وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا ۖ قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Dan mereka berkata kepada kulit mereka, “Mengapa kalian bersaksi atas kami?” Mereka menjawab, “Allah yang menjadikan segala sesuatu berbicara telah menjadikan kami berbicara; dan Dialah yang menciptakan kalian pertama kali, dan kepada-Nya kalian dikembalikan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْwa-qaaluu li-juluudihimdan mereka berkata kepada kulit mereka
  2. لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَاli-ma syahidtum 'alaynaamengapa kalian bersaksi atas kami
  3. قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍqaaluu anthaqanaa llaahu lladzii anthaqa kulla syay'inmereka menjawab, Allah yang menjadikan segala sesuatu berbicara telah menjadikan kami berbicara
  4. وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَwa-huwa khalaqakum awwala marratin wa-ilayhi turja'uunadan Dialah yang menciptakan kalian pertama kali, dan kepada-Nya kalian dikembalikan

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. لِجُلُودِهِمْli-juluudihimkepada kulit mereka
  3. لِمَli-mamengapa
  4. شَهِدْتُمْsyahidtumkalian menyaksikan
  5. عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
  6. قَالُواqaaluumereka berkata
  7. أَنْطَقَنَاanthaqanaamembuat kami berbicara
  8. اللَّهُllaahuAllah
  9. الَّذِيlladziiyang
  10. أَنْطَقَanthaqamembuat berbicara
  11. كُلَّkullasetiap
  12. شَيْءٍsyay'insesuatu
  13. وَهُوَwa-huwadan Dia
  14. خَلَقَكُمْkhalaqakummenciptakan kalian
  15. أَوَّلَawwalapertama
  16. مَرَّةٍmarratinkali
  17. وَإِلَيْهِwa-ilayhidan kepada-Nya
  18. تُرْجَعُونَturja'uunakalian dikembalikan

Inti bacaan

Pola (الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ, lladzii anthaqa kulla syay'in) muncul di empat ayat dengan empat kata kerja berbeda, yaitu 20:50, 27:88, 32:7, dan 41:21, masing-masing sekali.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ, wa-qaaluu li-juluudihim) yang berarti "dan mereka berkata kepada kulit mereka" memakai huruf (لِ, li-) yang berarti "kepada" untuk menyebut pihak yang diajak bicara. Kata (جُلُودِهِمْ, juluudihim) yang berarti "kulit mereka" memuat kata juluud yang sama dengan juluuduhum di 41:20, dengan akhiran kedudukan yang berganti. Pertanyaannya, (لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا, li-ma syahidtum 'alaynaa) yang berarti "mengapa kalian bersaksi atas kami", hanya ada di 41:21. Kata (لِمَ, li-ma) tersusun dari li, "untuk", dan ma, "apa", dan berarti "mengapa". Kata ganti sesudah 'alaa berpindah lagi: 'alayhim di 41:20 berasal dari pencerita, 'alaynaa di sini berasal dari suara mereka sendiri, dan 'alaykum di 41:22 menyapa mereka sebagai kalian.

Kata kerja (أَنْطَقَنَا, anthaqanaa) yang berarti "menjadikan kami berbicara" dan (أَنْطَقَ, anthaqa) yang berarti "menjadikan berbicara" berakar ن-ط-ق, dan bentuknya menyatakan bahwa pelaku membuat pihak lain berbicara. Bentuk itu muncul sekali di Al-Qur'an, di 41:21, dua kali dalam satu ayat. Bentuk dasarnya, (يَنْطِقُ, yanthiqu) yang berarti "berbicara" beserta jamaknya, muncul di tujuh ayat, yaitu 21:63, 21:65, 23:62, 27:85, 45:29, 53:3, dan 77:35, ditambah (تَنْطِقُونَ, tanthiquuna) yang berarti "kalian berbicara" di 37:92 dan 51:23. Di sembilan ayat itu tidak ada kalimat yang menyebut siapa yang membuat pelakunya berbicara, sedangkan di 41:21 kulit berkata bahwa dirinya dijadikan berbicara. Terjemahan "menjadikan berbicara" mempertahankan perbedaan itu.

Rangkaian (الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ, lladzii anthaqa kulla syay'in) yang berarti "yang menjadikan segala sesuatu berbicara" memiliki tiga rangkaian sejenis. Pola lladzii, kata kerja, lalu kulla syay'in muncul di empat ayat, masing-masing sekali: (الَّذِي أَعْطَىٰ كُلَّ شَيْءٍ, lladzii a'thaa kulla syay'in) di 20:50, yang berarti "yang memberi segala sesuatu", (الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ, alladzii ahsana kulla syay'in) di 32:7, yang berarti "yang memperindah segala sesuatu", dan (الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ, lladzii atqana kulla syay'in) di 27:88, yang berarti "yang menyempurnakan segala sesuatu". Keempat kata kerjanya berbentuk sama dengan anthaqa, dan ketiga ayat lain menyifati Tuhan atau Allah dengan kata kerja itu.

Rangkaian (أَوَّلَ مَرَّةٍ, awwala marratin) yang berarti "pertama kali" muncul sembilan kali di enam surah, yaitu 6:94, 6:110, 9:13, 9:83, 17:7, 17:51, 18:48, 36:79, dan 41:21. Lima di antaranya menyebut penciptaan pertama, yaitu (كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ, ka-maa khalaqnaakum awwala marratin) yang berarti "sebagaimana Kami menciptakan kalian pertama kali" di 6:94 dan 18:48, (الَّذِي فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ, lladzii fatharakum awwala marratin) yang berarti "yang menciptakan kalian pertama kali" di 17:51, (الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ, lladzii ansya'ahaa awwala marratin) yang berarti "yang menumbuhkannya pertama kali" di 36:79, dan (خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ, khalaqakum awwala marratin) di sini. Di kelimanya penciptaan pertama berdampingan dengan kembalinya manusia: kedatangan kepada Kami di 6:94 dan 18:48, pertanyaan "siapa yang akan mengembalikan kami" di 17:51, penghidupan kembali di 36:79, dan (وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, wa-ilayhi turja'uuna) yang berarti "dan kepada-Nya kalian dikembalikan" di sini. Rangkaian terakhir itu muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu 2:245, 10:56, 11:34, 28:70, 28:88, 36:22, 36:83, 41:21, dan 43:85, dan di 36:22 rangkaian itu mengikuti (الَّذِي فَطَرَنِي, lladzii fatharanii) yang berarti "yang menciptakanku".

Terjemahan 41:21 tidak menutup kutipan jawaban kulit, karena Arab 41:22 dibuka dengan (وَمَا كُنْتُمْ, wa-maa kuntum) yang berarti "dan kalian dahulu tidak" tanpa kata "mereka berkata" yang baru, sehingga ucapan itu terbaca berlanjut.

Tafsiran

Ayat ini mengubah adegan dari penuturan menjadi percakapan. Di 41:19 dan 41:20 semua kata kerja dikenakan kepada mereka atau diucapkan tentang mereka; di sini mereka sendiri berbicara untuk pertama kali dalam adegan ini, dan mereka mengajak bicara kulit mereka. Pertanyaan mereka memakai 'alaynaa, "atas kami", sehingga kesaksian itu disebut sebagai sesuatu yang diarahkan kepada diri mereka.

Kulit menjawab tanpa membantah isi kesaksian, dan jawabannya menyebut Allah dalam tiga bagian yang berurutan: Allah yang menjadikan kami berbicara, yang menjadikan segala sesuatu berbicara, lalu yang menciptakan kalian dan menjadi tempat kalian dikembalikan. Pertanyaan tentang alasan dijawab dengan asal kemampuan berbicara, dan jawaban itu berlanjut ke 41:22.

Ayat 27:85 dan 77:35 meniadakan ucapan mereka pada hari itu, sedangkan 41:21 mencatat ucapan mereka kepada kulit. Teks tidak menerangkan bagaimana ketiganya berurutan, dan ketiganya tidak digabung menjadi satu gambar.

Letak 41:21 di tengah adegan: sesudah tubuh bersaksi di 41:20 dan sebelum sebabnya disebut di 41:22 dan 41:23, ayat ini memberi suara kepada kedua pihak, orang-orang yang disaksikan dan tubuh yang bersaksi. Percakapan itu juga memperlihatkan perubahan hubungan antara mereka dan tubuhnya: di 41:20 bagian tubuh disebut milik mereka lewat akhiran -hum, dan di 41:21 bagian itu menjawab sebagai pihak yang menyebut dirinya dijadikan berbicara.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan "Mengapa kalian bersaksi atas kami?" menganggap tubuh seharusnya berpihak kepada pemiliknya, dan jawaban kulit tidak mengabulkan anggapan itu. Kulit tidak membantah kesaksiannya dan tidak menawarkan pembelaan; kulit menunjuk Allah sebagai yang membuatnya berbicara. Orang yang selama ini mengira tubuhnya akan tinggal diam bersama rahasia yang dibawanya dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh harapan semacam itu dalam bentuk pertanyaan, dan jawabannya datang dari tubuh itu sendiri. Rahasia apa yang terasa aman hanya karena tubuh tidak bisa bicara?
  • Kulit menyebut dirinya dijadikan berbicara oleh Allah, dan kata kerja dengan bentuk itu hanya ada di ayat ini. Di sini kulit menyatakan bahwa suaranya tidak berasal dari dirinya sendiri, dan dengan begitu kesaksiannya tidak ditampilkan sebagai tindakan yang dipilih. Pembaca yang menyebut ucapan atau keputusannya sebagai hasil pikirannya sendiri dapat bertanya sejauh mana kata sendiri itu benar bagi kemampuan berbicaranya, yang dalam ayat ini dikatakan diberikan.
  • Kulit menyusun jawabannya dari dua titik, penciptaan pertama oleh Dia dan kembalinya manusia kepada-Nya, sehingga seluruh kehidupan yang diceritakan di 41:20 berada di antara kedua titik itu. Dapat dibaca bahwa kulit menaruh kesaksiannya di dalam bingkai itu, yaitu bahwa kulit dan pemiliknya sama-sama berada di bawah perbuatan Dia, kulit dijadikan berbicara oleh-Nya sedangkan pemiliknya diciptakan dan akan dikembalikan kepada-Nya. Pembaca yang menghitung hari-harinya dari urusan ke urusan dapat mencoba melihatnya dari bingkai yang dipakai kulit ini. Seberapa besar urusan yang paling menyita pikirannya hari ini bila dilihat di antara dua titik itu?
  • Kata kami diucapkan dua kali dalam ayat ini oleh dua pihak, dan masing-masing memakainya untuk dirinya sendiri: orang-orang itu memakainya pada "atas kami" sebagai pihak yang disaksikan, dan kulit memakainya pada "menjadikan kami berbicara" sebagai pihak yang dibuat berbicara oleh Allah. Kedua pihak berada pada tubuh yang sama, tetapi isi kata kami pada mulut yang satu tidak sama dengan isinya pada mulut yang lain. Pembaca yang berbicara atas nama kami, untuk keluarga, kantor, atau golongan, dapat memeriksa siapa saja yang sebenarnya ikut dalam kata itu, sebab di ayat ini dua pihak dalam satu tubuh sama-sama berkata kami dengan isi yang berlainan. Bila kami itu ditanya satu per satu, apakah jawabannya akan sama?
  • Empat ayat memakai pola yang sama bagi perbuatan Allah terhadap segala sesuatu: memberi (20:50), memperindah (32:7), menyempurnakan (27:88), dan menjadikan berbicara (41:21). Kulit mengambil yang terakhir dan menaruhnya sejajar dengan tiga yang lain, sebagai sesuatu yang diberikan kepada segala sesuatu. Kemampuan berbicara, dengan demikian, disebut dalam deret yang sama dengan bentuk, keindahan, dan kesempurnaan. Apa saja yang selama ini diterima pembaca sebagai kemampuannya sendiri, padahal ayat ini menaruhnya dalam deret pemberian?
  • Ayat 77:35 menyebut hari ketika mereka tidak berbicara, dan 27:85 menyebut mereka tidak dapat berkata, sedangkan 41:21 mencatat ucapan mereka kepada kulit. Tiga gambaran itu ditulis berdampingan, dan pembaca dapat membiarkannya begitu alih-alih menyusun urutan yang tidak ditulis. Menyusun urutan sendiri terasa membantu, tetapi hasilnya gambar baru yang tidak tertulis di ketiga ayat itu. Gambaran manakah di antara ketiganya yang selama ini lebih sering diulang pembaca, dan apakah dua lainnya pernah ikut diingat?