وَالَّذِينَ يُحَاجُّونَ فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا اسْتُجِيبَ لَهُ حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ
Dan orang-orang yang membantah tentang Allah setelah diperkenankan baginya, bantahan mereka sia-sia di sisi Tuhan mereka, dan atas mereka kemurkaan, dan bagi mereka azab yang keras.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَالَّذِينَ يُحَاجُّونَ فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا اسْتُجِيبَ لَهُwa-lladziina yuhaajjuuna fii llaahi min ba'di maa stujiiba lahudan orang-orang yang membantah tentang Allah setelah diperkenankan baginya
- حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِنْدَ رَبِّهِمْhujjatuhum daahidhatun 'inda rabbihimbantahan mereka sia-sia di sisi Tuhan mereka
- وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌwa-'alayhim ghadhabun wa-lahum 'adzaabun syadiidundan atas mereka kemurkaan, dan bagi mereka azab yang keras
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- يُحَاجُّونَyuhaajjuunamereka berbantah
- فِيfiitentang
- اللَّهِllaahiAllah
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- مَاmaaapa yang
- اسْتُجِيبَstujiibadiperkenankan
- لَهُlahubaginya
- حُجَّتُهُمْhujjatuhumhujah mereka
- دَاحِضَةٌdaahidhatunyang batil
- عِنْدَ'indadi sisi
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- وَعَلَيْهِمْwa-'alayhimdan atas mereka
- غَضَبٌghadhabunkemurkaan
- وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- شَدِيدٌsyadiidunyang keras
Inti bacaan
Konsekuensi bagi yang 'berhujah tentang Allah setelah seruan-Nya disambut', perdebatan yang muncul justru setelah kebenaran diterima dinilai lebih serius daripada penolakan awal yang jujur.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(seruan-Nya)' tidak dipakai: kata ganti 'lahu' dibiarkan polos tanpa keterangan tambahan.
Tafsiran
Ayat ini mengecam perdebatan yang terus berlanjut meski kebenaran sudah jelas diterima: sikap keras kepala yang berujung kemurkaan Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut bantahan yang datang belakangan. Bukan penolakan awal. Sesudah diterima, baru dibantah.
- Bantahannya disebut sia-sia di sisi Tuhan mereka. Bukan salah. Tidak berbobot.
- Tiga akibat disebut berturut: sia-sia, kemurkaan, azab. Allah menderetkannya. Bertambah berat tiap langkah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-j-j, a-l-h, b-'-d, j-w-b, d-h-d, '-n-d, r-b-b, gh-d-b, '-dz-b, sh-d-d): yuhaajjuuna fii llaah diterjemahkan 'berhujah tentang Allah' (akar h-j-j); hujjatuhum daahidah diterjemahkan 'hujah mereka sia-sia (batal)' (akar h-j-j + akar d-h-d, hujah pembangkang runtuh, kontras burhaan sejati); ghadab diterjemahkan 'kemurkaan' (akar gh-d-b); adhaab shadiid diterjemahkan 'azab yang keras' (akar sh-d-y-d: shadiid diterjemahkan 'keras' terkunci; terjemahan lain 'sangat keras'). gloss '(agama)/(agama itu)' dibuang.