قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ثُمَّ كَفَرْتُمْ بِهِ مَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ هُوَ فِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ
Katakanlah, “Bagaimana pendapat kalian, jika ia dari sisi Allah, kemudian kalian kufur terhadapnya, siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berada dalam perpecahan yang jauh?”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْqulkatakanlah
- أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ثُمَّ كَفَرْتُمْ بِهِa-ra'aytum in kaana min 'indi llaahi tsumma kafartum bihibagaimana pendapat kalian, jika ia dari sisi Allah, kemudian kalian kufur terhadapnya
- مَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ هُوَ فِي شِقَاقٍ بَعِيدٍman adhallu mimman huwa fii syiqaaqin ba'iidinsiapakah yang lebih sesat daripada orang yang berada dalam perpecahan yang jauh
Terjemahan per kata (17 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- أَرَأَيْتُمْa-ra'aytumapakah kalian melihat
- إِنْinjika
- كَانَkaanaadalah
- مِنْmindari
- عِنْدِ'indisisi
- اللَّهِllaahiAllah
- ثُمَّtsummakemudian
- كَفَرْتُمْkafartumkalian kufur
- بِهِbihipadanya
- مَنْmanorang yang
- أَضَلُّadhallulebih sesat
- مِمَّنْmimmandari orang yang
- هُوَhuwaia
- فِيfiidalam
- شِقَاقٍsyiqaaqinperselisihan
- بَعِيدٍba'iidinyang jauh
Inti bacaan
Tantangan retoris 'jika ia dari sisi Allah, kemudian kalian mengingkarinya, siapakah yang lebih sesat?', konsekuensi berat dari menolak sesuatu yang mungkin benar-benar berasal dari sumber otoritatif.
Tafsiran
Ayat ini menantang secara logis: jika wahyu ini benar dari Allah, penolakan terhadapnya adalah bentuk kesesatan paling jauh.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh mengajukan pengandaian, bukan bantahan. Bagaimana kalau. Ia memang dari sisi Allah.
- Yang diminta menimbang risikonya, bukan buktinya. Bukan apakah benar. Bagaimana kalau ternyata benar.
- Keadaan mereka disebut Allah perpecahan yang jauh. Bukan sekadar salah. Sudah terlalu jauh terpisah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-a-y, k-w-n, '-n-d, a-l-h, k-f-r, d-l-l, sh-q-q, b-'-d): ra'aytum in kaana min ind allaah thumma kafartum bihi diterjemahkan 'bagaimana jika ia dari sisi Allah lalu kalian mengingkarinya' (akar r-'-y + akar k-f-r, tantangan reflektif: pertaruhan menolak wahyu); man adall diterjemahkan 'siapa lebih sesat' (akar d-l-l 78); shiqaaq ba'iid diterjemahkan 'perpecahan yang jauh' (akar sh-q-q + akar b-'-d). gloss '(Nabi Muhammad)/(Al-Qur'an)/(dari kebenaran)' dibuang.