وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًاwa-man ahsanu qawlan mimman da'aa ilaa llaahi wa-'amila shaalihandan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan
- وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَwa-qaala innanii mina l-muslimiinadan berkata, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- أَحْسَنُahsanulebih baik
- قَوْلًاqawlanperkataan
- مِمَّنْmimmandari orang yang
- دَعَاda'aaberdoa
- إِلَىilaakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- وَعَمِلَwa-'amiladan beramal
- صَالِحًاshaalihankebajikan
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- إِنَّنِيinnaniisesungguhnya aku
- مِنَminadari
- الْمُسْلِمِينَl-muslimiinaorang-orang yang berserah diri
Inti bacaan
Rangkaian (مِنَ الْمُسْلِمِينَ, mina l-muslimiina) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:72, 10:90, 27:91, 41:33, 46:15, dan 51:36.
Penjelasan pilihan kata
Pertanyaan (وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا, wa-man ahsanu qawlan) yang berarti "dan siapakah yang lebih baik perkataannya" dibuka dengan (وَمَنْ أَحْسَنُ, wa-man ahsanu) yang berarti "dan siapakah yang lebih baik". Pembuka itu ada di empat ayat, yaitu 2:138, 4:125, 5:50, dan 41:33, dan yang dibandingkan berbeda di tiap ayat: celupan di 2:138, pertanggungjawaban di 4:125, putusan di 5:50, dan perkataan di 41:33. Dua ayat membandingkan dengan Allah, misalnya (وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا, wa-man ahsanu mina llaahi hukman) di 5:50 yang berarti "dan siapakah yang lebih baik putusannya daripada Allah". Ayat 4:125 dan 41:33 membandingkan dengan seseorang memakai (مِمَّنْ, mimman) yang berarti "daripada orang yang". Kata (قَوْلًا, qawlan) yang berarti "perkataan" berakar ق-و-ل, akar yang sama dengan (وَقَالَ, wa-qaala) di ujung ayat ini dan (قَالُوا, qaaluu) di 41:30.
Kata kerja (دَعَا, da'aa) yang berarti "menyeru" berakar د-ع-و, dan ayat ini memakainya dengan (إِلَى اللَّهِ, ilaa llaahi) yang berarti "kepada Allah" sebagai tujuan seruan. Akar yang sama dengan tujuan yang disebut dipakai, misalnya, di 40:42, (أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ, ad'uukum ilaa l-'aziizi l-ghaffaari) yang berarti "aku menyeru kalian kepada Sang Digdaya, Sang Pengampun", dan di 13:36, (إِلَيْهِ أَدْعُو, ilayhi ad'uu) yang berarti "kepada-Nya aku menyeru". Kedua ayat itu berbicara dalam bentuk "aku", sedangkan 41:33 memakai bentuk lampau untuk orang ketiga. Kata kerja berimbuhan dari akar yang sama, (تَدَّعُونَ, tadda'uuna) di 41:31, diterjemahkan "minta", dan bentuk dasarnya di sini diterjemahkan "menyeru".
Rangkaian (وَعَمِلَ صَالِحًا, wa-'amila shaalihan) yang berarti "dan mengerjakan kebajikan" muncul di sepuluh ayat, yaitu 2:62, 5:69, 18:88, 19:60, 20:82, 25:71, 28:67, 28:80, 34:37, dan 41:33. Delapan di antaranya didahului kata kerja (آمَنَ, aamana) yang berarti "beriman", yaitu 2:62, 5:69, 18:88, 19:60, 20:82, 28:67, 28:80, dan 34:37, dengan contoh (آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا, aamana wa-'amila shaalihan) di 28:80. Ayat 25:71 didahului kata kerja bertobat dan tidak memuat kata beriman, sedangkan di 41:33 sesudah menyeru kepada Allah langsung disebut pekerjaan itu, tanpa kata beriman maupun bertobat. Kata (صَالِحًا, shaalihan) berakar ص-ل-ح dan tidak menyebut jenis pekerjaannya, sehingga terjemahan memakai "kebajikan" tanpa merinci.
Kalimat (إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ, innanii mina l-muslimiina) yang berarti "sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" memakai (إِنَّنِي, innanii) yang berarti "sesungguhnya aku". Bentuk innanii ada di tujuh ayat, yaitu 6:19, 6:161, 11:2, 20:14, 20:46, 41:33, dan 43:26, dan hanya di 41:33 bentuk itu diikuti (مِنَ الْمُسْلِمِينَ, mina l-muslimiina). Rangkaian mina l-muslimiina muncul di enam ayat, yaitu 10:72, 10:90, 27:91, 41:33, 46:15, dan 51:36. Di 46:15, (وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ, wa-innii mina l-muslimiina), pembicara memakai bentuk innii dengan terjemahan yang sama. Di 10:72 dan 27:91, (وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ, wa-umirtu an akuuna mina l-muslimiina) yang berarti "dan aku diperintah agar aku termasuk orang-orang yang berserah diri" memuat penyebutan yang sama sebagai perintah yang diterima, sedangkan 41:33 memuatnya sebagai pernyataan langsung. Akar س-ل-م dari al-muslimiina juga ada pada (أَسْلَمَ, aslama) di 4:125, dalam (وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ, wa-man ahsanu diinan mimman aslama wajhahu li-llaahi) yang berarti "dan siapakah yang lebih baik pertanggungjawabannya daripada orang yang menyerahkan wajahnya kepada Allah".
Tiga kata kerja yang menggambarkan orang itu, yaitu (دَعَا, da'aa), (عَمِلَ, 'amila), dan (قَالَ, qaala), semuanya berbentuk lampau dan dihubungkan dengan huruf wa-. Terjemahan menuliskannya sebagai "menyeru", "mengerjakan", dan "berkata" tanpa menambahkan penanda waktu.
Tafsiran
Pertanyaan di ayat ini membandingkan perkataan dengan tiga hal yang dikerjakan satu orang: menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan mengucapkan pengakuan. Pekerjaan berada di tengah, di antara dua perbuatan yang berupa ucapan, sehingga ukuran perkataan terbaik memuat sesuatu yang tidak berupa perkataan. Ayat tidak menjelaskan mengapa pekerjaan ditaruh di antara kedua ucapan itu.
Pola serupa muncul di 41:30, yang menyebut orang-orang yang berkata bahwa Tuhan mereka adalah Allah lalu istikamah, sehingga ucapan di sana disusul keteguhan. Di 41:33 urutannya berbeda: seruan, pekerjaan, lalu pengakuan. Kedua ayat sama-sama menaruh ucapan di samping tindakan, tetapi 41:30 mengakhiri susunannya dengan keteguhan, sedangkan 41:33 mengakhirinya dengan sebuah kalimat yang diucapkan.
Kalimat pengakuan di ujung ayat memakai kata termasuk, dan kalimat itu tidak memuat pembanding. Pertanyaan di awal ayat memakai tingkat lebih baik, sedangkan orang yang digambarkan menyebut dirinya berada di antara orang-orang yang berserah diri.
Akar ح-س-ن muncul tiga kali berturut-turut dari 41:33 ke 41:34: (أَحْسَنُ, ahsanu) di 41:33, lalu (الْحَسَنَةُ, l-hasanatu) dan ahsanu di 41:34. Pertanyaan tentang perkataan terbaik dengan demikian disusul perintah untuk menolak dengan yang lebih baik. Ayat 41:33 membicarakan orang ketiga, dan perintah di 41:34 memakai bentuk "engkau", sehingga ayat berikutnya menempatkan pembaca pada tempat orang yang diminta bertindak. Ayat 41:33 sendiri tidak menandai siapa yang bertanya, dan terjemahan membacanya sebagai pertanyaan yang tidak menunggu jawaban berupa nama.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menaruh pekerjaan di antara dua ucapan: seruan kepada Allah di depan, pengakuan di belakang, dan kebajikan di tengah. Orang yang dibicarakan digambarkan lewat tiga hal yang bila dituliskan tampak berurutan, tanpa menyebut kefasihannya. Pembaca yang cukup pandai berbicara tentang kebaikan dapat bertanya, di antara seruan yang pernah diucapkan dan pengakuan yang pernah disebutkan, pekerjaan apa yang berdiri di tengahnya, dan apakah pekerjaan itu dapat disebutkan dengan nama, tempat, dan waktu?
- Pertanyaan di awal ayat tidak dijawab dengan sebuah nama. Jawabannya berupa tiga perbuatan, sehingga pembaca tidak bisa menunjuk seseorang, dan hanya bisa mencocokkan dirinya dengan tiga perbuatan itu. Pertanyaan yang dijawab dengan daftar semacam ini mengembalikan ukurannya kepada pembaca. Seseorang dapat bertanya, bila ketiga perbuatan itu dibacakan kepadanya satu per satu, berapa yang sudah dapat dijawab ya, dan berapa yang masih berupa niat?
- Pertanyaan di awal ayat memakai tingkat lebih baik, tetapi kalimat yang diucapkan orang itu memakai kata termasuk: sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Orang itu menaruh dirinya di dalam kelompok yang sudah ada, dan tidak menyebut dirinya yang paling unggul. Seseorang yang terbiasa memperkenalkan diri dengan perbandingan dapat bertanya, bagaimana kalimat perkenalannya akan terdengar bila hanya memuat kata termasuk, dan siapa yang akan terasa hilang dari perkenalan itu?
- Di 41:30 orang-orang berkata bahwa Tuhan mereka adalah Allah, lalu istikamah, sedangkan di 41:33 orang yang dibicarakan menyeru kepada Allah. Sebutan Allah di kedua ayat dipakai dengan fungsi berbeda: di 41:30 sebagai isi pengakuan, di 41:33 sebagai tujuan seruan. Ayat tidak menyatakan bahwa orang yang pertama pasti menjadi orang yang kedua, dan hanya menaruh keduanya berdekatan dalam satu surah. Pembaca yang sudah lama memegang pengakuan dapat bertanya, kepada siapa seruannya selama ini diarahkan, dan apakah ke arah Allah atau ke arah dirinya sendiri?
- Di 4:125 pertanyaan yang berbentuk sama dipakai untuk pertanggungjawaban, dengan pembanding orang yang menyerahkan wajahnya kepada Allah dan berbuat baik. Di 41:33 pertanyaan itu dipakai untuk perkataan, dengan pembanding orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan menyebut dirinya termasuk orang-orang yang berserah diri. Dua ayat itu memakai kerangka yang sama untuk dua hal berbeda, dan keduanya mengaitkan yang dibandingkan dengan penyerahan diri kepada Allah. Seseorang dapat bertanya, bila perkataan dan pertanggungjawabannya ditimbang dengan ukuran yang sama, bagian mana yang lebih ringan?
- Di teks Arab ketiga kata kerja yang menggambarkan orang itu berbentuk lampau, dan terjemahan menuliskannya tanpa penanda waktu: menyeru, mengerjakan, berkata. Dengan bentuk itu orang tersebut dapat dibaca sebagai dikenal dari perbuatan yang sudah terwujud, dan ayat tidak memberi jarak waktu antara satu perbuatan dan perbuatan berikutnya. Pembaca dapat bertanya, bila seseorang menuliskan tiga kalimat tentang dirinya dengan kata kerja yang sama, kalimat mana yang sudah dapat ditulis tanpa ragu, dan kalimat mana yang masih harus menunggu?