وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu bacaan berbahasa Arab, agar engkau memberi peringatan kepada Ummul Qura dan orang di sekelilingnya, dan memberi peringatan tentang hari berhimpun yang tidak ada keraguan padanya; segolongan di taman dan segolongan di api yang menyala-nyala.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّاwa-ka-dzaalika awhaynaa ilayka qur'aanan 'arabiyyandan demikianlah Kami wahyukan kepadamu bacaan berbahasa Arab
- لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَاli-tundzira umma l-quraa wa-man hawlahaaagar engkau memberi peringatan kepada Ummul Qura dan orang di sekelilingnya
- وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِwa-tundzira yawma l-jam'i laa rayba fiihidan memberi peringatan tentang hari berhimpun yang tidak ada keraguan padanya
- فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِfariiqun fii l-jannati wa-fariiqun fii s-sa'iirisegolongan di taman dan segolongan di api yang menyala-nyala
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
- أَوْحَيْنَاawhaynaaKami mewahyukan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- قُرْآنًاqur'aananbacaan
- عَرَبِيًّا'arabiyyanberbahasa Arab
- لِتُنْذِرَli-tundziraagar engkau memperingatkan
- أُمَّummainduk
- الْقُرَىٰl-quraanegeri-negeri
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- حَوْلَهَاhawlahaasekitarnya
- وَتُنْذِرَwa-tundziradan agar engkau memperingatkan
- يَوْمَyawmahari
- الْجَمْعِl-jam'ipertemuan
- لَاlaatidak
- رَيْبَraybakeraguan
- فِيهِfiihidi dalamnya
- فَرِيقٌfariiqunsegolongan
- فِيfiidi
- الْجَنَّةِl-jannatitaman
- وَفَرِيقٌwa-fariiqundan segolongan
- فِيfiidi
- السَّعِيرِs-sa'iiriapi yang menyala
Inti bacaan
Frasa (أُمَّ الْقُرَىٰ, umma l-quraa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:92 dan 42:7.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ, wa-ka-dzaalika awhaynaa ilayka) yang berarti "dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu". Bagian (وَكَذَٰلِكَ, wa-ka-dzaalika) tersusun dari wa yang berarti "dan", ka yang berarti "seperti", dan dzaalika yang berarti "itu", sehingga kata ini menunjuk kembali pada sesuatu yang sudah disebut sebelumnya. Rangkaian wa-ka-dzaalika awhaynaa ilayka muncul dua kali, keduanya dalam surah ini, yaitu di 42:7 dan 42:52. Bentuk (أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ, awhaynaa ilayka) berakar و-ح-ي dan muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu 4:163, 12:3, 13:30, 16:123, 17:73, 17:86, 35:31, 42:7, 42:13, dan 42:52, sehingga tiga dari sepuluh kemunculan itu ada di surah ini. Di 42:3 penunjuk yang sama bertemu kata kerja lain, (كَذَٰلِكَ يُوحِي إِلَيْكَ, ka-dzaalika yuuhii ilayka) yang berarti "demikianlah Dia mewahyukan kepadamu". Kata kerja di 42:3 menandai perbuatan yang sedang berlangsung dan pelakunya disebut "Allah", sedangkan di 42:7 kata kerjanya menandai perbuatan yang sudah terjadi dan pelakunya memakai kata ganti "Kami".
Pasangan (قُرْآنًا عَرَبِيًّا, qur'aanan 'arabiyyan) yang berarti "bacaan berbahasa Arab" tersusun dari (قُرْآنًا, qur'aanan), kata dari akar ق-ر-أ yang tanpa kata sandang al-, dan (عَرَبِيًّا, 'arabiyyan), sifat dari akar ع-ر-ب. Pasangan ini muncul enam kali di enam surah, yaitu 12:2, 20:113, 39:28, 41:3, 42:7, dan 43:3. Kata qur'aanan sendiri muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 12:2, 13:31, 17:106, 20:113, 39:28, 41:3, 41:44, 42:7, 43:3, dan 72:1, dan surah 41 memuatnya dua kali. Arti dasar "bacaan" terlihat di 75:18, (فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ, fa-idzaa qara'naahu fa-ttabi' qur'aanahu) yang berarti "maka apabila Kami telah membacakannya, ikutilah bacaannya", karena kata kerja membaca dan kata bacaan berasal dari akar yang sama dalam satu ayat. Terjemahan memakai "bacaan" di 13:31, 17:106, 41:3, 41:44, 42:7, 43:3, dan 72:1, sedangkan 12:2, 20:113, dan 39:28 memakai nama "Qur'an" untuk kata yang sama.
Kata kerja (لِتُنْذِرَ, li-tundzira) yang berarti "agar engkau memberi peringatan" berakar ن-ذ-ر dan muncul enam kali di enam surah, yaitu 6:92, 7:2, 28:46, 32:3, 36:6, dan 42:7. Di 28:46, 32:3, dan 36:6 sasarannya satu kata, (قَوْمًا, qawman) yang berarti "kaum". Di 6:92 dan 42:7 sasarannya sebuah tempat beserta sekitarnya, (أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا, umma l-quraa wa-man hawlahaa). Di 7:2 kata kerja ini diikuti sarana tanpa sasaran, yaitu (بِهِ, bihi) yang berarti "dengannya". Bentuk sambungan (وَتُنْذِرَ, wa-tundzira) yang berarti "dan engkau memberi peringatan" muncul dua kali, yaitu di 19:97 dan 42:7. Di 19:97 sasarannya (قَوْمًا لُدًّا, qawman luddan) yang berarti "kaum yang membangkang", sedangkan di 42:7 sasarannya sebuah hari, (يَوْمَ الْجَمْعِ, yawma l-jam'i). Hari sebagai sasaran langsung kata kerja ini juga ada di 40:15, (لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ, li-yundzira yawma t-talaaqi) yang berarti "agar ia memperingatkan hari pertemuan", dan di 14:44, 19:39, serta 40:18. Tempat dan hari menjadi sasaran bersama dalam satu ayat di 42:7, sedangkan yang menyertai hari di 14:44, 19:39, dan 40:18 adalah orang.
Frasa (أُمَّ الْقُرَىٰ, umma l-quraa) tersusun dari (أُمَّ, umma), bentuk dari akar أ-م-م yang berarti "ibu", dan (الْقُرَىٰ, al-quraa) yang berarti "negeri-negeri", seperti pada terjemahan 6:131 dan 28:59. Frasa ini muncul dua kali, yaitu di 6:92 dan 42:7, dan terjemahan mempertahankannya sebagai "Ummul Qura" di kedua ayat itu. Di 28:59, (فِي أُمِّهَا, fii ummihaa) yang berarti "di ibukotanya" memakai akar yang sama dan merujuk pada negeri-negeri yang disebut ayat itu. Ayat 42:7 tidak menyebut nama kota yang dimaksud, dan penjelasan ini tidak menambahkannya. Kata ganti -haa pada (وَمَنْ حَوْلَهَا, wa-man hawlahaa) yang berarti "dan orang di sekelilingnya" berbentuk perempuan tunggal, sama dengan kata umma, sehingga kata ganti itu kembali ke Ummul Qura. Rangkaian wa-man hawlahaa muncul tiga kali, yaitu di 6:92, 27:8, dan 42:7. Di 27:8 bunyinya (مَنْ فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا, man fii n-naari wa-man hawlahaa) yang berarti "orang yang berada di dekat api dan orang yang berada di sekitarnya", tempat -haa kembali ke api. Susunannya sama, yaitu yang berada di pusat disebut lebih dulu dan yang berada di sekelilingnya menyusul.
Frasa (يَوْمَ الْجَمْعِ, yawma l-jam'i) yang berarti "hari berhimpun" tersusun dari yawma yang berarti "hari" dan (الْجَمْعِ, al-jam'i) yang berarti "perhimpunan", dari akar ج-م-ع. Kata al-jam'i dalam bentuk ini muncul dua kali, yaitu di 42:7 dan 64:9. Di 64:9 bunyinya (لِيَوْمِ الْجَمْعِ, li-yawmi l-jam'i) yang berarti "pada hari berhimpun", dan tepat sebelumnya ada kata kerja dari akar yang sama, (يَجْمَعُكُمْ, yajma'ukum) yang berarti "Dia mengumpulkan kalian". Terjemahan memakai "hari berhimpun" di kedua ayat supaya frasa yang sama terbaca sama. Bentuk lain dari akar ini menunjuk kumpulan orang, yaitu (الْجَمْعَانِ, al-jam'aani) di 3:155, 3:166, 8:41, dan 26:61 yang diterjemahkan "dua pasukan" atau "kedua golongan", serta (الْجَمْعُ, al-jam'u) di 54:45 yang diterjemahkan "golongan". Di kelima tempat itu terjemahan memakai kata benda untuk orang yang berkumpul, sedangkan di 42:7 dan 64:9 kata yang sama diterjemahkan sebagai peristiwa berhimpun, yaitu hari berhimpun.
Penegas (لَا رَيْبَ فِيهِ, laa rayba fiihi) yang berarti "tidak ada keraguan padanya" berakar ر-ي-ب dan muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 2:2, 3:9, 3:25, 4:87, 6:12, 10:37, 17:99, 32:2, 42:7, dan 45:26, dan surah 3 memuatnya dua kali. Dari kesepuluhnya, enam menempel pada hari: (لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ, li-yawmin laa rayba fiihi) di 3:9 dan 3:25, hari Kiamat di 4:87, 6:12, dan 45:26, serta hari berhimpun di 42:7. Tiga menempel pada Kitab, yaitu 2:2, 10:37, dan 32:2, dan satu menempel pada ajal di 17:99. Terjemahan memakai "tidak ada keraguan" untuk keenam kemunculan yang menempel pada hari itu, dan bagian ini di 42:7 menerangkan hari berhimpun yang disebut tepat di depannya.
Bagian akhir ayat terdiri atas dua kalimat tanpa kata kerja, (فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ, fariiqun fii l-jannati) yang berarti "segolongan di taman" dan (وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ, wa-fariiqun fii s-sa'iiri) yang berarti "dan segolongan di api yang menyala-nyala". Kata (فَرِيقٌ, fariiqun) berakar ف-ر-ق, dan kata (الْجَنَّةِ, al-jannati) berakar ج-ن-ن. Terjemahan tidak menambahkan kata kerja seperti "akan masuk" atau "berada kelak", karena tidak ada kata kerja Arab di bagian ini yang melahirkannya, sehingga yang tertulis adalah dua tempat saja. Kata (السَّعِيرِ, as-sa'iiri) berakar س-ع-ر dan muncul delapan kali di enam surah, yaitu 22:4, 31:21, 34:12, 35:6, 42:7, 67:5, 67:10, dan 67:11, dan terjemahan memakai "yang menyala-nyala" di semuanya. Di tujuh ayat lainnya kata itu mengikuti kata azab, yaitu (عَذَابِ السَّعِيرِ, 'adzaabi s-sa'iiri) di 22:4, 31:21, 34:12, dan 67:5, atau mengikuti kata penghuni, yaitu (أَصْحَابِ السَّعِيرِ, ashhaabi s-sa'iiri) di 35:6, 67:10, dan 67:11. Di 42:7 kata itu berdiri sebagai tempat tanpa kata azab maupun penghuni di depannya.
Tafsiran
Ayat ini menyatakan tujuan wahyu dengan tiga lingkaran yang membesar, yaitu sebuah tempat, orang di sekelilingnya, dan sebuah hari, lalu menutupnya dengan dua golongan. Kata "demikianlah" di awalnya menyambung ke 42:3, yang menyebut wahyu itu sampai kepada penerimanya dan kepada orang-orang sebelumnya dari Allah Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah. Dengan sambungan itu 42:7 terbaca sebagai kelanjutan, dan alasan wahyu diberikan baru dinyatakan di ayat ini, yaitu agar penerimanya memberi peringatan.
Ayat 42:6 sebelumnya menyebut Allah sebagai penjaga atas orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia, dan menyatakan bahwa penerima wahyu tidak menjadi wakil atas mereka. Peran yang diberikan 42:7 berbeda, yaitu memberi peringatan, dan batas antara kedua peran itu terlihat bila dua ayat dibaca berurutan. Ayat 6:92 memuat lingkaran pertama yang sama, Ummul Qura dan sekelilingnya, tetapi tidak menyebut hari berhimpun dan tidak menyebut dua golongan dengan tempatnya masing-masing. Ayat 42:7 menambahkan keduanya, sehingga sasaran peringatan di 42:7 meluas dari sebuah tempat ke sebuah hari dan ke tempat yang berbeda bagi dua golongan.
Dua golongan di akhir ayat tidak diberi sebab di ayat yang sama. Ayat 42:8 yang menyusul melanjutkan dari sisi lain: seandainya Allah menghendaki, manusia dijadikan satu umat, dan sebagian dimasukkan ke dalam rahmat-Nya, sedangkan orang-orang zalim tidak memiliki pelindung. Ayat pertama menyebut adanya dua golongan, dan ayat kedua dapat dibaca sebagai penyebutan kehendak Allah di balik keadaan manusia yang tidak seragam. Hari berhimpun yang disebut di 42:7 dijelaskan oleh 64:9 sebagai hari ketika Dia mengumpulkan kalian, dan ayat 42:7 sendiri tidak memuat siapa yang berhimpun maupun siapa yang menghimpun.
Renungan dan Hikmah
- Dalam ayat ini Kami, pemberi wahyu yang menurut 42:3 adalah Allah, menyebut sasaran peringatan dalam urutan yang meluas, yaitu sebuah tempat, orang di sekelilingnya, lalu sebuah hari. Pembaca dapat bertanya di lingkaran mana dirinya berada, dan kabar ini sampai kepadanya lewat tangan siapa. Siapa yang berada paling dekat dengan pembaca hari ini, dan kapan terakhir kali pembaca menyampaikan kabar ini kepadanya dengan suaranya sendiri?
- Kalimat terakhir hanya memuat dua kelompok, satu di taman dan satu di api. Pembaca yang merasa dirinya berada di tengah, sebagai orang yang belum menentukan, tidak menemukan tempat itu di kalimat ini. Bagian ini juga tidak memuat kata kerja yang mengatakan kapan atau bagaimana tiap golongan sampai ke tempatnya, sehingga yang tertulis hanya dua alamat. Ayat 42:8 menyusul dengan menyebut rahmat Allah dan nasib orang zalim, dan tidak menyebut daftar ciri untuk tiap golongan. Apa yang berubah ketika pertanyaan bergeser dari seberapa yakin pembaca pada pendapatnya menjadi di kalimat mana pembaca tertulis?
- Ayat ini menaruh hari berhimpun di luar keraguan, dan menaruhnya dalam kalimat yang sama dengan dua golongan yang tidak disebut anggotanya. Menurut 64:9, Dia yang mengumpulkan pada hari itu. Pembaca dapat memeriksa di mana keraguannya sendiri tinggal: pada adanya hari itu, atau pada pertanyaan tentang tempatnya kelak di antara dua golongan. Dua jenis keraguan itu berbeda alamatnya, dan ayat ini hanya menyebut satu di antaranya sebagai perkara yang selesai. Bagaimana pembaca membedakan keraguan yang memang boleh dipegang dari keraguan yang dipakai sebagai alasan untuk tidak membaca lebih jauh?
- Kata demikianlah mengikat bacaan ini pada wahyu yang menurut 42:3 juga diberikan kepada orang-orang sebelum penerimanya oleh Allah Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah. Pembaca yang menerima bacaan ini sebagai bagian dari satu rangkaian akan menimbangnya berbeda dari pembaca yang menerimanya sebagai kabar yang berdiri sendiri. Kesinambungan itu bisa diperiksa dengan membaca ayat lain yang memuat wahyu terdahulu. Apa yang dicari pembaca untuk memastikan bahwa sebuah bacaan lama memang kelanjutan dari yang lebih lama lagi, dan apa yang membuatnya puas?
- Ayat ini menyebut bacaannya berbahasa Arab, sedangkan sasarannya adalah sebuah tempat beserta sekelilingnya dan sebuah hari, dan bahasa sasaran itu tidak disebut. Pembaca yang membaca terjemahan ini membaca dalam bahasa yang berbeda dari bahasa yang disebut ayat, sehingga peringatan itu diterima melalui penerjemah. Apa yang bisa dilakukan pembaca ketika sebuah peringatan sampai dalam bahasa yang bukan bahasa aslinya, selain mempercayai penerjemahnya begitu saja?
- Kata kerja memberi peringatan mengambil sebuah hari sebagai sasaran langsung, seperti di 14:44, 19:39, 40:15, dan 40:18, sehingga peringatan itu diberikan sebelum harinya tiba. Lamanya jarak antara peringatan dan hari itu tidak diukur di ayat ini. Pembaca berada di antara keduanya, sesudah peringatan sampai dan sebelum Dia mengumpulkan menurut 64:9. Bagaimana pembaca menyebut waktu itu kepada diri sendiri: panjang, pendek, atau tidak pernah dihitung sama sekali?
- Ayat sebelumnya, 42:6, menyebut Allah sebagai penjaga atas mereka yang mengambil pelindung selain Dia, dan menyebut penerima wahyu tidak ditugasi menjadi wakil atas mereka. Ayat 42:7 menyebut tugas yang diberikan, yaitu memberi peringatan. Orang yang menyampaikan kabar ini kepada orang lain dapat melihat pembagian yang sama pada dirinya: peringatan disampaikan, dan penjagaan menurut 42:6 milik Allah. Apakah penyampai kabar masih ingat di sisi mana ia berdiri ketika lawan bicaranya tidak menanggapi?