نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ
sebagai jamuan dari yang pengampun lagi pengasih.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍnuzulan min ghafuurin rahiiminsebagai jamuan dari yang pengampun lagi pengasih
Terjemahan per kata (4 kata)
- نُزُلًاnuzulanjamuan
- مِنْmindari
- غَفُورٍghafuurinpengampun
- رَحِيمٍrahiiminpengasih
Inti bacaan
Bentuk (غَفُورٍ رَحِيمٍ, ghafuurin rahiimin) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 41:32.
Penjelasan pilihan kata
Kata (نُزُلًا, nuzulan) yang berarti "sebagai jamuan" berakar ن-ز-ل, akar yang sama dengan (تَتَنَزَّلُ, tatanazzalu) di 41:30 yang berarti "turun". Bentuk nuzulan muncul enam kali di lima surah, yaitu di 3:198, 18:102, 18:107, 32:19, 37:62, dan 41:32, dan terjemahan memakai "jamuan" di keenamnya. Di 3:198, 18:102, 18:107, dan 32:19 kata ini mengikuti sebutan taman atau Jahanam, sedangkan di 41:32 kata itu mengikuti dua daftar perolehan dari 41:31. Akar yang sama juga dipakai untuk tuan rumah di 12:59, (خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ, khayru al-munziliina) yang berarti "sebaik-baik tuan rumah", dan untuk tempat singgah di 23:29, (مُنْزَلًا مُبَارَكًا, munzalan mubaarakan) yang berarti "tempat singgah yang diberkahi". Dua pemakaian itu menaruh akar ن-ز-ل pada orang yang menyambut tamu dan pada tempat orang singgah, gambaran yang cocok dengan "jamuan" sebagai apa yang disediakan bagi yang datang.
Enam ayat tadi tidak seluruhnya bicara tentang taman. Di 18:102, (جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلًا, jahannama li-l-kaafiriina nuzulan) yang berarti "Jahanam bagi orang-orang kafir sebagai jamuan" memakai kata yang sama untuk tempat yang disediakan bagi orang-orang kafir. Di 37:62, (أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ, a-dzaalika khayrun nuzulan am syajaratu z-zaqquumi) yang berarti "apakah itu lebih baik sebagai jamuan, ataukah pohon zaqqum", pohon zaqqum ditaruh sebagai pembanding, dan 37:64 menyebut pohon itu tumbuh dari dasar neraka. Karena itu kata "jamuan" sendiri belum menyatakan baik atau buruknya apa yang disediakan, dan kalimat di sekitarnya yang menyatakannya.
Tiga dari enam ayat itu menyebut dari mana atau mengapa jamuan itu ada. Di 3:198, (نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ, nuzulan min 'indi llaahi) yang berarti "sebagai jamuan dari sisi Allah" menyebut sumbernya. Di 32:19, (نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, nuzulan bi-maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "sebagai jamuan atas apa yang dahulu mereka kerjakan" menyebut dasarnya. Di 41:32 sumbernya disebut dengan dua sifat, yaitu (مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ, min ghafuurin rahiimin) yang berarti "dari yang pengampun lagi pengasih".
Kedua sifat di 41:32 tidak memakai kata sandang al- dan tidak disertai nama. Bentuk (غَفُورٍ رَحِيمٍ, ghafuurin rahiimin) dengan akhiran -in hanya ada di 41:32. Pasangan yang sama dengan akhiran -un menyertai nama Allah di tempat lain, yaitu (وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ, wa-llaahu ghafuurun rahiimun) di 60:7 dan (إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ, inna llaaha ghafuurun rahiimun) di 2:173. Karena 41:30 menyebut (رَبُّنَا اللَّهُ, rabbunaa llaahu) dan pasangan sifat itu dipakai bagi Allah di dua ayat tadi, sifat di 41:32 dapat dibaca merujuk kepada-Nya, tetapi ayat ini sendiri tidak menulis nama. Terjemahan memakai huruf kecil dan "lagi", sama seperti di 2:173 dan 60:7, dan tidak memakai "Maha".
Ayat kedua surah ini memuat susunan yang serupa. Ayat 41:2 berbunyi (تَنْزِيلٌ مِنَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ, tanziilun mina r-rahmaani r-rahiimi) yang berarti "suatu penurunan dari Ar-Rahman, Sang Pengasih". Kedua ayat memuat akar ن-ز-ل, kata min yang berarti "dari", dan dua sebutan sesudahnya, dengan kata rahiim di keduanya. Perbedaannya ada pada kata sandang: kedua sebutan di 41:2 memakai al-, sedangkan di 41:32 tidak.
Terjemahan menutup kutipan para malaikat di ujung ayat ini, dan huruf kecil di awalnya menandai bahwa ayat ini melanjutkan kalimat 41:31. Teks Arab tidak memuat penanda penutup, sehingga letak penutup itu adalah pilihan pembacaan.
Tafsiran
Susunan 41:30 sampai 41:32 berjalan dari larangan takut, ke pelindung, ke sumber. Ayat 41:30 membuka dengan larangan takut dan kabar tentang taman, ayat 41:31 menambahkan pelindung dan dua daftar perolehan, dan ayat 41:32 menamai semua itu sebagai jamuan lalu menutup ucapan dengan menyebut siapa yang menjamu. Ucapan para malaikat berakhir pada sumber daftar itu, sesudah daftar perolehan selesai, dan para malaikat yang baru menyebut diri mereka pelindung tidak menyebut diri mereka sebagai asal jamuan.
Sebutan "jamuan" membawa gambaran tamu yang tiba, sehingga sesudah semua yang disebut di 41:30 dan 41:31 orang-orang yang disapa dapat dibaca sebagai tamu itu. Kata ganti kalian dari 41:31 tetap berlaku di sini, sehingga ayat ini tidak membuka penerima yang baru. Akar ن-ز-ل yang sama dengan tatanazzalu di 41:30 membuat para malaikat yang turun dan jamuan yang disediakan berasal dari satu akar, tetapi ayat tidak menyatakan hubungan di antara keduanya.
Kedua sifat di ujung ayat memiliki unsur yang sama dengan 41:2. Ayat 41:2 menyebut penurunan dari Ar-Rahman, Sang Pengasih, dan dua sifat serumpun menutup ucapan malaikat di ayat 41:32. Ayat ini tidak menjelaskan mengapa sifat pengampun ikut disebut dalam kalimat tentang orang-orang yang sudah istikamah. Ayat 60:7 memakai pasangan sifat yang sama sesudah kalimat tentang permusuhan yang dapat berubah menjadi kasih, sehingga pasangan itu tidak terikat pada satu jenis keadaan.
Sesudah ayat ini surah berpindah ke pertanyaan baru. Ayat 41:33 membuka dengan siapa yang paling baik perkataannya, dan akar ق-و-ل yang memuat perkataan itu juga hadir di 41:30 pada kalimat orang-orang yang berkata bahwa Tuhan mereka adalah Allah. Ucapan malaikat tadi berada di antara dua penyebutan perkataan manusia.
Renungan dan Hikmah
- Di 3:198 jamuan disebut datang dari sisi Allah, di 32:19 jamuan itu disebut datang atas apa yang dikerjakan, dan di 41:32 jamuan itu disebut datang dari yang pengampun lagi pengasih. Tiga ayat itu memberi tiga cara menyebut asal jamuan yang sama, dan ketiganya tidak menghapus satu sama lain. Seseorang yang menyiapkan hidangan bagi tamu dapat bertanya, bila tamunya menanyakan mengapa hidangan itu ada, alasan mana yang disebut lebih dulu, dan apakah alasan yang dipilih menaruh dirinya sebagai pemberi atau sebagai pelaksana?
- Kalimat tentang perolehan di akhir ucapan para malaikat menyebut sifat pengampun dan sifat pengasih bagi sumber jamuan, dan tidak menyebut sifat lain. Pasangan yang sama dipakai untuk Allah di 2:173 dan 60:7, dan di sini ia menutup janji kepada orang-orang yang istikamah. Pembaca yang membayangkan Tuhan lebih sering sebagai penagih dapat bertanya, gambaran apa yang muncul bila akhir dari istikamahnya dibayangkan dengan kata-kata ayat ini, dan apakah gambaran itu mengandung dua sifat yang disebut di sini atau sifat yang lain?
- Kata jamuan dipakai di 18:102 untuk Jahanam dan di 41:32 untuk apa yang dijanjikan kepada orang-orang yang istikamah. Kata itu sama, sedangkan isi kalimat di sekitarnya berbeda. Di 18:102 penyedianya disebut dengan kata kerja yang menyiapkan Jahanam, di 41:32 penyedianya disebut lewat sifat yang menyangkut pengampunan. Pembaca dapat menyadari bahwa kata yang tampak ramah bisa dipakai untuk dua tempat yang berlawanan, sehingga kalimat di sekelilingnya ikut menentukan artinya bagi pembaca.
- Para malaikat baru saja menyebut diri mereka pelindung, lalu menutup ucapan dengan menunjuk pihak lain sebagai asal jamuan. Mereka tidak menahan sebutan pemberi untuk diri mereka sendiri. Orang yang pernah menolong orang lain dapat bertanya, ketika ditanya dari mana pertolongan itu berasal, kepada siapa asal pertolongan itu ditunjukkan, dan apakah penunjukannya mudah dilacak sampai ke pihak itu?
- Ucapan para malaikat membentang dari 41:30 sampai 41:32 tanpa satu pun balasan yang dicatat. Orang-orang yang menyebut Allah sebagai Tuhan mereka tidak dikutip menjawab, bersyukur, atau bertanya, dan 41:33 sudah berpindah ke pertanyaan lain. Janji yang berakhir pada sumber jamuan itu dibiarkan tanpa tanggapan di halaman. Seseorang dapat bertanya, bila kabar sebaik itu disampaikan kepadanya sampai selesai, ucapan apa yang pertama keluar dari dirinya, dan apakah ucapan itu lebih mirip jawaban atau lebih mirip diam?
- Di 41:2 penurunan disandarkan pada Ar-Rahman, Sang Pengasih, dan di 41:32 ucapan malaikat ditutup dengan jamuan dari yang pengampun lagi pengasih. Sesuatu yang diturunkan dan sesuatu yang disediakan sama-sama disandarkan pada sifat kasih, dengan akar ن-ز-ل di kedua tempat. Pasangan sifat di 41:32 itu dipakai untuk Allah di 60:7. Pembaca dapat bertanya, bila apa yang turun kepadanya dan apa yang disediakan baginya sama-sama datang dari pihak yang disebut dengan sifat kasih, apakah sikapnya terhadap apa yang turun itu sama hangatnya dengan sikapnya terhadap apa yang disediakan?