وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ
Dan seandainya Kami menjadikannya bacaan dalam bahasa asing, niscaya mereka akan berkata, “Mengapa tidak diperinci ayat-ayatnya? Apakah asing, padahal orang Arab?” Katakanlah, “Ia bagi orang-orang yang beriman adalah petunjuk dan penyembuh; dan orang-orang yang tidak beriman, dalam telinga mereka ada sumbat, dan ia atas mereka adalah kebutaan. Mereka itu dipanggil dari tempat yang jauh.”
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّاwa-law ja'alnaahu qur'aanan a'jamiyyandan seandainya Kami menjadikannya bacaan dalam bahasa asing
- لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُla-qaaluu law-laa fushshilat aayaatuhuniscaya mereka akan berkata, mengapa tidak diperinci ayat-ayatnya
- أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّa-a'jamiyyun wa-'arabiyyunapakah asing, padahal orang Arab
- قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌqul huwa li-lladziina aamanuu hudan wa-syifaa'unkatakanlah, ia bagi orang-orang yang beriman adalah petunjuk dan penyembuh
- وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًىwa-lladziina laa yu'minuuna fii aadzaanihim waqrun wa-huwa 'alayhim 'amandan orang-orang yang tidak beriman, dalam telinga mereka ada sumbat, dan ia atas mereka adalah kebutaan
- أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍulaa'ika yunaadawna min makaanin ba'iidinmereka itu dipanggil dari tempat yang jauh
Terjemahan per kata (30 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- جَعَلْنَاهُja'alnaahuKami menjadikannya
- قُرْآنًاqur'aananbacaan
- أَعْجَمِيًّاa'jamiyyanbahasa asing
- لَقَالُواla-qaaluusungguh mereka akan berkata
- لَوْلَاlawlaamengapa tidak
- فُصِّلَتْfushshilatdirinci
- آيَاتُهُaayaatuhutanda-tanda-Nya
- أَأَعْجَمِيٌّa-a'jamiyyunapakah bahasa asing
- وَعَرَبِيٌّwa-'arabiyyundan bahasa Arab
- قُلْqulkatakanlah
- هُوَhuwaia
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- هُدًىhudanpetunjuk
- وَشِفَاءٌwa-syifaa'undan penyembuh
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- لَاlaatidak
- يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
- فِيfiidi
- آذَانِهِمْaadzaanihimtelinga mereka
- وَقْرٌwaqrunsumbatan
- وَهُوَwa-huwadan ia
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- عَمًى'amankebutaan
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- يُنَادَوْنَyunaadawnamereka diseru
- مِنْmindari
- مَكَانٍmakaanintempat
- بَعِيدٍba'iidinyang jauh
Inti bacaan
Kata benda "kebutaan" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu (الْعَمَىٰ, l-'amaa) di 41:17 dan (عَمًى, 'aman) di 41:44, dan keduanya berhadapan dengan petunjuk.
Penjelasan pilihan kata
Syarat khayalan membuka ayat ini, yaitu (وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا, wa-law ja'alnaahu qur'aanan a'jamiyyan) yang berarti "dan seandainya Kami menjadikannya bacaan dalam bahasa asing". Kata kerja (جَعَلْنَاهُ, ja'alnaahu) berakar ج-ع-ل dan berarti "Kami menjadikannya". Susunan (جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا, ja'alnaahu qur'aanan) muncul dua kali, yaitu di 41:44 dan 43:3, dan di 43:3 bunyinya (إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا, innaa ja'alnaahu qur'aanan 'arabiyyan) yang berarti "sesungguhnya Kami menjadikannya bacaan berbahasa Arab". Kata (قُرْآنًا, qur'aanan) tanpa kata sandang muncul sepuluh kali di sembilan surah (12:2, 13:31, 17:106, 20:113, 39:28, 41:3, 41:44, 42:7, 43:3, 72:1). Enam di antaranya diikuti (عَرَبِيًّا, 'arabiyyan) di 12:2, 20:113, 39:28, 41:3, 42:7, dan 43:3, sedangkan (أَعْجَمِيًّا, a'jamiyyan) mengikutinya di 41:44 saja. Terjemahan memakai "bacaan" untuk qur'aanan tak bersandang di sini, seperti di 43:3 dan 17:106.
Kata (أَعْجَمِيًّا, a'jamiyyan) berakar ع-ج-م dan diterjemahkan "asing". Akar ini muncul empat kali di tiga ayat, yaitu di 16:103, 26:198, dan dua kali di 41:44. Di 16:103, (لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ, lisaanu lladzii yulhiduuna ilayhi a'jamiyyun) berarti "bahasa orang yang mereka tuduh itu asing", dan terjemahan memakai "asing" juga. Di 26:198, (الْأَعْجَمِينَ, l-a'jamiina) menunjuk orang, bukan bahasa, sehingga terjemahan memakai "orang non-Arab". Di 41:44 kata yang sama menyifati bacaan pada kemunculan pertama, dan berdiri sendiri pada kemunculan kedua.
Keberatan yang dikutip berbunyi (لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ, law-laa fushshilat aayaatuhu) yang berarti "mengapa tidak diperinci ayat-ayatnya". Data morfologi menandai (لَوْلَا, law-laa) di sini sebagai kata tuntutan, sedangkan di 41:45 kata dengan ejaan sama, (وَلَوْلَا كَلِمَةٌ, wa-lawlaa kalimatun), ditandai sebagai kata syarat dan berarti "andaikan tidak ada suatu ketetapan". Terjemahan membedakannya dengan "mengapa tidak" di 41:44 dan "sekiranya bukan" di 41:45. Kata (فُصِّلَتْ, fushshilat) berakar ف-ص-ل dan muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 11:1, 41:3, dan 41:44. Susunan (فُصِّلَتْ آيَاتُهُ, fushshilat aayaatuhu) muncul dua kali, keduanya di surah ini, yaitu di 41:3 dan 41:44. Di 41:3 bunyinya (كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا, kitaabun fushshilat aayaatuhu qur'aanan 'arabiyyan) yang berarti "suatu Kitab yang ayat-ayatnya diperinci sebagai bacaan dalam bahasa Arab". Terjemahan memakai "diperinci" di kedua tempat itu.
Pertanyaan berikutnya, (أَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ, a'jamiyyun wa-'arabiyyun), diawali huruf tanya a- dan berarti "apakah asing, padahal orang Arab". Pasangan serupa ada di 16:103, (أَعْجَمِيٌّ وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ, a'jamiyyun wa-haadzaa lisaanun 'arabiyyun) yang berarti "asing, padahal ini bahasa Arab", dan huruf (وَ, wa) diterjemahkan "padahal" di sana, sehingga 41:44 mengikutinya. Data morfologi menandai (عَرَبِيٌّ, 'arabiyyun) di 41:44 sebagai kata benda, berbeda dari (عَرَبِيًّا, 'arabiyyan) di 41:3 yang ditandai sebagai sifat bacaan, dan karena itu terjemahan membacanya sebagai kata benda yang menunjuk orang. Ayat ini tidak menyebut siapa orang itu, dan terjemahan tidak menambahkan "kaum" atau "kalian".
Bagian jawaban dibuka dengan (قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ, qul huwa li-lladziina aamanuu hudan wa-syifaa'un) yang berarti "katakanlah, ia bagi orang-orang yang beriman adalah petunjuk dan penyembuh". Kata (قُلْ, qul) adalah perintah, dan kata (هُوَ, huwa) menunjuk bacaan yang dibicarakan tanpa menyebut namanya lagi, sehingga terjemahan memakai "ia". Kata (شِفَاءٌ, syifaa'un) berakar ش-ف-ي dan muncul di empat ayat, yaitu 10:57, 16:69, 17:82, dan 41:44. Di 10:57, (وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ, wa-syifaa'un li-maa fii sh-shuduuri) berarti "dan penyembuh bagi apa yang terdapat dalam dada", dan terjemahan memakai "penyembuh" juga di 41:44. Pasangan (هُدًى وَشِفَاءٌ, hudan wa-syifaa'un) hanya ada di ayat ini.
Kata (وَقْرٌ, waqrun) yang berarti "sumbat" berakar و-ق-ر dan muncul enam kali di lima surah, yaitu 6:25, 17:46, 18:57, 31:7, 41:5, dan 41:44. Bentuk waqrun yang berakhiran -un muncul dua kali, keduanya di surah ini. Di 41:5, (وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ, wa-fii aadzaaninaa waqrun) berarti "dan dalam telinga kami ada sumbat", diucapkan oleh orang-orang itu sendiri, dan di 41:44, (فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ, fii aadzaanihim waqrun) berarti "dalam telinga mereka ada sumbat". Di 6:25, 17:46, dan 18:57 bentuknya (وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا, wa-fii aadzaanihim waqran), dan di ketiganya mengikuti (جَعَلْنَا, ja'alnaa) "Kami menjadikan". Di 41:44 tidak ada kata kerja semacam itu, sehingga terjemahan memakai "ada sumbat" dan tidak menambahkan pelaku. Kata ini berbeda dari wiqr, yaitu "muatan berat" di 51:2.
Kata (عَمًى, 'aman) yang berarti "kebutaan" berakar ع-م-ي. Sebagai kata benda untuk keadaan buta, kata ini muncul dua kali, yaitu (الْعَمَىٰ, l-'amaa) di 41:17 dan 'aman di 41:44. Di 41:17, (فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَىٰ عَلَى الْهُدَىٰ, fa-stahabbuu l-'amaa 'alaa l-hudaa) berarti "tetapi mereka lebih mencintai kebutaan daripada petunjuk", tentang Tsamud yang telah diberi petunjuk. Kedua kemunculan itu berhadapan dengan petunjuk, dan terjemahan memakai "kebutaan" di keduanya. Bentuk lain dari akar yang sama menunjuk orang buta, seperti (الْأَعْمَىٰ, l-a'maa) di 6:50, 13:16, 35:19, dan 40:58, sehingga kata di 41:44 dibaca sebagai keadaan.
Ayat ditutup dengan (أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ, ulaa'ika yunaadawna min makaanin ba'iidin) yang berarti "mereka itu dipanggil dari tempat yang jauh". Kata kerja (يُنَادَوْنَ, yunaadawna) berakar ن-د-ي dan berbentuk tanpa pelaku, sehingga yang memanggil tidak disebut. Bentuk ini muncul dua kali, di 40:10 dan 41:44. Frasa (مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ, min makaanin ba'iidin) muncul empat kali di tiga surah, yaitu 25:12, 34:52, 34:53, dan 41:44. Di 25:12 jarak itu menyertai penglihatan, di 34:52 usaha menggapai, dan di 34:53 pelontaran yang gaib. Lawannya, (مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ, min makaanin qariibin) "dari tempat yang dekat", muncul dua kali, yaitu di 34:51 dan 50:41. Terjemahan 41:44 memakai "dari tempat yang jauh" dan tidak menambahkan "dari mereka", karena ayat tidak menyebut jauh dari siapa.
Tafsiran
Ayat ini menjawab keberatan yang diandaikan, dan jawabannya tersusun dalam tiga gerak. Gerak pertama adalah keadaan khayalan: seandainya bacaan itu berbahasa asing, mereka akan menuntut perincian. Gerak kedua adalah perintah "Katakanlah" yang memuat dua golongan pendengar, orang yang beriman dan orang yang tidak beriman. Gerak ketiga adalah gambar jarak, tempat mereka dipanggil dari jauh. Keberatan itu sendiri tidak dibantah dengan argumen tentang bahasa. Ayat 41:44 menyebut bahwa bacaan itu menjadi petunjuk dan penyembuh bagi satu golongan, sedangkan bagi golongan lain telinga bersumbat dan kebutaan menimpa mereka.
Awal surah ini sudah membahas bahasa dan sumbat. Ayat 41:3 menyebut Kitab yang ayat-ayatnya diperinci sebagai bacaan dalam bahasa Arab bagi kaum yang mengetahui, ayat 41:4 menyebut kebanyakan mereka berpaling sehingga tidak mendengarkan, dan ayat 41:5 mencatat ucapan mereka sendiri tentang hati yang tertutup dan telinga yang bersumbat. Keberatan tentang bahasa di 41:44 tiba jauh sesudah pengakuan itu, dan urutan ini dapat dibaca sebagai penempatan sumbat lebih dulu daripada alasan. Pembacaan ini bertumpu pada urutan surah, karena ayat 41:44 tidak menyatakan hubungan sebab di antara keduanya.
Keadaan khayalan ini punya padanan di surah lain. Ayat 26:198 sampai 26:199 menyebut seandainya Kami menurunkan bacaan itu kepada sebagian orang non-Arab lalu dibacakan kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Di sana yang diuraikan adalah akibatnya, di sini yang dikutip adalah ucapannya, sehingga dua ayat itu tidak saling menggantikan. Keduanya sama-sama membayangkan bahasa yang diganti, dan tidak satu pun membayangkan penolakan yang berhenti karenanya. Ayat 16:103 memperlihatkan arah sebaliknya, yaitu tuduhan bahwa seorang manusia dengan bahasa asing mengajarkan bacaan ini, dan jawabannya menunjuk bahasa Arab yang jelas.
Ayat sesudahnya melanjutkan pembicaraan tentang kitab. Ayat 41:45 menyebut Kitab yang diberikan kepada Musa lalu diperselisihkan, tanpa menyebut bahasanya. Dapat dibaca bahwa perselisihan tentang kitab tidak bergantung pada bahasa, tetapi ayat itu sendiri tidak membahas hubungan itu. Dua ayat sesudahnya, 41:46, memakai pasangan "untuk" dan "atas" seperti ayat ini: bagi golongan yang baik dipakai (لِ, li) dan bagi golongan yang buruk dipakai (عَلَىٰ, 'alaa), sehingga akibat dua golongan dalam 41:44 berlanjut dalam bentuk tanggung jawab pribadi di 41:46.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini memuat keberatan yang disusun lebih dulu untuk keadaan yang tidak terjadi: seandainya bacaan itu berbahasa asing, mereka akan bertanya mengapa ayat-ayatnya tidak diperinci. Di 16:103 keberatan berjalan ke arah sebaliknya, yaitu tuduhan bahwa seorang manusia mengajarkannya, padahal bahasa orang yang dituduh itu asing dan bahasa bacaan ini Arab yang jelas. Dua tempat itu memuat dua alasan yang berlainan untuk menolak bacaan yang sama, dan keduanya menyangkut bahasa. Orang yang pernah menjawab satu keberatan dengan teliti, lalu mendapati keberatan baru menggantikannya, dapat memperhatikan pola itu pada lawan bicaranya dan pada dirinya sendiri. Ketika alasan yang sudah dijawab muncul lagi dalam rupa lain, apakah yang kurang jawabannya atau kesediaan menerima jawaban apa pun?
- Keberatan yang dikutip di 41:44, mengapa ayat-ayatnya tidak diperinci, memakai kalimat yang sama dengan pembukaan surah, tempat Kitab disebut yang ayat-ayatnya diperinci sebagai bacaan dalam bahasa Arab di 41:3. Tuntutan itu karena itu sudah terjawab di awal surah yang sama sebelum diucapkan. Ayat 41:44 tidak menjawab dengan menambah uraian, tetapi dengan satu pernyataan tentang dua golongan pendengar. Orang yang pernah meminta penjelasan atas hal yang sudah dijelaskan dapat memeriksa permintaannya sendiri: apakah uraian itu belum ada, atau sudah ada dan belum dibaca? Apa yang berubah pada sebuah pertanyaan bila jawabannya ternyata sudah tertulis di awal surah yang sama?
- Pernyataan yang diperintahkan untuk diucapkan menyebut satu bacaan dengan dua akibat. Bagi orang yang beriman bacaan itu petunjuk dan penyembuh, dan bagi orang yang tidak beriman telinga mereka bersumbat. Teks yang sama dan keadaan pendengar yang berbeda menghasilkan dua hal yang berlawanan. Dua ayat kemudian pola serupa muncul lagi di 41:46: siapa yang mengerjakan amal saleh, hasilnya untuk dirinya, siapa yang berbuat jahat, hasilnya atas dirinya, dan Tuhanmu sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba. Dua orang dapat duduk di ruangan yang sama dan mendengar kalimat yang sama, lalu pulang membawa dua hal yang berbeda. Apa yang sudah ada di telinga seseorang sebelum sebuah bacaan mulai dibacakan?
- Di 41:5 orang-orang itu sendiri berkata bahwa hati mereka dalam tutupan dan dalam telinga mereka ada sumbat, dan 41:44 menyebut sumbat yang sama sebagai keadaan mereka. Pengakuan itu tertulis jauh di depan keberatan tentang bahasa, sehingga urutan surah ini menaruh sumbat lebih dulu daripada alasan. Alasan yang terdengar masuk akal, seperti tuntutan agar bacaan lebih jelas, dapat datang sesudah telinga ditutup dan tidak sebelumnya. Orang yang meninjau penolakan yang pernah diucapkannya dapat menimbang urutan di dalam dirinya sendiri, apakah alasan itu lahir lebih dulu atau keputusan untuk menolak. Mana dari keduanya yang datang pertama dalam penolakan terakhir yang teringat olehnya?
- Orang-orang yang tidak beriman itu dipanggil dari tempat yang jauh, dan ayat tidak menyebut jauh dari siapa. Di 50:41 penyeru memanggil dari tempat yang dekat, sehingga jarak panggilan dituliskan dengan dua ukuran di dua surah yang berbeda konteksnya. Kata kerja yang sama di 40:10 juga tanpa penyeru, dan isi seruannya menyebut kemurkaan Allah. Seseorang yang pernah merasa nasihat datang dari tempat yang jauh, padahal pengucapnya duduk di sebelahnya, dapat bertanya, siapa yang sebenarnya bergeser?
- Bagi orang yang beriman bacaan itu disebut penyembuh. Di 10:57 kata yang sama dipakai untuk penyembuh bagi apa yang terdapat dalam dada, dan di ayat itu dikatakan telah datang pelajaran dari Tuhan kalian. Penyembuh bekerja pada sesuatu yang sakit, sehingga kata ini mengandaikan ada bagian dari pembaca yang memang perlu disembuhkan. Pembaca yang datang sebagai penilai mungkin tidak merasa sedang sakit, sehingga kata penyembuh tidak terasa menyentuhnya. Bagian mana dalam dada seseorang yang pernah terasa lebih ringan setelah mendengar sebuah bacaan, dan apakah ia datang sebagai orang yang sakit atau sebagai penilai?