أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۖ فَاللَّهُ هُوَ الْوَلِيُّ وَهُوَ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Ataukah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Dia? Maka Allah, Dialah Sang Pelindung. Dia menghidupkan orang-orang mati dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَami ttakhadzuu min duunihi awliyaa'aataukah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Dia
- فَاللَّهُ هُوَ الْوَلِيُّfa-llaahu huwa l-waliyyumaka Allah, Dialah Sang Pelindung
- وَهُوَ يُحْيِي الْمَوْتَىٰwa-huwa yuhyii l-mawtaadan Dia menghidupkan orang-orang mati
- وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌwa-huwa 'alaa kulli syay'in qadiirundan Dia berkuasa atas segala sesuatu
Terjemahan per kata (16 kata)
- أَمِamiataukah
- اتَّخَذُواttakhadzuumereka mengambil
- مِنْmindari
- دُونِهِduunihiselain-Nya
- أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
- فَاللَّهُfa-llaahumaka Allah
- هُوَhuwaDialah
- الْوَلِيُّl-waliyyuSang Pelindung
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- يُحْيِيyuhyiimenghidupkan
- الْمَوْتَىٰl-mawtaaorang-orang mati
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- عَلَىٰ'alaaatas
- كُلِّkullisegala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- قَدِيرٌqadiirunberkuasa
Inti bacaan
Susunan (أَمِ اتَّخَذُوا, ami ttakhadzuu) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:21, 21:24, 39:43, dan 42:9.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَمِ اتَّخَذُوا, ami ttakhadzuu) yang berarti "ataukah mereka mengambil". Kata (أَمِ, ami) berarti "ataukah" dan membuka pertanyaan pilihan, sedangkan (اتَّخَذُوا, ittakhadzuu) berakar أ-خ-ذ dan berarti "mereka mengambil". Susunan ami ttakhadzuu muncul empat kali di tiga surah, yaitu 21:21, 21:24, 39:43, dan 42:9. Yang diambil berbeda di tiap ayat: (آلِهَةً مِنَ الْأَرْضِ, aalihatan mina l-ardhi) yang berarti "tuhan-tuhan dari bumi" di 21:21, (مِنْ دُونِهِ آلِهَةً, min duunihi aalihatan) yang berarti "tuhan-tuhan selain-Nya" di 21:24, (مِنْ دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ, min duuni llaahi syufa'aa'a) yang berarti "pemberi-pemberi syafaat selain Allah" di 39:43, dan (مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ, min duunihi awliyaa'a) yang berarti "pelindung-pelindung selain Dia" di 42:9. Terjemahan memakai "ataukah" di 42:9, seperti di 21:21 dan 39:43, supaya pembuka ketiga ayat itu terbaca sama.
Bagian (مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ, min duunihi awliyaa'a) memuat (أَوْلِيَاءَ, awliyaa'a), bentuk jamak dari (وَلِيٌّ, waliyyun), yang berakar و-ل-ي dan diterjemahkan "pelindung". Rangkaian (اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ, ittakhadzuu min duunihi awliyaa'a) muncul tiga kali, yaitu di 39:3, 42:6, dan 42:9. Di 42:6 rangkaian itu berbentuk pernyataan, (وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ, wa-lladziina ittakhadzuu min duunihi awliyaa'a) yang berarti "dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Dia", sedangkan di 42:9 berbentuk pertanyaan. Kata ganti -hi pada duunihi di 42:6 dan 42:9 muncul lebih dulu dan nama Allah menyusul dalam ayat yang sama, sedangkan di 39:3 nama Allah sudah disebut sebelum kata ganti itu.
Jawabannya berbunyi (فَاللَّهُ هُوَ الْوَلِيُّ, fa-llaahu huwa l-waliyyu) yang berarti "maka Allah, Dialah Sang Pelindung". Awalan fa berarti "maka", dan bentuk (فَاللَّهُ, fa-llaahu) muncul enam kali di lima surah, yaitu 2:113, 4:135, 4:141, 9:13, 12:64, dan 42:9; terjemahan memakai "maka" di 2:113, 4:141, 9:13, dan 12:64, sehingga 42:9 mengikuti pola itu. Kata (الْوَلِيُّ, al-waliyyu) memakai kata sandang al dan diterjemahkan "Sang Pelindung". Dalam bentuk ini kata itu muncul dua kali, keduanya di surah ini, yaitu 42:9 dan 42:28. Di 42:28 bunyinya (وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ, wa-huwa l-waliyyu l-hamiidu) yang berarti "dan Dialah Sang Pelindung, Sang Terpuji". Di ayat ini akar yang sama muncul dalam dua bentuk yang berlawanan jumlahnya, yaitu pelindung-pelindung yang diambil orang dan Sang Pelindung yang satu.
Kalimat berikutnya memuat (وَهُوَ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ, wa-huwa yuhyii l-mawtaa) yang berarti "dan Dia menghidupkan orang-orang mati". Kata kerja (يُحْيِي, yuhyii) berakar ح-ي-ي dan (الْمَوْتَىٰ, al-mawtaa) berakar م-و-ت. Rangkaian persis (يُحْيِي الْمَوْتَىٰ, yuhyii l-mawtaa) muncul dua kali, yaitu di 22:6 dan 42:9. Di 22:6 dan 42:9 rangkaian itu disusul pernyataan tentang kuasa atas segala sesuatu. Di ayat ini bunyinya (وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ, wa-huwa 'alaa kulli syay'in qadiirun) yang berarti "dan Dia berkuasa atas segala sesuatu", dari akar ق-د-ر. Rangkaian itu muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 5:120, 11:4, 30:50, 42:9, 57:2, 64:1, dan 67:1. Tiga dari tujuh didahului pernyataan tentang menghidupkan, yaitu 30:50 yang menyebut (كَيْفَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا, kayfa yuhyii l-ardha ba'da mawtihaa) yang berarti "bagaimana Dia menghidupkan bumi setelah matinya", 42:9, dan 57:2 yang menyebut (يُحْيِي وَيُمِيتُ, yuhyii wa-yumiitu) yang berarti "Dia menghidupkan dan mematikan".
Tafsiran
Ayat ini menjawab ayat 42:8 yang berakhir pada orang-orang zalim tanpa pelindung, dengan pertanyaan tentang mereka yang mengambil pelindung selain Allah, lalu menyebut nama Sang Pelindung. Kata-kata pembukanya hampir sama dengan 42:6, yaitu mengambil pelindung-pelindung selain Dia, tetapi di 42:6 kalimat itu menjadi pokok pernyataan tentang penjagaan Allah, sedangkan di 42:9 kalimat itu menjadi pertanyaan. Di antara dua ayat itu ada 42:7 tentang peringatan dan hari berhimpun, dan 42:8 tentang kehendak Allah, sehingga 42:9 membawa pembicaraan kembali ke pokok yang dibuka 42:6.
Isi ayat ini tersusun dalam tiga langkah. Langkah pertama adalah pertanyaan, langkah kedua adalah pernyataan bahwa Allah adalah Sang Pelindung, dan langkah ketiga adalah dua kecakapan yang disebut sesudahnya, yaitu menghidupkan orang-orang mati dan berkuasa atas segala sesuatu. Kecakapan pertama menyangkut hal yang paling tak terjangkau manusia, yaitu hidup sesudah mati, dan kecakapan kedua meluas ke semua hal. Di 21:21 pertanyaan yang sejenis ditujukan kepada mereka yang mengambil tuhan-tuhan dari bumi, (هُمْ يُنْشِرُونَ, hum yunsyiruuna) yang berarti "yang dapat menghidupkan", sehingga kecakapan menghidupkan juga dipakai di sana sebagai ukuran. Jawaban di 42:9 menyebut kecakapan Sang Pelindung dan tidak memuat bantahan atas pelindung lain.
Pernyataan tentang menghidupkan orang mati di 42:9 berdiri tanpa tanda di sampingnya. Di 30:50 pernyataan serupa didahului ajakan memperhatikan bumi yang dihidupkan setelah matinya, dan di 41:39 didahului bumi yang kering lalu bergerak ketika air turun. Di 42:9 tidak ada tanda semacam itu, tetapi surah ini memuat tanda lain di 42:28, yaitu Dia menurunkan hujan setelah orang berputus asa dan Dia disebut Sang Pelindung lagi. Dengan demikian gelar yang sama terikat pada dua perbuatan di surah yang sama, yaitu menghidupkan orang mati di 42:9 dan menurunkan hujan sesudah putus asa di 42:28. Ayat 42:10 sesudahnya mengubah sapaan menjadi orang pertama dengan kata "Tuhanku".
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan dalam ayat ini dijawab dengan nama Allah, dan jawaban itu tidak disertai daftar kelemahan pelindung-pelindung yang lain. Pelindung yang diambil orang berjumlah banyak, sedangkan Sang Pelindung yang disebut sesudahnya satu. Pertanyaan tentang kepada siapa seseorang bersandar dapat dijawab dengan satu nama atau dengan uraian panjang tentang pertimbangan, dan ayat ini memakai bentuk pertama. Kapan terakhir pembaca menjawab pertanyaan seperti itu dengan satu nama saja, dan nama apa yang ia sebut?
- Ayat ini mengukur Sang Pelindung dengan dua kecakapan, yaitu Dia menghidupkan orang-orang mati dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Pembaca dapat memakai dua ukuran itu pada tiap pelindung yang disebutnya dalam urusannya sendiri, mulai dari atasan, penjamin, sampai kenalan berpengaruh. Hasil pengukuran untuk pelindung lain tidak dituliskan oleh ayat ini, karena pertanyaan ataukah menyerahkannya kepada pembaca. Apa yang tersisa dari daftar pelindung pembaca bila tiap nama harus lolos dari ukuran pertama, dan apa yang tersisa bila harus lolos dari ukuran kedua?
- Pernyataan bahwa Dia menghidupkan orang-orang mati berdiri di sini tanpa bumi yang kering, tanpa hujan, dan tanpa tanda lain di sampingnya. Di 30:50 dan 41:39 pernyataan yang sama datang bersama tanda yang bisa dilihat. Pembaca yang membaca 42:9 sekarang menerima pernyataan itu tanpa tanda di depan matanya, sehingga tandanya harus ditempatkan sendiri dari apa yang pernah pembaca lihat. Tanda apa yang pernah pembaca saksikan dalam hidupnya, sesuatu yang kering lalu hidup lagi, dan apakah tanda itu teringat ketika ayat ini dibaca?
- Pertanyaan dalam ayat ini diajukan tentang mereka dan tidak ditujukan kepada kalian. Pembaca yang membaca pertanyaan itu dari kejauhan dapat merasa tidak sedang ditanya. Ayat 42:6 memakai kata yang sama untuk menyebut mereka dalam pernyataan tentang penjagaan Allah, dan 42:31 memakai kata kalian untuk pasangan kata pelindung dan penolong. Dua ayat itu menunjukkan bahwa surah ini berpindah antara mereka dan kalian. Apa yang membuat pembaca merasa termasuk atau tidak termasuk di antara mereka yang disebut mengambil pelindung selain Dia?
- Gelar Sang Pelindung di surah ini terikat pada dua keadaan yang sama-sama tampak habis, yaitu orang-orang yang sudah mati di 42:9 dan orang-orang yang sudah berputus asa di 42:28, tempat Dia menurunkan hujan sesudahnya, dan konteks keduanya berlainan. Pembaca yang pernah berputus asa dapat menaruh keadaannya di samping dua gambar itu. Pada saat seperti itu, kepada siapa pembaca lebih dulu mencari pelindung, dan apakah yang dicarinya sanggup menghidupkan sesuatu yang sudah mati?
- Dalam ayat ini kecakapan menghidupkan orang mati disebut sebelum kecakapan berkuasa atas segala sesuatu, sehingga hal yang paling tak terjangkau manusia datang lebih dulu dan pernyataan yang paling luas menyusul. Pembaca yang menyusun harapan kepada seorang pelindung dapat memeriksa urutan permintaannya sendiri. Susunan ayat ini berjalan dari yang paling berat ke yang paling luas. Dari semua yang pembaca butuhkan dari seorang pelindung, hal mana yang paling berat, dan apakah hal itu pernah ditaruh di urutan pertama?