وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِهِمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ
Dan mereka tidak berpecah-belah kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Dan sekiranya bukan lantaran suatu ketetapan yang telah mendahului dari Tuhanmu sampai batas waktu yang ditentukan, niscaya telah diputuskan di antara mereka. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan Kitab setelah mereka benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan tentangnya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْwa-maa tafarraquu illaa min ba'di maa jaa'ahumu l-'ilmu baghyan baynahumdan mereka tidak berpecah-belah kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka
- وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِيَ بَيْنَهُمْwa-lawlaa kalimatun sabaqat min rabbika ilaa ajalin musamman la-qudhiya baynahumdan sekiranya bukan lantaran suatu ketetapan yang telah mendahului dari Tuhanmu sampai batas waktu yang ditentukan, niscaya telah diputuskan di antara mereka
- وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِهِمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍwa-inna lladziina uuritsuu l-kitaaba min ba'dihim la-fii syakkin minhu muriibindan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan Kitab setelah mereka benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan tentangnya
Terjemahan per kata (30 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- تَفَرَّقُواtafarraquumereka berpecah
- إِلَّاillaakecuali
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- مَاmaaapa yang
- جَاءَهُمُjaa'ahumudatang kepada mereka
- الْعِلْمُl-'ilmupengetahuan
- بَغْيًاbaghyankarena kedengkian
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
- كَلِمَةٌkalimatunsatu kalimat
- سَبَقَتْsabaqattelah mendahului
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- إِلَىٰilaakepada
- أَجَلٍajalinajal
- مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
- لَقُضِيَla-qudhiyasungguh akan diputuskan
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- أُورِثُواuuritsuumereka diwariskan
- الْكِتَابَl-kitaabaKitab
- مِنْmindari
- بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- شَكٍّsyakkinkeraguan
- مِنْهُminhudarinya
- مُرِيبٍmuriibinyang meragukan
Inti bacaan
Bentuk pasif (أُورِثُوا, uuritsuu) muncul satu kali di Al-Qur'an (42:14), dan bentuk pasif sejenis (أُورِثْتُمُوهَا, uuritstumuuhaa) ada di 7:43 dan 43:72.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat pembuka (وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ, wa-maa tafarraquu illaa min ba'di maa jaa'ahumu l-'ilmu) berarti "dan mereka tidak berpecah-belah kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan". Kata kerja tafarraquu berakar ف-ر-ق dan berbentuk kelima, sama dengan larangan (وَلَا تَتَفَرَّقُوا, wa-laa tatafarraquu) di 42:13, sehingga ayat ini menceritakan sebagai kejadian lampau apa yang ayat sebelumnya larang. Susunan (إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا, illaa min ba'di maa) muncul empat kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 3:19, 42:14, 45:17, dan 98:4. Tiga yang pertama menyambungnya dengan (جَاءَهُمُ الْعِلْمُ, jaa'ahumu l-'ilmu), sedangkan 98:4 menyambungnya dengan datangnya bukti yang nyata. Rangkaian jaa'ahumu l-'ilmu muncul empat kali, yaitu di 3:19, 10:93, 42:14, dan 45:17. Kata kerja di 3:19 dan 45:17 adalah berselisih, begitu pula di 10:93, (فَمَا اخْتَلَفُوا حَتَّىٰ جَاءَهُمُ الْعِلْمُ, fa-maa khtalafuu hattaa jaa'ahumu l-'ilmu) yang berarti "maka mereka tidak berselisih hingga datang kepada mereka pengetahuan", sedangkan 42:14 dan 98:4 memakai berpecah-belah. Di 3:105, (كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا, ka-lladziina tafarraquu wa-khtalafuu) yang berarti "seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih", kedua kata kerja itu bersanding dalam satu ayat.
Kata (الْعِلْمُ, l-'ilmu) diterjemahkan "pengetahuan", dan ayat ini tidak menyebut pengetahuan tentang apa. Di 45:17 sebelum kata itu ayatnya menyebut (بَيِّنَاتٍ مِنَ الْأَمْرِ, bayyinaatin mina l-amri) yang berarti "keterangan-keterangan yang jelas tentang urusan" yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan di 3:19 yang berselisih adalah orang-orang yang telah diberi Kitab. Terjemahan 42:14 tidak menambahkan keterangan semacam itu, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata (بَغْيًا, baghyan) muncul enam kali di lima surah, yaitu 2:90, 2:213, 3:19, 10:90, 42:14, dan 45:17. Susunan (بَغْيًا بَيْنَهُمْ, baghyan baynahum) muncul empat kali di antaranya, yaitu di 2:213, 3:19, 42:14, dan 45:17. Terjemahan memakai "kedengkian" untuk keempatnya dan untuk 2:90, (بَغْيًا أَنْ يُنَزِّلَ اللَّهُ, baghyan an yunazzila llaahu) yang berarti "karena kedengkian bahwa Allah menurunkan", sedangkan di 10:90 (بَغْيًا وَعَدْوًا, baghyan wa-'adwan) diterjemahkan "menganiaya dan menindas". Kata kerja dari akar yang sama disertai 'alaa bila ada pihak yang diperlakukan sewenang-wenang, misalnya (بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ, baghat ihdaahumaa 'alaa l-ukhraa) di 49:9 yang berarti "salah satu dari keduanya berbuat aniaya terhadap yang lain", dan (فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ, fa-baghaa 'alayhim) di 28:76. Di 42:14 tidak ada 'alaa dan tidak ada pihak yang dirugikan yang disebut, yang ada hanya (بَيْنَهُمْ, baynahum) yang berarti "di antara mereka". Karena itu ayat ini tidak memutuskan apakah baghy di sini perasaan di dalam hati atau tindakan sesama mereka, dan terjemahan "kedengkian" mengikuti empat ayat yang berbentuk sama.
Frasa (وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ, wa-lawlaa kalimatun sabaqat min rabbika) yang berarti "dan sekiranya tidak ada suatu ketetapan yang telah mendahului dari Tuhanmu" muncul lima kali, yaitu di 10:19, 11:110, 20:129, 41:45, dan 42:14. Empat di antaranya, yaitu 10:19, 11:110, 41:45, dan 42:14, disusul (لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ, la-qudhiya baynahum) yang berarti "niscaya telah diputuskan di antara mereka". Susunan itu muncul lima kali, dan yang kelimanya ada di 42:21, dengan penyebab lain, (كَلِمَةُ الْفَصْلِ, kalimatu l-fashli) yang berarti "ketetapan pemisah". Di 20:129 ketetapan itu disusul (لَكَانَ لِزَامًا وَأَجَلٌ مُسَمًّى, la-kaana lizaaman wa-ajalun musamman) yang berarti "tentulah menjadi keharusan, dan ajal yang telah ditentukan". Kata kerja qudhiya berbentuk pasif, dan di 42:14 pelaku putusannya tidak disebut. Di 10:93 dan 45:17 pelakunya disebut: (إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, inna rabbaka yaqdhii baynahum yawma l-qiyaamati) yang berarti "sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan di antara mereka pada hari kiamat".
Susunan (إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى, ilaa ajalin musamman) yang berarti "sampai batas waktu yang ditentukan" muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu 2:282, 11:3, 14:10, 16:61, 22:5, 22:33, 31:29, 35:45, 39:42, 42:14, dan 71:4. Empat di antaranya memakai kata kerja menangguhkan, yaitu 14:10, 16:61, 35:45, dan 71:4, misalnya (يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى, yu'akhkhiruhum ilaa ajalin musamman) di 16:61 dan 35:45 yang berarti "Dia menangguhkan mereka sampai batas waktu yang ditentukan". Ayat 42:14 tidak memakai kata kerja itu. Bila batas waktu di sini dibaca sebagai batas penangguhan, bacaan itu sejalan dengan keempat ayat tadi, dan ayat ini sendiri tidak menyatakannya. Isi ketetapan yang mendahului itu tidak dirinci oleh ayat ini.
Kata (أُورِثُوا, uuritsuu) berakar و-ر-ث, berbentuk keempat, dan berbentuk pasif, sehingga artinya "diwariskan kepada mereka". Bentuk persis ini muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 42:14. Bentuk pasif sejenis ada di 7:43 dan 43:72, yaitu (أُورِثْتُمُوهَا, uuritstumuuhaa) yang berarti "diwariskan kepada kalian". Terjemahan 42:14 memakai "diwariskan Kitab" mengikuti bentuk pasifnya, sehingga orang-orang itu digambarkan menerima Kitab dan bukan menjadi pelaku yang mewarisinya. Pelaku yang mewariskan tidak disebut di ayat ini. Pelaku disebut di 35:32, (ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ, tsumma awratsnaa l-kitaaba) yang berarti "kemudian Kitab itu Kami wariskan", dan di 40:53, (وَأَوْرَثْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ, wa-awratsnaa banii israa'iila l-kitaaba) yang berarti "dan Kami wariskan Kitab kepada Bani Israil". Bentuk aktif dasar di 7:169 menjadikan penerima Kitab sebagai pelaku: (مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ, min ba'dihim khalfun waritsuu l-kitaaba) yang berarti "setelah mereka, datanglah generasi yang mewarisi Kitab". Kitab yang diwariskan sesudah sekelompok orang disebut dengan min ba'dihim hanya di 7:169 dan 42:14. Ayat 42:14 tidak menamai siapa "mereka" dalam (مِنْ بَعْدِهِمْ, min ba'dihim).
Frasa (لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ, la-fii syakkin minhu muriibin) yang berarti "benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan tentangnya" muncul tiga kali, yaitu di 11:110, 41:45, dan 42:14. Di 11:110 dan 41:45 ayat sebelumnya menyebut Kitab yang diberikan kepada Musa lalu diperselisihkan, dan di 42:14 ayat sebelumnya menyebut Kitab yang diwariskan, sehingga kata ganti -hu pada (مِنْهُ, minhu) dalam ketiganya dapat dibaca menunjuk Kitab. Kata (مُرِيبٍ, muriibin) muncul tujuh kali, yaitu di 11:62, 11:110, 14:9, 34:54, 41:45, 42:14, dan 50:25. Di 11:62 dan 14:9 keraguan yang menggelisahkan itu menyangkut apa yang diserukan kepada orang-orang itu, sedangkan di 42:14 keraguan itu menyangkut Kitab yang diwariskan kepada mereka.
Tafsiran
Ayat ini menjawab pertanyaan yang ditinggalkan 42:13. Bila pertanggungjawaban yang diwasiatkan itu satu dan larangan berpecah sudah jelas, bagaimana perpecahan bisa terjadi? Jawabannya memuat tiga pernyataan berurutan. Perpecahan datang sesudah pengetahuan dan membawa kedengkian di antara pihak-pihak yang berpecah, sehingga ayat tidak menempatkan sebabnya pada kekurangan keterangan. Putusan atas mereka belum jatuh karena ada ketetapan dari Tuhanmu yang telah mendahului sampai batas waktu yang ditentukan. Lalu ayat berpindah kepada orang-orang yang diwariskan Kitab setelah mereka, yang berada dalam keraguan yang menggelisahkan tentang Kitab itu.
Ketiga pernyataan itu membentuk satu garis waktu: generasi yang berpecah, tenggang waktu yang ditetapkan, dan generasi sesudahnya. Ayat tidak menyatakan hubungan sebab antara perpecahan generasi pertama dan keraguan generasi kedua. Urutan penyebutannya saja yang menaruh keduanya berdampingan, dan masing-masing pernyataan dapat dipahami tanpa menyambungkannya.
Ayat 42:21 memuat susunan yang sama sampai kata kerja putusan, tetapi penahan putusannya disebut ketetapan pemisah, dan pokok bahasannya sekutu-sekutu yang menetapkan pertanggungjawaban tanpa izin Allah. Dengan demikian surah ini dua kali menerangkan mengapa putusan belum jatuh, sekali dalam kaitannya dengan perpecahan di 42:14 dan sekali dalam kaitannya dengan penetapan tanpa izin di 42:21. Ayat 10:93 dan 45:17 menyebut pelaku putusan itu, yaitu Tuhanmu pada hari kiamat, sedangkan 42:14 mengarahkan perhatian pembaca kepada tenggang waktu sebelum putusan. Dapat dibaca bahwa keraguan yang disebut pada pernyataan ketiga terjadi di dalam tenggang waktu itu, dan pembacaan ini tidak dinyatakan oleh ayatnya.
Ayat 42:15 sampai 42:16 kemudian memuat apa yang diminta dari penerima ayat dan keadaan orang-orang yang berhujah. Ayat 42:14 menjadi latar bagi bagian itu, karena perpecahan, penangguhan, dan keraguan yang disebutnya adalah keadaan tempat seruan di 42:15 dijalankan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 42:14 menaruh pengetahuan sebelum perpecahan, sehingga kekurangan keterangan tidak disebut sebagai sebabnya. Urutan yang sama ada di 3:19, 45:17, dan 98:4, tempat perselisihan atau perpecahan datang sesudah pengetahuan atau bukti sampai kepada mereka. Ayat-ayat itu membicarakan kelompok tertentu dan tidak dipakai untuk menilai siapa pun di sini. Orang yang sedang berselisih dengan saudaranya dapat memeriksa urutan dalam dirinya, apakah perselisihan itu dimulai sebelum duduk perkaranya diketahui atau sesudahnya, dan bila sesudahnya, apa yang masih menahannya untuk berhenti?
- Kata baynahum menaruh kedengkian di antara pihak-pihak yang berpecah sendiri, tidak di antara mereka dan pihak luar. Ayat tidak menyebut apakah kedengkian itu perasaan atau tindakan, dan tidak menyebut siapa yang dirugikannya. Di 2:90 kata baghyan dikaitkan dengan karunia yang Allah turunkan kepada siapa yang Dia kehendaki, sehingga dapat dibaca bahwa objek kedengkian kadang berupa anugerah yang jatuh ke pihak lain. Pembaca dapat bertanya, pada perselisihan terakhir yang diikutinya, seberapa besar bagian yang digerakkan oleh keberatan atas isi persoalan dan seberapa besar oleh keinginan agar pihak lain tidak lebih unggul?
- Menurut 42:14, perkara mereka sudah akan diputuskan seandainya tidak ada ketetapan dari Tuhanmu yang telah mendahului sampai batas waktu yang ditentukan. Perselisihan yang masih berlangsung dengan demikian terbaca bersama sebuah tenggang waktu, dan ayat tidak menyebut kapan batasnya tiba. Di 16:61 dan 35:45 Allah menangguhkan manusia sampai waktu yang ditentukan seandainya Dia menghukum mereka karena perbuatannya, dan kedua ayat itu membicarakan penangguhan hukuman, tidak penangguhan atas perselisihan. Pembaca yang melihat perselisihan berlarut dapat bertanya, apakah waktu yang masih tersedia ia baca sebagai tanda tidak ada yang memutuskan, padahal ayat ini menyebut ketetapan Tuhan yang mendahuluinya?
- Ayat 42:14 menyebut orang-orang yang diwariskan Kitab setelah mereka, dan keadaan mereka adalah keraguan yang menggelisahkan tentang Kitab itu. Ayat 7:169 juga menyebut generasi sesudah sekelompok orang yang mewarisi Kitab, tetapi gambarannya lain, yaitu mengambil harta dunia yang rendah dan berkata akan diampuni, padahal mereka terikat perjanjian untuk tidak mengatakan atas Allah kecuali yang benar. Satu ayat membicarakan keraguan dan yang lain membicarakan ucapan, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang memegang sebuah kitab dari orang tuanya dapat bertanya, apakah isinya sudah diperiksa sendiri sampai ke dasarnya, atau masih warisan yang dijaga karena sudah ada di tangan?
- Keraguan di 42:14 diberi sifat yang diterjemahkan menggelisahkan, sehingga gambarannya keraguan yang mengusik pemiliknya dan tidak membuatnya tenang. Di 14:9 orang-orang yang didatangi rasul berkata bahwa mereka benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang diserukan kepada mereka, dan di 14:10 rasul-rasul itu membalas dengan pertanyaan, "Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi?" Pertanyaan itu tidak ada di 42:14 dan tidak menjadi jawaban baginya. Pembaca dapat membedakan dua gelisah yang pernah menghampirinya, yang mendorongnya mencari jawaban sampai ke sumber dan yang menjauhkannya dari sumber itu. Ke arah mana gelisahnya yang terakhir bergerak?
- Kata kerja putusan di 42:14 berbentuk pasif, sehingga pelaku putusan tidak disebut. Di 10:93 dan 45:17 Tuhanmu yang memutuskan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan. Orang yang terlibat dalam sebuah perselisihan dapat bertanya, bagian mana dari urusan yang sedang diperjuangkannya memang berada dalam jangkauannya untuk diputuskan, dan bagian mana yang sebenarnya diserahkan kepada Dia yang memutuskan di antara mereka?