وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Dan jika benar-benar ada bisikan dari setan yang menggodamu, maka, berlindunglah kepada Allah! Sesungguhnya Dialah Yang Mendengar, Yang Berilmu.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌwa-immaa yanzaghannaka mina sy-syaythaani nazghundan jika benar-benar ada bisikan dari setan yang menggodamu
- فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِfa-sta'idz bi-llaahimaka, berlindunglah kepada Allah
- إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُinnahu huwa s-samii'u l-'aliimusesungguhnya Dia Yang Mendengar, Yang Berilmu
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَإِمَّاwa-immaadan adapun jika
- يَنْزَغَنَّكَyanzaghannakamembisikimu
- مِنَminadari
- الشَّيْطَانِsy-syaythaanisetan
- نَزْغٌnazghunbisikan
- فَاسْتَعِذْfa-sta'idzmaka berlindunglah
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- إِنَّهُinnahusesungguhnya
- هُوَhuwaDialah
- السَّمِيعُs-samii'uYang Mendengar
- الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu
Inti bacaan
Rangkaian (وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ, wa-immaa yanzaghannaka mina sy-syaythaani nazghun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:200 dan 41:36.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat (وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ, wa-immaa yanzaghannaka mina sy-syaythaani nazghun) yang berarti "dan jika benar-benar ada bisikan dari setan yang menggodamu" muncul dengan bunyi yang sama persis di dua ayat, yaitu 7:200 dan 41:36. Kata (وَإِمَّا, wa-immaa) di awalnya membuka pengandaian, dan huruf nun rangkap pada (يَنْزَغَنَّكَ, yanzaghannaka) memberi penekanan, sehingga terjemahan memakai "jika benar-benar". Akhiran (كَ, -ka) yang berarti "-mu" menunjuk satu orang yang disapa.
Akar ن-ز-غ ada di empat ayat, yaitu 7:200, 12:100, 17:53, dan 41:36. Kata kerja (يَنْزَغُ, yanzaghu) ada di 7:200, 17:53, dan 41:36, bentuk lampaunya ada di 12:100, dan kata benda (نَزْغٌ, nazghun) ada di 7:200 dan 41:36. Di 17:53, (إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ, inna sy-syaythaana yanzaghu baynahum) yang berarti "sesungguhnya setan menimbulkan perselisihan di antara mereka", dan di 12:100, (نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي, nazagha asy-syaythaanu baynii wa-bayna ikhwatii) yang berarti "setan mengganggu antara aku dan saudara-saudaraku". Di kedua ayat itu akar ini bekerja di antara dua pihak. Di 7:200 dan 41:36 gangguan itu menimpa satu orang yang disapa. Terjemahan 41:36 memakai "bisikan" untuk nazghun dan "menggodamu" untuk yanzaghannaka. Kata nazghun sendiri tidak menyebut apakah gangguan itu berupa suara, sedangkan kata "bisik" dalam terjemahan memakai akar lain, misalnya (فَوَسْوَسَ, fa-waswasa) di 20:120 yang berarti "maka setan membisikkan", dan (هَمَزَاتِ, hamazaati) di 23:97 yang berarti "bisikan-bisikan".
Kata kerja perintah (فَاسْتَعِذْ, fa-sta'idz) yang berarti "maka berlindunglah" berakar ع-و-ذ. Rangkaian (فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ, fa-sta'idz bi-llaahi) yang berarti "maka berlindunglah kepada Allah" muncul di empat ayat, yaitu 7:200, 16:98, 40:56, dan 41:36. Di 16:98 rangkaian itu diikuti (مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ, mina sy-syaythaani r-rajiimi) yang berarti "dari setan yang terkutuk". Di 40:56 diikuti (إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ, innahu huwa s-samii'u l-bashiiru) yang berarti "sesungguhnya Dia Yang Mendengar, Yang Melihat". Di 7:200 dan 41:36 rangkaian itu menjawab pengandaian tentang nazgh, yang di 7:200 ditutup (إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ, innahu samii'un 'aliimun) yang berarti "sesungguhnya Dia mendengar lagi berilmu".
Penutup 41:36 adalah (إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ, innahu huwa s-samii'u l-'aliimu) yang berarti "sesungguhnya Dialah Yang Mendengar, Yang Berilmu". Rangkaian ini ada di lima ayat, yaitu 8:61, 12:34, 26:220, 41:36, dan 44:6. Pasangan (السَّمِيعُ الْعَلِيمُ, s-samii'u l-'aliimu) tanpa innahu huwa ada di sepuluh ayat lain, sehingga di seluruh Al-Qur'an pasangan itu dipakai di lima belas ayat, yaitu 2:127, 2:137, 3:35, 5:76, 6:13, 6:115, 8:61, 10:65, 12:34, 21:4, 26:220, 29:5, 29:60, 41:36, dan 44:6. Kata (السَّمِيعُ, s-samii'u) yang berarti "Yang Mendengar" berakar س-م-ع dan (الْعَلِيمُ, l-'aliimu) yang berarti "Yang Berilmu" berakar ع-ل-م. Bentuk 41:36 memakai kata sandang al- pada keduanya dan kata ganti (هُوَ, huwa) yang berarti "Dia" di tengah, sedangkan 7:200 tidak memakai keduanya.
Tafsiran
Rangkaian 41:34 sampai 41:36 berjalan dari perintah menolak keburukan, ke keterangan tentang penerimanya, ke perlindungan dari gangguan. Kalimat pengandaian di ayat 41:36 sama dengan kalimat di 7:200, dan di 7:199 sebelumnya ada (خُذِ الْعَفْوَ, khudzi l-'afwa) yang berarti "ambillah pemaafan" serta (وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ, wa-a'ridh 'ani l-jaahiliina) yang berarti "dan berpalinglah dari orang-orang yang jahil". Isi perintah di 7:199 dan di 41:34 berbeda, tetapi di dua tempat itu perintah tentang sikap terhadap orang lain disusul pengandaian yang sama tentang gangguan dari setan dan perintah berlindung kepada Allah. Hubungan sebab di antara perintah-perintah itu dan pengandaiannya tidak dinyatakan.
Rumus llatii hiya ahsanu dari 41:34 muncul di tujuh ayat, dan tiga di antaranya disusul penyebutan setan dalam ayat yang sama atau dalam dua ayat berikutnya. Ayat 17:53 memuat rumus itu lalu (إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ, inna sy-syaythaana yanzaghu baynahum) dalam ayat yang sama. Ayat 23:96 memuat rumus itu, dan ayat 23:97 menyusul dengan (أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ, a'uudzu bika min hamazaati sy-syayaathiini) yang berarti "aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan". Ayat 41:34 sampai 41:36 menempatkan setan dua ayat sesudah rumus itu. Empat ayat lain yang memuat rumus itu, yaitu 6:152, 16:125, 17:34, dan 29:46, tidak menyebut setan dalam ayat itu maupun tiga ayat berikutnya.
Perintah yang ditulis di ayat ini satu, yaitu berlindung kepada Allah. Ayat tidak menyuruh menjawab, menghindar, atau membalas gangguan itu, dan tidak menyebut bentuk gangguannya. Sebagai alasan, ayat menyebut dua sifat, yaitu Yang Mendengar dan Yang Berilmu. Di 40:56 perintah yang sama disertai alasan yang berbeda, yaitu Yang Mendengar dan Yang Melihat. Sesudah ayat ini surah beralih ke topik berikutnya pada 41:37, yaitu tanda-tanda berupa malam, siang, matahari, dan bulan.
Renungan dan Hikmah
- Untuk gangguan dari setan, ayat ini menuliskan satu langkah saja, yaitu berlindung kepada Allah. Langkah lain yang mungkin mengisi ruang itu, misalnya menjawab atau menghindar, tidak berada di ayat, dan kekosongan itu dibiarkan. Pembaca dapat bertanya, ketika terusik, tindakan apa yang pertama kali dilakukannya sebelum sempat berlindung kepada Allah, dan apakah tindakan itu ada di dalam ayat ini?
- Perintah berlindung disertai alasan: sesungguhnya Dia Yang Mendengar dan Yang Berilmu. Kedua sifat itu menyangkut mendengar dan mengetahui, dan ayat tidak merinci apa yang didengar atau diketahui-Nya dari gangguan itu. Seseorang yang pernah merasa terusik tanpa ada yang menyaksikan dapat bertanya, bila gangguan itu disebut berada di hadapan Dia yang mendengar dan berilmu, apa yang berubah pada cara gangguan itu ditanggung?
- Syarat berlakunya perintah di ayat ini satu, yaitu adanya nazgh dari setan, dan pengenalan atas jenis gangguan tidak diminta lebih dulu. Pembaca yang kerap menunda berlindung sampai yakin gangguan yang dialaminya benar-benar dari setan dapat bertanya, apakah penundaan itu mendapat tempat di ayat ini, dan seberapa sering keyakinan itu datang lebih lambat dari gangguannya?
- Di 12:100 gangguan dari akar yang sama disebut sebagai sesuatu yang sudah lewat, dituturkan oleh orang yang kini bertemu kembali dengan saudara-saudaranya. Di 17:53 gangguan itu terjadi di antara hamba-hamba yang berbicara. Di 41:36 gangguan datang pada satu orang yang disapa, dua ayat sesudah perintah yang menyangkut hubungannya dengan orang lain. Pembaca dapat bertanya, pada hubungan mana dalam hidupnya gangguan serupa sudah lewat dan kini bisa disebut dengan nama, dan pada hubungan mana gangguan itu masih berlangsung?
- Di 23:96 perintah menolak keburukan dengan yang lebih baik disusul di 23:97 oleh permohonan berlindung kepada Tuhan dari bisikan-bisikan setan, dan di 41:34 sampai 41:36 urutannya serupa dengan perintah yang ditujukan kepada engkau. Di 23:97 permohonan itu dibuka dengan seruan kepada Tuhan, sedangkan di 41:36 perintahnya ditujukan kepada orang yang disapa. Dalam dua tempat itu perbuatan baik terhadap orang lain dan permohonan perlindungan kepada Allah berdekatan, dan ayat tidak menyebut mana yang lebih dulu dilakukan dalam hidup seseorang. Pembaca yang hanya mengerjakan salah satunya dapat bertanya, bagian mana dari urutan itu yang selama ini dibiarkan kosong, dan apa yang terasa tanpa bagian itu?
- Ayat ini dibuka dengan kata jika, sebuah pengandaian tentang gangguan yang mungkin datang, dan jawabannya sudah tertulis sebelum gangguan itu ada. Jawaban itu singkat, karena hanya satu perintah yang tertulis dan tidak ada daftar langkah yang perlu diingat ketika gangguan sedang terjadi. Pembaca dapat bertanya, bila ayat ini dibaca sebagai rencana yang disiapkan sebelum terusik, apakah rencananya sendiri sudah sependek itu, atau masih berupa banyak kalimat yang baru terpikir setelah gangguan datang?