أَلَا إِنَّهُمْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَاءِ رَبِّهِمْ ۗ أَلَا إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطٌ

Ketahuilah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ketahuilah, sesungguhnya Dia meliputi segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَلَا إِنَّهُمْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَاءِ رَبِّهِمْalaa innahum fii miryatin min liqaa'i rabbihimketahuilah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka
  2. أَلَا إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطٌalaa innahu bi-kulli shay'in muhiitunketahuilah, sesungguhnya Dia meliputi segala sesuatu
Aplikasi

Penutup dengan penegasan ganda: keraguan manusia yang terbatas tentang pertemuan dengan Tuhan berhadapan dengan cakupan pengetahuan-Nya yang 'meliputi segala sesuatu', kontras antara skala keterbatasan dan skala kemahaluasan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-r-y, l-q-y, r-b-b, k-l-l, sh-y-a, h-w-t): miryah diterjemahkan 'keraguan' (akar m-r-y); liqaa' rabbihim diterjemahkan 'pertemuan dengan Tuhan' (akar l-q-y); bi-kull shay' muhiit diterjemahkan 'Maha Meliputi segala sesuatu' (akar h-w-t). Selaras.