حَتَّىٰ إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
sehingga, ketika mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang telah mereka lakukan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- حَتَّىٰ إِذَا مَا جَاءُوهَاhattaa idzaa maa jaa'uuhaasehingga, ketika mereka sampai ke neraka
- شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَsyahida 'alayhim sam'uhum wa-abshaaruhum wa-juluuduhum bi-maa kaanuu ya'maluunapendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang telah mereka lakukan
Terjemahan per kata (12 kata)
- حَتَّىٰhattaasampai
- إِذَاidzaaapabila
- مَاmaaapa yang
- جَاءُوهَاjaa'uuhaamereka mendatanginya
- شَهِدَsyahidamenyaksikan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- سَمْعُهُمْsam'uhumpendengaran mereka
- وَأَبْصَارُهُمْwa-abshaaruhumdan penglihatan mereka
- وَجُلُودُهُمْwa-juluuduhumdan kulit mereka
- بِمَاbi-maapada apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
Inti bacaan
Pasangan (السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ, s-sam'a wa-l-abshaara) muncul di lima ayat, yaitu 10:31, 16:78, 23:78, 32:9, dan 67:23, sedangkan 41:20 menyusulkan kulit pada pasangan serupa.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (حَتَّىٰ إِذَا مَا جَاءُوهَا, hattaa idzaa maa jaa'uuhaa) yang berarti "sehingga, ketika mereka sampai ke neraka" menyambung gerak 41:19 ke tibanya mereka. Kata kerja (جَاءُوهَا, jaa'uuhaa) tersusun dari jaa'uu, "mereka datang", dan akhiran -haa, "-nya", yang menunjuk api di 41:19 karena kata api berjenis perempuan. Bentuk jaa'uuhaa muncul tiga kali di dua surah, yaitu 39:71, 39:73, dan 41:20. Di 39:71 kedatangan itu disusul (فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا, futihat abwaabuhaa) yang berarti "pintu-pintunya dibuka", dan di 39:73 pintu dibuka dengan cara yang sama bagi orang-orang yang bertakwa. Di 41:20 kedatangan itu disusul kesaksian tubuh. Partikel (مَا, maa) di antara idzaa dan jaa'uuhaa tidak mendapat kata tersendiri dalam terjemahan. Rangkaian idzaa maa muncul di dua belas ayat, yaitu 2:282, 5:93, 9:92, 9:124, 9:127, 10:51, 19:66, 21:45, 41:20, 42:37, 89:15, dan 89:16, dan hattaa mendahuluinya hanya di 41:20.
Kata kerja (شَهِدَ, syahida) yang berarti "menjadi saksi" berakar ش-ه-د, dan rangkaian (شَهِدَ عَلَيْهِمْ, syahida 'alayhim) yang berarti "menjadi saksi atas mereka" hanya ada di 41:20. Akar yang sama muncul dalam tiga ayat berturut-turut, yaitu syahida di 41:20, (شَهِدْتُمْ, syahidtum) yang berarti "kalian bersaksi" di 41:21, dan (يَشْهَدَ, yasyhada) yang berarti "bersaksi" di 41:22. Ketiganya diikuti 'alaa dan kata ganti yang berpindah orang: 'alayhim "atas mereka", 'alaynaa "atas kami", dan 'alaykum "atas kalian". Anggota tubuh yang bersaksi muncul juga di (تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ, tasyhadu 'alayhim alsinatuhum wa-aydiihim wa-arjuluhum) yang berarti "lidah, tangan, dan kaki mereka bersaksi atas mereka" di 24:24, dan di (وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ, wa-tasyhadu arjuluhum) yang berarti "dan kaki mereka bersaksi" di 36:65. Daftar saksinya berbeda di tiap ayat. Di 36:65 mulut dibungkam, tangan memakai kata kerja lain, yaitu (وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ, wa-tukallimunaa aydiihim) yang berarti "dan tangan mereka berbicara kepada Kami", dan kaki saja yang bersaksi.
Tiga kata benda berikutnya menyebut bagian tubuh, masing-masing dengan akhiran -hum yang berarti "mereka". Kata (سَمْعُهُمْ, sam'uhum) yang berarti "pendengaran mereka" berbentuk tunggal, sedangkan (وَأَبْصَارُهُمْ, wa-abshaaruhum) yang berarti "dan penglihatan mereka" dan (وَجُلُودُهُمْ, wa-juluuduhum) yang berarti "dan kulit mereka" berbentuk jamak. Pasangan (السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ, s-sam'a wa-l-abshaara) yang berarti "pendengaran dan penglihatan" muncul di lima ayat, yaitu 10:31, 16:78, 23:78, 32:9, dan 67:23, dan di kelimanya keduanya disebut sebagai pemberian Allah atau berada dalam kuasa-Nya. Di 16:78, 23:78, 32:9, dan 67:23 pasangan itu disusul hati, begitu pula di 46:26, sedangkan di 41:20 kulit yang menyusulnya. Kata (جُلُودُ, juluudu) berakar ج-ل-د dan muncul, dengan berbagai akhiran, di tujuh ayat pada lima surah, yaitu 4:56, 16:80, 22:20, 39:23, 41:20, 41:21, dan 41:22. Di 4:56 kulit hangus lalu diganti, di 16:80 kulit hewan ternak dijadikan rumah-rumah, di 22:20 kulit diluluhkan, dan di 39:23 kulit orang yang takut kepada Tuhan mereka bergetar lalu tenang saat Allah diingat. Kulit bersaksi dan berbicara hanya di 41:20 sampai 41:22.
Rangkaian (بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, bi-maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "terhadap apa yang telah mereka lakukan" muncul sepuluh kali di delapan surah, yaitu 6:108, 6:127, 12:69, 24:24, 26:112, 32:17, 32:19, 41:20, 46:14, dan 56:24. Kata kerjanya berakar ع-م-ل dan diterjemahkan "melakukan". Di 36:65 kesaksian kaki mengacu ke kata kerja dari akar lain, yaitu (يَكْسِبُونَ, yaksibuuna) yang berarti "mengusahakan", sedangkan 24:24 dan 41:20 memakai ya'maluuna.
Tafsiran
Ayat ini menempatkan kesaksian tubuh tepat sesudah tibanya mereka, tanpa perintah atau pertanyaan yang mendahuluinya. Kesaksiannya datang dari pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka sendiri, tiga bagian yang masing-masing disebut milik mereka lewat akhiran -hum. Isi kesaksiannya dinyatakan sebagai apa yang telah mereka lakukan, tanpa rincian perbuatan dan tanpa kutipan ucapan dari bagian tubuh itu.
Di 39:71 kedatangan orang-orang yang kufur ke Jahanam disusul pintu yang dibuka dan pertanyaan para penjaga, sedangkan di 41:20 kedatangan musuh-musuh Allah disusul kesaksian tubuh. Kedua ayat menyebut kelompoknya dengan sebutan berbeda, dan teksnya tidak menyatukan keduanya.
Di 41:19 kata kerja dikenakan kepada mereka, dan di 41:20 bagian tubuh mereka menjadi pelaku kata kerja syahida. Sesudahnya adegan bergeser ke ucapan. Ayat 41:21 memuat pertanyaan mereka kepada kulit, dan kulit saja yang ditunjuk sebagai pihak yang ditanya, padahal 41:20 menyebut tiga bagian; teks tidak menerangkan mengapa kulit yang dipilih. Ayat 41:22 kemudian menyebut ketiganya lagi dalam urutan yang sama, pendengaran, penglihatan, kulit.
Dua ayat lain menyebut bagian tubuh sebagai saksi. Di 36:65 mulut dibungkam lebih dulu sebelum tangan berbicara dan kaki bersaksi, sedangkan di 41:20 tidak ada pembungkaman dan ayat berikutnya memuat ucapan mereka sendiri kepada kulit. Kedua adegan tidak digabung menjadi satu gambar.
Renungan dan Hikmah
- Di 16:78, 23:78, 32:9, dan 67:23 pendengaran dan penglihatan disebut sebagai pemberian Allah, dan di 10:31 sebagai sesuatu yang berada dalam kuasa-Nya, sedangkan di 41:20 keduanya bersaksi atas pemiliknya. Ayat-ayat itu membicarakan hal yang berbeda, satu tentang asal dan satu tentang kesaksian, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat menimbang, dari semua yang dilakukannya pekan ini lewat telinga dan matanya, mana yang akan terdengar wajar bila kedua indra itu sendiri yang menceritakannya?
- Di 39:23 kulit orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka bergetar, lalu kulit dan hati mereka menjadi tenang saat Allah diingat, dan di 41:20 kulit musuh-musuh Allah bersaksi atas mereka. Dua ayat itu menyebut dua kelompok, sehingga kulit di sana tidak sama dengan kulit di sini. Bagian tubuh yang sejenis tampil dalam dua peran, dan perannya mengikuti siapa pemiliknya serta apa yang dilakukannya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kulit tidak pernah dipisahkan dari orangnya di kedua ayat itu. Apa yang biasanya direkam kulitnya ketika sesuatu dibacakan kepadanya?
- Tujuan mereka sudah disebut di 41:19, yaitu api, dan kesaksian tubuh baru dimulai di 41:20 sesudah mereka tiba. Teks menyebut tujuan lebih dulu dan kesaksian kemudian, sehingga dapat dibaca bahwa kesaksian itu tidak ditampilkan sebagai penentu ke mana musuh-musuh Allah pergi. Fungsi kesaksian itu tidak dinyatakan, dan pembaca tidak perlu menebaknya. Orang yang menyiapkan pembelaan bagi dirinya dapat memperhatikan bahwa dalam adegan ini tubuh sudah bersaksi ketika kata-kata mereka sendiri belum muncul, karena ucapan mereka baru datang di 41:21 dalam bentuk pertanyaan kepada kulit. Kapan terakhir kali pembaca memeriksa pembelaan yang disiapkannya terhadap apa yang menurut ayat ini akan dikatakan tubuhnya?
- Di 17:36 pendengaran, penglihatan, dan hati disebut akan dimintai pertanggungjawaban, sedangkan di 41:20 pendengaran dan penglihatan bersaksi. Di 17:36 ketiganya ditanyai, di 41:20 keduanya menjadi pihak yang berbicara tentang pemiliknya. Dua ayat itu tidak disamakan, tetapi sama-sama menaruh indra di tempat yang aktif, sebagai pihak yang ditanyai atau yang berkesaksian. Orang yang memandang telinga dan matanya sebagai saluran pasif dapat membaca kedua ayat itu berdampingan. Apakah pernah terbayang bahwa indra itu dapat berbicara tentang pemiliknya?
- Lidah, tangan, dan kaki bersaksi di 24:24, kaki bersaksi sementara tangan berbicara dan mulut dibungkam di 36:65, dan pendengaran, penglihatan, dan kulit bersaksi di 41:20. Tiga ayat memberi tiga daftar, dan tidak ada yang mencantumkan semua anggota tubuh itu sekaligus. Pembaca yang menggabungkan ketiganya menjadi satu gambar dapat memeriksa mana yang disebut di ayat mana, sebab gambar gabungan itu tidak tertulis di ayat mana pun. Daftar mana yang diingat selama ini, dan dari ayat mana daftar itu diambil?
- Kesaksian di 41:20 diringkas sebagai apa yang telah mereka lakukan, tanpa menyebut perbuatan tertentu. Rangkaian yang sama menutup 24:24, sehingga di dua tempat bagian tubuh bersaksi tentang perbuatan secara keseluruhan dan tidak tentang satu peristiwa. Orang yang membayangkan perhitungan akhir sebagai penyebutan satu kesalahan besar dapat melihat bahwa ayat ini memakai rangkuman yang lebih luas. Apa yang akan tercatat dari seluruh yang dilakukannya, bukan dari satu hari saja?