وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ اللَّهُ حَفِيظٌ عَلَيْهِمْ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ
Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Dia, Allah Sang Penjaga atas mereka, dan engkau bukanlah wakil atas mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَwa-lladziina ttakhadzuu min duunihi awliyaa'adan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Dia
- اللَّهُ حَفِيظٌ عَلَيْهِمْallaahu hafiizhun 'alayhimAllah Sang Penjaga atas mereka
- وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍwa-maa anta 'alayhim bi-wakiilindan engkau bukanlah wakil atas mereka
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- اتَّخَذُواttakhadzuumereka mengambil
- مِنْmindari
- دُونِهِduunihiselain-Nya
- أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
- اللَّهُallaahuAllah
- حَفِيظٌhafiizhunpenjaga
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَنْتَantaengkau
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- بِوَكِيلٍbi-wakiilinpenjaga
Inti bacaan
Rangkaian (وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ, wa-maa anta 'alayhim bi-wakiilin) ditemukan tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:107, 39:41, dan 42:6.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ, wa-lladziina ttakhadzuu min duunihi awliyaa'a) yang berarti "dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Dia". Akhiran -hi pada (دُونِهِ, duunihi) menunjuk kembali ke nama Allah di 42:5, karena ayat ini sendiri belum menyebut nama sebelum bagian itu. Kata (أَوْلِيَاءَ, awliyaa'a) berakar و-ل-ي dan diterjemahkan "pelindung". Rangkaian (اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ, ttakhadzuu min duunihi awliyaa'a) tertulis tiga kali, yaitu di 39:3, 42:6, dan 42:9. Di 39:3 rangkaian itu disusul ucapan mereka sendiri, (مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا, maa na'buduhum illaa li-yuqarribuunaa) yang berarti "kami tidak menyembah mereka kecuali agar mereka mendekatkan kami". Di 42:6 rangkaian itu disusul pernyataan tentang Allah, dan di 42:9 bunyinya (أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ, ami ttakhadzuu min duunihi awliyaa'a) yang berarti "ataukah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Dia", lalu dijawab (فَاللَّهُ هُوَ الْوَلِيُّ, fa-llaahu huwa l-waliyyu) yang berarti "maka Allah, Dialah Sang Pelindung". Akar و-ل-ي tertulis di tujuh ayat Surah 42, yaitu 42:6, 42:8, 42:9, 42:28, 42:31, 42:44, dan 42:46.
Bagian kedua adalah (اللَّهُ حَفِيظٌ عَلَيْهِمْ, allaahu hafiizhun 'alayhim) yang berarti "Allah Sang Penjaga atas mereka". Kata (حَفِيظٌ, hafiizhun) berakar ح-ف-ظ, dan kata itu tertulis sebelas kali dengan berbagai akhiran di tujuh surah, yaitu di 4:80, 6:104, 6:107, 11:57, 11:86, 12:55, 34:21, 42:6, 42:48, 50:4, dan 50:32. Terjemahan memakai "penjaga" di 42:6. Allah menjadi pihak yang bersifat hafiizh di tiga ayat, yaitu di 42:6 dan dalam rangkaian (عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ, 'alaa kulli syay'in hafiizhun) di 11:57 dan 34:21. Sebaliknya, penerima wahyu dinyatakan bukan hafiizh dalam rangkaian (عَلَيْهِمْ حَفِيظًا, 'alayhim hafiizhan), yaitu di 4:80, 6:107, dan 42:48. Di 4:80 bunyinya (فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا, fa-maa arsalnaaka 'alayhim hafiizhan) yang berarti "maka Kami tidak mengutusmu sebagai penjaga atas mereka". Ayat 42:6 mempertemukan dua arah itu, karena kata yang di 4:80, 6:107, dan 42:48 ditolak bagi penerima wahyu ditempatkan di sini pada Allah.
Bagian ketiga adalah (وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ, wa-maa anta 'alayhim bi-wakiilin) yang berarti "dan engkau bukanlah wakil atas mereka". Kata (وَكِيلٍ, wakiilin) berakar و-ك-ل dan diterjemahkan "wakil", yaitu orang yang dikuasakan menggantikan orang lain. Rangkaian lengkapnya tertulis tiga kali, yaitu di 6:107, 39:41, dan 42:6. Kata (بِوَكِيلٍ, bi-wakiilin) tertulis lima kali di empat surah, yaitu di 6:66, 6:107, 10:108, 39:41, dan 42:6. Di 6:66 dan 10:108 pembicaranya memakai kata aku, sehingga rangkaian dengan kata engkau hanya di tiga ayat tadi. Di 6:107 dua penolakan berdiri berurutan dalam satu ayat, (وَمَا جَعَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا, wa-maa ja'alnaaka 'alayhim hafiizhan) yang berarti "dan Kami tidak menjadikanmu penjaga atas mereka" lalu penolakan sebagai wakil. Di 42:6 pembagiannya lain, sebab hafiizh dinyatakan milik Allah dan hanya wakil yang ditolak bagi penerima wahyu. Kata (عَلَيْهِمْ, 'alayhim) yang berarti "atas mereka" tertulis dua kali dalam ayat ini, sekali setelah hafiizh dan sekali setelah wakil, dan menunjuk kelompok yang sama.
Tafsiran
Ayat ini membagi dua peran atas satu kelompok. Terhadap orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah, Allah disebut penjaga, dan penerima wahyu disebut bukan wakil. Kata atas mereka diulang dalam kedua bagian ayat, sehingga kelompok yang sama berada di bawah dua pernyataan yang berbeda arahnya. Ayat tidak menyebut apa yang terjadi kepada kelompok itu, sehingga isi peran penjaga tidak dirinci.
Ayat ini menyambung 42:5 dengan huruf wa yang berarti "dan". Ayat 42:5 membicarakan orang yang ada di bumi dan dimohonkan ampunan oleh malaikat, sedangkan 42:6 membicarakan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia. Teks tidak menyatakan bahwa kelompok kedua termasuk dalam kelompok pertama, dan tidak pula menyatakan bahwa keduanya terpisah. Kedua kelompok disebut dengan ciri berbeda, yang pertama menurut tempatnya dan yang kedua menurut apa yang mereka kerjakan.
Pembagian peran ini muncul lagi di 42:48, yang membuka dengan (فَإِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا, fa-in a'radhuu fa-maa arsalnaaka 'alayhim hafiizhan) yang berarti "maka jika mereka berpaling, Kami tidak mengutusmu sebagai penjaga atas mereka". Ayat itu menambahkan apa yang menjadi tugas penerima wahyu, yaitu (إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ, in 'alayka illaa l-balaaghu) yang berarti "kewajibanmu tidak lain menyampaikan". Ayat 42:48 memuat penolakan penjaga dan sisi tugasnya, sedangkan 42:6 memuat penolakan wakil. Pelindung yang diambil selain Allah disebut lagi di 42:9, dengan jawaban bahwa Allah Sang Pelindung, dan di 42:46, dengan keterangan bahwa mereka tidak punya pelindung yang menolong selain Allah.
Ayat sesudahnya, 42:7, membuka dengan (وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ, wa-ka-dzaalika awhaynaa ilayka) dan menyebut tujuan wahyu, yaitu (لِتُنْذِرَ, li-tundzira) yang berarti "agar engkau memberi peringatan". Sesudah 42:6 menyatakan apa yang bukan peran penerima wahyu, 42:7 menyatakan untuk apa wahyu itu diberikan kepadanya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 42:6 memberi dua pernyataan atas satu kelompok, yaitu bahwa Allah menjaga mereka dan bahwa penerima wahyu bukan wakil mereka. Pembagian itu menempatkan peran menjaga pada Allah dan menolak peran wakil bagi penerima wahyu. Orang yang membaca ayat ini sambil memikirkan pihak yang berbeda pilihan darinya dapat memperhatikan peran apa yang diambilnya sendiri terhadap mereka. Apakah peran itu mendekati peran penjaga atau wakil, yang menurut ayat ini bukan peran penerima wahyu, dan siapa yang sebenarnya menugaskannya?
- Ayat ini menyebut orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia, dan akar pelindung itu muncul lagi di 42:9 dengan jawaban bahwa Allah Sang Pelindung, serta di 42:46 dengan keterangan bahwa mereka tidak punya pelindung yang menolong selain Allah. Dalam tiga ayat itu pelindung dibicarakan dari tiga sisi, yaitu siapa yang mengambilnya, siapa pelindung yang sebenarnya, dan apa akibatnya bagi yang tidak punya. Pembaca dapat menimbang kepada siapa atau apa keamanannya sehari-hari disandarkan, dan apakah sandaran itu pernah ditanyakan kepadanya seperti pertanyaan di 42:9. Apa yang terjadi pada pelindung yang diambil seseorang ketika ayat mengatakan bahwa Allah yang menjaga mereka?
- Pernyataan bahwa penerima wahyu bukan wakil atas mereka dapat dibaca melepaskan sebuah beban, yaitu menjadi penanggung jawab atas pilihan orang lain. Ayat 42:48 menulis tugasnya menyampaikan, dan 42:6 menulis apa yang tidak menjadi tugasnya. Pembaca yang pernah merasa harus membuat orang di sekitarnya menerima apa yang dianggapnya benar dapat memperhatikan di mana tugas menyampaikan berakhir dan tugas menanggung hasil dimulai. Bila ayat ini memisahkan keduanya untuk penerima wahyu, apa yang terjadi pada pembaca yang belum memisahkannya dalam dirinya sendiri?
- Ayat ini tidak menulis akibat apa pun bagi orang yang mengambil pelindung selain Allah. Ayat 39:3 melaporkan ucapan mereka dan menambahkan bahwa Allah akan memutuskan di antara mereka, tetapi 42:6 hanya menyebut bahwa Allah menjaga mereka. Pernyataan yang dibiarkan terbuka mengundang pembaca mengisinya, dan isian itu akan berasal dari pembaca dan tidak dari ayat. Pembaca dapat memperhatikan apa yang terjadi pada dirinya ketika sebuah ayat tentang orang lain tidak memberinya kesimpulan. Seberapa cepat kalimat tanpa kesimpulan ditutup oleh dugaan, dan dugaan siapa yang menutupnya?
- Ayat 42:5 berakhir dengan Allah sebagai Sang Pengampun, Sang Pengasih, lalu 42:6 langsung berbicara tentang orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia. Pembaca bergerak dari pernyataan tentang pengampunan ke pernyataan tentang pilihan yang diambil sebagian orang, tanpa kata penghubung yang menjelaskan hubungannya. Ayat-ayat itu berurutan dan tidak saling menafsirkan, tetapi pembaca yang mendengar keduanya berturut-turut membawa rasa dari yang pertama ke yang kedua. Apa yang terdengar dari kalimat tentang pelindung ketika telinga masih menyimpan nama Sang Pengampun?
- Sapaan engkau terakhir muncul di 42:3, dalam kepadamu, lalu hilang di 42:4 dan 42:5 yang berbicara tentang Allah, langit, dan malaikat. Di 42:6 kata engkau kembali, tetapi untuk menyatakan apa yang bukan perannya. Setelah dua ayat yang berisi gambaran besar, pembaca dihadapkan lagi pada seseorang yang disapa dan diberi tahu batas tugasnya. Perpindahan dari gambaran luas ke pernyataan tentang satu penerima membuat batas itu terasa tegas karena letaknya. Apa yang berubah pada pembaca bila sesuatu yang besar baru saja disebut lalu disusul batas yang kecil dan jelas?