فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ ۩
Maka, jika mereka menyombongkan diri, maka, mereka yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari, dan mereka tidak pernah jemu.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَإِنِ اسْتَكْبَرُواfa-ini stakbaruumaka, jika mereka menyombongkan diri
- فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِfa-lladziina 'inda rabbika yusabbihuuna lahu bi-l-layli wa-n-nahaarimaka, mereka yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari
- وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَwa-hum laa yas'amuunadan mereka tidak pernah jemu
Terjemahan per kata (12 kata)
- فَإِنِfa-inimaka jika
- اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
- فَالَّذِينَfa-lladziinamaka orang-orang yang
- عِنْدَ'indadi sisi
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- يُسَبِّحُونَyusabbihuunamereka bertasbih
- لَهُlahubaginya
- بِاللَّيْلِbi-l-laylipada malam hari
- وَالنَّهَارِwa-n-nahaaridan siang
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يَسْأَمُونَyas'amuunamereka jemu
Inti bacaan
Bentuk (يُسَبِّحُونَ, yusabbihuuna) yang berarti "mereka bertasbih" muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:206, 21:20, 39:75, 40:7, 41:38, dan 42:5.
Penjelasan pilihan kata
Bagian pembuka (فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا, fa-ini stakbaruu) berarti "maka jika mereka menyombongkan diri" dan kata kerjanya berakar ك-ب-ر. Bentuk (اسْتَكْبَرُوا, istakbaruu) muncul 20 kali di 11 surah, yaitu di 4:173, 7:36, 7:40, 7:75, 7:76, 7:88, 7:133, 10:75, 14:21, 23:46, 25:21, 29:39, 34:31, 34:32, 34:33, 40:47, 40:48, 41:15, 41:38, dan 71:7. Susunan dengan fa dan in hanya ada di 41:38. Di surah yang sama, 41:15 memakai (فَاسْتَكْبَرُوا, fa-stakbaruu) untuk kaum Ad yang menyombongkan diri di bumi tanpa hak. Ayat 41:38 tidak menyebut tempat atau cara kesombongan itu, dan tidak menyebut siapa mereka.
Pihak yang dihadapkan dengan kesombongan itu disebut (الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ, lladziina 'inda rabbika) yang berarti "mereka yang di sisi Tuhanmu". Kata (عِنْدَ, 'inda) berarti "di sisi", dan (رَبِّكَ, rabbika) berakhiran -ka yang berarti "-mu" untuk satu orang. Frasa utuh ini muncul dua kali, di 7:206 dan 41:38. Di 7:206 pihak yang sama dilukiskan dengan (لَا يَسْتَكْبِرُونَ, laa yastakbiruuna) yang berarti "tidak menyombongkan diri", serta menyucikan Allah dan tunduk kepada-Nya. Bentuk laa yastakbiruuna muncul lima kali, yaitu di 5:82, 7:206, 16:49, 21:19, dan 32:15, dan tiga di antaranya menyifati pihak yang ada di sisi Allah atau para malaikat (7:206, 16:49, 21:19). Ayat 41:38 sendiri tidak memberi nama atau golongan bagi mereka, dan karena tidak ada kata Arab yang melahirkan kata "malaikat" di ayat ini, terjemahan tidak menambahkannya.
Perbuatan mereka dinyatakan dengan (يُسَبِّحُونَ لَهُ, yusabbihuuna lahu) yang berarti "bertasbih kepada-Nya". Kata kerja berakar س-ب-ح ini, dalam bentuk (يُسَبِّحُونَ, yusabbihuuna), muncul enam kali, yaitu di 7:206, 21:20, 39:75, 40:7, 41:38, dan 42:5. Susunan dengan (لَهُ, lahu) yang menyebut kepada siapa tasbih itu ditujukan hanya ada di 41:38. Waktunya dinyatakan dengan (بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ, bi-l-layli wa-n-nahaari) yang berarti "pada malam dan siang hari". Di 21:20 waktu itu menjadi objek langsung dalam (يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ, yusabbihuuna l-layla wa-n-nahaara) yang berarti "mereka bertasbih malam dan siang", sedangkan di 41:38 waktu didahului huruf bi-. Susunan bi-l-layli wa-n-nahaari muncul empat kali, yaitu di 2:274, 21:42, 30:23, dan 41:38. Di 2:274 susunan itu menandai waktu orang menafkahkan harta, di 21:42 waktu penjagaan, dan di 30:23 waktu tidur. Terjemahan "pada malam dan siang hari" mengikuti ketiga ayat itu.
Keadaan mereka dinyatakan dengan (وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ, wa-hum laa yas'amuuna) yang berarti "dan mereka tidak pernah jemu". Kata kerja ini berakar س-أ-م dan akar itu hanya ada di tiga ayat, yaitu 2:282, 41:38, dan 41:49. Kata (هُمْ, hum) yang berarti "mereka" ditulis lagi di sini, padahal akhiran -uuna pada kata kerjanya sudah menunjuk pelaku jamak; terjemahan mempertahankan "mereka" supaya kalimat ini terbaca sebagai laporan tersendiri sesudah laporan tentang tasbih. Bentuk (لَا يَسْأَمُ, laa yas'amu) muncul di 41:38 dan 41:49, dan di 41:49 pelakunya manusia, dalam (لَا يَسْأَمُ الْإِنْسَانُ مِنْ دُعَاءِ الْخَيْرِ, laa yas'amu l-insaanu min du'aa'i l-khayri) yang berarti "manusia tidak jemu memohon kebaikan".
Tafsiran
Ayat ini menjawab kemungkinan penolakan dengan sebuah laporan. Bila mereka menyombongkan diri, ayat tidak membantah mereka dan tidak mengancam mereka; ayat menyebut pihak lain yang bertasbih kepada-Nya malam dan siang tanpa jemu. Dua kata maka (fa-) dalam ayat ini menyambung kemungkinan itu dengan laporan tersebut, tetapi ayat tidak menyatakan bahwa tasbih itu terjadi sebagai akibat kesombongan. Hubungan keduanya dapat dibaca sebagai perbandingan yang dipasang berdampingan.
Ayat 41:37 memerintahkan "kalian", sedangkan 41:38 berbicara tentang "mereka" tanpa menamai. Kedekatan dua ayat memungkinkan pembacaan bahwa mereka adalah orang yang menolak larangan dan perintah tunduk di ayat sebelumnya, tetapi sambungan itu tidak tertulis di ayat. Kata malam dan siang di 41:37 menjadi tanda yang tidak boleh dituju dengan tunduk, dan di 41:38 kata yang sama menjadi waktu bagi tasbih. Dua kedudukan itu hadir dalam dua ayat berurutan, dan ayat tidak menyatakan hubungan sebab di antaranya.
Ayat 41:38 juga tidak menyatakan nasib orang yang menyombongkan diri. Pernyataan tentang nasib baru muncul di 41:40, yang membicarakan orang yang menyimpang dari tanda-tanda Kami dengan kata kerja lain dan memakai pertanyaan tentang dua orang untuk membandingkannya. Dalam urutan surah, ayat 38 berada di antara dua daftar tanda, yaitu malam, siang, matahari, dan bulan di ayat 37, serta bumi yang bergerak dan menjadi subur di ayat 39. Dengan letak itu, laporan tentang tasbih yang tak kunjung jemu menjadi jeda di antara dua penyebutan tanda.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 41:38 menjawab kesombongan dengan menyebut pihak lain yang terus bertasbih kepada Tuhanmu, tanpa bantahan dan tanpa ancaman. Kesombongan mereka disebut sekilas, lalu kalimat berjalan ke apa yang tetap berlangsung di sisi-Nya, seakan-akan penolakan itu tidak mengurangi apa pun dari sana. Cara ayat ini memperlakukan penolakan dapat menjadi bahan renungan bagi pembaca yang pernah merasa wajib membela sesuatu dari ucapan orang lain. Apa yang akan berubah pada pembaca bila penolakan orang lain disebutnya sekilas saja, lalu pekerjaan yang sedang dijalaninya dilanjutkan?
- Pihak yang bertasbih disebut lewat tempat, yaitu di sisi Tuhanmu, tidak lewat nama atau golongan, dan frasa yang sama di ayat lain juga menyebut mereka dengan cara itu. Ayat mengenalkan mereka lewat dua hal saja, kedekatan dan apa yang mereka kerjakan. Pembaca dapat bertanya bagaimana dirinya akan dikenali bila hanya perbuatan dan letak yang boleh disebut, tanpa jabatan, nama keluarga, atau kelompok, dan apakah perbuatan itu cukup untuk membuat orang lain mengenalinya.
- Kata kerja jemu dinegasikan untuk mereka di 41:38 dan untuk manusia di 41:49, tetapi untuk hal yang berbeda: di 41:49 manusia tidak jemu memohon kebaikan. Kedua ayat tidak disamakan, sebab pihak dan hal yang dibicarakannya berlainan. Bila keduanya dibaca berdampingan, ketidakjemuan tampak muncul pada dua pihak dengan arah yang berlainan, yang satu kepada Allah dan yang lain kepada kebaikan yang diminta. Pembaca dapat menghitung hal-hal yang tidak pernah membuatnya jemu, lalu bertanya mana yang diarahkan kepada Tuhan dan mana yang tidak.
- Ayat ini memberi dua laporan tentang mereka, yaitu bahwa mereka bertasbih dan bahwa mereka tidak jemu. Laporan pertama menyangkut apa yang dikerjakan, laporan kedua menyangkut keadaan sewaktu mengerjakan. Sebuah perbuatan dapat berjalan dengan keadaan yang berbeda-beda, dan ayat ini menaruh keduanya berdampingan tanpa menyatakan mana yang lebih penting. Pembaca dapat bertanya tentang kewajiban yang dikerjakannya tiap hari: adakah yang masih dijalankannya setelah rasa jemu datang, dan kepada siapa kerja yang tersisa itu diarahkan?
- Kalimat pembuka ayat ini bersyarat, yaitu jika mereka menyombongkan diri, dan tidak menyatakan bahwa itu sudah terjadi. Kata mereka menunjuk orang lain, tetapi kata jika membiarkan kemungkinan itu terbuka bagi siapa saja yang membacanya. Ayat 41:15 di surah yang sama memakai kata kerja yang sama untuk kaum Ad dalam kalimat berita, sehingga bentuk bersyarat di 41:38 terbaca sebagai kemungkinan yang belum disebut pelakunya. Pembaca dapat bertanya apakah pernah, dalam bentuk kecil, dirinya menjadi mereka yang disebut dalam kalimat bersyarat ini.
- Ayat menyebut Tuhanmu, dengan akhiran untuk satu orang, dan menyatakan bahwa di sisi-Nya ada pihak yang bertasbih malam dan siang. Pembaca dapat membaca sapaan tunggal itu seakan ditujukan kepadanya, sementara pihak yang bertasbih disebut berada di dekat-Nya. Pembaca dapat membayangkan sebuah gerak yang berlangsung di sisi Tuhannya tanpa berhenti, lalu bertanya bagaimana rasanya jemu di dekat gerak itu.