وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

Dan tidaklah sama kebaikan dan keburukan. Tolaklah dengan yang lebih baik, maka, tiba-tiba orang yang antara engkau dan dia ada permusuhan menjadi seakan-akan teman yang akrab.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُwa-laa tastawii l-hasanatu wa-laa s-sayyi'atudan tidaklah sama kebaikan dan keburukan
  2. ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُidfa' bi-llatii hiya ahsanutolaklah dengan yang lebih baik
  3. فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌfa-idzaa lladzii baynaka wa-baynahu 'adaawatun ka-annahu waliyyun hamiimunmaka, tiba-tiba orang yang antara engkau dan dia ada permusuhan menjadi seakan-akan teman yang akrab

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَلَاwa-laadan tidak pula
  2. تَسْتَوِيtastawiisama
  3. الْحَسَنَةُl-hasanatukebaikan
  4. وَلَاwa-laadan tidak pula
  5. السَّيِّئَةُs-sayyi'atukeburukan
  6. ادْفَعْidfa'tolaklah
  7. بِالَّتِيbi-llatiidengan yang
  8. هِيَhiyaia
  9. أَحْسَنُahsanulebih baik
  10. فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
  11. الَّذِيlladziiyang
  12. بَيْنَكَbaynakaantaramu
  13. وَبَيْنَهُwa-baynahudan antaranya
  14. عَدَاوَةٌ'adaawatunpermusuhan
  15. كَأَنَّهُka-annahuseakan-akan ia
  16. وَلِيٌّwaliyyunpelindung
  17. حَمِيمٌhamiimunyang akrab

Inti bacaan

Rangkaian (فَإِذَا الَّذِي, fa-idzaa lladzii) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 28:18 dan 41:34.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (تَسْتَوِي, tastawii) yang berarti "sama" berakar س-و-ي dan berbentuk perempuan tunggal, mengikuti (الْحَسَنَةُ, l-hasanatu) yang berarti "kebaikan". Bentuk tastawii ada di dua ayat, yaitu 13:16 dan 41:34. Di 13:16, (هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ, hal tastawii azh-zhulumaatu wa-n-nuuru) yang berarti "ataukah sama kegelapan dengan cahaya" berbentuk pertanyaan, sedangkan di 41:34, (وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ, wa-laa tastawii l-hasanatu wa-laa s-sayyi'atu) yang berarti "dan tidaklah sama kebaikan dan keburukan" berbentuk pernyataan. Huruf (لَا, laa) kedua di depan (السَّيِّئَةُ, s-sayyi'atu) yang berarti "keburukan" tidak diterjemahkan sebagai kata tersendiri, karena "tidaklah sama kebaikan dan keburukan" sudah memuat keduanya.

Kata kerja perintah (ادْفَعْ, idfa') yang berarti "tolaklah" berakar د-ف-ع. Akar ini ada di sembilan ayat, yaitu 2:251, 3:167, 4:6, 22:38, 22:40, 23:96, 41:34, 52:8, dan 70:2, dan bentuk perintah idfa' ada di dua, yaitu 23:96 dan 41:34. Di 23:96, (ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ, idfa' bi-llatii hiya ahsanu s-sayyi'ata) yang berarti "tolaklah keburukan dengan yang lebih baik" menyebut sasarannya di dalam kalimat itu juga, sedangkan di 41:34 keburukan sudah disebut di kalimat sebelumnya. Kata kerja lain dari akar berbeda, د-ر-ء, dipakai di 13:22 dan 28:54 dalam (وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ, wa-yadra'uuna bi-l-hasanati s-sayyi'ata) yang berarti "dan mereka menolak keburukan dengan kebaikan". Terjemahan memakai "menolak" untuk kedua akar itu.

Rumus (الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ, llatii hiya ahsanu) yang berarti "yang lebih baik" muncul di tujuh ayat, yaitu 6:152, 16:125, 17:34, 17:53, 23:96, 29:46, dan 41:34. Enam di antaranya memakai (بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ, bi-llatii hiya ahsanu), dengan huruf bi- di depan, yaitu semuanya kecuali 17:53, yang berbunyi (يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ, yaquuluu llatii hiya ahsanu). Kata ganti (الَّتِي, allatii) berbentuk perempuan tunggal, dan benda yang ditunjuknya tidak disebut di ketujuh ayat itu. Terjemahan 41:34 tidak menambahkan "cara", sama seperti 23:96. Rumus ini dipakai untuk harta anak yatim di 6:152 dan 17:34, untuk perdebatan di 16:125 dan 29:46, untuk ucapan di 17:53, dan untuk keburukan di 23:96 dan 41:34.

Rangkaian (فَإِذَا الَّذِي, fa-idzaa lladzii) yang berarti "maka tiba-tiba orang yang" muncul di dua ayat, yaitu 28:18 dan 41:34, dan terjemahan memakai "tiba-tiba" di keduanya. Di 28:18, (فَإِذَا الَّذِي اسْتَنْصَرَهُ بِالْأَمْسِ, fa-idzaa lladzii stansharahu bi-l-amsi) yang berarti "tiba-tiba orang yang kemarin meminta tolong kepadanya" menyusul keadaan seseorang yang berada di kota dalam ketakutan sambil menunggu. Di 41:34, (فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ, fa-idzaa lladzii baynaka wa-baynahu 'adaawatun) yang berarti "maka, tiba-tiba orang yang antara engkau dan dia ada permusuhan" menyusul perintah di kalimat sebelumnya.

Kata (عَدَاوَةٌ, 'adaawatun) yang berarti "permusuhan" berakar ع-د-و dan muncul di enam ayat dengan akhiran berbeda-beda, yaitu 5:14, 5:64, 5:82, 5:91, 41:34, dan 60:4. Di 5:91, (إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ, innamaa yuriidu sy-syaythaanu) membuka kalimat yang memuat (أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ, an yuuqi'a baynakumu l-'adaawata) yang berarti "agar menimbulkan permusuhan di antara kalian", dan di 60:4, (وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ, wa-badaa baynanaa wa-baynakumu l-'adaawatu) yang berarti "dan telah tampak antara kami dan kalian permusuhan". Di 41:34 permusuhan juga ditaruh sesudah kata (بَيْنَ, bayna) yang berarti "antara", yaitu antara dua orang.

Frasa (وَلِيٌّ حَمِيمٌ, waliyyun hamiimun) yang berarti "teman yang akrab" memuat waliyy dari akar و-ل-ي, akar yang sama dengan awliyaa' di 41:31 yang diterjemahkan "pelindung-pelindung". Terjemahan 41:34 memakai "teman" karena kata di sampingnya, (حَمِيمٌ, hamiimun) yang berarti "akrab". Kata hamiim ada di sembilan belas ayat. Di empat belas ayat artinya air mendidih, yaitu 6:70, 10:4, 22:19, 37:67, 38:57, 40:72, 44:46, 44:48, 47:15, 55:44, 56:42, 56:54, 56:93, dan 78:25. Di lima ayat artinya teman karib, yaitu 26:101, 40:18, 41:34, 69:35, dan 70:10. Di tiga dari lima ayat itu teman karib disangkal ada, yaitu (وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ, wa-laa shadiiqin hamiimin) di 26:101 yang berarti "dan tidak pula teman yang akrab", (مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ, maa li-zh-zhaalimiina min hamiimin) di 40:18 yang berarti "tidak ada bagi orang-orang zalim seorang teman akrab", dan 69:35. Di 70:10, (وَلَا يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا, wa-laa yas'alu hamiimun hamiiman) yang berarti "dan tidak ada teman karib yang menanyakan teman karibnya", teman karib ada tetapi tidak saling bertanya. Ayat kelima, 41:34, menyebutnya hadir. Kata (كَأَنَّهُ, ka-annahu) yang berarti "seakan-akan dia" mendahului frasa itu, sehingga ayat menyebut keadaan yang menyerupai teman akrab dan tidak mengatakan bahwa orang itu sudah menjadi teman akrab.

Tafsiran

Susunan ayat ini berjalan dari pernyataan ke perintah ke hasil. Pernyataan bahwa kebaikan dan keburukan tidak sama menjadi dasar perintah untuk menolak dengan yang lebih baik, dan hasilnya dilukiskan sebagai keadaan yang ditemukan saat itu juga. Ayat tidak menyebut berapa lama jarak antara perintah dan hasil, dan tidak menyebut apakah hasil itu selalu terjadi.

Dari tujuh ayat yang memakai rumus llatii hiya ahsanu, 41:34 memuat akibat pada pihak lain berupa perubahan hubungan. Ayat 6:152, 16:125, 17:34, 17:53, 23:96, dan 29:46 menyebut perintah atau larangan tanpa menyebut akibat semacam itu. Ayat 60:7 membahas perubahan yang mirip dengan kata lain: (أَنْ يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِينَ عَادَيْتُمْ مِنْهُمْ مَوَدَّةً, an yaj'ala baynakum wa-bayna lladziina 'aadaytum minhum mawaddatan) yang berarti "agar Dia menimbulkan rasa sayang di antara kalian dan orang-orang yang pernah kalian musuhi di antara mereka", dan kalimat itu dibuka dengan (عَسَى اللَّهُ, 'asaa llaahu) yang berarti "mudah-mudahan Allah". Di 60:7 perubahan itu diharapkan dan pelakunya disebut, sedangkan di 41:34 perubahan itu dinyatakan sebagai hasil sesudah perintah dan pelakunya tidak disebut.

Orang yang disapa dengan "engkau" tidak disebut namanya, dan orang yang dimaksud dengan "dia" juga tidak. Akar ح-س-ن yang membuka pertanyaan tentang perkataan terbaik di 41:33 muncul lagi di dalam perintah ini, sehingga pertanyaan itu disusul perintah untuk menolak dengan yang lebih baik.

Ayat ini juga membuka rangkaian dua ayat berikutnya. Ayat 41:35 menyebut siapa yang menerima hal itu, dan ayat 41:36 menyebut apa yang dilakukan bila datang gangguan, sehingga tiga ayat itu dapat dibaca sebagai satu rangkaian.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini memakai tingkat lebih baik dan tidak menyebut apa yang dilampaui. Pembanding itu dibiarkan kosong, sehingga pembaca mengisinya sendiri dengan apa yang pernah diterimanya. Seseorang yang pernah dibalas dengan keburukan dapat bertanya, pada balasan apa yang selama ini diterimanya akan ditambahkan sesuatu, dan apakah tambahan itu pernah benar-benar ada pada balasan yang diberikannya sendiri? Perintah ini tidak menyebut ukuran, dan ukuran itu tinggal di dalam pertanyaan yang diajukan pembaca kepada dirinya.
  • Hasilnya dilukiskan dengan kata tiba-tiba, seperti dalam kalimat tentang orang yang kemarin meminta tolong dan mendadak berteriak lagi di 28:18. Ayat tidak menyebut berapa lama jarak antara perintah dan hasil, dan tidak menyebut apakah hasil itu datang pada setiap orang. Pembaca yang pernah menunggu perubahan pada orang lain dapat bertanya, apakah penantiannya selama ini dihitung dari hari mulai menolak keburukan dengan yang lebih baik, atau dari hari mulai berharap orang itu berubah?
  • Hasil di ayat ini ditulis dengan seakan-akan: orang yang tadinya bermusuhan menjadi seperti teman yang akrab. Ayat tidak mengatakan bahwa orang itu sudah menjadi teman yang akrab, dan tidak menyebut Allah sebagai penjamin hasil itu. Pembaca yang berharap seorang lawan berubah menjadi sahabat dapat bertanya, apakah keadaan yang menyerupai persahabatan dapat diterima tanpa dipaksa menjadi persahabatan penuh?
  • Permusuhan di ayat ini diletakkan antara engkau dan dia, di ruang di antara dua orang. Ayat 5:91 memakai gambaran yang sama, yaitu permusuhan yang ditimbulkan di antara orang-orang, dan 60:4 menyebutnya tampak antara dua pihak. Karena permusuhan ditaruh di antara, perintah di ayat ini ditujukan kepada satu pihak untuk menggeser sesuatu yang berada di antara dua pihak. Seseorang dapat bertanya, bila hanya satu ujung dari permusuhan yang dialaminya berada dalam genggamannya, ujung manakah yang dapat digerakkan?
  • Di 60:7 perubahan dari permusuhan ke kasih disandarkan pada harapan akan Allah, sedangkan di 41:34 perubahan serupa dinyatakan sebagai hasil sesudah perintah, tanpa menyebut pelakunya. Dua ayat itu membicarakan peralihan yang mirip dengan susunan berbeda, dan keduanya tidak saling menggantikan. Pembaca dapat bertanya, bila perubahan pada seseorang sedang ditunggu, apakah harapan itu ditaruh pada Allah seperti 60:7 atau pada hasil dari tindakannya sendiri seperti 41:34, dan apakah salah satunya pernah dilupakan?
  • Ayat 41:33 membicarakan orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan menyebut dirinya termasuk orang-orang yang berserah diri, dan ayat 41:34 memuat perintah menolak keburukan dengan yang lebih baik. Kedua ayat itu berdekatan tanpa kata penghubung sebab, sehingga ayat tidak menyatakan bahwa orang yang menyeru kepada Allah sudah pasti melakukan penolakan itu. Pembaca dapat bertanya, dari seruan yang pernah diucapkannya kepada orang lain tentang Allah, berapa kali seruan itu disertai tindakan menolak keburukan dengan yang lebih baik, dan apakah orang yang mendengar seruan itu pernah melihat tindakan tersebut?