فَإِنْ يَصْبِرُوا فَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ ۖ وَإِنْ يَسْتَعْتِبُوا فَمَا هُمْ مِنَ الْمُعْتَبِينَ
Maka, jika mereka bersabar, apilah tempat tinggal mereka; dan jika mereka meminta kesempatan untuk bertobat, mereka bukanlah termasuk orang-orang yang diberi kesempatan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَإِنْ يَصْبِرُوا فَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْfa-in yashbiruu fa-n-naaru matswan lahummaka, jika mereka bersabar, apilah tempat tinggal mereka
- وَإِنْ يَسْتَعْتِبُوا فَمَا هُمْ مِنَ الْمُعْتَبِينَwa-in yasta'tibuu fa-maa hum mina l-mu'tabiinadan jika mereka meminta kesempatan untuk bertobat, mereka bukanlah termasuk orang-orang yang diberi kesempatan
Terjemahan per kata (11 kata)
- فَإِنْfa-inmaka jika
- يَصْبِرُواyashbiruumereka bersabar
- فَالنَّارُfa-n-naarumaka api
- مَثْوًىmatswantempat tinggal
- لَهُمْlahumbagi mereka
- وَإِنْwa-indan jika
- يَسْتَعْتِبُواyasta'tibuumereka meminta kesempatan untuk bertobat
- فَمَاfa-maamaka tidaklah
- هُمْhummereka
- مِنَminadari
- الْمُعْتَبِينَl-mu'tabiinaorang-orang yang diberi kesempatan
Inti bacaan
Rangkaian (النَّارُ مَثْوًى, n-naaru matswan) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 41:24 dan 47:12, dan keduanya berbunyi api sebagai tempat tinggal.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (فَإِنْ يَصْبِرُوا, fa-in yashbiruu) yang berarti "maka, jika mereka bersabar" muncul sekali, di 41:24. Kata kerja (يَصْبِرُوا, yashbiruu) berakar ص-ب-ر dan didahului (إِنْ, in) yang berarti "jika". Kesabaran orang-orang yang menghadapi azab disebut di dua ayat lain: (فَاصْبِرُوا أَوْ لَا تَصْبِرُوا, fa-shbiruu aw laa tashbiruu) yang berarti "maka bersabarlah atau tidak bersabar" di 52:16, dan (أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا, a-jazi'naa am shabarnaa) yang berarti "apakah kami mengeluh ataukah bersabar" di 14:21. Keduanya disusul penyamaan: (سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ, sawaa'un 'alaykum) yang berarti "sama saja bagi kalian" di 52:16 dan (سَوَاءٌ عَلَيْنَا, sawaa'un 'alaynaa) yang berarti "sama saja bagi kami" di 14:21. Di 41:24 kesamaan itu tidak diucapkan, dan yang ditulis adalah tempat tinggal.
Kata (فَالنَّارُ, fa-n-naaru) yang berarti "maka api" memakai kata api yang sama dengan 41:19, sehingga api tampil sebagai tujuan di awal adegan dan sebagai tempat tinggal di ujungnya. Kata (مَثْوًى, matswan) yang berarti "tempat tinggal" berakar ث-و-ي dan muncul, dalam bentuk ini, di lima ayat pada empat surah, yaitu 29:68, 39:32, 39:60, 41:24, dan 47:12. Rangkaian (النَّارُ مَثْوًى, n-naaru matswan) muncul dua kali, yaitu di 41:24 dan 47:12, dan (مَثْوًى لَهُمْ, matswan lahum) yang berarti "tempat tinggal bagi mereka" ada di kedua ayat itu juga. Bentuk lain dari akar yang sama dipakai untuk tempat orang menetap, yaitu (أَكْرِمِي مَثْوَاهُ, akrimii matswaahu) yang berarti "muliakanlah tempat tinggalnya" di 12:21, dan (ثَاوِيًا, tsaawiyan) yang berarti "tinggal" di 28:45. Di 3:151 matswaa berdampingan dengan ma'waa, yaitu (وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ, wa-ma'waahumu n-naaru) yang berarti "dan tempat tinggal mereka api" disusul (وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ, wa-bi'sa matswaa zh-zhaalimiina) yang berarti "dan seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang zalim", sehingga kedua kata itu sama-sama menunjuk tempat orang menetap, dan terjemahan 41:24 memakai "tempat tinggal" untuk matswan seperti di 39:32, 39:60, dan 47:12.
Kata kerja (يَسْتَعْتِبُوا, yasta'tibuu) yang berarti "mereka meminta kesempatan untuk bertobat" dan kata (الْمُعْتَبِينَ, l-mu'tabiina) yang berarti "orang-orang yang diberi kesempatan" berasal dari akar ع-ت-ب, dan masing-masing muncul sekali, di 41:24. Bentuk pasifnya muncul tiga kali di tiga surah dalam (وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ, wa-laa hum yusta'tabuuna) yang berarti "dan tidak pula mereka diberi kesempatan", yaitu 16:84, 30:57, dan 45:35. Di 16:84 kalimat itu mengikuti izin yang tidak diberikan kepada orang-orang yang kufur, di 30:57 mengikuti dalih yang tidak berguna, dan di 45:35 mengikuti pernyataan bahwa mereka tidak dikeluarkan dari neraka. Terjemahan "bertobat" mengikuti pemakaian di 30:57 dan 45:35 untuk bentuk yang sama, sedangkan 16:84 memakai "memohon keridaan" untuk bentuk itu. Di ketiga ayat itu hal tersebut ditiadakan sebelum diminta, sedangkan di 41:24 permintaannya diucapkan.
Permintaan di dalam api disebut juga di 18:29, yaitu (وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا, wa-in yastaghiitsuu) yang berarti "dan jika mereka meminta pertolongan", dan jawabannya berupa air seperti cairan besi mendidih. Kata kerja yastaghiitsuu muncul sekali, di ayat itu, dan terjemahan memakai "meminta" untuk bentuk yang sama polanya dengan yasta'tibuu. Rangkaian (فَمَا هُمْ مِنَ, fa-maa hum mina) yang berarti "maka mereka tidak termasuk" hanya ada di 41:24.
Tafsiran
Ayat 41:24 menutup adegan dengan dua pengandaian, bersabar dan meminta kesempatan untuk bertobat, dan keduanya berujung pada keadaan yang sama. Pengandaian pertama diselesaikan dengan menyebut tempat tinggal, yaitu api. Pengandaian kedua diselesaikan dengan meniadakan keanggotaan, yaitu bahwa mereka tidak termasuk orang-orang yang diberi kesempatan. Awalan fa pada pembukaan ayat menyambungnya ke 41:23, sehingga dua pengandaian ini terbaca sebagai kelanjutan dari kedudukan sebagai orang yang rugi.
Kata api menutup lingkaran yang dibuka di 41:19: di awal adegan musuh-musuh Allah dikumpulkan ke api, dan di akhir adegan api menjadi tempat tinggal mereka. Kata api muncul lagi di 41:28 sebagai balasan. Di 52:16 dan 14:21 bersabar dan tidak bersabar dinyatakan sama saja bagi orang-orang yang menghadapi azab, sedangkan 41:24 memakai kalimat pengandaian dan menyebut hasil tiap pilihan: kesabaran tidak memindahkan tempat tinggal, dan permintaan tidak menempatkan mereka di golongan yang diberi kesempatan.
Ayat 41:23 berakhir pada mina l-khaasiriina, "termasuk orang-orang yang rugi", dan ayat ini berakhir pada mina l-mu'tabiina, "termasuk orang-orang yang diberi kesempatan", dalam bentuk peniadaan. Keanggotaan dalam sebuah golongan dinyatakan di satu ayat dan ditiadakan di ayat berikutnya. Ayat 41:25 sesudahnya beralih ke teman-teman yang ditetapkan bagi mereka, sehingga adegan 41:19 sampai 41:24 berakhir di sini.
Renungan dan Hikmah
- Di 41:35, dalam surah yang sama, hal yang disebut di 41:34, yaitu menolak dengan yang lebih baik, tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar, sedangkan di 41:24 kesabaran tidak memindahkan tempat tinggal orang-orang yang berada di api. Keadaan di kedua ayat itu berbeda, yang satu menyangkut menolak keburukan dengan yang lebih baik dan yang lain menyangkut orang yang sudah berada di api, sehingga keduanya tidak dijadikan satu aturan. Pembaca yang memuji dirinya karena tahan menjalani sesuatu dapat bertanya ke arah mana ketahanan itu membawanya. Apakah ketahanan itu sedang menjaga tempat yang sama selama ini?
- Ayat ini menyebut dua cara menghadapi keadaan yang berat, menahan diri dan memohon, dan meniadakan akibat keduanya pada orang-orang yang sudah berada di api. Penyebutan dua cara itu tidak mengatakan bahwa menahan diri atau memohon selalu sia-sia; yang disebut hanya hasilnya dalam adegan ini. Pembaca dapat memperhatikan cara mana yang lebih sering dipakainya sendiri ketika keadaan menekan, dan ke mana cara itu diarahkannya. Kepada siapa permohonannya diarahkan ketika pembaca berkata bahwa tidak ada lagi yang dapat dilakukan?
- Di 16:84, 30:57, dan 45:35 kesempatan itu ditiadakan sebelum mereka sempat memintanya, sedangkan di 41:24 permintaannya diucapkan dan tetap tidak termasuk dalam yang diberi. Gambaran di ketiga ayat itu berbeda dari gambaran di 41:24, dan keduanya tidak digabung. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara tidak diizinkan meminta dan meminta lalu tidak diberi, dua keadaan yang kedengarannya sama tetapi memiliki bentuk yang lain. Permintaan apa yang sedang dipikirkannya untuk diajukan nanti, dan apakah sudah disebutnya kepada Allah hari ini?
- Api disebut di 41:19 sebagai tujuan musuh-musuh Allah dan di 41:24 sebagai tempat tinggal mereka. Kata kerja di awal adegan menyatakan gerak, dikumpulkan dan dibariskan, dan kata benda di akhir menyatakan menetap. Perubahan dari gerak ke menetap ini tertulis dalam rentang enam ayat, 41:19 sampai 41:24, dan tidak satu pun di antaranya menyebut jalan keluar. Pembaca dapat memperhatikan kapan sebuah keadaan berubah dari sesuatu yang dilewati menjadi sesuatu yang didiami. Di tempat manakah dalam hidupnya sebuah kebiasaan telah berubah dari persinggahan menjadi tempat tinggal?
- Di 14:21 ucapan sama saja bagi kami, apakah kami mengeluh ataukah bersabar, diucapkan setelah mereka semua tampil di hadapan Allah, dan di 52:16 kalimat serupa ditujukan kepada orang-orang yang masuk ke api. Di 41:24 kalimat itu tidak memakai kata sama saja, dan hasil tiap pilihan disebut satu per satu. Dapat dibaca bahwa penyebutan hasil satu per satu memberi gambaran yang lebih rinci daripada ucapan penyamaan. Orang yang biasa mengatakan sama saja ketika memutuskan sesuatu dapat memeriksa apakah hasil tiap pilihannya sudah diperiksa satu per satu. Pilihan mana di hidupnya yang selama ini dianggap sama saja?
- Ayat 41:23 menyatakan mereka termasuk golongan yang rugi, dan 41:24 meniadakan keanggotaan mereka dalam golongan yang diberi kesempatan, sehingga dua ayat berurutan menaruh mereka di dalam satu golongan dan di luar golongan lain. Keanggotaan itu dinyatakan dengan kata termasuk, tanpa perincian perbuatan. Pembaca dapat bertanya golongan mana yang diyakininya sedang diikutinya, dan atas dasar apa keyakinan itu dibangun. Apakah dasar itu sesuatu yang dapat ditunjuk, atau perasaan yang menyertai saja?