وَذَٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan itu sangkaan kalian yang kalian sangkakan terhadap Tuhan kalian; telah membinasakan kalian, sehingga kalian menjadi termasuk orang-orang yang rugi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَذَٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْwa-dzaalikum zhannukumu lladzii zhanantum bi-rabbikumdan itu sangkaan kalian yang kalian sangkakan terhadap Tuhan kalian
- أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَardaakum fa-ashbahtum mina l-khaasiriinatelah membinasakan kalian, sehingga kalian menjadi termasuk orang-orang yang rugi
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَذَٰلِكُمْwa-dzaalikumdan demikian itu
- ظَنُّكُمُzhannukumusangkaan kalian
- الَّذِيlladziiyang
- ظَنَنْتُمْzhanantumkalian mengira
- بِرَبِّكُمْbi-rabbikumkepada Tuhan kalian
- أَرْدَاكُمْardaakummembinasakan kalian
- فَأَصْبَحْتُمْfa-ashbahtummaka jadilah kalian
- مِنَminadari
- الْخَاسِرِينَl-khaasiriinaorang-orang yang rugi
Inti bacaan
Kata kerja (فَأَصْبَحْتُمْ, fa-ashbahtum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:103 dan 41:23.
Penjelasan pilihan kata
Kata tunjuk (وَذَٰلِكُمْ, wa-dzaalikum) tersusun dari dzaalika, "itu" yang jauh, dan -kum, "kalian", sehingga menunjuk dugaan yang baru disebut di 41:22 sambil menyapa orang-orang yang menduganya. Di antara 41:22 dan ayat ini tidak ada kata kerja "berkata" yang baru, jadi pergantian pembicara, bila ada, tidak ditandai oleh teks. Terjemahan menutup kutipan di akhir 41:22 dan menaruh 41:23 sebagai kalimat tersendiri.
Rangkaian (ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ, zhannukumu lladzii zhanantum bi-rabbikum) yang berarti "sangkaan kalian yang kalian sangkakan terhadap Tuhan kalian" memakai kata benda zhann dan kata kerja zhanna dari akar ظ-ن-ن dalam satu rangkaian, dan terjemahan mengulang akar itu, "sangkaan" lalu "sangkakan", agar kesamaannya terbaca. Bentuk (ظَنُّكُمُ, zhannukumu) hanya ada di 41:23. Kata benda dan kata kerja dari akar yang sama bersanding juga di 48:12, tempat kalian bersangka dengan sangkaan buruk, dan rangkaian sangkaan buruk itu muncul dua kali di satu surah, yaitu 48:6 dan 48:12. Terjemahan memakai "sangkaan" untuk kata benda di 41:23 dan 48:12.
Objek dugaan itu, (بِرَبِّكُمْ, bi-rabbikum) yang berarti "terhadap Tuhan kalian", tersusun dari bi-, "terhadap", rabb, "Tuhan", dan -kum, "kalian". Rangkaian bi-rabbikum muncul di lima ayat, yaitu 3:193, 7:172, 36:25, 41:23, dan 57:8. Di tiga ayat, yaitu 3:193, 36:25, dan 57:8, rangkaian itu mengikuti kata kerja iman, misalnya (آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ, aamantu bi-rabbikum) yang berarti "aku telah beriman kepada Tuhan kalian" di 36:25. Di 7:172 bunyinya (أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ, a-lastu bi-rabbikum) yang berarti "bukankah Aku Tuhan kalian". Di 41:23 rangkaian itu mengikuti kata kerja dugaan. Ayat 41:22 menyebut pokok dugaan itu dengan nama Allah, dan 41:23 dengan kata Tuhan kalian.
Kata kerja (أَرْدَاكُمْ, ardaakum) yang berarti "telah membinasakan kalian" berakar ر-د-ي, dengan -kum, "kalian", sebagai pihak yang mengalaminya. Bentuk yang membuat pihak lain mengalami sesuatu dari akar ini muncul di tiga ayat, yaitu 6:137, 37:56, dan 41:23. Di 6:137 bunyinya (لِيُرْدُوهُمْ, li-yurduuhum) yang berarti "agar membinasakan mereka", dengan sekutu-sekutu mereka sebagai pelaku. Di 37:56 bunyinya (لَتُرْدِينِ, la-turdiini) yang berarti "mencelakakanku", dengan orang yang diajak bicara sebagai pelaku. Di 41:23 pelakunya sangkaan itu sendiri. Bentuk lain akar yang sama diterjemahkan "yang jatuh" pada (وَالْمُتَرَدِّيَةُ, wa-l-mutaraddiyatu) di 5:3, dan "binasa" pada (فَتَرْدَىٰ, fa-tardaa) di 20:16 dan pada (تَرَدَّىٰ, taraddaa) di 92:11.
Kata kerja (فَأَصْبَحْتُمْ, fa-ashbahtum) yang berarti "sehingga kalian menjadi" muncul dua kali, yaitu di 3:103 dan 41:23. Di 3:103 bunyinya (فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا, fa-ashbahtum bi-ni'matihi ikhwaanan) yang berarti "sehingga dengan karunia-Nya kalian menjadi bersaudara", perubahan dari saling bermusuhan. Di 41:23 perubahan itu menuju (مِنَ الْخَاسِرِينَ, mina l-khaasiriina) yang berarti "termasuk orang-orang yang rugi". Rangkaian mina l-khaasiriina muncul sepuluh kali di delapan surah, yaitu 2:64, 3:85, 5:5, 5:30, 7:23, 7:149, 10:95, 11:47, 39:65, dan 41:23. Kata kerja "menjadi" berbentuk jamak di 41:23, sedangkan bentuk tunggalnya (فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ, fa-ashbaha mina l-khaasiriina) di 5:30 berarti "sehingga jadilah termasuk orang-orang yang rugi".
Tafsiran
Ayat ini menamai penyebab yang sudah disebut di 41:22, yaitu dugaan tentang Allah, dan menyusun akibatnya dalam tiga langkah: sangkaan, kebinasaan, lalu kedudukan sebagai orang yang rugi. Sangkaan dijadikan pelaku kata kerja membinasakan, dan kalian menjadi pihak yang mengalaminya, sehingga ayat ini tidak menyebut perbuatan di tengah rantai itu. Kata "sehingga" menyambung kebinasaan dengan hasil, dan hasilnya disebut sebagai kedudukan dalam sebuah golongan, tanpa rincian kerugian.
Perpindahan dari nama Allah di 41:22 ke kata Tuhan kalian di 41:23 dapat dibaca sebagai penempatan dugaan itu di dalam hubungan, sebab kata kalian melekat pada kata Tuhan. Pembacaan ini bersandar pada bentuk bi-rabbikum dan tidak dinyatakan ayat dengan kalimat penjelas.
Adegan 41:19 sampai 41:24 menyebut dua catatan. Catatan pertama, perbuatan, disaksikan tubuh di 41:20, dan catatan kedua, dugaan yang dipegang di dalam, disebut di 41:22 dan 41:23. Ayat 41:24 menutup adegan dengan cara yang sejajar dengan ayat ini: 41:23 berakhir pada mina l-khaasiriina, "termasuk orang-orang yang rugi", dan 41:24 berakhir pada mina l-mu'tabiina, "termasuk orang-orang yang diberi kesempatan", yang ditiadakan. Keanggotaan dalam sebuah golongan dinyatakan di satu ayat dan ditiadakan di ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Dugaan di 41:22 dan 41:23 diarahkan kepada Tuhan kalian, sebutan yang memakai akhiran kalian, sehingga Tuhan yang diduga itu milik mereka sendiri dan tidak seorang asing yang tidak mereka kenal. Pada 36:25 sebutan yang sama dipakai seorang laki-laki yang menyatakan dirinya beriman kepada Tuhan kalian. Satu sebutan dipakai untuk beriman di sana dan untuk menduga di sini. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sikap terhadap Tuhan dapat berbentuk dugaan yang dipegang tanpa pernah dipanggil sebagai soal kepercayaan. Dugaan apa yang dipegang pembaca tentang Tuhannya sendiri ketika tidak ada yang bertanya?
- Di 41:23 sangkaan dan sangkakan berasal dari akar yang sama dan disebut berurutan, seperti di 48:12 saat sangkaan buruk diulang bersama kata kerjanya. Terjemahan mempertahankan pengulangan itu agar tampak bahwa dugaan itu dipegang berulang. Ayat menamai isi yang dipegang itu sangkaan, dan menyebut pelakunya memegangnya sendiri, dengan kata benda dan kata kerja yang sama. Pembaca dapat memeriksa kalimat apa yang sering diulangnya kepada diri sendiri tentang Allah. Berapa banyak di antaranya yang pernah diuji terhadap apa yang Allah katakan tentang diri-Nya?
- Kata kerja yang berarti menjadi dipakai di 3:103 untuk perubahan dari bermusuhan menjadi bersaudara, dengan karunia-Nya sebagai sebabnya, dan di 41:23 untuk perubahan menjadi termasuk orang-orang yang rugi, dengan sangkaan sebagai sebabnya. Kelompok di 3:103 dan di 41:23 tidak sama, sehingga kedua ayat tidak disamakan. Kata kerja yang sama menunjuk dua keadaan akhir yang berlawanan, dan sebabnya berbeda: karunia di satu tempat, sangkaan di tempat lain. Pembaca dapat bertanya apa yang sedang membuat dirinya menjadi sesuatu. Karunia apakah yang menjadi sebab keadaannya hari ini, dan sangkaan apa?
- Rangkaian termasuk orang-orang yang rugi dipakai di 7:23 dalam doa dua orang, yaitu jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi, dan di 41:23 sebagai keadaan yang sudah tercapai. Di 7:23 golongan itu masih berupa kemungkinan yang ditakutkan, dan doanya ditujukan kepada Tuhan kami. Pembaca dapat membandingkan kedua ayat itu: yang satu menyebut golongan itu sebagai sesuatu yang bisa dihindari lewat permohonan, yang lain sebagai kenyataan. Apakah doa pembaca pernah menyebut golongan itu sebagai sesuatu yang sungguh ditakutkan?
- Adegan 41:19 sampai 41:24 menyebut dua catatan, perbuatan yang disaksikan tubuh di 41:20 dan dugaan yang dipegang di dalam di 41:22 dan 41:23. Catatan pertama punya saksi yang disebut ayat, yaitu tubuh, dan catatan kedua tidak punya saksi yang disebut di ayat ini. Pembaca yang memeriksa dirinya dapat mulai dari perbuatan, sebab perbuatan yang disaksikan tubuh sudah disebut lebih dulu di 41:20. Ayat ini menaruh dugaan di jajaran yang sama dan memberinya peran penyebab. Apa yang akan tercatat dari dugaan pembaca, yang tidak pernah terlihat siapa pun?
- Kata kerja membinasakan yang berbentuk sama punya tiga pelaku: sekutu-sekutu mereka di 6:137, orang yang diajak bicara di 37:56, dan sangkaan itu sendiri di 41:23. Dua pelaku pertama disebut sebagai pihak lain di luar yang dibinasakan, sedangkan pelaku ketiga adalah sangkaan milik mereka sendiri. Ayat tidak menyebut pelaku yang terakhir itu berada di luar orang yang memegangnya. Pembaca dapat bertanya yang mana dari ketiga pelaku itu yang paling dekat dengannya hari ini. Siapakah yang memegang sangkaan itu bila tidak ada yang lain di ruangan?