalah yang mencipta. Kesaksiannya berpangkal di sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, j-l-d, sh-h-d, n-t-q, a-l-h, k-l-l, sh-y-a, kh-l-q, a-w-l, m-r-r, r-j-'): juluud diterjemahkan 'kulit' (akar j-l-d); shahidtum diterjemahkan 'bersaksi' (akar sh-h-d, anggota tubuh mempersaksikan pemiliknya, cf. 36:65, 24:24); antaqanaa llaah diterjemahkan 'Allah menjadikan kami berbicara' (akar n-t-q); khalaqakum awwal marrah diterjemahkan 'menciptakan kalian pertama kali' (akar kh-l-q). Selaras.