أَلَا إِنَّهُمْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَاءِ رَبِّهِمْ ۗ أَلَا إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطٌ

Ketahuilah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ketahuilah, sesungguhnya Dia meliputi segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَلَا إِنَّهُمْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَاءِ رَبِّهِمْalaa innahum fii miryatin min liqaa'i rabbihimketahuilah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka
  2. أَلَا إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطٌalaa innahu bi-kulli syay'in muhiithunketahuilah, sesungguhnya Dia meliputi segala sesuatu

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. أَلَاalaaketahuilah
  2. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  3. فِيfiidalam
  4. مِرْيَةٍmiryatinkeraguan
  5. مِنْmindari
  6. لِقَاءِliqaa'ipertemuan
  7. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  8. أَلَاalaaketahuilah
  9. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  10. بِكُلِّbi-kullipada segala
  11. شَيْءٍsyay'insesuatu
  12. مُحِيطٌmuhiithunmeliputi

Inti bacaan

Susunan (بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطٌ, bi-kulli syay'in muhiithun) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 41:54, sedangkan bentuk muhiithan dengan sasaran yang sama ada di 4:126.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini terdiri dari dua kalimat yang dibuka dengan kata yang sama, (أَلَا إِنَّ, alaa inna), yang berarti "ketahuilah, sesungguhnya". Kalimat pertama berbunyi (أَلَا إِنَّهُمْ, alaa innahum) yang berarti "ketahuilah, sesungguhnya mereka", dan kalimat kedua (أَلَا إِنَّهُ, alaa innahu) yang berarti "ketahuilah, sesungguhnya Dia". Kata gantinya berbeda satu huruf, yaitu -hum untuk "mereka" dan -hu untuk "Dia". Tulisan أَلَا pada awal kalimat ini berbeda dari tulisan yang sama di 37:91, (أَلَا تَأْكُلُونَ, a-laa ta'kuluuna) yang berarti "mengapa kalian tidak makan", karena di sana a- adalah huruf tanya dan laa berarti "tidak", sedangkan di 41:54 alaa membuka sebuah pernyataan.

Kata (مِرْيَةٍ, miryatin) yang berarti "keraguan" berakar م-ر-ي dan muncul di lima ayat, yaitu 11:17, 11:109, 22:55, 32:23, dan 41:54, selalu dalam rangkaian (فِي مِرْيَةٍ, fii miryatin) yang berarti "dalam keraguan". Di 11:17 dan 11:109 rangkaian itu ada dalam larangan kepada satu orang, (فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ, fa-laa taku fii miryatin) yang berarti "maka janganlah engkau berada dalam keraguan", dan 32:23 memuat larangan serupa. Di 22:55 dan 41:54 rangkaian yang sama menggambarkan orang lain, seperti (وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ, wa-laa yazaalu lladziina kafaruu fii miryatin minhu) yang berarti "dan orang-orang yang kufur senantiasa dalam keraguan mengenainya". Dengan begitu tiga dari lima ayat memakai keraguan sebagai larangan bagi engkau, dan dua ayat memakainya sebagai keadaan orang lain. Di 32:23 keraguan itu disambung (مِنْ لِقَائِهِ, min liqaa'ihi) yang berarti "tentang pertemuan dengannya", dan 41:54 memakai susunan yang sama dengan (مِنْ لِقَاءِ رَبِّهِمْ, min liqaa'i rabbihim) yang berarti "tentang pertemuan dengan Tuhan mereka".

Rangkaian (لِقَاءِ رَبِّهِمْ, liqaa'i rabbihim) muncul di empat ayat, yaitu 6:154, 30:8, 32:10, dan 41:54. Di 6:154, (بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ, bi-liqaa'i rabbihim yu'minuuna) yang berarti "beriman kepada pertemuan dengan Tuhan mereka", pertemuan itu menjadi sasaran iman. Di 32:10, (بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ, bi-liqaa'i rabbihim kaafiruuna) yang berarti "kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka", dan di 30:8 pertemuan itu juga menjadi sasaran kufur. Di 41:54 pertemuan yang sama menjadi sasaran keraguan.

Kata (مُحِيطٌ, muhiithun) yang berarti "meliputi" berakar ح-و-ط dan di seluruh Al-Qur'an muncul dalam bentuk ini di enam ayat, yaitu 2:19, 3:120, 8:47, 11:92, 41:54, dan 85:20. Sasaran meliputi di ayat-ayat itu berbeda-beda. Di 3:120, (بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ, bi-maa ya'maluuna muhiithun) yang berarti "meliputi apa yang mereka kerjakan", sasarannya perbuatan, dan di 85:20, (مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌ, min waraa'ihim muhiithun) yang berarti "dari belakang mereka meliputi", sasarannya arah. Di antara enam ayat itu hanya 41:54 yang memakai (بِكُلِّ شَيْءٍ, bi-kulli syay'in) yang berarti "segala sesuatu" sebagai sasaran. Bentuk (مُحِيطًا, muhiithan) di 4:126, (وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطًا, wa-kaana llaahu bi-kulli syay'in muhiithan) yang berarti "dan Allah meliputi segala sesuatu", memiliki sasaran yang sama dengan 41:54 dan menyebut nama Allah, sedangkan 41:54 memakai kata ganti. Terjemahan memakai "meliputi" di semua ayat tersebut, dan memakai "Dia" untuk -hu pada innahu karena sebutan terdekat yang cocok adalah (رَبِّهِمْ, rabbihim) di kalimat pertama.

Tafsiran

Ayat ini menutup surah 41 dengan dua pernyataan yang disusun sejajar, satu tentang mereka dan satu tentang Dia. Tidak ada perintah, janji, atau pertanyaan di dalamnya, padahal 41:52 memuat perintah dan pertanyaan, dan 41:53 memuat janji dan pertanyaan. Dua ayat sebelumnya memakai ajakan, dan ayat penutup beralih ke pernyataan.

Kedua pernyataan itu berpasangan dengan ujung ayat sebelumnya. Ayat 41:53 berakhir pada (عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ, 'alaa kulli syay'in syahiidun) dan 41:54 berakhir pada (بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطٌ, bi-kulli syay'in muhiithun), sehingga dua ayat terakhir berhenti pada lingkup yang sama, segala sesuatu, dengan dua sifat berbeda, menyaksikan dan meliputi. Di surah 41 lingkup itu muncul pada empat ayat. Ayat 41:21 memuatnya dalam (أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ, anthaqa kulla syay'in) yang berarti "menjadikan segala sesuatu berbicara", ayat 41:39 dengan sifat berkuasa, lalu 41:53 dan 41:54. Keempatnya menaruh segala sesuatu sebagai yang berbicara, yang dikuasai, yang disaksikan, dan yang diliputi.

Keraguan sudah disebut di 41:45, (وَإِنَّهُمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ, wa-innahum la-fii syakkin minhu muriibin) yang berarti "dan sesungguhnya mereka benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan tentangnya". Di 41:45 keraguan tertuju pada kitab lewat kata minhu, sedangkan di 41:54 tertuju pada pertemuan dengan Tuhan mereka. Dari 41:45 sampai 41:54 objek keraguan itu bergeser dari kitab ke pertemuan.

Ayat 41:47 sudah menyebut hal-hal kecil, yaitu buah yang keluar dari kelopaknya dan perempuan yang mengandung dan melahirkan, sebagai hal yang terjadi dengan pengetahuan-Nya. Dapat dibaca bahwa daftar kecil di 41:47 mengisi lebih dulu apa yang diringkas di 41:54 sebagai segala sesuatu. Ayat 41:54 sendiri tidak menyatakan hubungan sebab antara dua kalimatnya, sehingga pembaca yang menaruh keraguan di samping keliputan melakukan penghubungan itu sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Pertemuan dengan Tuhan mereka tertulis sebagai sasaran iman di 6:154, sasaran kufur di 30:8 dan 32:10, dan sasaran keraguan di 41:54. Ketiganya dapat dibaca berdampingan sebagai tiga hubungan dengan pertemuan yang sama, dan ayat tidak menyatakan batas antara keraguan dan dua yang lain. Gambaran ruang di antara iman dan kufur milik pembaca, tidak tertulis di ayat. Orang yang sedang belum yakin dan belum menolak dapat menimbang di mana keadaannya berada. Dari ketiga hubungan itu, mana yang paling sering dijalaninya, dan pernahkah hubungannya dengan pertemuan itu berganti?
  • Dua kalimat penutup surah ini diletakkan berdampingan tanpa kata penghubung, mereka dalam keraguan pada kalimat pertama dan Dia yang meliputi pada kalimat kedua. Ayat tidak menunjuk siapa pun secara pribadi. Orang yang membacanya dapat memperhatikan di kalimat mana dirinya menempatkan diri lebih dulu, di antara mereka yang dalam keraguan atau di hadapan Dia yang meliputi. Di kalimat mana dirinya berdiri ketika membaca ayat ini, dan mungkinkah berada di keduanya sekaligus?
  • Ayat 41:47 menyebut buah yang keluar dari kelopaknya dan perempuan yang mengandung dan melahirkan sebagai hal yang terjadi dengan pengetahuan-Nya. Ayat 41:54 menyebut lingkup yang lebih luas, segala sesuatu, tanpa daftar. Hal-hal kecil dalam hidup seseorang, misalnya kebiasaan yang tidak pernah dianggap penting dan keputusan yang diambil tanpa saksi, dapat ditaruh di dalam lingkup itu. Ayat 41:54 tidak merinci isinya, sehingga pengisian itu berasal dari pembaca. Hal kecil apa dalam hidupnya yang tidak pernah dianggap penting, tetapi termasuk segala sesuatu yang diliputi?
  • Keraguan di 41:54 ditulis sebagai tempat, yaitu mereka berada di dalamnya, dan di 22:55 orang-orang yang kufur senantiasa berada di dalam keraguan. Di 11:17, 11:109, dan 32:23 keraguan yang sama menjadi tempat yang dilarang untuk ditinggali oleh engkau. Dengan gambaran tempat itu, keraguan dapat dihuni lama, seperti orang-orang kufur di 22:55 yang senantiasa berada di dalamnya sampai Saat itu datang, atau dijauhi, seperti dalam larangan di tiga ayat tadi. Orang dapat menaruh keraguannya tentang pertemuan dengan Tuhan pada salah satu dari dua kemungkinan itu. Apakah keraguan yang disimpannya sedang dihuni atau sedang dijauhi, dan sudah berapa lama dirinya berada di sana?
  • Ayat terakhir surah ini tidak menyuruh apa pun. Orang yang terbiasa menutup bacaan dengan daftar tindakan mendapati dua pernyataan saja, satu tentang mereka dan satu tentang Dia. Tanpa perintah, tanggapan ditinggalkan pada pendengar dan tidak ditentukan oleh kalimat penutup. Tanggapan yang muncul dalam diri sesudah membaca dua pernyataan itu dapat diperiksa sebagaimana adanya. Tindakan apa yang diambil sesudah dua pernyataan tanpa perintah itu, bila ada, dan dari mana tindakan itu datang?
  • Ayat 41:48 menyebut sangkaan mereka bahwa tidak ada tempat pelarian, dan 41:54 menyebut Dia meliputi segala sesuatu. Dua ayat itu berjarak enam ayat dan tidak saling menjelaskan, tetapi gambaran keduanya berdekatan: orang yang mencari pelarian mengandaikan ada ruang di luar, sedangkan Dia yang meliputi segala sesuatu tidak meninggalkan ruang di luar itu. Pembacaan ini bersandar pada dua ayat tersebut, dan ayat 41:54 sendiri tidak menyebut pelarian. Ruang di luar macam apa yang dibayangkan seseorang ketika keraguan datang, dan benarkah ruang itu berada di luar?