وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَدْعُونَ مِنْ قَبْلُ ۖ وَظَنُّوا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ

Dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka seru, dan mereka menyangka tidak ada tempat pelarian bagi mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَدْعُونَ مِنْ قَبْلُwa-dhalla 'anhum maa kaanuu yad'uuna min qabludan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka seru
  2. وَظَنُّوا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍwa-zhannuu maa lahum min mahiishindan mereka menyangka tidak ada tempat pelarian bagi mereka

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَضَلَّwa-dhalladan lenyaplah
  2. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  3. مَاmaaapa yang
  4. كَانُواkaanuumereka selalu
  5. يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
  6. مِنْmindari
  7. قَبْلُqablusebelumnya
  8. وَظَنُّواwa-zhannuudan mereka mengira
  9. مَاmaatidaklah
  10. لَهُمْlahumbagi mereka
  11. مِنْmindari
  12. مَحِيصٍmahiishintempat lari

Inti bacaan

Rangkaian (وَضَلَّ عَنْهُمْ, wa-dhalla 'anhum) muncul tujuh kali di Al-Qur'an (6:24, 7:53, 10:30, 11:21, 16:87, 28:75, 41:48), dan 41:48 menyambungnya dengan (مَا كَانُوا يَدْعُونَ, maa kaanuu yad'uuna), berbeda dari enam ayat lain yang menyambungnya dengan (مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ, maa kaanuu yaftaruuna).

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (وَضَلَّ عَنْهُمْ, wa-dhalla 'anhum) membuka ayat ini dan berarti "dan lenyaplah dari mereka". Kata kerja (ضَلَّ, dhalla) berakar ض-ل-ل, dan (عَنْهُمْ, 'anhum) berarti "dari mereka". Rangkaian itu muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 6:24, 7:53, 10:30, 11:21, 16:87, 28:75, dan 41:48. Di enam yang pertama kata kerja itu disambung (مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ, maa kaanuu yaftaruuna) yang berarti "apa yang dahulu mereka ada-adakan", dan di 41:48 disambung (مَا كَانُوا يَدْعُونَ, maa kaanuu yad'uuna) yang berarti "apa yang dahulu mereka seru". Terjemahan memakai "lenyaplah" di ketujuh tempat itu. Apa yang disebut sesudahnya menjadi pokok kalimat, dan ayat tidak menyebut siapa yang melenyapkannya. Bentuk jamak (ضَلُّوا عَنَّا, dhalluu 'annaa) yang berarti "mereka telah lenyap dari kami" muncul dua kali, yaitu di 7:37 dan 40:74. Di keduanya kalimat itu diucapkan oleh orang-orang yang ditanya di mana apa yang dahulu mereka seru, (أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُونَ, ayna maa kuntum tad'uuna) di 7:37, atau apa yang dahulu mereka sekutukan, (أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تُشْرِكُونَ, ayna maa kuntum tusyrikuuna) di 40:73. Di 41:48 lenyapnya diceritakan sebagai kejadian dan tidak diucapkan oleh mereka.

Kata kerja (يَدْعُونَ, yad'uuna) berakar د-ع-و dan berarti "mereka seru". Bersama (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka dahulu", kata kerja itu menunjuk kebiasaan di masa lalu, dan (مِنْ قَبْلُ, min qablu) yang berarti "sebelumnya" menaruh masa itu di belakang. Rangkaian (يَدْعُونَ مِنْ قَبْلُ, yad'uuna min qablu) ada di 41:48 saja. Rangkaian terdekat ada di 40:74, (لَمْ نَكُنْ نَدْعُو مِنْ قَبْلُ شَيْئًا, lam nakun nad'uu min qablu syay'an) yang berarti "dahulu kami tidak pernah menyeru sesuatu pun", diucapkan oleh orang-orang yang menjawab dengan dhalluu 'annaa. Di 7:37 apa yang diseru disertai (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) yang berarti "selain Allah", dan di 40:73 sampai 40:74 apa yang disekutukan disertai keterangan yang sama. Ayat 41:48 tidak memuat keterangan itu, sehingga terjemahan tidak menambahkan "sekutu" atau "selain Allah".

Kata kerja (ظَنُّوا, zhannuu) berakar ظ-ن-ن, dan dengan huruf wa- di depannya, (وَظَنُّوا, wa-zhannuu) berarti "dan mereka menyangka". Rangkaian (وَظَنُّوا, wa-zhannuu) muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 7:171, 9:118, 10:22, 12:110, 28:39, 41:48, dan 59:2. Sangkaan di 41:48 berbunyi (مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ, maa lahum min mahiishin) yang berarti "tidak ada tempat pelarian bagi mereka". Kalimat yang sama muncul di 42:35 tanpa kata sangkaan, (وَيَعْلَمَ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِنَا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ, wa-ya'lama lladziina yujaadiluuna fii aayaatinaa maa lahum min mahiishin) yang berarti "dan agar orang-orang yang membantah tanda-tanda Kami mengetahui bahwa tidak ada bagi mereka tempat pelarian". Kata kerja di 42:35 adalah (يَعْلَمَ, ya'lama) yang berarti "mengetahui", dan kata kerja di 41:48 adalah zhannuu, "menyangka", sehingga terjemahan membedakan keduanya. Ayat 41:48 tidak memutuskan apakah sangkaan itu keliru atau tepat.

Kata (مَحِيصٍ, mahiishin) berakar ح-ي-ص dan berarti "tempat pelarian". Kata ini muncul empat kali, yaitu di 14:21, 41:48, 42:35, dan 50:36, dan bentuk (مَحِيصًا, mahiishan) muncul sekali di 4:121. Di 14:21, (مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ, maa lanaa min mahiishin) yang berarti "tidak ada bagi kami tempat pelarian" diucapkan oleh orang-orang yang dahulu menyombongkan diri. Di 50:36, (فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ, fa-naqqabuu fii l-bilaadi hal min mahiishin) berarti "lalu mereka menjelajah ke berbagai negeri. Adakah tempat pelarian?", tentang generasi yang dibinasakan sebelum mereka. Terjemahan 41:48 memakai "tempat pelarian" seperti di 14:21 dan 50:36. Susunan (مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ, maa lahum min mahiishin) muncul dua kali, yaitu di 41:48 dan 42:35.

Tafsiran

Ayat ini menaruh dua kehilangan berdampingan, yaitu hilangnya apa yang dahulu diseru dan hilangnya jalan untuk lari. Kehilangan pertama dinyatakan sebagai kenyataan dengan kata kerja (ضَلَّ, dhalla), sedangkan kehilangan kedua dinyatakan sebagai sangkaan dengan kata kerja (ظَنُّوا, zhannuu). Perbedaan kata kerja itu menaruh dua tingkat kepastian dalam satu ayat: yang pertama ditulis sebagai kejadian, yang kedua ditulis sebagai isi pikiran mereka.

Ayat 41:47 berakhir dengan jawaban (مَا مِنَّا مِنْ شَهِيدٍ, maa minnaa min syahiidin) yang berarti "tidak ada seorang pun di antara kami yang bersaksi", dan 41:48 melanjutkannya dengan huruf wa- tanpa kata penghubung lain. Karena 41:47 menanyakan sekutu-sekutu dan 41:48 menyebut apa yang dahulu diseru, urutan itu memungkinkan pembacaan bahwa yang lenyap adalah sekutu-sekutu yang ditanyakan. Ayat 41:48 sendiri tidak menyebut objek seruan itu.

Rangkaian pertanyaan lalu lenyap juga muncul di 7:37 dan di 40:73 sampai 40:74. Di sana orang-orang yang ditanya sendiri menjawab dhalluu 'annaa, dan di 7:37 mereka lalu (وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ, wa-syahiduu 'alaa anfusihim) yang berarti "dan menjadi saksi atas diri mereka sendiri". Di 41:47 sampai 41:48 jawaban mereka berbeda, dan lenyapnya apa yang diseru ditulis dalam suara pencerita, tidak dalam ucapan mereka. Kelanjutannya pun berbeda: sangkaan tentang jalan lari di 41:48 menggantikan kesaksian atas diri sendiri di 7:37. Ketiga adegan tidak disamakan, karena 7:37 menyebut utusan-utusan yang datang kepada mereka, sedangkan 41:47 menyebut seruan pada suatu hari.

Ayat 41:49 berpindah ke manusia yang tidak jemu (مِنْ دُعَاءِ الْخَيْرِ, min du'aa'i l-khayri) yang berarti "dari memohon kebaikan". Kata du'aa' berakar د-ع-و, sama dengan yad'uuna di 41:48, sehingga dua ayat berurutan memuat akar yang sama, satu untuk seruan yang lenyap dan satu untuk permohonan yang tidak membuat manusia jemu. Ayat 41:49 tidak menyebut kepada siapa permohonan itu ditujukan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 41:48 menyatakan bahwa apa yang dahulu diseru telah lenyap dari mereka, dan kata dahulu menaruh seruan itu di masa yang sudah lewat. Ayat sebelumnya mencatat pertanyaan Allah tentang sekutu-sekutu-Nya, sehingga lenyapnya apa yang diseru tertulis sesudah pertanyaan itu diajukan. Pembaca yang menimbang kepada siapa atau kepada apa dirinya biasa berseru ketika terdesak dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menilai satu per satu benda yang diseru, dan menunjuk saat benda itu tidak lagi ada. Pada saat pertanyaan seperti itu diajukan kepada pembaca, apa yang masih akan ada di tangannya dari semua yang biasa diserunya?
  • Jalan lari yang tertutup ditulis di sini sebagai sesuatu yang mereka sangka, dan di 42:35 kalimat yang sama ditulis sebagai sesuatu yang diketahui. Perbedaan kata kerja itu menunjukkan bahwa kesimpulan yang sama dapat dipegang pada dua tingkat, sebagai dugaan atau sebagai pengetahuan. Pembaca dapat memeriksa kesimpulan besar dalam hidupnya yang sampai sekarang masih berupa dugaan dan belum pernah diuji, misalnya anggapan bahwa suatu keadaan tidak mungkin berubah. Kesimpulan mana yang diperlakukannya seperti pengetahuan padahal belum pernah diuji, dan apa yang akan terjadi pada kesimpulan itu bila diuji?
  • Kata tempat pelarian dipakai di 50:36 untuk generasi yang lebih kuat dan yang menjelajah negeri-negeri, dan di 14:21 untuk orang-orang yang sudah berkumpul menghadap Allah. Di 41:48 kata itu muncul sebagai sesuatu yang dianggap tidak ada. Pembaca yang menyiapkan jalan keluar untuk berbagai kemungkinan dapat memperhatikan bahwa ketiga ayat itu menaruh pencarian jalan lari di ujung cerita. Jalan keluar apa yang sedang disiapkan pembaca sekarang, dan untuk menghadapi apa?
  • Di 18:52 dan 28:64 sekutu-sekutu diseru lalu tidak menyambut, sedangkan di 41:48 apa yang dahulu diseru lenyap dari penyerunya. Tidak menjawab dan tidak ada lagi adalah dua keadaan yang berbeda: yang pertama masih menyisakan sosok untuk diseru, yang kedua tidak. Pembaca yang pernah memanggil seseorang atau sesuatu yang tidak membalas dapat memperhatikan bahwa harapan masih bisa bertahan selama yang dipanggil masih ada di tempatnya. Apakah panggilan yang dikirim pembaca hari ini masih menuju sesuatu yang ada di tempatnya?
  • Di 40:74 orang-orang yang ditanya berkata bahwa dahulu mereka tidak pernah menyeru sesuatu pun, sedangkan 41:48 menyebut apa yang dahulu mereka seru. Dua ayat itu berasal dari dua surah dan dua adegan, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi 41:48 menyimpan catatan pencerita tentang masa lalu. Pembaca dapat menimbang bahwa cerita seseorang tentang masa lalunya sendiri dan catatan pihak lain tentang masa yang sama dapat berbeda. Dalam urusan yang paling ingin dilupakannya, cerita mana yang lebih dulu dipercayainya, ceritanya sendiri atau catatan itu?
  • Di 7:37 orang-orang yang menjawab dhalluu 'annaa, sesudah ditanya tentang apa yang mereka seru selain Allah, lalu menjadi saksi atas diri mereka sendiri, sedangkan di 41:48 sangkaan tentang jalan lari menyusul lenyapnya apa yang diseru. Dua adegan itu tidak sama, tetapi keduanya memuat saat ketika apa yang diseru tidak ada dan penilaian mereka sendiri tinggal sebagai sisa, entah berupa kesaksian atau sangkaan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa penilaian tentang diri sendiri paling jelas terdengar ketika semua yang lain sudah diam. Bila semua yang dahulu diserunya tidak lagi ada, penilaian apa tentang dirinya yang akan tinggal padanya?