فَلَنُذِيقَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا عَذَابًا شَدِيدًا وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ
Maka, sungguh, Kami pasti akan mencicipkan kepada orang-orang yang kufur azab yang keras, dan sungguh, Kami pasti akan membalas mereka dengan yang terburuk dari apa yang selama ini mereka kerjakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَنُذِيقَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا عَذَابًا شَدِيدًاfa-la-nudziiqanna lladziina kafaruu 'adzaaban syadiidanmaka, sungguh, Kami pasti akan mencicipkan kepada orang-orang yang kufur azab yang keras
- وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَwa-la-najziyannahum aswa'a lladzii kaanuu ya'maluunadan sungguh, Kami pasti akan membalas mereka dengan yang terburuk dari apa yang selama ini mereka kerjakan
Terjemahan per kata (10 kata)
- فَلَنُذِيقَنَّfa-la-nudziiqannamaka sungguh Kami akan mencicipkan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- عَذَابًا'adzaabanazab
- شَدِيدًاsyadiidanyang keras
- وَلَنَجْزِيَنَّهُمْwa-la-najziyannahumdan sungguh Kami akan membalas mereka
- أَسْوَأَaswa'ayang terburuk
- الَّذِيlladziiyang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
Inti bacaan
Pasangan (عَذَابًا شَدِيدًا, 'adzaaban syadiidan) muncul tujuh kali di Al-Qur'an, tepatnya di 3:56, 7:164, 17:58, 27:21, 41:27, 58:15, dan 65:10.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَلَنُذِيقَنَّ, fa-la-nudziiqanna) yang berarti "maka, sungguh, Kami pasti akan mencicipkan". Kata itu tersusun dari fa, "maka", la, "sungguh", kata kerja nudziiq, "Kami mencicipkan", dan akhiran penegas -nna, "pasti". Terjemahan memecah dua penegas itu menjadi "sungguh" dan "pasti" supaya keduanya terbaca. Partikel fa menyambung ayat ini dengan 41:26. Bentuk bertegas (نُذِيقَنَّ, nudziiqanna) muncul di tiga ayat di dua surah, yaitu 32:21, 41:27, dan 41:50.
Kata kerja dasarnya berakar ذ-و-ق, akar yang sama dengan (وَذُوقُوا, wa-dzuuquu) di 32:14, (وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ, wa-dzuuquu 'adzaaba l-khuldi) yang berarti "dan rasakanlah azab yang kekal". Bentuk yang dipakai di 41:27 membuat orang lain merasakan, dengan Kami sebagai pelaku dan orang-orang yang kufur sebagai penerima. Di 41:16, (لِنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ, li-nudziiqahum 'adzaaba l-khizyi) berarti "agar Kami cicipkan kepada mereka azab yang menghinakan", dan terjemahan 41:27 memakai "mencicipkan" seperti di sana. Di 32:21 dan 41:50 benda yang dicicipkan didahului min, seperti (مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ, mina l-'adzaabi l-adnaa) yang berarti "sebagian dari azab yang dekat". Di 41:27 azabnya langsung menjadi objek tanpa min, sehingga terjemahan tidak menambahkan "sebagian".
Pasangan (عَذَابًا شَدِيدًا, 'adzaaban syadiidan) yang berarti "azab yang keras" muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 3:56, 7:164, 17:58, 27:21, 41:27, 58:15, dan 65:10. Kata kerja yang menyertainya berbeda-beda. Di 58:15 dan 65:10, (أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا, a'adda llaahu lahum 'adzaaban syadiidan) berarti "Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras", dan di 3:56, (فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا, fa-u'adzdzibuhum 'adzaaban syadiidan) berarti "maka Aku akan mengazab mereka dengan azab yang keras". Di 7:164, 17:58, dan 27:21 kata kerjanya juga berakar ع-ذ-ب. Hanya 41:27 yang memakai kata kerja merasakan untuk pasangan ini. Ayat 3:56 menyebut waktunya, (فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, fii d-dunyaa wa-l-aakhirati) yang berarti "di dunia dan akhirat", sedangkan 41:27 tidak menyebut waktu.
Kata (وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ, wa-la-najziyannahum) yang berarti "dan sungguh, Kami pasti akan membalas mereka" berakar ج-ز-ي. Bentuk lengkap dengan la-, -nna, dan kata ganti mereka itu muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 16:97, 29:7, dan 41:27. Di 29:7 kalimatnya berbunyi (وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ, wa-la-najziyannahum ahsana lladzii kaanuu ya'maluuna) yang berarti "dan pasti akan Kami balas mereka dengan yang terbaik dari apa yang selama ini mereka kerjakan", sedangkan 41:27 berbunyi (وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ, wa-la-najziyannahum aswa'a lladzii kaanuu ya'maluuna). Kedua kalimat itu sama kecuali satu kata, yaitu ahsana, "yang terbaik", di 29:7 dan aswa'a, "yang terburuk", di 41:27. Ayat 29:7 ditujukan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan 41:27 kepada orang-orang yang kufur. Di 16:97 kata sesudahnya adalah (أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ, ajrahum bi-ahsani) yang berarti "pahala mereka menurut yang terbaik dari".
Kata (أَسْوَأَ, aswa'a) yang berarti "yang terburuk" berakar س-و-ء dan muncul dua kali di dua surah, yaitu di 39:35 dan 41:27. Di 39:35, (لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا, li-yukaffira llaahu 'anhum aswa'a lladzii 'amiluu) berarti "agar Allah menghapus dari mereka yang terburuk dari apa yang mereka kerjakan", dan penghapusan itu hanya masuk akal untuk sebagian dari perbuatan. Karena itu terjemahan 41:27 memakai "yang terburuk dari apa yang selama ini mereka kerjakan", yaitu bagian dari perbuatan dan tidak pembanding bagi perbuatan lain. Perbuatan mana yang dihitung terburuk tidak dirinci di ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini menjawab 41:26 dengan kalimat yang tidak memakai kata menang atau kalah. Di 41:26 orang-orang yang kufur menyebut tujuan mereka, (لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ, la'allakum taghlibuuna) yang berarti "agar kalian menang", dan 41:27 menjawab dengan dua peristiwa, azab yang dicicipkan dan balasan menurut apa yang mereka kerjakan sendiri. Hasil adu yang mereka bayangkan tidak dibicarakan sama sekali.
Kedua kalimat di sini memakai kata Kami, dan kata itu juga dipakai di 41:25, tempat teman-teman ditetapkan bagi mereka. Ayat 41:25 memakai kata kerja lampau, sedangkan 41:27 memakai kata kerja yang menunjuk ke depan dengan penegasan ganda. Urutan 41:25, 41:26, dan 41:27 menyusun satu garis waktu dari apa yang telah ditetapkan, lewat apa yang mereka ucapkan, ke apa yang akan dilakukan, sehingga ucapan mereka terletak di tengah garis itu.
Dua janji di ayat ini dihubungkan dengan wa dan masing-masing memakai la- dan -nna, sehingga bobot keduanya sama. Janji pertama menyangkut apa yang dialami, dan janji kedua menyangkut ukuran balasan. Ayat 41:28 mengambil akar kata balasan dari janji kedua, dalam (جَزَاءُ, jazaa'u) yang berarti "balasan", dan memakainya dua kali dalam satu ayat, sehingga janji kedua menjadi bahan ayat berikutnya.
Waktu azab tidak disebut di sini. Ayat 41:16 menaruh azab yang dicicipkan itu di kehidupan dunia, dan 3:56 menaruh azab yang keras di dunia dan akhirat. Waktu itu tidak ditentukan di 41:27, dan 41:28 yang menyusul menyebut api.
Renungan dan Hikmah
- Orang-orang di 41:26 menyebut tujuan menang, dan 41:27 menjawab dengan balasan atas apa yang mereka kerjakan. Dua ukuran itu tidak bertemu di ayat ini, sehingga hasil adu yang mereka bayangkan tidak pernah dihitung. Pembaca yang sedang berusaha menang dalam sebuah perselisihan dapat bertanya ukuran apa yang akan dipakai bila usahanya suatu hari ditimbang, ukuran menang atau ukuran yang lain. Ukuran manakah yang paling sering dipakainya untuk menilai hari-hari kerjanya, dan siapa yang menetapkan ukuran itu?
- Ayat 29:7 dan 41:27 memakai susunan yang sama kecuali satu kata, dan 29:7 ditujukan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Kepastian yang dibawa la- dan -nna jatuh sama kuatnya pada kedua ujung, tanpa kata yang melunakkan salah satunya. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana kedua ayat itu dibacanya, apakah dengan keyakinan yang sama atau dengan keyakinan yang berbeda. Dengan keyakinan seberapa besar ayat yang menyenangkan dipegang, dan dengan keyakinan seberapa besar ayat yang tidak menyenangkan?
- Ayat 39:35 menyebut Allah menghapus dari orang-orang yang bertakwa yang terburuk dari apa yang mereka kerjakan, dan 41:27 menyebut yang terburuk dari apa yang dikerjakan orang-orang yang kufur menjadi ukuran balasan. Dua ayat itu berbicara tentang kelompok yang berlainan. Di keduanya yang terburuk adalah bagian dari perbuatan dan tidak seluruh diri orangnya. Pembaca dapat membayangkan bagian terburuk dari pekerjaannya selama ini sebagai sesuatu yang dipisahkan dari bagian lain. Seandainya bagian itu dibawa ke hadapan Dia, apakah pembaca lebih berharap bagian itu dihapus atau dibiarkan tertulis?
- Ayat 58:15 dan 65:10 menyebut Allah menyediakan azab yang keras bagi mereka, sedangkan 41:27 menyebut Kami mencicipkannya kepada mereka. Satu gambaran menaruh azab sebagai sesuatu yang sudah disiapkan, dan gambaran lain menaruhnya sebagai sesuatu yang dialami. Ayat-ayat itu tidak diurutkan satu terhadap yang lain. Pembaca yang mendengar kata azab sebagai angka atau golongan dapat memperhatikan bahwa 41:27 memakai kata kerja mengecap. Apakah kata kerja semacam itu mengubah cara pembaca membayangkan sesuatu yang selama ini dibayangkannya sebagai golongan saja?
- Ayat 41:16 menaruh azab yang dicicipkan itu di kehidupan dunia, dan 3:56 menyebut azab yang keras di dunia dan akhirat. Ayat 41:27 tidak menyebut waktu apa pun, sehingga pembaca tidak diberi tahu apakah azab itu jauh atau dekat. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana ia mengisi kekosongan itu, entah dengan menaruhnya jauh di depan sehingga tidak mendesak, entah dengan menaruhnya dekat sehingga mendesak. Apa yang terjadi pada cara pembaca menjalani hari ini bila ayat dibaca tanpa menaruh azab itu di mana pun?
- Balasan di 41:27 diukur dengan apa yang selama ini mereka kerjakan, dan 41:22 menyebut bahwa mereka mengira Allah tidak mengetahui banyak dari apa yang mereka kerjakan. Kata kerja mengerjakan di kedua ayat berasal dari akar yang sama. Balasan yang mengambil bahan dari perbuatan sendiri berarti bahan itu tersedia, entah diketahui pelakunya atau tidak. Pembaca dapat membayangkan seluruh perbuatannya selama ini sebagai bahan yang suatu hari dibaca. Bagian mana yang menurutnya tidak akan diketahui Tuhan, dan dari mana keyakinan itu datang?