تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ ۚ وَالْمَلَائِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَنْ فِي الْأَرْضِ ۗ أَلَا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya, dan malaikat-malaikat bertasbih dengan memuji Tuhan mereka serta memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ketahuilah, sesungguhnya Allah, Dialah Sang Pengampun, Sang Pengasih.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّtakaadu s-samaawaatu yatafaththarna min fawqihinnahampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya
- وَالْمَلَائِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَنْ فِي الْأَرْضِwa-l-malaa'ikatu yusabbihuuna bi-hamdi rabbihim wa-yastaghfiruuna li-man fii l-ardhidan malaikat-malaikat bertasbih dengan memuji Tuhan mereka serta memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi
- أَلَا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُalaa inna llaaha huwa l-ghafuuru r-rahiimuketahuilah, sesungguhnya Allah, Dialah Sang Pengampun, Sang Pengasih
Terjemahan per kata (19 kata)
- تَكَادُtakaaduhampir
- السَّمَاوَاتُs-samaawaatulangit
- يَتَفَطَّرْنَyatafaththarnamereka hampir pecah
- مِنْmindari
- فَوْقِهِنَّfawqihinnaatas mereka
- وَالْمَلَائِكَةُwa-l-malaa'ikatudan para malaikat
- يُسَبِّحُونَyusabbihuunamereka bertasbih
- بِحَمْدِbi-hamdidengan memuji
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- وَيَسْتَغْفِرُونَwa-yastaghfiruunadan mereka memohon ampun
- لِمَنْli-manbagi orang yang
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- أَلَاalaaketahuilah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- هُوَhuwaDialah
- الْغَفُورُl-ghafuuruMaha Pengampun
- الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih
Inti bacaan
Reaksi kosmis 'hampir saja langit itu pecah' dipasangkan doa malaikat 'memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi', kebesaran-Nya yang hampir memecah langit tidak menghalangi kelembutan perhatian terhadap penghuni bumi yang jauh lebih kecil.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Karena keagungan-Nya,)' tidak dipakai: tidak berpadanan kata dalam teks Arab; hubungan sebab-akibat itu tersirat dari konteks, bukan dinyatakan eksplisit.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan keagungan Allah yang nyaris mengguncang langit, sekaligus kasih sayang-Nya yang meluas: malaikat memohonkan ampunan bagi penghuni bumi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyandingkan langit yang hampir pecah dengan malaikat yang memohonkan ampunan. Dua ujung. Yang menggetarkan langit tak menghalangi permohonan bagi penghuni bumi.
- Yang dimohonkan orang yang ada di bumi. Tanpa dipilah. Permohonannya tak menyebut golongan mana pun.
- Allah menyebut mereka bertasbih dengan memuji. Dua-duanya bersamaan. Menyucikan dan memuji disebut sebagai satu pekerjaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini: “Ingatlah, sesungguhnya Allahlah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Bedakan dari 58 ayat rumus indefinit (mis. 2:173) yang jadi “pengampun lagi pengasih” (huruf kecil): di SANA sebutan indefinit, di SINI takrif. Corpus yang memutuskan, bukan pola teks Indonesia. Rumus “ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya 1× di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaan ≠ rahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap.