وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِهِمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ
Dan mereka tidak berpecah-belah kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Dan sekiranya bukan karena suatu ketetapan yang telah mendahului dari Tuhanmu sampai batas waktu yang ditentukan, niscaya telah diputuskan di antara mereka. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab setelah mereka benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan tentangnya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْwa-maa tafarraquu illaa min ba'di maa jaa'ahumu l-'ilmu baghyan baynahumdan mereka tidak berpecah-belah kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka
- وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِيَ بَيْنَهُمْwa-lawlaa kalimatun sabaqat min rabbika ilaa ajalin musamman la-qudhiya baynahumdan sekiranya bukan karena suatu ketetapan yang telah mendahului dari Tuhanmu sampai batas waktu yang ditentukan, niscaya telah diputuskan di antara mereka
- وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِهِمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍwa-inna lladziina uuritsuu l-kitaaba min ba'dihim la-fii syakkin minhu muriibindan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab setelah mereka benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan tentangnya
Terjemahan per kata (30 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- تَفَرَّقُواtafarraquumereka berpecah
- إِلَّاillaakecuali
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- مَاmaaapa yang
- جَاءَهُمُjaa'ahumudatang kepada mereka
- الْعِلْمُl-'ilmupengetahuan
- بَغْيًاbaghyankarena kedengkian
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
- كَلِمَةٌkalimatunsatu kalimat
- سَبَقَتْsabaqattelah mendahului
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- إِلَىٰilaakepada
- أَجَلٍajalinajal
- مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
- لَقُضِيَla-qudhiyasungguh akan diputuskan
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- أُورِثُواuuritsuumereka mewarisi
- الْكِتَابَl-kitaabaKitab
- مِنْmindari
- بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- شَكٍّsyakkinkeraguan
- مِنْهُminhudarinya
- مُرِيبٍmuriibinyang meragukan
Inti bacaan
Akar perpecahan yang jujur diidentifikasi: 'karena kedengkian antara sesama mereka' bukan karena kekurangan pengetahuan, perpecahan keagamaan sering bersumber dari rivalitas sosial-politik, bukan perbedaan substansi keyakinan yang genuine.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Ahlulkitab)', '(tentang kebenaran yang disampaikan oleh para nabi)', '(untuk menangguhkan azab)', '(Taurat dan Injil)', '(pada zaman Nabi Muhammad)', dan '(Al-Qur'an)' tidak dipakai: enam tambahan sekaligus, terbanyak dalam satu ayat sejauh ini di surah ini.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan akar perpecahan umat beragama, bukan karena kurang ilmu, melainkan kedengkian setelah ilmu itu datang.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka berpecah setelah datang pengetahuan. Bukan sebelum. Yang memecah bukan kurangnya keterangan, melainkan apa yang dilakukan dengan keterangan itu.
- Sebab yang Dia sebut kedengkian di antara mereka. Bukan perbedaan tafsir. Yang menggerakkan perpecahan diletakkan di dalam dada, bukan di atas meja.
- Allah menyebut kalau bukan karena ketetapan yang mendahului, perkaranya sudah diputuskan. Waktu yang tersisa pemberian. Perselisihan dibiarkan berlangsung bukan karena tak terlihat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).