وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ

Dan apabila Kami menganugerahkan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; dan apabila keburukan menyentuhnya, maka, ia banyak berdoa.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِwa-idzaa an'amnaa 'alaa l-insaani a'radha wa-na'aa bi-jaanibihidan apabila Kami menganugerahkan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri
  2. وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍwa-idzaa massahu sy-syarru fa-dzuu du'aa'in 'ariidhindan apabila keburukan menyentuhnya, maka, ia banyak berdoa

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. أَنْعَمْنَاan'amnaaKami memberi nikmat
  3. عَلَى'alaaatas
  4. الْإِنْسَانِl-insaanimanusia
  5. أَعْرَضَa'radhaberpaling
  6. وَنَأَىٰwa-na'aadan menjauh
  7. بِجَانِبِهِbi-jaanibihike samping
  8. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  9. مَسَّهُmassahumenyentuhnya
  10. الشَّرُّsy-syarrukeburukan
  11. فَذُوfa-dzuumaka pemilik
  12. دُعَاءٍdu'aa'indoa
  13. عَرِيضٍ'ariidhinyang panjang

Inti bacaan

Pola berpaling saat nikmat, berdoa panjang saat kesulitan, ketidakseimbangan yang sama diulang dengan penekanan berbeda: menjauh saat senang, mendekat hanya saat butuh.

Tafsiran

Ayat ini mengulang tema ketimpangan watak manusia dari sudut berbeda: berpaling saat berkecukupan, namun banyak berdoa saat kesusahan.

Renungan dan Hikmah

  • Dua keadaan disandingkan Allah dalam satu kalimat. Diberi nikmat, berpaling. Disentuh keburukan, berdoa.
  • Yang menyentuh disebut keburukan, yang diberikan disebut nikmat. Yang satu menyentuh. Yang lain dianugerahkan.
  • Kata banyak berdoa dipakai Allah untuk yang kesusahan. Bukan berdoa. Banyak berdoa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-'-m, a-n-s, '-r-d, n-a-y, j-n-b, m-s-s, sh-r-r, d-'-w): an'amnaa diterjemahkan 'menganugerahkan nikmat' (akar n-'-m); a'rada wa na'aa bi-jaanibihi diterjemahkan 'berpaling & menjauhkan diri' (akar '-r-d + akar n-'-y); dhuu du'aa' ariid diterjemahkan 'banyak berdoa (doa yang panjang)' (akar d-'-w, da'aa; manusia menyeru Allah HANYA saat susah, cf. 39:8, 10:12). gloss '(tidak mensyukuri nikmat-Nya)/(dari Allah dengan sombong)' dibuang.