سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa ia adalah kebenaran. Tidakkah cukup bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّsa-nuriihim aayaatinaa fii l-aafaaqi wa-fii anfusihim hattaa yatabayyana lahum annahu l-haqquKami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa ia adalah kebenaran
  2. أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌa-wa-lam yakfi bi-rabbika annahu alaa kulli shay'in shahiiduntidakkah cukup bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'We will show them Our proofs in the horizons, and in themselves, until it becomes clear to them that it is the truth. Does it not suffice concerning thy Lord that He is witness to all things?'

Aplikasi

Ayat kunci tentang bukti ganda: 'Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri'. Konkretnya: dua sumber bukti (alam eksternal dan pengalaman internal diri sendiri) saling melengkapi untuk menjelaskan kebenaran, mendorong pengamatan terhadap dunia luar SEKALIGUS refleksi ke dalam diri sebagai dua jalur pembuktian yang berjalan bersamaan, bukan hanya salah satu.