سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa ia adalah kebenaran. Tidakkah cukup bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّsa-nuriihim aayaatinaa fii l-aafaaqi wa-fii anfusihim hattaa yatabayyana lahum annahu l-haqquKami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa ia adalah kebenaran
- أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌa-wa-lam yakfi bi-rabbika annahu 'alaa kulli syay'in syahiiduntidakkah cukup bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu
Terjemahan per kata (19 kata)
- سَنُرِيهِمْsa-nuriihimKami akan memperlihatkan kepada mereka
- آيَاتِنَاaayaatinaatanda-tanda Kami
- فِيfiidi
- الْآفَاقِl-aafaaqiufuk-ufuk
- وَفِيwa-fiidan pada
- أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
- حَتَّىٰhattaasampai
- يَتَبَيَّنَyatabayyanamenjadi jelas
- لَهُمْlahumkepada mereka
- أَنَّهُannahubahwa ia
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
- يَكْفِyakficukup
- بِرَبِّكَbi-rabbikakepada Tuhanmu
- أَنَّهُannahubahwa ia
- عَلَىٰ'alaaatas
- كُلِّkullisegala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- شَهِيدٌsyahiidunmenyaksikan
Inti bacaan
Kata (الْآفَاقِ, l-aafaaqi) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 41:53, sedangkan bentuk tunggalnya (الْأُفُقِ, l-ufuqi) muncul dua kali, di 53:7 dan 81:23.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (سَنُرِيهِمْ, sa-nuriihim) yang berarti "Kami akan memperlihatkan kepada mereka". Awalan (سَ, sa) menandai masa depan, dan kata kerjanya berakar ر-أ-ي dalam bentuk yang membuat orang lain melihat. Bentuk persis sa-nuriihim hanya muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 41:53. Kata kerja dari akar yang sama, dengan awalan sa dan tanda-tanda sebagai sasarannya, terdapat di tiga ayat, yaitu 21:37, 27:93, dan 41:53. Di 21:37 kata kerja itu diikuti (آيَاتِي, aayaatii) yang berarti "tanda-tanda-Ku", sehingga terbaca "Aku akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda-Ku", dan di 27:93 bunyinya (سَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ, sa-yuriikum aayaatihi) yang berarti "Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda-Nya". Dua ayat itu menyapa kalian, sedangkan 41:53 menyebut mereka. Ayat 21:37 menaruh janji itu sesudah pernyataan bahwa manusia diciptakan tergesa-gesa, lalu menyusulkan (فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ, fa-laa tasta'jiluuni) yang berarti "maka janganlah kalian meminta-Ku menyegerakannya".
Kata (الْآفَاقِ, l-aafaaqi) hanya muncul di 41:53. Bentuk tunggalnya terdapat di 53:7, (بِالْأُفُقِ الْأَعْلَىٰ, bi-l-ufuqi l-a'laa) yang berarti "di ufuk yang tertinggi", dan di 81:23, (بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ, bi-l-ufuqi l-mubiini) yang berarti "di ufuk yang terang". Akar ا-ف-ق dengan demikian terdapat di tiga ayat, dan terjemahan memakai "ufuk" di dua ayat yang tunggal. Untuk bentuk jamak di 41:53 terjemahan memakai "segenap penjuru", karena jamak menunjuk beberapa ufuk sekaligus, sehingga yang terbaca adalah semua arah di sekeliling pendengar.
Susunan (فِي أَنْفُسِهِمْ, fii anfusihim) muncul di sembilan ayat, yaitu 3:154, 4:63, 4:65, 5:52, 11:31, 25:21, 30:8, 41:53, dan 58:8. Di sembilan ayat itu diri menjadi tempat bagi hal yang berbeda-beda. Di 30:8, (أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ, a-wa-lam yatafakkaruu fii anfusihim) yang berarti "apakah mereka tidak berpikir tentang diri mereka", diri menjadi tempat berpikir. Di 41:53 diri menjadi tempat tanda diperlihatkan. Pasangan tempat jauh dan tempat dekat ada pula di 51:20 sampai 51:21: tanda-tanda disebut berada di bumi, lalu (وَفِي أَنْفُسِكُمْ, wa-fii anfusikum) yang berarti "dan pada diri kalian sendiri" disusul pertanyaan apakah kalian tidak memperhatikan.
Susunan (حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ, hattaa yatabayyana) yang berarti "sehingga jelas" terdapat di tiga ayat, yaitu 2:187, 9:43, dan 41:53. Kata kerja yatabayyana berakar ب-ي-ن dan berarti menjadi jelas. Di 2:187 benang putih menjadi jelas dari benang hitam, dan di 9:43 orang-orang yang berkata jujur menjadi jelas bagi yang diajak bicara. Dalam tiga ayat itu kata hattaa menandai batas, yaitu sesuatu berlangsung sampai kejelasan tiba. Di 41:53 kejelasan itu (لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ, lahum annahu l-haqqu) yang berarti "bagi mereka bahwa ia adalah kebenaran". Susunan (أَنَّهُ الْحَقُّ, annahu l-haqqu) muncul di empat ayat, yaitu 2:26, 2:144, 22:54, dan 41:53. Di tiga ayat yang lain kata kerjanya mengetahui, seperti (فَيَعْلَمُونَ, fa-ya'lamuuna) di 2:26, dan susunan itu disambung (مِنْ رَبِّهِمْ, min rabbihim) yang berarti "dari Tuhan mereka" atau, di 22:54, "dari Tuhanmu". Di 41:53 kata kerjanya menjadi jelas, dan tidak ada sambungan dari Tuhan.
Susunan (أَوَلَمْ يَكْفِ, a-wa-lam yakfi) yang berarti "tidakkah cukup" muncul di dua ayat, yaitu 29:51 dan 41:53. Di 29:51 bentuknya (أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ, a-wa-lam yakfihim) yang berarti "tidak cukupkah bagi mereka", dan pertanyaan itu menanyakan kecukupan Kitab yang diturunkan dan dibacakan kepada mereka. Di 41:53 pertanyaan itu menanyakan kecukupan Tuhanmu sebagai saksi. Frasa (عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ, 'alaa kulli syay'in syahiidun) yang berarti "menjadi saksi atas segala sesuatu" muncul di enam ayat, yaitu 5:117, 22:17, 34:47, 41:53, 58:6, dan 85:9. Di 22:17 frasa itu mengikuti pernyataan bahwa Allah akan memutuskan di antara berbagai golongan pada hari Kiamat, dan di 58:6 frasa itu mengikuti pernyataan bahwa Allah menghitung apa yang telah mereka kerjakan sedangkan mereka melupakannya.
Tafsiran
Ayat ini terdiri dari sebuah janji dan sebuah pertanyaan. Janjinya menyebut dua tempat tanda akan diperlihatkan, yaitu penjuru dan diri, dengan satu batas yang ditandai oleh (حَتَّىٰ, hattaa) yang berarti "sehingga", yaitu jelasnya kebenaran bagi mereka. Pertanyaannya menyapa langsung lewat (بِرَبِّكَ, bi-rabbika) yang berarti "Tuhanmu", sehingga ayat ini bergeser dari mereka di bagian janji ke engkau di bagian pertanyaan.
Janji itu tertulis dalam bentuk masa depan, dan ayat tidak menyebut kapan atau bagaimana tanda-tanda itu diperlihatkan, maupun tanda apa saja yang dimaksud. Ayat 41:37 dan 41:39 sudah menyebut tanda-tanda yang ada di sekitar pendengarnya, yaitu malam, siang, matahari, bulan, dan bumi yang kering lalu bergerak ketika air diturunkan. Dengan itu janji di 41:53 dapat dibaca sebagai tambahan bagi tanda yang sudah ada.
Dalam urutan surah, 41:49 dan 41:51 menggambarkan manusia, sedangkan 41:52 mengajukan pengandaian yang belum dijawab. Ayat 41:53 meletakkan kejelasan pada tanda-tanda yang akan diperlihatkan. Ayat 41:54 kemudian melukiskan mereka yang (فِي مِرْيَةٍ, fii miryatin) yang berarti "dalam keraguan", sehingga janji kejelasan di 41:53 dan keraguan di 41:54 berdampingan: sebelum tanda-tanda sampai, mereka berada dalam keraguan, dan ayat menjanjikan saat keraguan itu diganti kejelasan.
Renungan dan Hikmah
- Janji di 41:53 menaruh tanda di dua tempat, di penjuru yang jauh dan pada diri yang dekat. Ayat 51:20 dan 51:21 memuat pasangan yang mirip, tanda-tanda di bumi lalu pada diri sendiri, disusul pertanyaan apakah kalian tidak memperhatikan. Orang yang mencari bukti dapat memeriksa ke arah mana pandangannya tertuju lebih dulu, ke penjuru atau ke diri sendiri, dan ayat ini tidak menyuruh memilih salah satunya. Pencarian yang selalu mengarah keluar dapat melewatkan tempat kedua, dan pencarian yang selalu mengarah ke dalam dapat melewatkan tempat pertama. Apakah tempat yang paling dekat juga paling jarang diperiksanya?
- Dengan kata hattaa, ayat ini menaruh kejelasan di ujung sebuah proses, sehingga ada masa ketika sesuatu belum jelas bagi mereka. Di 2:187 dan 9:43 kata yang sama dipakai untuk saat sesuatu menjadi terang sesudah berlangsung lebih dulu. Orang yang sedang berada di masa belum jelas dapat membedakan dua keadaan: menunggu kejelasan sambil terus memandang, dan menutup perkara sebelum kejelasan tiba. Pada urusan apa dalam hidupnya kejelasan belum datang, dan apa yang dikerjakannya selama menunggu?
- Ayat 21:37 menaruh janji serupa, memperlihatkan tanda-tanda, tepat sesudah menyebut manusia diciptakan tergesa-gesa, lalu melarang meminta-Ku menyegerakannya. Dua ayat dari surah berbeda itu tidak saling menafsirkan, tetapi keduanya menulis janji tanda tanpa tanggal. Dia yang berjanji di 21:37 menyebut diri-Nya dengan kata Aku dan meminta agar tidak didesak. Orang yang tidak sabar menunggu bukti dapat membandingkan kesabarannya dengan bentuk janji yang dipilih ayat-ayat itu, yaitu akan diperlihatkan tanpa penentuan waktu. Seberapa sering sebuah jawaban didesak padahal waktunya tidak pernah dijanjikan?
- Di 29:51 pertanyaan tidakkah cukup menanyakan kecukupan Kitab yang dibacakan, dan di 41:53 menanyakan kecukupan Tuhanmu sebagai saksi atas segala sesuatu. Kedua pertanyaan tidak dijawab di dalam ayatnya sendiri. Orang yang menimbang bukti dapat memeriksa ukuran cukup yang dipakainya, yaitu seberapa banyak bukti yang dibutuhkan sebelum sebuah perkara dianggap selesai. Ukuran itu dapat diperiksa dari ujung yang berlawanan juga: adakah kesaksian yang menurutnya terlalu besar untuk dianggap cukup, atau terlalu dekat untuk dianggap bukti, dan pernahkah ukuran cukup itu berubah ketika buktinya tidak sesuai dengan keinginannya?
- Di 58:6 frasa atas segala sesuatu menjadi saksi mengikuti pernyataan bahwa Allah menghitung apa yang telah mereka kerjakan sedangkan mereka melupakannya. Dengan 58:6 di samping 41:53, segala sesuatu yang disaksikan Tuhanmu dapat mencakup hal yang sudah terlupa oleh pelakunya, sehingga jangkauan kesaksian itu tidak bergantung pada ingatan pelakunya. Ayat 41:53 sendiri tidak merinci isi segala sesuatu itu. Daftar hal yang terlupa tidak dapat ditulis oleh orang yang melupakannya, dan menurut 58:6 penghitungnya berada di pihak lain. Apa dalam hidup seseorang yang sudah terlupa tetapi tetap termasuk segala sesuatu itu?
- Tanda-tanda di 41:37 dan 41:39 sudah ada di sekitar pendengar surah ini, yaitu malam, siang, matahari, bulan, dan bumi yang bergerak ketika air diturunkan. Janji di 41:53 menyebut tanda-tanda Kami yang akan diperlihatkan, dan orang dapat bertanya apakah tanda yang sudah ada pernah terlihat sebagai tanda atau hanya sebagai latar. Tanda yang terlalu sering terlihat dapat berhenti diperhatikan, seperti dinding rumah sendiri. Ayat 41:37 menyebut malam, siang, matahari, dan bulan itu sebagai tanda-tanda-Nya. Tanda mana di sekitarnya yang telah berhenti diperhatikan karena terlalu sering terlihat?