إِنَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا ۗ أَفَمَنْ يُلْقَىٰ فِي النَّارِ خَيْرٌ أَمْ مَنْ يَأْتِي آمِنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ ۖ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menyimpang dari tanda-tanda Kami tidak tersembunyi dari Kami. Apakah orang yang dilemparkan ke dalam api lebih baik ataukah orang yang datang dengan aman pada hari kiamat? Lakukanlah apa yang kalian kehendaki! Sesungguhnya Dia melihat apa yang kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَاinna lladziina yulhiduuna fii aayaatinaa laa yakhfawna 'alaynaasesungguhnya orang-orang yang menyimpang dari tanda-tanda Kami tidak tersembunyi dari Kami
  2. أَفَمَنْ يُلْقَىٰ فِي النَّارِ خَيْرٌ أَمْ مَنْ يَأْتِي آمِنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِa-fa-man yulqaa fii n-naari khayrun am man ya'tii aaminan yawma l-qiyaamatiapakah orang yang dilemparkan ke dalam api lebih baik ataukah orang yang datang dengan aman pada hari kiamat
  3. اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْi'maluu maa syi'tumlakukanlah apa yang kalian kehendaki
  4. إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌinnahu bi-maa ta'maluuna bashiirunsesungguhnya Dia melihat apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (26 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. يُلْحِدُونَyulhiduunamereka menyimpang
  4. فِيfiiterhadap
  5. آيَاتِنَاaayaatinaatanda-tanda Kami
  6. لَاlaatidak
  7. يَخْفَوْنَyakhfawnamereka bersembunyi
  8. عَلَيْنَا'alaynaaatas Kami
  9. أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
  10. يُلْقَىٰyulqaadilemparkan
  11. فِيfiike dalam
  12. النَّارِn-naariapi
  13. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  14. أَمْamataukah
  15. مَنْmanorang yang
  16. يَأْتِيya'tiimendatangkan
  17. آمِنًاaaminanyang aman
  18. يَوْمَyawmahari
  19. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  20. اعْمَلُواi'maluuberamallah kalian
  21. مَاmaaapa yang
  22. شِئْتُمْsyi'tumkalian kehendaki
  23. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  24. بِمَاbi-maapada apa yang
  25. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
  26. بَصِيرٌbashiirunmelihat

Inti bacaan

Susunan (خَيْرٌ أَمْ مَنْ, khayrun am man) yang berarti "lebih baik ataukah orang yang" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:109 dan 41:40.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja dalam (يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا, yulhiduuna fii aayaatinaa) berakar ل-ح-د, dan bagian itu berarti "mereka menyimpang dari tanda-tanda Kami". Bentuk (يُلْحِدُونَ, yulhiduuna) muncul tiga kali, yaitu di 7:180, 16:103, dan 41:40. Di 7:180 kata kerja itu bersambung ke (فِي أَسْمَائِهِ, fii asmaa'ihi) yang berarti "tentang nama-nama-Nya", dengan huruf fii yang sama seperti di 41:40, hanya yang disimpangi berbeda: nama-nama di 7:180 dan tanda-tanda di 41:40. Akar yang sama muncul sebagai kata benda di 22:25, dalam (بِإِلْحَادٍ, bi-ilhaadin) yang diterjemahkan "menyimpang secara zalim". Terjemahan memakai "menyimpang" di 7:180, 22:25, dan 41:40, sedangkan 16:103 menyambung kata kerja itu ke orang yang dituduh dan diterjemahkan lain. Kata (آيَاتِنَا, aayaatinaa) memakai akhiran -naa yang berarti "Kami", jadi tanda-tanda itu disebut milik pembicara yang berkata "Kami" di ayat ini.

Keadaan mereka di hadapan pembicara dinyatakan dengan (لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا, laa yakhfawna 'alaynaa) yang berarti "mereka tidak tersembunyi dari Kami". Kata kerja berakar خ-ف-ي. Bentuk jamak laa yakhfawna hanya ada di 41:40, sedangkan bentuk tunggal (يَخْفَىٰ, yakhfaa) muncul empat kali, di 3:5, 14:38, 40:16, dan 87:7. Di 3:5 (لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ, laa yakhfaa 'alayhi) berarti "tidak tersembunyi bagi-Nya" dan di 40:16 (لَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ, laa yakhfaa 'alaa llaahi) berarti "tidak tersembunyi dari Allah". Di dua ayat itu sesuatu tidak tersembunyi, sedangkan di 41:40 orang-orangnya sendiri tidak tersembunyi. Kata ganti juga berbeda: 3:5 memakai "-Nya" dan 41:40 memakai "Kami".

Pertanyaan di tengah ayat berbunyi (أَفَمَنْ يُلْقَىٰ فِي النَّارِ, a-fa-man yulqaa fii n-naari) yang berarti "apakah orang yang dilemparkan ke dalam api". Kata kerja (يُلْقَىٰ, yulqaa) dibentuk tanpa menyebut pelaku, jadi siapa yang melemparkan tidak tertulis di ayat ini; bentuk itu muncul tiga kali, di 25:8, 28:86, dan 41:40. Pasangan jawabannya memakai kata kerja yang pelakunya orang itu sendiri, yaitu (يَأْتِي آمِنًا, ya'tii aaminan) yang berarti "datang dengan aman". Dua pilihan itu dihubungkan oleh (خَيْرٌ أَمْ مَنْ, khayrun am man) yang berarti "lebih baik ataukah orang yang". Susunan itu muncul dua kali, yaitu di 9:109 dan 41:40, dan di 9:109 pembandingnya adalah orang yang bangunannya runtuh ke dalam api Jahanam. Di 25:15 pasangan khayrun am dipakai dengan pembanding taman yang kekal. Kata (آمِنًا, aaminan) muncul enam kali, yaitu di 2:126, 3:97, 14:35, 28:57, 29:67, dan 41:40. Empat di antaranya menyifati tempat, yaitu negeri atau tanah suci (2:126, 14:35, 28:57, 29:67), dan dua menyifati orang (3:97 dan 41:40).

Perintah di tengah ayat adalah (اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ, i'maluu maa syi'tum) yang berarti "lakukanlah apa yang kalian kehendaki". Kata kerja perintah (اعْمَلُوا, i'maluu) muncul sembilan kali, yaitu di 6:135, 9:105, 11:93, 11:121, 23:51, 34:11, 34:13, 39:39, dan 41:40. Kata kerja itu sendiri tidak menentukan jenis perbuatan: di 34:11 ia bersambung ke amal saleh dan di 41:40 ke apa yang dikehendaki, sehingga terjemahan "lakukanlah" memakai kata yang tidak membatasi jenis perbuatan. Frasa (مَا شِئْتُمْ, maa syi'tum) yang berarti "apa yang kalian kehendaki" muncul dua kali, di 39:15 dan 41:40. Di 39:15 frasa itu bersambung ke kata kerja lain dalam (فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ, fa-'buduu maa syi'tum) yang berarti "maka mengabdilah kepada apa yang kalian kehendaki", sedangkan di 41:40 kata kerjanya "lakukanlah".

Kalimat penutup (إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ, innahu bi-maa ta'maluuna bashiirun) berarti "sesungguhnya Dia melihat apa yang kalian kerjakan". Kalimat utuh itu muncul dua kali, di 11:112 dan 41:40, dan tanpa kata innahu susunan (بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ, bi-maa ta'maluuna bashiirun) muncul 12 kali di sembilan surah, yaitu di 2:110, 2:233, 2:237, 2:265, 3:156, 8:72, 11:112, 34:11, 41:40, 57:4, 60:3, dan 64:2. Kata kerja yang dilihat di sini berakar sama dengan kata kerja perintah di awalnya, yaitu ع-م-ل. Di 34:11 perintah (وَاعْمَلُوا صَالِحًا, wa-'maluu shaalihan) yang berarti "dan kerjakanlah amal saleh" juga disusul pernyataan melihat apa yang dikerjakan, sehingga dua ayat itu memasangkan perintah dengan penglihatan, hanya isi perintahnya berbeda. Ayat 41:40 dibuka dengan "Kami" pada 'alaynaa dan ditutup dengan "Dia" pada innahu, dan terjemahan mengikuti kata gantinya.

Tafsiran

Ayat ini menyusun empat langkah. Kabar bahwa orang yang menyimpang terlihat datang lebih dulu, lalu pertanyaan tentang dua nasib, lalu perintah yang menyerahkan pilihan, dan terakhir pernyataan yang menyebut penglihatan. Pertanyaan di tengah tidak diikuti jawaban tertulis; ayat langsung berpindah ke perintah, sehingga dua gambar itu, orang yang dilemparkan ke dalam api dan orang yang datang dengan aman, tetap berdampingan ketika pendengar membaca perintah sesudahnya.

Perintah itu tidak berdiri sendiri. Sebelum perintah ada dua nasib yang tadi dibandingkan, dan sesudahnya ada pernyataan bahwa Dia melihat apa yang dikerjakan. Bentuk serupa di 39:15, perintah dengan maa syi'tum, juga bersambung ke kalimat tentang orang-orang yang merugi pada hari kiamat. Di 41:40 menyusul pernyataan penglihatan, dan di 34:11 perintah mengerjakan amal saleh disusul pernyataan yang sama. Dari tiga ayat itu tampak bahwa perintah yang membuka pilihan maupun perintah yang menunjuk isi sama-sama dirangkai dengan sesuatu yang menyusul, dan ayat 41:40 tidak mengubah perintah tersebut menjadi izin tanpa kelanjutan.

Ayat ini tidak menyebut bentuk penyimpangan. Ayat 41:37 dan 41:38 membicarakan tunduk kepada selain Allah dan menyombongkan diri, tetapi 41:40 memakai kata kerja lain, yulhiduuna, dan tidak menyatakan bahwa ketiganya satu perbuatan yang sama. Letaknya juga penting: ayat 39 memperlihatkan tanda sebagai bumi yang dilihat, sedangkan ayat 40 memperlihatkan tanda sebagai sesuatu yang dapat disimpangi. Dengan itu tanda berpindah kedudukan, dari bahan pengamatan menjadi hal yang disikapi orang.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini lebih dulu menyatakan bahwa orang yang menyimpang tidak tersembunyi dari Kami, baru kemudian mengajukan pertanyaan tentang dua nasib. Urutan itu menjadikan penglihatan sebagai latar pertanyaan, sehingga pertanyaan tidak diajukan kepada pihak yang mengira dirinya tidak terlihat. Bagaimana pembaca menjawab pertanyaan serupa bila lebih dulu diketahuinya bahwa tidak ada bagian dirinya yang luput dari penglihatan Dia, dan apakah jawaban itu berubah?
  • Orang pertama dalam pertanyaan itu dilemparkan, dan pelakunya tidak disebut. Orang kedua datang, dan pelakunya adalah dirinya sendiri, dalam keadaan aman. Dua kata kerja ini menggambarkan dua cara tiba, yaitu dibawa oleh sesuatu di luar dirinya atau berjalan sampai ke tujuan. Ayat tidak menyatakan apa yang membedakan keduanya sebelum hari itu. Dengan cara apa pembaca ingin tiba, dan apa dalam hidupnya hari ini yang sedang menentukan cara itu?
  • Perintah lakukanlah apa yang kalian kehendaki tidak menyebut perbuatan tertentu. Isi perintah itu diserahkan kepada pendengar, sehingga pilihan yang diisikan pendengar menjadi bahan ujinya. Di 34:11 perintah bekerja diisi amal saleh, sedangkan di 39:15 perintah yang bentuknya serupa bersambung ke kata selain Dia; kedua ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda dan tidak disamakan dengan 41:40. Pembaca dapat bertanya apa yang biasa diisikannya pada ruang kosong semacam itu bila tidak ada yang mengarahkan.
  • Perintah dan alasannya memakai akar kata kerja yang sama: lakukanlah apa yang kalian kehendaki, dan sesungguhnya Dia melihat apa yang kalian kerjakan. Pilihan dan penglihatan dipasangkan, sehingga kebebasan yang diberikan tidak berlangsung di tempat yang tak terlihat. Pasangan yang sama dipakai di 34:11 untuk perintah yang berisi, jadi pernyataan melihat itu menyertai perintah yang berisi maupun yang tidak berisi. Adakah pilihan yang selama ini dibuat pembaca dengan anggapan tidak ada yang melihat, dan apa yang berubah bila diingat bahwa Dia melihat apa yang dikerjakan?
  • Pertanyaan tentang dua nasib tidak diikuti jawaban. Ayat langsung berpindah ke perintah, seakan-akan jawabannya sudah dipegang pendengar sejak pertanyaan itu selesai dibaca. Penyerahan jawaban kepada pendengar membuat pembaca ikut menjawab sebelum sampai ke perintah. Pembaca dapat menanyai dirinya jawaban apa yang sudah dipegangnya tanpa pernah menuliskannya, dan kapan jawaban itu mulai terbentuk.
  • Ayat tidak mendaftar perbuatan yang disebut menyimpang dari tanda-tanda. Penyimpangan itu dinamai, tetapi bentuknya tidak diperinci, sehingga tidak dapat diperiksa dengan menghitung perbuatan satu per satu. Pembaca yang ingin memeriksa dirinya dengan ayat ini harus lebih dulu menentukan sendiri apa saja yang dianggapnya tanda di sekelilingnya. Pembaca dapat bertanya tanda mana yang selama ini dilewatinya tanpa dibaca, dan apa yang dikerjakannya di dekat tanda itu.