وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

Dan tidak dianugerahkan hal itu kecuali kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang yang mempunyai keberuntungan yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُواwa-maa yulaqqaahaa illaa lladziina shabaruudan tidak dianugerahkan hal itu kecuali kepada orang-orang yang sabar
  2. وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍwa-maa yulaqqaahaa illaa dzuu hazhzhin 'azhiimindan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang yang mempunyai keberuntungan yang agung

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. يُلَقَّاهَاyulaqqaahaadianugerahkannya
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  5. صَبَرُواshabaruubersabar
  6. وَمَاwa-maadan tidaklah
  7. يُلَقَّاهَاyulaqqaahaadianugerahkannya
  8. إِلَّاillaakecuali
  9. ذُوdzuupemilik
  10. حَظٍّhazhzhinbagian
  11. عَظِيمٍ'azhiiminyang besar

Inti bacaan

Bentuk (يُلَقَّاهَا, yulaqqaahaa) ada di dua ayat Al-Qur'an, yaitu 28:80 dan 41:35, dan 41:35 memuatnya dua kali.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (يُلَقَّاهَا, yulaqqaahaa) yang berarti "dianugerahkan hal itu" berakar ل-ق-ي dan berbentuk pasif, sehingga pemberinya tidak disebut. Bentuk yulaqqaahaa ada di dua ayat, yaitu 28:80 dan 41:35, dan 41:35 memuatnya dua kali. Bentuk pasif sejenis dari akar yang sama, dengan huruf qaf rangkap, ada di empat ayat, yaitu 25:75, 27:6, 28:80, dan 41:35. Tiga di antaranya, 25:75, 28:80, dan 41:35, berada di ayat yang memuat kata sabar. Di 25:75, (وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا, wa-yulaqqawna fiihaa tahiyyatan wa-salaaman) yang berarti "dan di sana mereka disambut dengan penghormatan dan salam" didahului (بِمَا صَبَرُوا, bi-maa shabaruu) yang berarti "karena mereka bersabar". Ayat 27:6 tidak memuat kata sabar, dan bunyinya (وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْآنَ, wa-innaka la-tulaqqaa l-qur'aana) yang berarti "dan sesungguhnya engkau benar-benar diberi Al-Qur'an". Akar ini dipakai untuk bertemu di 2:14, (وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا, wa-idzaa laquu lladziina aamanuu) yang berarti "dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman". Dalam bentuk pasif ini seseorang dipertemukan dengan sesuatu yang datang kepadanya, dan terjemahan 41:35 memakai "dianugerahkan" untuk sesuatu yang diterima tanpa disebut siapa pemberinya.

Akhiran (هَا, -haa) pada yulaqqaahaa adalah kata ganti bentuk perempuan tunggal, dan ayat tidak mengulang benda yang ditunjuknya. Tiga kata sejenis ada di 41:34, yaitu (الْحَسَنَةُ, l-hasanatu) yang berarti "kebaikan", (السَّيِّئَةُ, s-sayyi'atu) yang berarti "keburukan", dan (الَّتِي, allatii) pada (بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ, bi-llatii hiya ahsanu). Ayat tidak memilih salah satunya, sehingga terjemahan memakai "hal itu". Di 28:80 kata ganti yang sama mengikuti (ثَوَابُ اللَّهِ, tsawaabu llaahi) yang berarti "pahala Allah", dan tsawaab berbentuk laki-laki, sehingga kata ganti perempuan itu tidak menunjuk kata terdekat di sana.

Rangkaian (إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا, illaa lladziina shabaruu) yang berarti "kecuali orang-orang yang sabar" muncul di dua ayat, yaitu 11:11 dan 41:35. Di 11:11 bunyinya (إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, illaa lladziina shabaruu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "kecuali orang-orang yang sabar dan beramal saleh", sehingga sabar disambung dengan amal, sedangkan di 41:35 sabar berdiri sendiri. Kata (صَبَرُوا, shabaruu) berakar ص-ب-ر dan berbentuk lampau. Bentuk lampau ini sesudah (الَّذِينَ, lladziina) ada di enam ayat, yaitu 11:11, 13:22, 16:42, 16:96, 29:59, dan 41:35. Di 28:80 yang dipakai adalah (الصَّابِرُونَ, sh-shaabiruuna), yaitu bentuk pelaku, dalam (وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ, wa-laa yulaqqaahaa illaa sh-shaabiruuna) yang berarti "dan tidak dianugerahkan hal itu kecuali kepada orang-orang yang sabar".

Rangkaian (ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ, dzuu hazhzhin 'azhiimin) yang berarti "orang yang mempunyai keberuntungan yang agung" muncul di dua ayat, yaitu 28:79 dan 41:35. Kata (حَظٍّ, hazhzhin) berakar ح-ظ-ظ dan ada di tujuh ayat, yaitu 3:176, 4:11, 4:176, 5:13, 5:14, 28:79, dan 41:35. Di lima ayat lainnya terjemahan memakai "bagian" atau "sebagian", misalnya 3:176 untuk (حَظًّا فِي الْآخِرَةِ, hazhzhan fii l-aakhirati) yang berarti "bagian di akhirat". Terjemahan memakai "keberuntungan" di 28:79 dan 41:35, untuk bagian yang dimiliki seseorang dan digambarkan besar oleh kata (عَظِيمٍ, 'azhiimin). Di 28:79 frasa itu diucapkan tentang Qarun oleh orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia, dan jawaban atas ucapan itu di 28:80 memuat sabar serta yulaqqaahaa. Ayat 41:35 membawa kedua unsur dari 28:79 dan 28:80 itu ke dalam satu ayat.

Rangkaian (وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا, wa-maa yulaqqaahaa illaa) yang berarti "dan tidak dianugerahkan hal itu kecuali kepada" diulang dua kali dalam ayat ini dan tidak muncul di ayat lain. Bagian pertama diikuti perbuatan yang sudah dilakukan, yaitu orang-orang yang sabar, dan bagian kedua diikuti sebuah kepemilikan, yaitu orang yang mempunyai keberuntungan yang agung. Terjemahan memakai "dianugerahkan" di kedua bagian.

Tafsiran

Pernyataan di ayat ini membatasi sesuatu dari 41:34 yang tidak disebut namanya, dan 41:34 memuat tiga kandidat: kebaikan, keburukan, atau yang lebih baik itu. Pembacaan yang paling dekat dengan alur menaruh batas itu pada kemampuan menolak keburukan dengan yang lebih baik. Pembacaan ini tidak dinyatakan oleh teks, karena kata ganti perempuan di 41:35 tidak memilih salah satu kandidat.

Dua bagian ayat ini disusun sejajar. Bagian pertama menyebut penerima lewat apa yang sudah dikerjakannya, yaitu bersabar, dan bagian kedua lewat apa yang dimilikinya, yaitu keberuntungan yang agung. Ayat tidak menyatakan apakah kedua bagian itu menunjuk orang yang sama atau dua kelompok. Kata kecuali di kedua bagian menyebut syarat yang diperlukan, dan tidak menyatakan bahwa setiap orang yang bersabar pasti menerima hal itu. Ayat 41:24 memuat (فَإِنْ يَصْبِرُوا, fa-in yashbiruu) yang berarti "maka jika mereka bersabar" tentang orang-orang yang berada di api, dan lanjutannya (فَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ, fa-n-naaru matswan lahum) yang berarti "maka apilah tempat tinggal mereka" menunjukkan bahwa kesabaran di sana tidak mengubah tempatnya.

Sabar dan penolakan terhadap keburukan sudah pernah muncul bersama di tempat lain. Ayat 13:22 memuat (وَالَّذِينَ صَبَرُوا, wa-lladziina shabaruu) dan (وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ, wa-yadra'uuna bi-l-hasanati s-sayyi'ata) dalam satu ayat, dan 28:54 memuat (بِمَا صَبَرُوا, bi-maa shabaruu) serta rangkaian penolakan yang sama dalam satu ayat. Di 41:34 sampai 41:35 kedua unsur itu terbagi ke dua ayat yang berurutan: penolakan di ayat pertama dan sabar di ayat kedua.

Ayat ini juga menaruh dua frasa yang bertetangga di 28:79 dan 28:80 ke dalam satu kalimat. Di 28:79 frasa tentang keberuntungan yang agung diucapkan orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia, dan di 28:80 jawabannya menyebut sabar. Ayat 41:35 tidak menyatakan bahwa keberuntungan yang dimaksud sama dengan yang disebut orang-orang di 28:79, dan memakai frasa yang sama dalam susunan baru. Ayat 41:36 kemudian membahas apa yang dilakukan bila gangguan datang pada orang yang disapa dengan engkau.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kecuali menyebut siapa yang boleh menerima, dan tidak menyebut bahwa setiap orang yang bersabar pasti menerima. Pembaca yang menimbang kesabarannya sendiri dapat bertanya, kesabaran macam apa yang selama ini dijalaninya, dan apakah kesabaran itu mengarah pada penolakan keburukan dengan yang lebih baik seperti di ayat sebelumnya atau menjadi penantian yang diam, dan apakah ia pernah mengira bahwa bersabar saja sudah cukup untuk menerima hal itu?
  • Kata kerja untuk hal itu berbentuk pasif, sehingga ayat tidak menyebut siapa yang menganugerahkannya. Di 28:80 kata kerja yang sama muncul sesudah kalimat tentang pahala Allah, tetapi 41:35 sendiri tidak menyebut pemberinya. Hal yang dibatasi di ayat ini disebut dianugerahkan dan tidak disebut diraih. Pembaca yang terbiasa menyebut keberhasilannya sebagai hasil kerjanya sendiri dapat bertanya, apakah ada bagian dari kemampuannya menahan diri yang terasa seperti sesuatu yang datang kepadanya, dan bagaimana bagian itu akan disebut?
  • Frasa tentang keberuntungan yang agung di 28:79 diucapkan orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia tentang pemilik harta yang tampak megah, dan di 41:35 frasa yang sama berdiri di samping sabar. Jawaban atas ucapan itu di 28:80 menyebut pahala Allah, sedangkan 41:35 tidak memuat kata Allah. Dua ayat itu tidak menyamakan isi keberuntungan, tetapi memakai ukuran yang sama untuk dua orang yang sangat berlainan. Pembaca yang pernah menilai keberuntungan dari apa yang tampak dapat bertanya, bila kata agung itu dipakai untuk orang yang sabar, tanda apa yang tampak pada orang seperti itu, dan siapa yang mampu melihat tandanya?
  • Ayat 41:34 memberi perintah, 41:35 menyebut siapa yang menerima hal itu, dan 41:36 memerintahkan berlindung kepada Allah bila datang gangguan dari setan. Ketiganya tidak memuat kata yang menyebut perintah itu mudah, dan ayat tengah malah memberi syarat. Orang yang pernah gagal menolak keburukan dengan yang lebih baik dapat bertanya, apakah kegagalannya terasa seperti kegagalan atas sebuah perintah yang gampang, dan apakah ayat-ayat ini membaca kegagalan itu dengan cara yang sama?
  • Bagian pertama ayat menyebut penerima lewat perbuatan, yaitu bersabar, dan bagian kedua lewat kepemilikan, yaitu keberuntungan yang agung. Ayat tidak menjelaskan apakah keduanya menunjuk orang yang sama. Pembaca yang lebih mengenal dirinya lewat apa yang sudah dikerjakan dapat bertanya, apakah dirinya pernah dipikirkan lewat apa yang dimiliki, dan cara menyebut mana yang terasa lebih mudah baginya?
  • Kata ganti yang dibaca sebagai hal itu tidak memiliki nama di ayat ini, dan dua kata benda perempuan serta kata yang berbentuk perempuan dari ayat sebelumnya sama-sama dapat diisikan ke sana. Karena itu pembaca mengisi sendiri isinya. Seseorang dapat bertanya, bila ayat ini dibaca tanpa tafsiran dan hal itu harus diisi dengan satu kata dari 41:34, kata apa yang pertama kali terpikir, dan apa yang dikatakan pilihan itu tentang bagian ayat yang paling terasa berat baginya?