وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا رَبَّنَا أَرِنَا اللَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ أَقْدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ الْأَسْفَلِينَ

Dan orang-orang yang kufur berkata, “Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami keduanya yang menyesatkan kami dari jin dan manusia, agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami, supaya keduanya menjadi golongan yang paling hina.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُواwa-qaala lladziina kafaruudan orang-orang yang kufur berkata
  2. رَبَّنَا أَرِنَا اللَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِrabbanaa arinaa lladzayni adhallaanaa mina l-jinni wa-l-insiTuhan kami, perlihatkanlah kepada kami keduanya yang menyesatkan kami dari jin dan manusia
  3. نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ أَقْدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ الْأَسْفَلِينَnaj'alhumaa tahta aqdaaminaa li-yakuunaa mina l-asfaliinaagar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami, supaya keduanya menjadi golongan yang paling hina

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  5. أَرِنَاarinaaperlihatkanlah kepada kami
  6. اللَّذَيْنِlladzaynidua orang yang
  7. أَضَلَّانَاadhallaanaakeduanya menyesatkan kami
  8. مِنَminadari
  9. الْجِنِّl-jinnijin
  10. وَالْإِنْسِwa-l-insidan manusia
  11. نَجْعَلْهُمَاnaj'alhumaakami menjadikan keduanya
  12. تَحْتَtahtadi bawah
  13. أَقْدَامِنَاaqdaaminaakaki kami
  14. لِيَكُونَاli-yakuunaaagar keduanya menjadi
  15. مِنَminadari
  16. الْأَسْفَلِينَl-asfaliinaorang-orang yang paling rendah

Inti bacaan

Bentuk jamak (الْأَسْفَلِينَ, l-asfaliina) muncul dua kali di Al-Qur'an, tepatnya di 37:98 dan 41:29.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (رَبَّنَا أَرِنَا, rabbanaa arinaa) yang berarti "Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami". Susunan dua kata itu muncul sekali, tetapi kata kerja perintah (أَرِنَا, arinaa) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 2:128, 4:153, dan 41:29. Di 2:128, (وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا, wa-arinaa manaasikanaa) berarti "dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara ibadah kami", sehingga permintaannya berupa petunjuk cara. Di 4:153, (أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً, arinaa llaaha jahratan) berarti "perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata", sehingga permintaannya berupa sesuatu yang dilihat. Di 41:29 permintaannya tertuju pada dua pihak yang dilihat, dan terjemahan memakai "perlihatkanlah" seperti di 4:153 dan tidak memakai "tunjukkanlah" seperti di 2:128.

Kata (اللَّذَيْنِ, lladzayni) yang berarti "keduanya yang" memakai bentuk dua dari kata "yang", dan bentuk ini muncul sekali, di 41:29. Kata kerja yang mengikutinya, (أَضَلَّانَا, adhallaanaa) yang berarti "keduanya menyesatkan kami", juga berbentuk dua dan berakar ض-ل-ل. Dengan pelaku jamak, kata kerja ini ada di 7:38 dan 33:67 dalam (أَضَلُّونَا, adhalluunaa) yang berarti "mereka menyesatkan kami", dan di 26:99 dalam (وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ, wa-maa adhallanaa illaa l-mujrimuuna) yang berarti "dan tidak ada yang menyesatkan kami kecuali para pendosa". Keempat ayat itu, yaitu 7:38, 26:99, 33:67, dan 41:29, memuat keluhan yang sama dari pihak yang menyalahkan, dan penyesatnya disebut berdua hanya di 41:29. Rincian dua itu dilanjutkan oleh (مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ, mina l-jinni wa-l-insi) yang berarti "dari jin dan manusia", pasangan yang muncul enam kali di empat surah, yaitu di 7:38, 7:179, 27:17, 41:25, 41:29, dan 46:18. Ayat ini tidak menyebut apakah kedua penyesat itu dua orang atau dua golongan, satu dari jin dan satu dari manusia, sehingga terjemahan memakai "keduanya" tanpa menambahkan "golongan" atau "seorang".

Kata kerja (نَجْعَلْهُمَا, naj'alhumaa) yang berarti "kami letakkan keduanya" berakar ج-ع-ل dan langsung menyusul permintaan arinaa tanpa kata penghubung, sedangkan kata kerja berikutnya, (لِيَكُونَا, li-yakuunaa) yang berarti "supaya keduanya menjadi", diawali li-. Terjemahan memakai "agar" untuk yang pertama dan "supaya" untuk yang kedua. Kata (أَقْدَامِنَا, aqdaaminaa) yang berarti "telapak kaki kami" berakar ق-د-م, dan bentuk jamak aqdaam muncul di enam ayat di enam surah, yaitu 2:250, 3:147, 8:11, 41:29, 47:7, dan 55:41. Di empat di antaranya, yaitu 2:250, 3:147, 8:11, dan 47:7, aqdaam menjadi objek kata kerja meneguhkan, seperti (وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا, wa-tsabbit aqdaamanaa) di 2:250 yang berarti "dan kukuhkanlah langkah kami", dan kalimat yang sama ada di 3:147. Di 55:41, (فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالْأَقْدَامِ, fa-yu'khadzu bi-n-nawaashii wa-l-aqdaami) berarti "lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya". Di 41:29 aqdaam menjadi tempat meletakkan pihak lain di bawahnya. Pada 2:250 dan 3:147 kalimat itu bersambung dari rabbanaa, sama seperti di 41:29.

Kata (الْأَسْفَلِينَ, l-asfaliina) berakar س-ف-ل dan muncul dua kali di dua surah, yaitu di 37:98 dan 41:29. Di 37:98, (فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ, fa-ja'alnaahumu l-asfaliina) berarti "tetapi Kami menjadikan mereka orang-orang yang paling hina", dan kalimat itu menyusul (فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا, fa-araaduu bihi kaydan) yang berarti "maka, mereka hendak melakukan siasat terhadapnya". Harfiahnya kata itu berarti "yang paling bawah", dan terjemahan memakai "paling hina" karena bentuk jamak laki-laki ini menunjuk orang, seperti di 37:98. Di 41:29 kata itu bersanding dengan tahta aqdaaminaa, "di bawah telapak kaki kami", sehingga letak yang paling bawah dapat dibaca sebagai lanjutan dari tempat yang diminta. Kata (مِنَ, mina) yang berarti "dari" menggolongkan keduanya ke dalam kelompok itu, seperti (مِنَ الْخَاسِرِينَ, mina l-khaasiriina) di 41:23, dan terjemahan memakai "menjadi golongan" karena kata kerja yakuunaa berarti "menjadi".

Tafsiran

Ayat ini membalik arah ucapan 41:26. Di 41:26 orang-orang yang kufur memberi perintah kepada sesama, dan di 41:29 mereka meminta kepada Tuhan mereka, dengan (رَبَّنَا, rabbanaa) yang berarti "Tuhan kami" sebagai kata pertama. Isinya ikut berbalik. Ucapan di 41:26 menutup pendengaran orang lain terhadap sebuah bacaan, dan ucapan di 41:29 meminta agar dua pihak diperlihatkan kepada mereka.

Ayat ini tidak memuat penanda waktu. Ayat 41:28 menyebut api sebagai tempat tinggal mereka, sehingga permintaan ini dapat dibaca sebagai ucapan di sana. Penanda waktu yang eksplisit tidak ada di 41:29, dan pembacaan itu tetap bersandar pada urutan ayat.

Keluhan yang sama muncul di tiga ayat lain dengan permintaan yang berbeda. Di 7:38 pihak yang menyalahkan meminta azab berlipat bagi para penyesat. Di 33:68 permintaannya (آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ, aatihim dhi'fayni mina l-'adzaabi) yang berarti "timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat". Di 26:99 keluhan itu berdiri tanpa permintaan terhadap penyesat. Permintaan di 41:29 berbeda dari ketiganya, yaitu melihat keduanya lalu menginjak.

Ayat 41:30 dibuka dengan (إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ, inna lladziina qaaluu rabbunaa llaahu) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang berkata, 'Tuhan kami adalah Allah'", sehingga kata rabb dengan akhiran naa muncul di dua ayat berurutan dari dua kelompok. Kelompok pertama memakainya di awal permintaan terhadap pihak lain, dan kelompok kedua memakainya sebagai pengakuan.

Renungan dan Hikmah

  • Permintaan di 41:29 dibuka dengan Tuhan kami, dan isinya melihat dua pihak lalu menaruh keduanya di bawah kaki. Permintaan untuk keluar dari keadaan itu, atau untuk keringanan, tidak tertulis di ayat ini. Pembaca dapat memperhatikan isi permintaannya sendiri ketika terdesak, apakah lebih banyak tentang keluar dari keadaan atau tentang siapa yang harus disalahkan lebih dulu. Seandainya permintaan seseorang dicatat seperti ayat ini mencatat permintaan mereka, bagian mana yang paling sering mengisi permintaannya pada waktu yang sempit?
  • Ayat 25:17 mencatat pertanyaan dari Dia yang berfirman dengan kata hamba-hamba-Ku, yaitu apakah mereka yang menyesatkan, ataukah para hamba itu sendiri yang sesat dari jalan. Pertanyaan itu ditujukan kepada pihak yang disembah selain Allah, dan tidak dihubungkan dengan 41:29. Pembaca yang menyalahkan pihak lain dapat memperhatikan bahwa pertanyaan di ayat itu memuat dua kemungkinan, penyesatan oleh orang lain dan kesesatan sendiri. Bila pertanyaan itu ditujukan kepadanya, bagian mana dari jalannya yang akan dijawab dengan kesesatan sendiri?
  • Di 2:250 dan 3:147 doa yang dibuka dengan Tuhan kami meminta agar telapak kaki dikukuhkan, dan di 41:29 permintaan yang dibuka dengan Tuhan kami meminta agar dua pihak ditaruh di bawah telapak kaki. Kaki yang sama punya dua kegunaan, berdiri tegak dan menginjak. Pembaca dapat melihat ke mana tenaga kakinya lebih sering dikerahkan ketika sedang marah atau terdesak, ke arah tetap berdiri atau ke arah menekan orang lain. Setelah kemarahan reda, dari kedua arah itu mana yang masih dibutuhkannya?
  • Permintaan agar dua pihak diperlihatkan dapat dibaca sebagai petunjuk bahwa pihak itu tidak dikenali ketika sedang bekerja. Pembacaan ini berkaitan dengan 41:25, tempat teman-teman yang menghias disebut tanpa nama, dan bersifat kemungkinan saja karena 41:29 tidak menyebut sebabnya. Pembaca dapat bertanya apakah ada pengaruh dalam hidupnya yang tidak pernah dikenali sebagai pengaruh sampai akibatnya terlihat. Bila hari ini diminta menyebut dua nama yang paling banyak membentuk caranya memandang dunia, nama siapa yang muncul, dan apakah nama itu pernah dipilihnya sendiri?
  • Hampir semua kata kerja di 41:29 berpusat pada dua pihak itu, dan perbuatan para pengucap sendiri muncul sebagai sesuatu yang akan dikenakan kepada keduanya, tidak lebih. Kalimat tentang apa yang telah mereka kerjakan sendiri tidak ada dalam ucapan ini. Pembaca yang menyusun cerita tentang jalan hidupnya dapat menghitung berapa kalimat yang berbicara tentang pihak lain dan berapa kalimat yang berbicara tentang dirinya sendiri. Dalam cerita yang paling sering diceritakannya tentang sebuah kegagalan, siapa yang menjadi pelaku kata kerja pertama?
  • Kedudukan paling bawah di 37:98 menamai pihak yang menyusun siasat dan kemudian dijadikan paling hina oleh Kami, sedangkan di 41:29 kedudukan itu dikehendaki bagi pihak lain. Kedua ayat berbicara tentang peristiwa yang berlainan dan tidak dibaca saling menjelaskan. Pembaca dapat menanyakan untuk siapa kedudukan paling bawah itu paling sering dibayangkannya. Siapakah yang pernah dibayangkannya berada di tempat paling bawah, dan apa yang berubah dalam pikirannya bila dirinya sendiri yang ada di sana?