مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ
Siapa yang mengerjakan amal saleh, maka untuk dirinya sendiri; dan siapa yang berbuat jahat, maka atas dirinya sendiri; dan Tuhanmu sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِman 'amila shaalihan fa-li-nafsihisiapa yang mengerjakan amal saleh, maka untuk dirinya sendiri
- وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَاwa-man asaa'a fa-'alayhaadan siapa yang berbuat jahat, maka atas dirinya sendiri
- وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِwa-maa rabbuka bi-zhallaamin li-l-'abiididan Tuhanmu sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba
Terjemahan per kata (11 kata)
- مَنْmanorang yang
- عَمِلَ'amilaberamal
- صَالِحًاshaalihankebajikan
- فَلِنَفْسِهِfa-li-nafsihimaka untuk dirinya
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- أَسَاءَasaa'aberbuat buruk
- فَعَلَيْهَاfa-'alayhaamaka atasnya
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- رَبُّكَrabbukaTuhanmu
- بِظَلَّامٍbi-zhallaaminyang menzalimi
- لِلْعَبِيدِli-l-'abiidibagi para hamba
Inti bacaan
Prinsip akuntabilitas personal murni: 'siapa yang mengerjakan amal saleh, untuk dirinya sendiri; siapa yang berbuat jahat, atas dirinya sendiri', konsekuensi sepenuhnya kembali kepada pelaku, ditutup jaminan 'Tuhanmu sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya'.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '-Nya' setelah 'hamba-hamba' tidak dipakai: 'al-abiidi' berartikel definit generik, konsisten terjemahan tanpa '-Nya' di 40:31/40:44/40:48.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan prinsip tanggung jawab pribadi mutlak: setiap perbuatan kembali sepenuhnya kepada pelakunya, tanpa kezaliman sedikit pun dari Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai dua kata depan yang berbeda: untuk dirinya, dan atas dirinya. Tak sejajar. Yang baik jadi bekal, yang buruk jadi beban.
- Dua arah disebut, dan keduanya kembali ke pelakunya. Tak ada yang ke luar. Perbuatan digambarkan sebagai lingkaran yang menutup pada dirinya sendiri.
- Allah menutup dengan Dia sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba. Sesudah bicara pertanggungjawaban. Yang menghitung menyatakan sendiri bahwa hitungannya tak curang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar '-m-l, s-l-h, n-f-s, s-w-a, r-b-b, zh-l-m, '-b-d): man amila saalihan fa-li-nafsihi wa man asaa'a fa-'alayhaa diterjemahkan 'siapa beramal saleh untuk dirinya, siapa berbuat jahat atas dirinya' (akar '-m-l + akar s-l-h + akar n-f-s, tanggung jawab pribadi, cf. 39:41, 45:15); maa rabbuka bi-zhallaam lil-'abiid diterjemahkan 'Tuhanmu tak menzalimi hamba' (akar zh-l-m bentuk intensif + akar '-b-d, teodisi, cf. 3:182, 22:10, 41:46). Selaras.