وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
Dan tidak dianugerahkan hal itu kecuali kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang yang mempunyai keberuntungan yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُواwa-maa yulaqqaahaa illaa lladziina shabaruudan tidak dianugerahkan hal itu kecuali kepada orang-orang yang sabar
- وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍwa-maa yulaqqaahaa illaa dzuu hazhzhin 'azhiimindan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang yang mempunyai keberuntungan yang agung
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يُلَقَّاهَاyulaqqaahaadianugerahkannya
- إِلَّاillaakecuali
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- صَبَرُواshabaruubersabar
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يُلَقَّاهَاyulaqqaahaadianugerahkannya
- إِلَّاillaakecuali
- ذُوdzuupemilik
- حَظٍّhazhzhinbagian
- عَظِيمٍ'azhiiminyang besar
Inti bacaan
Pengakuan jujur bahwa kualitas ini 'tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar', kesabaran diakui sebagai prasyarat langka dan berharga, bukan sifat yang mudah dicapai begitu saja.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Sifat-sifat yang baik itu)' dan '(pula)' tidak dipakai: kata ganti '-haa' pada 'yulaqqaahaa' (merujuk balik ke sikap menolak keburukan dengan kebaikan di 41:34) diterjemahkan langsung 'hal itu', bukan diperluas jadi frasa baru.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa sikap membalas keburukan dengan kebaikan bukan perkara mudah: hanya dicapai oleh mereka yang sabar dan beruntung besar.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut sikap itu dianugerahkan. Bukan dilatih. Yang paling sulit disebut sebagai pemberian, bukan capaian.
- Kalimat yang sama diulang dua kali dengan syarat berbeda: sabar, dan keberuntungan yang agung. Diulang. Pengulangannya menandai betapa sedikit yang sampai.
- Allah menaruhnya tepat sesudah perintah membalas keburukan dengan yang lebih baik. Berdempetan. Perintah yang berat langsung disusul pengakuan bahwa ia memang berat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.