فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Dialah Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kalian pasangan-pasangan dari diri kalian sendiri dan dari hewan ternak pasangan-pasangan; Dia mengembangbiakkan kalian dengannya. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dan Dialah Yang Mendengar, Yang Melihat.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِfaathiru s-samaawaati wa-l-ardhiDialah Pencipta langit dan bumi
  2. جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًاja'ala lakum min anfusikum azwaajan wa-mina l-an'aami azwaajanDia menjadikan bagi kalian pasangan-pasangan dari diri kalian sendiri dan dari hewan ternak pasangan-pasangan
  3. يَذْرَؤُكُمْ فِيهِyadzra'ukum fiihiDia mengembangbiakkan kalian dengannya
  4. لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌlaysa ka-mitslihi syay'untidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya
  5. وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُwa-huwa s-samii'u l-bashiirudan Dialah Yang Mendengar, Yang Melihat

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. فَاطِرُfaathiruPencipta
  2. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  3. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  4. جَعَلَja'alamenjadikan
  5. لَكُمْlakumbagi kalian
  6. مِنْmindari
  7. أَنْفُسِكُمْanfusikumdiri kalian sendiri
  8. أَزْوَاجًاazwaajanpasangan
  9. وَمِنَwa-minadan dari
  10. الْأَنْعَامِl-an'aamibinatang ternak
  11. أَزْوَاجًاazwaajanberpasangan
  12. يَذْرَؤُكُمْyadzra'ukummengembangbiakkan kalian
  13. فِيهِfiihidi dalamnya
  14. لَيْسَlaysabukanlah
  15. كَمِثْلِهِka-mitslihiseperti Dia
  16. شَيْءٌsyay'unsesuatu
  17. وَهُوَwa-huwadan Dialah
  18. السَّمِيعُs-samii'uYang Mendengar
  19. الْبَصِيرُl-bashiiruYang Melihat

Inti bacaan

Ayat kunci pensucian Tuhan: 'tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya', penegasan transendensi total, ditutup justru dengan dua sifat relasional 'Yang Mendengar lagi Yang Melihat'. Konkretnya: kombinasi jarak (tak terbandingkan dengan apa pun) dan kedekatan (mendengar-melihat langsung) yang tampak paradoks namun keduanya benar sekaligus, Tuhan yang jauh secara esensi namun dekat secara perhatian.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(menjadikan pula)' dan '(-nya)' tidak dipakai: masing-masing tidak berpadanan kata dalam teks Arab. 'Faatiru' (bentuk sebutan tanpa kata penghubung yang dinyatakan) diterjemahkan 'Dialah Pencipta', kata ganti 'Dialah' diperlukan secara gramatikal dalam bahasa Indonesia, bukan tambahan makna baru.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan Allah sebagai Pencipta tunggal segala pasangan di alam semesta, sekaligus keunikan-Nya yang tak tertandingi oleh apa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyatakan tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, lalu langsung menyebut diri-Nya Yang Mendengar lagi Yang Melihat. Ketakterbandingan dan kedekatan diletakkan bersebelahan. Yang paling tak terjangkau ternyata juga yang paling memperhatikan.
  • Sebelum pernyataan itu, ayat ini bicara tentang pasangan: pasangan manusia, pasangan hewan ternak. Yang berpasang-pasangan seluruh ciptaan. Dan justru sesudah menyebut bahwa segala sesuatu berpasangan, barulah Allah menyatakan bahwa Dia tidak punya yang serupa.
  • Di tengah ayat tentang keesaan, disebut pula bahwa kalian dikembangbiakkan dengan pasangan itu. Perkara yang sangat sehari-hari. Yang dijadikan bukti bukan hal-hal yang jauh, melainkan susunan yang setiap orang jalani tanpa pernah memikirkannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

laysa ka-mithlihii sya'un wa-huwa s-samii'u l-basiir, 'Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dialah Yang Mendengar lagi Yang Melihat', ayat tanziih JUSTRU ditutup dua sifat indrawi: tak-serupa BUKAN berarti tak-bersifat (sejalan catatan Az anti-ta'wiil). Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.