لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ
tidak ada kebatilan yang mendatanginya, baik dari depan maupun dari belakangnya; suatu penurunan dari Yang Penuh Hikmah, Yang Terpuji.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِlaa ya'tiihi l-baathilu min bayni yadayhi wa-laa min khalfihitidak ada kebatilan yang mendatanginya, baik dari depan maupun dari belakangnya
- تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍtanziilun min hakiimin hamiidinsuatu penurunan dari Yang Penuh Hikmah, Yang Terpuji
Terjemahan per kata (13 kata)
- لَاlaatidak
- يَأْتِيهِya'tiihidatang kepadanya
- الْبَاطِلُl-baathilukebatilan
- مِنْmindari
- بَيْنِbayniantara
- يَدَيْهِyadayhikedua tangannya
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- مِنْmindari
- خَلْفِهِkhalfihibelakangnya
- تَنْزِيلٌtanziilunpenurunan
- مِنْmindari
- حَكِيمٍhakiiminyang bijaksana
- حَمِيدٍhamiidinyang terpuji
Inti bacaan
Jaminan integritas: 'kebatilan tidak mendatanginya, baik dari depan maupun dari belakang', perlindungan konten dari distorsi sepanjang waktu, baik dari masa lalu maupun masa depan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Al-Qur'an itu adalah)' tidak dipakai. 'Hakiimin hamiidin' diterjemahkan 'Yang Penuh Hikmah, Yang Terpuji' tanpa awalan superlatif yang dilarang, konsisten dengan terjemahan kata yang sama di 12:6/12:83/12:100 (hakiim) dan 14:1/14:8/22:64 dst. (hamiid).
Tafsiran
Ayat ini menutup deskripsi kitab yang digdaya: kekal terjaga dari kebatilan karena diturunkan dari sumber yang penuh hikmah dan terpuji.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut dua arah: dari depan maupun dari belakang. Dua-duanya. Yang dijaga bukan satu sisi saja.
- Kata yang dipakai mendatanginya. Bukan mengubahnya. Yang ditutup bahkan pintu masuknya, bukan cuma akibatnya.
- Allah menutup dengan Yang Penuh Hikmah, Yang Terpuji. Sesudah bicara penjagaan. Yang menurunkan disebut, dan sifat-Nya jadi alasan penjagaannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
41:41–42 = definisi internal kitaab aziiz: 'kebatilan tak mendatanginya dari depan/belakang', dan penutupnya tanziilun min HAKIiMIN hamiid (INDEF diterjemahkan 'yang penuh hikmah', tanpa Maha). Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).