وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَٰكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ

kalian dahulu tidak bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulit kalian terhadap kalian, tetapi kalian mengira Allah tidak mengetahui banyak dari apa yang kalian lakukan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْwa-maa kuntum tastatiruuna an yasyhada 'alaykum sam'ukum wa-laa abshaarukum wa-laa juluudukumkalian dahulu tidak bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulit kalian terhadap kalian
  2. وَلَٰكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَwa-laakin zhanantum anna llaaha laa ya'lamu katsiiran mimmaa ta'maluunatetapi kalian mengira Allah tidak mengetahui banyak dari apa yang kalian lakukan

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  3. تَسْتَتِرُونَtastatiruunakalian bersembunyi
  4. أَنْanbahwa
  5. يَشْهَدَyasyhadabersaksi
  6. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  7. سَمْعُكُمْsam'ukumpendengaran kalian
  8. وَلَاwa-laadan tidak pula
  9. أَبْصَارُكُمْabshaarukumpenglihatan kalian
  10. وَلَاwa-laadan tidak pula
  11. جُلُودُكُمْjuluudukumkulit kalian
  12. وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
  13. ظَنَنْتُمْzhanantumkalian mengira
  14. أَنَّannabahwa
  15. اللَّهَllaahaAllah
  16. لَاlaatidak
  17. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  18. كَثِيرًاkatsiiranbanyak
  19. مِمَّاmimmaadari apa yang
  20. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan

Inti bacaan

Kata (تَسْتَتِرُونَ, tastatiruuna) hanya ada di 41:22, sedangkan rangkaian katsiiran mimmaa muncul tiga kali, yaitu di 5:15, 11:91, dan 41:22.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ, wa-maa kuntum tastatiruuna) yang berarti "dan kalian dahulu tidak bersembunyi" memuat (كُنْتُمْ, kuntum) yang berarti "kalian adalah" dan kata kerja yang menyusulnya, sehingga perbuatan bersembunyi ditempatkan di masa lampau. Terjemahan tidak memakai kata "dapat" karena tidak ada kata Arab yang menyatakan kemampuan. Kata kerja (تَسْتَتِرُونَ, tastatiruuna) yang berarti "kalian bersembunyi" berakar س-ت-ر dan muncul sekali, di 41:22. Akar yang sama muncul dalam dua kata lain, yaitu (مَسْتُورًا, mastuuran) yang berarti "tertutup" di 17:45 dan (سِتْرًا, sitran) yang berarti "pelindung" di 18:90. Bersembunyi dari manusia memakai akar lain di 4:108, yaitu (يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ, yastakhfuuna mina n-naasi wa-laa yastakhfuuna mina llaahi) yang berarti "mereka bersembunyi dari manusia, tetapi tidak bersembunyi dari Allah". Bentuk yastakhfuuna hanya ada di ayat itu, dua kali.

Sesudah kata kerja tadi datang (أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ, an yasyhada 'alaykum) yang berarti "bahwa ... bersaksi atas kalian". Kata kerja (يَشْهَدَ, yasyhada) melengkapi tiga bentuk akar ش-ه-د dalam tiga ayat berurutan, yaitu syahida di 41:20, syahidtum di 41:21, dan yasyhada di 41:22. Ketiga bagian tubuhnya disebut dalam urutan yang sama dengan 41:20, yaitu (سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ, sam'ukum wa-laa abshaarukum wa-laa juluudukum) yang berarti "pendengaran kalian dan tidak pula penglihatan kalian dan tidak pula kulit kalian". Di 41:20 ketiganya disambung dengan wa- saja, sedangkan di sini setiap bagian sesudah yang pertama didahului (وَلَا, wa-laa) yang berarti "dan tidak pula", sehingga ketiganya diikat satu per satu pada peniadaan yang sama. Terjemahan menyatukannya dalam satu daftar.

Kata kerja (ظَنَنْتُمْ, zhanantum) yang berarti "kalian mengira" berakar ظ-ن-ن dan muncul di lima ayat pada empat surah, yaitu 41:22, 41:23, 48:12, 59:2, dan 72:7. Isi dugaannya berbeda di tiap ayat: di 48:12 bahwa Rasul dan orang-orang beriman tidak akan kembali kepada keluarga mereka, di 59:2 bahwa mereka akan keluar dari kampung halaman, di 72:7 (أَنْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا, an lan yab'atsa llaahu ahadan) yang berarti "bahwa Allah tidak akan membangkitkan seorang pun", dan di 41:22 (أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ, anna llaaha laa ya'lamu) yang berarti "bahwa Allah tidak mengetahui". Tiga dari kelima ayat, yaitu 41:22, 41:23, dan 72:7, menjadikan Allah atau Tuhan sebagai pokok dugaan. Rangkaian (وَلَٰكِنْ ظَنَنْتُمْ, wa-laakin zhanantum) yang berarti "tetapi kalian mengira" muncul sekali, di 41:22, dan kata (وَلَٰكِنْ, wa-laakin) menyambung peniadaan sebelumnya dengan dugaan ini.

Kata (كَثِيرًا, katsiiran) yang berarti "banyak" diikuti (مِمَّا, mimmaa) yang berarti "dari apa yang", tersusun dari min, "dari", dan maa, "apa yang". Rangkaian katsiiran mimmaa muncul di tiga ayat, yaitu 5:15, 11:91, dan 41:22. Di 5:15 bunyinya (كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ, katsiiran mimmaa kuntum tukhfuuna) yang berarti "banyak dari apa yang kalian sembunyikan". Karena memakai min, kalimat di 41:22 menyebut sebagian dari perbuatan mereka dan tidak menyebut semuanya. Terjemahan memakai "dari apa yang", sejalan dengan arti min, dan tidak memakai "tentang". Kata kerja (تَعْمَلُونَ, ta'maluuna) yang berarti "kalian lakukan" berakar ع-م-ل, akar yang sama dengan ya'maluuna di 41:20, dengan orang yang berganti dari mereka ke kalian.

Tafsiran

Ayat ini menutup ucapan yang dimulai di 41:21 dengan dua pernyataan yang disambung wa-laakin, "tetapi": mereka dahulu tidak bersembunyi dari kesaksian tubuh mereka, dan mereka mengira Allah tidak mengetahui banyak dari apa yang mereka lakukan. Pernyataan pertama menyebut apa yang tidak dikerjakan, pernyataan kedua menyebut apa yang dikira. Dapat dibaca bahwa mereka tidak berjaga terhadap tubuh sendiri karena yang mereka hitung tidak mencakup kesaksian itu. Pembacaan ini bersandar pada kata "tetapi" dan tidak dinyatakan ayat dengan kalimat sebab.

Di 4:108 sekelompok orang bersembunyi dari manusia dan tidak bersembunyi dari Allah padahal Dia bersama mereka, sedangkan di 41:22 kesaksian tubuh sendiri tidak dijaga. Kedua ayat menyebut tempat berlindung yang tidak dipakai, dan keduanya menaruh pengetahuan Allah di pusat persoalan, tetapi subjeknya berbeda sehingga tidak disamakan.

Ayat ini menjawab pertanyaan "mengapa" di 41:21 dengan alasan yang berasal dari dalam diri mereka sendiri, yaitu dugaan tentang Allah. Ayat 41:23 kemudian menamai dugaan itu, "sangkaan kalian yang kalian sangkakan". Ayat 72:7 memuat dugaan lain tentang Allah dengan kata kerja yang sama, yaitu bahwa Allah tidak akan membangkitkan seorang pun, dan kedua ayat sama-sama memuat dugaan tentang apa yang dikerjakan atau diketahui Allah. Ayat 41:22 menjadi titik ketika sebab disebut dalam adegan: kesaksian tubuh terjadi di 41:20, pertanyaan di 41:21, dan alasan di ayat ini.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 41:22 menyebut saksi yang tidak dijaga, yaitu tubuh sendiri, dan menaruh kekeliruan hitungan itu pada dugaan tentang Allah. Orang yang menutup diri terhadap saksi yang dikenalnya, misalnya orang lain atau catatan, dapat membaca ayat ini sebagai pengingat bahwa daftar saksi dalam hitungan itu bisa kekurangan satu nama tanpa disadari pemiliknya. Pembaca dapat memeriksa daftarnya sendiri. Terhadap saksi apa pembaca menutup diri, dan saksi mana yang tidak pernah masuk dalam hitungan, padahal menurut ayat ini Allah mengetahui perbuatannya?
  • Dugaan di 41:22 tidak mengatakan bahwa Allah tidak mengetahui sama sekali apa yang mereka lakukan; dugaannya menyangkut banyak dari perbuatan mereka. Kata min membuat kalimat itu menyebut sebagian, sehingga dugaan yang keliru dapat berbentuk sebagian, tanpa pernah diucapkan sebagai penyangkalan. Orang tidak perlu mengingkari pengetahuan Allah untuk bertindak seolah-olah sebagian dari hidupnya tidak sampai kepada-Nya. Bagian mana dari hidup pembaca yang diperlakukan seolah-olah tidak termasuk dalam yang diketahui Allah?
  • Di 4:108 sekelompok orang bersembunyi dari manusia dan tidak bersembunyi dari Allah, dan ayat itu menambahkan bahwa Dia bersama mereka ketika mereka mengatur ucapan pada malam hari. Di 41:22 tubuh mereka bersaksi atas perbuatan yang mereka kira tidak diketahui Allah. Dua ayat itu berbicara tentang kelompok yang berlainan, tetapi keduanya menaruh Allah di tempat yang tidak diperhitungkan oleh pihak yang menyembunyikan sesuatu. Orang yang menyusun cara agar sebuah tindakan tidak terlihat dapat memperhatikan siapa saja yang diperhitungkannya, dan siapa yang tidak.
  • Dugaan di 41:22 tidak diucapkan oleh siapa pun dalam ayat ini, namun dugaan itu bekerja di balik kebiasaan mereka sampai tubuh bersaksi. Di 72:7 dugaan lain tentang Allah, yaitu bahwa Dia tidak akan membangkitkan seorang pun, ditulis dengan kata kerja yang sama, dan kedua ayat tidak disamakan. Kesamaannya terletak pada tempatnya: dugaan tentang Allah dapat hidup tanpa pernah dirumuskan sebagai kalimat. Dugaan apa tentang Allah yang paling sering bekerja di belakang kebiasaan pembaca tanpa pernah diucapkannya?
  • Di 41:21 mereka menanyai kulit, 'mengapa kalian bersaksi atas kami', dan di 41:22 jawabannya mengalihkan perhatian kepada hitungan mereka sendiri. Orang yang disalahkan oleh sesuatu yang dekat, misalnya tubuhnya atau catatan yang dibuatnya sendiri, dapat menanyai pihak yang menyalahkan. Ayat ini memperlihatkan urutan lain: pertanyaan kepada saksi dijawab dengan perincian dugaan yang dipegang sebelum kesaksian itu muncul. Di antara dua kebiasaan itu, menanyai saksi atau memeriksa dugaan, mana yang lebih sering terjadi pada pembaca ketika ditegur?
  • Pendengaran, penglihatan, dan kulit disebut satu per satu di 41:22 dengan peniadaan yang diulang, dan urutannya sama dengan 41:20. Tiga bagian tubuh itu tidak digabung menjadi satu sebutan seperti tubuh atau diri. Dapat dibaca bahwa setiap bagian dihitung sendiri sebagai saksi yang tidak dijaga. Pembaca yang membayangkan kesaksian sebagai satu kejadian besar dapat membayangkannya lebih kecil, sebagai tiga tempat yang masing-masing tidak dikira akan berbicara. Di tempat manakah pada tubuhnya sendiri kecurigaan itu paling jarang terbit?