وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ فَزَيَّنُوا لَهُمْ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ
Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan indah bagi mereka apa yang di hadapan dan di belakang mereka; dan berlakulah ketetapan atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka orang-orang yang rugi.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَwa-qayyadhnaa lahum quranaa'adan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman
- فَزَيَّنُوا لَهُمْ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْfa-zayyanuu lahum maa bayna aydiihim wa-maa khalfahumyang menjadikan indah bagi mereka apa yang di hadapan dan di belakang mereka
- وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِwa-haqqa 'alayhimu l-qawlu fii umamin qad khalat min qablihim mina l-jinni wa-l-insidan berlakulah ketetapan atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia
- إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَinnahum kaanuu khaasiriinasesungguhnya mereka orang-orang yang rugi
Terjemahan per kata (25 kata)
- وَقَيَّضْنَاwa-qayyadhnaadan Kami tetapkan
- لَهُمْlahumbagi mereka
- قُرَنَاءَquranaa'ateman-teman
- فَزَيَّنُواfa-zayyanuumaka mereka menghiasi
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مَاmaaapa yang
- بَيْنَbaynadi antara
- أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
- وَمَاwa-maadan apa yang
- خَلْفَهُمْkhalfahumdi belakang mereka
- وَحَقَّwa-haqqadan berlaku
- عَلَيْهِمُ'alayhimuatas mereka
- الْقَوْلُl-qawluperkataan
- فِيfiibersama
- أُمَمٍumaminumat-umat
- قَدْqadsungguh
- خَلَتْkhalattelah berlalu
- مِنْmindari
- قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
- مِنَminadari
- الْجِنِّl-jinnijin
- وَالْإِنْسِwa-l-insidan manusia
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- كَانُواkaanuumereka adalah
- خَاسِرِينَkhaasiriinaorang-orang yang merugi
Inti bacaan
Kata kerja (وَقَيَّضْنَا, wa-qayyadhnaa) berakar ق-ي-ض, dan akar itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 41:25 dan 43:36.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَيَّضْنَا, wa-qayyadhnaa) yang berarti "dan Kami tetapkan". Kata kerjanya berakar ق-ي-ض, dan akar ini muncul dua kali di dua surah, yaitu di 41:25 dan 43:36. Di 43:36, (نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا, nuqayyidh lahu syaythaanan) berarti "Kami tetapkan baginya setan", dan hasilnya disebut pada kalimat berikutnya, (فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ, fa-huwa lahu qariinun) yang berarti "maka, ia menjadi teman baginya". Kedua ayat memiliki pelaku Kami dan penerima yang ditandai li-, yaitu lahum di 41:25 dan lahu di 43:36. Ayat 43:36 menyebut penerimanya lewat syarat, (وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ, wa-man ya'syu 'an dzikri r-rahmaani) yang berarti "siapa yang berpaling dari peringatan Ar-Rahman", sedangkan 41:25 tidak memuat syarat itu. Cara teman-teman itu ditempatkan juga tidak disebut, sehingga terjemahan tidak menambahkan "diutus" atau "dikirim".
Kata (قُرَنَاءَ, quranaa'a) yang berarti "teman-teman" berakar ق-ر-ن, dan bentuk jamak ini hanya muncul di 41:25. Bentuk tunggalnya, (قَرِينٌ, qariinun), muncul di enam ayat, yaitu 4:38, 37:51, 43:36, 43:38, 50:23, dan 50:27. Di 4:38, (وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا, wa-man yakuni sy-syaythaanu lahu qariinan) berarti "dan siapa yang setan menjadi temannya", sehingga setan disebut sebagai pengisi kedudukan itu. Ayat 41:25 tidak menyebut siapa teman-teman tersebut. Terjemahan memakai "teman" di semua tempat itu dan tidak menambahkan "setan" ke 41:25, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata (فَزَيَّنُوا, fa-zayyanuu) yang berarti "yang menjadikan indah" berakar ز-ي-ن dan berpelaku jamak, yaitu teman-teman tadi. Kata kerja yang sama dengan penerima yang sama, lahum, berpelaku setan tunggal di lima ayat, yaitu 6:43, 8:48, 16:63, 27:24, dan 29:38, dalam susunan (زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ, zayyana lahumu sy-syaythaanu) yang berarti "setan menjadikan indah bagi mereka". Di empat dari lima ayat itu, yaitu 8:48, 16:63, 27:24, dan 29:38, benda yang dihiasi adalah (أَعْمَالَهُمْ, a'maalahum) yang berarti "perbuatan-perbuatan mereka". Di 41:25 benda yang dihiasi berbeda, yaitu (مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ, maa bayna aydiihim wa-maa khalfahum) yang berarti "apa yang di hadapan dan di belakang mereka", dan perbuatan tidak disebut di ayat ini.
Susunan maa bayna aydiihim wa-maa khalfahum itu muncul enam kali di enam surah, yaitu di 2:255, 20:110, 21:28, 22:76, 34:9, dan 41:25. Di empat dari enam ayat itu, yaitu 2:255, 20:110, 21:28, dan 22:76, kata kerjanya (يَعْلَمُ, ya'lamu) yang berarti "mengetahui", seperti di 22:76, (يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ, ya'lamu maa bayna aydiihim wa-maa khalfahum) yang berarti "Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka". Di 34:9 kedua arah itu berisi langit dan bumi, (مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ, maa bayna aydiihim wa-maa khalfahum mina s-samaa'i wa-l-ardhi), yang berarti "langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka". Harfiahnya bayna aydiihim berarti "di antara tangan-tangan mereka", dan terjemahan memakai "di hadapan" karena arah itu dipasangkan dengan khalfahum, "di belakang mereka".
Kata kerja (حَقَّ, haqqa) yang berarti "berlaku" dengan subjek (الْقَوْلُ, l-qawlu) muncul di tujuh ayat di tujuh surah, yaitu 17:16, 28:63, 32:13, 36:7, 37:31, 41:25, dan 46:18. Kata qawl berakar ق-و-ل, akar yang sama dengan qaala, "berkata", sehingga arti dasarnya sebuah ucapan. Di 32:13 isi ucapan itu dinyatakan dalam ayat yang sama, (لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ, la-amla'anna jahannama mina l-jinnati wa-n-naasi ajma'iina) yang berarti "sungguh, Aku akan memenuhi Jahanam dengan jin dan manusia semuanya", yaitu sebuah keputusan yang sudah diucapkan. Karena itu terjemahan 41:25 memakai "ketetapan" untuk qawl, dan isi ketetapan di ayat ini tidak dinyatakan.
Frasa (فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ, fii umamin qad khalat min qablihim mina l-jinni wa-l-insi) muncul dua kali, yaitu di 41:25 dan 46:18. Dengan kata ganti kalian, qablikum, susunan itu ada pula di 7:38, (ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ, dkhuluu fii umamin qad khalat min qablikum mina l-jinni wa-l-insi fii n-naari) yang berarti "masuklah kalian ke dalam api bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum kalian dari jin dan manusia". Di sana kata fii, "di dalam", dipakai dua kali, untuk umat-umat dan untuk api, sehingga masuk di dalam umat-umat berarti berada di tengah mereka. Terjemahan 41:25 memakai "bersama" untuk fii umamin.
Kalimat penutup (إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ, innahum kaanuu khaasiriina) yang berarti "sesungguhnya mereka orang-orang yang rugi" muncul dua kali, yaitu di 41:25 dan 46:18, dan keduanya menutup ayat yang memuat haqqa 'alayhimu l-qawlu. Akar kata (خَاسِرِينَ, khaasiriina) adalah خ-س-ر. Di 41:23 bentuk jamak yang sama dipakai dalam (فَأَصْبَحْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ, fa-ashbahtum mina l-khaasiriina) yang berarti "sehingga kalian menjadi termasuk orang-orang yang rugi", jadi kerugian disebut dua kali dalam tiga ayat berurutan, sekali kepada mereka dan sekali tentang mereka.
Tafsiran
Ayat ini menyebut pihak yang bekerja di sisi orang-orang pada 41:24, yaitu teman-teman yang ditetapkan bagi mereka. Ayat 41:22 menyebut mereka mengira Allah tidak mengetahui banyak dari perbuatan mereka, dan 41:23 menamai dugaan itu sebagai sebab kebinasaan mereka, sehingga sampai 41:23 sebab yang tertulis adalah dugaan mereka sendiri. Ayat 41:25 menambahkan sebab kedua dari luar, yaitu teman-teman yang menghias, dan pembagian bobot antara kedua sebab itu tidak dinyatakan.
Kedua arah yang dihias di 41:25 muncul juga di 41:14 dengan fungsi yang berlawanan. Di sana para rasul datang (مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ, min bayni aydiihim wa-min khalfihim) yang berarti "dari depan dan dari belakang mereka", membawa seruan agar tidak mengabdi kecuali kepada Allah. Ayat 41:13 menyebut Ad dan Tsamud, sedangkan 41:25 tidak menyebut nama kaumnya, dan kedua ayat hanya sama dalam arahnya. Pada dua arah itu 41:14 menaruh seruan, dan 41:25 menaruh hiasan.
Surah yang sama menutup dua arah itu bagi kebatilan yang hendak mendatangi kitab di 41:42, (لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ, laa ya'tiihi l-baathilu min bayni yadayhi wa-laa min khalfihi) yang berarti "tidak ada kebatilan yang mendatanginya, baik dari depan maupun dari belakangnya". Pada orang yang diberi teman, arah yang sama terbuka bagi hiasan. Sasaran kedua ayat berbeda, sebab 41:42 membicarakan sebuah kitab dan 41:25 membicarakan orang-orang yang diberi teman.
Kalimat ketiga dalam ayat ini dibuka dengan wa, "dan", tidak dengan fa, "maka". Di 17:16, (فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ, fa-haqqa 'alayhaa l-qawlu) yang berarti "maka pastilah berlaku atasnya ketetapan" langsung mengikuti perbuatan fasik penduduk negeri itu lewat fa, dan 37:31 memakai fa pula. Di 41:25 urutan waktu antara hiasan dan berlakunya ketetapan tidak dinyatakan oleh partikel penyambungnya.
Ayat 7:38 menempatkan umat-umat yang sama di dalam api, dan di sana umat yang masuk belakangan (لَعَنَتْ أُخْتَهَا, la'anat ukhtahaa) yang berarti "melaknat saudaranya". Ayat 41:25 menyebut kerangka yang sama, yaitu umat-umat jin dan manusia yang telah berlalu, sehingga ayat ini dapat dibaca sebagai keterangan tentang barisan tempat mereka berada. Api dan laknat tidak disebut di 41:25 sendiri.
Ayat ini ditutup dengan penilaian yang sama seperti 46:18, yaitu bahwa mereka rugi. Sesudahnya 41:26 mengutip ucapan orang-orang yang kufur, sehingga rangkaian ini bergerak dari apa yang ditetapkan bagi mereka kepada apa yang mereka katakan sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Hiasan di 41:25 dipasang pada apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, yaitu yang sedang dihadapi dan yang sudah ditinggalkan. Empat ayat lain menaruh kedua arah itu di tempat yang berbeda, yaitu dalam pengetahuan Allah. Ayat 22:76 menyebut Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan 2:255, 20:110, serta 21:28 memakai kalimat yang sama. Ayat-ayat itu tidak berbicara tentang orang yang sama dengan 41:25, sehingga tidak dibaca saling menjelaskan. Pembaca dapat membandingkan dua gambaran tentang satu arah, gambaran yang dirapikan oleh orang di sampingnya dan gambaran yang berada dalam pengetahuan Dia. Gambaran manakah yang dipegang pembaca ketika menilai langkah yang sedang dihadapi dan langkah yang sudah ditinggalkan?
- Kata kerja di 41:25 menempatkan teman-teman itu bagi mereka dengan Kami sebagai pelakunya, dan ayat tidak menyebut apakah mereka pernah memilih teman yang lain. Di 43:36 penempatan serupa mengikuti syarat berpaling dari peringatan Ar-Rahman, sedangkan 41:25 tidak memuat syarat tertulis. Dua ayat itu memberi dua keadaan yang berbeda, sehingga pembaca tidak dapat menyimpulkan bahwa syarat 43:36 juga berlaku di 41:25. Seseorang yang sedang menimbang siapa saja yang paling sering duduk di dekatnya dapat bertanya sejauh mana kedekatan itu hasil pilihannya dan sejauh mana kedekatan itu datang dengan sendirinya. Apakah ada teman yang hiasannya selalu terasa menyenangkan, dan apa arti keseluruhan itu bagi dirinya?
- Di 27:24 dan 29:38 kata kerja yang menjadikan indah disusul kata kerja yang menghalangi, (فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ, fa-shaddahum 'ani s-sabiili) yang berarti "lalu menghalangi mereka dari jalan". Di 41:25 hanya langkah pertama yang tertulis, sedangkan penghalangnya tidak disebut. Gambaran itu dapat dibaca sebagai urutan, dengan hiasan datang lebih dulu dan akibatnya terlihat beberapa langkah kemudian. Pembaca yang pernah menerima sesuatu karena tampak menarik dapat mengingat kapan pertama kali harga sebenarnya terlihat olehnya. Apakah sesuatu yang kini terasa wajar pernah tiba lebih dulu sebagai hiasan di depan matanya?
- Rujukan 41:25 pada umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka menaruh nasib satu kelompok di dalam deretan yang panjang, dan di 7:38 deretan itu terlihat saling melaknat di dalam api. Kedua ayat berbicara tentang barisan yang sama, tetapi tidak tentang peristiwa yang sama, sehingga hubungan keduanya tidak ditarik lebih jauh. Pembaca yang merasa jalannya baru dapat menimbang berapa banyak pendahulu yang menempuh jalan serupa tanpa pernah dikenal namanya. Pola mana dalam hidupnya yang mungkin sudah pernah diulang oleh orang-orang sebelumnya, dan apakah pembaca melihatnya sebagai pola atau sebagai keadaan yang khas bagi dirinya sendiri?
- Dua sebab yang tertulis berdampingan di ayat-ayat ini, yaitu dugaan mereka tentang Tuhan mereka dan teman-teman yang menghias, menyediakan dua kalimat yang dapat diucapkan seseorang tentang jalannya, yaitu saya dipengaruhi dan saya sendiri yang menduga. Masing-masing kalimat punya pijakan di teks, dan 41:25 tidak memilih salah satunya. Pembaca yang cenderung memakai satu kalimat saja melewatkan separuh yang tertulis. Kalimat manakah yang selama ini lebih sering dipakainya ketika menerangkan sebuah keputusan lama, dan apa yang terlewat dari kalimat yang jarang dipakainya?
- Ketetapan yang berlaku atas mereka di 41:25 tidak disertai isinya, sedangkan 32:13 menyertakan isi itu dengan kata Aku, yaitu memenuhi Jahanam dengan jin dan manusia, dan 37:31 menyebut pemiliknya sebagai Tuhan mereka sendiri. Pembaca 41:25 menghadapi kata ketetapan tanpa kalimat isinya. Seseorang yang membaca kata itu dapat mengisi ruang kosong dengan ketakutan terburuknya, padahal ruang itu dibiarkan kosong di ayat ini. Apakah isi yang ia bayangkan berasal dari ayat atau dari kecemasannya sendiri?