ذَٰلِكَ جَزَاءُ أَعْدَاءِ اللَّهِ النَّارُ ۖ لَهُمْ فِيهَا دَارُ الْخُلْدِ ۖ جَزَاءً بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ
Itu balasan musuh-musuh Allah, api. Bagi mereka di dalamnya tempat tinggal yang kekal, sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap tanda-tanda Kami.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ذَٰلِكَ جَزَاءُ أَعْدَاءِ اللَّهِ النَّارُdzaalika jazaa'u a'daa'i llaahi n-naaruitu balasan musuh-musuh Allah, api
- لَهُمْ فِيهَا دَارُ الْخُلْدِlahum fiihaa daaru l-khuldibagi mereka di dalamnya tempat tinggal yang kekal
- جَزَاءً بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَjazaa'an bi-maa kaanuu bi-aayaatinaa yajhaduunasebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap tanda-tanda Kami
Terjemahan per kata (14 kata)
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- جَزَاءُjazaa'ubalasan
- أَعْدَاءِa'daa'imusuh-musuh
- اللَّهِllaahiAllah
- النَّارُn-naaruapi
- لَهُمْlahumbagi mereka
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- دَارُdaarunegeri
- الْخُلْدِl-khuldikekekalan
- جَزَاءًjazaa'anbalasan
- بِمَاbi-maaatas apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- يَجْحَدُونَyajhaduunamereka mengingkari
Inti bacaan
Susunan (دَارُ الْخُلْدِ, daaru l-khuldi) muncul sekali di Al-Qur'an, tepatnya di 41:28.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ذَٰلِكَ جَزَاءُ, dzaalika jazaa'u) yang berarti "itu balasan". Pembuka ini, dengan atau tanpa awalan ka- atau wa- di depannya, muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu di 2:191, 5:29, 5:85, 9:26, 20:76, 39:34, 41:28, dan 59:17. Kata sesudahnya menyebut siapa yang dibalas, dan namanya berbeda-beda. Pembuka itu disusul (الْكَافِرِينَ, l-kaafiriina) yang berarti "orang-orang yang kufur" di 2:191 dan 9:26, disusul (الظَّالِمِينَ, zh-zhaalimiina) yang berarti "orang-orang yang zalim" di 5:29 dan 59:17, disusul (الْمُحْسِنِينَ, l-muhsiniina) yang berarti "orang-orang yang berbuat kebaikan" di 5:85 dan 39:34, dan di 41:28 disusul (أَعْدَاءِ اللَّهِ, a'daa'i llaahi) yang berarti "musuh-musuh Allah". Kerangka yang sama menyusul taman di 5:85 dan menyusul api di 5:29 dan 59:17, sehingga isi balasan datang dari kata di sekitarnya dan tidak dari kata jazaa' sendiri.
Kata (أَعْدَاءِ, a'daa'i) yang berarti "musuh-musuh" berakar ع-د-و. Bentuk jamak ini bersama nama Allah muncul dua kali, yaitu di 41:19 dan 41:28. Di 41:19, (وَيَوْمَ يُحْشَرُ أَعْدَاءُ اللَّهِ إِلَى النَّارِ, wa-yawma yuhsyaru a'daa'u llaahi ilaa n-naari) berarti "dan pada hari musuh-musuh Allah dikumpulkan ke api". Di sana api adalah tujuan dan ditandai ilaa, "ke", sedangkan di 41:28 kata (النَّارُ, n-naaru) berdiri sesudah jazaa'u tanpa kata depan, sehingga api itu sendiri adalah isi balasan. Terjemahan memakai tanda koma untuk menjaga susunan itu, yaitu "balasan musuh-musuh Allah, api".
Kata (دَارُ, daaru) yang berarti "tempat tinggal" menamai tempat yang ditempati. Di 35:35, (أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ, ahallanaa daara l-muqaamati) yang berarti "menempatkan kami di tempat kediaman yang kekal" diucapkan oleh orang-orang yang sudah ditempatkan di sana. Di 13:25 dan 40:52, (سُوءُ الدَّارِ, suu'u d-daari) yang berarti "tempat tinggal yang buruk" disebut bagi orang-orang yang dilaknat. Kata yang sama menamai tempat bagi dua kelompok yang berlawanan, dan terjemahan 41:28 memakai "tempat tinggal" untuk menjaga arti itu. Kata (الْخُلْدِ, l-khuldi) yang berarti "yang kekal" berakar خ-ل-د dan dipakai pula untuk taman dan azab, yaitu (جَنَّةُ الْخُلْدِ, jannatu l-khuldi) di 25:15 yang berarti "taman yang kekal", dan (عَذَابَ الْخُلْدِ, 'adzaaba l-khuldi) di 10:52 dan 32:14 yang berarti "azab yang kekal". Kata khuld menerangkan lamanya, dan isinya ditentukan kata lain, di sini api. Kata ganti -haa pada (فِيهَا, fiihaa) kembali kepada api, sehingga tempat tinggal itu berada di dalam api.
Susunan (جَزَاءً بِمَا كَانُوا, jazaa'an bi-maa kaanuu) yang berarti "sebagai balasan atas apa yang mereka dahulu" muncul enam kali di lima surah, yaitu di 9:82, 9:95, 32:17, 41:28, 46:14, dan 56:24. Kata kerja sesudahnya berbeda-beda. Di 9:82 dan 9:95 kata kerjanya (يَكْسِبُونَ, yaksibuuna) yang berarti "mereka usahakan", di 32:17, 46:14, dan 56:24 kata kerjanya (يَعْمَلُونَ, ya'maluuna) yang berarti "mereka kerjakan", dan di 41:28 kata kerjanya (يَجْحَدُونَ, yajhaduuna). Kata kerja terakhir berakar ج-ح-د, yang berarti "mengingkari", dan muncul di dua belas ayat, yaitu 6:33, 7:51, 11:59, 16:71, 27:14, 29:47, 29:49, 31:32, 40:63, 41:15, 41:28, dan 46:26. Dengan objek (بِآيَاتِنَا, bi-aayaatinaa) yang berarti "tanda-tanda Kami" dan langsung diikuti yajhaduuna, susunannya ada di tiga ayat, yaitu 7:51, 41:15, dan 41:28. Di 27:14, (وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ, wa-jahaduu bihaa wa-staykanat-haa anfusuhum) yang berarti "dan mereka mengingkarinya, padahal hati mereka meyakininya", kata kerja itu berdampingan dengan keyakinan. Ayat 41:28 tidak menyebut apakah keingkaran itu disertai keyakinan atau tidak.
Tafsiran
Ayat ini memberi nama kepada pihak yang di 41:26 dan 41:27 disebut dengan "orang-orang yang kufur", yaitu musuh-musuh Allah, dan menambahkan di ujung kalimat sesuatu yang tidak ada di dua ayat sebelumnya, yaitu objek sikap mereka. Di 41:26 dan 41:27 kata kerja kufur berdiri tanpa objek, dan 41:28 menyebut objeknya, yaitu tanda-tanda Kami. Sebutan musuh karenanya dijelaskan oleh sikap terhadap tanda-tanda dalam kalimat yang sama.
Rangkaian dari 41:19 sampai 41:28 berbentuk lingkaran. Ayat 41:19 membukanya dengan musuh-musuh Allah yang dikumpulkan ke api, ayat 41:20 sampai 41:22 menuturkan kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulit, ayat 41:25 menyebut teman-teman yang ditetapkan, ayat 41:26 mengutip ucapan, dan ayat 41:27 menyatakan janji. Ayat 41:28 kembali ke sebutan dan ke api dari 41:19, sehingga semua yang terletak di antaranya terbaca sebagai uraian tentang bagaimana mereka sampai ke sana.
Ayat 41:26 sampai 41:29 menaruh dua ucapan di sisi luar dan janji serta balasan di tengah. Ayat 41:26 mengutip ucapan, ayat 41:27 dan 41:28 menyatakan janji dan balasan, dan ayat 41:29 mengutip ucapan lagi. Kedua ayat ucapan itu dibuka dengan kalimat yang sama, (وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا, wa-qaala lladziina kafaruu) yang berarti "dan orang-orang yang kufur berkata", sehingga balasan terapit di antara dua kali ucapan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Kerangka balasan di 41:28 dipakai juga untuk orang-orang yang berbuat kebaikan, dan 39:34 menyebut isinya sebagai apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Kata balasan dapat membawa gambaran berat atau gambaran lega, sesuai kata di sekitarnya. Pembaca yang terbiasa mendengar kata itu hanya sebagai ancaman, atau hanya sebagai hadiah, dapat memeriksa kembali kebiasaan tersebut. Dalam percakapan batinnya sendiri, nada manakah yang lebih dulu muncul saat kata balasan terdengar, dan dari mana nada itu pertama kali diperoleh?
- Sebutan musuh-musuh Allah di 41:28 tidak dibiarkan menggantung, sebab alasannya tertulis di ujung kalimat yang sama. Pembaca dapat memeriksa bagaimana kata keras tentang orang lain biasanya disampaikan di lingkungannya sendiri, apakah alasannya menyertai kata itu atau kata itu dilepas sendirian. Kalimat yang dipakai ayat ini menyebut sikap tertentu terhadap tanda-tanda, dan sikap seperti itu dapat ditanyakan dan diuji. Bila kalimat pembaca diperiksa dengan cara yang sama, alasan apa yang tertulis di ujungnya, dan apakah alasan itu cukup spesifik untuk diuji?
- Kata kekal yang dipakai di 41:28 menerangkan taman dan azab di ayat lain, sehingga kata itu sendiri tidak memihak. Yang membuatnya berat di sini adalah isi yang dikekalkan, yaitu api. Pembaca dapat membawa pengamatan itu ke hal-hal yang ingin dilanggengkannya sendiri, misalnya kebiasaan, hubungan, atau pendirian. Sifat langgeng menambah bobot pada apa pun yang dilanggengkan, dan lamanya tidak menentukan baik atau buruknya isi. Apa yang sekarang sedang dibuat awet oleh pembaca, dan sudahkah isinya ditimbang sebelum kata awet dipakai untuknya?
- Ayat 27:14 menaruh pengingkaran berdampingan dengan keyakinan dalam hati, dan 46:26 menyebut yang diingkari sebagai tanda-tanda Allah. Ayat 41:28 tidak menyebut apakah keingkaran musuh-musuh Allah itu disertai keyakinan. Pembaca dapat mencatat bahwa kata kerja ini sanggup menampung dua keadaan sekaligus, menolak di depan orang lain sementara hatinya telah meyakini, dan ayat ini tidak memutuskan keadaan mana yang berlaku. Adakah sesuatu yang diingkari pembaca di depan orang lain, sementara hatinya telah meyakininya?
- Tanda-tanda yang diingkari di 41:28 memakai kata yang sama dengan tanda-tanda yang dijanjikan akan diperlihatkan di 41:53, yaitu di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sampai jelas bagi mereka tentang kebenarannya. Ayat 41:53 ditutup dengan pertanyaan apakah tidak cukup bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu. Dua ayat itu berbicara dalam keadaan berlainan dan tidak dibaca saling menjelaskan. Pembaca dapat bertanya di sudut mana dalam hidup sehari-hari sebuah tanda pernah lewat tanpa disebut tanda, dan apa yang diperlukan agar tanda itu dikenali?
- Kata yang dipakai di 41:28 untuk tempat tinggal dipakai juga untuk tempat orang-orang yang ditempatkan dengan karunia di 35:35 dan untuk tempat orang-orang yang dilaknat di 13:25 dan 40:52. Kata itu menyebut tempat orang menetap dan tidak menyebut hukuman. Pembaca yang sedang menentukan di mana dirinya menetap secara batin, dalam kebiasaan berpikir dan berbicara, dapat bertanya apakah tempat itu dipilihnya atau hanya terbiasa ditempati. Dari tempat batin manakah pembaca paling sering memandang orang lain?