اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ ۗ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ

Allah yang menurunkan Kitab dengan kebenaran, dan neraca; dan tahukah engkau, boleh jadi hari kiamat sudah dekat?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَallaahu lladzii anzala l-kitaaba bi-l-haqqi wa-l-miizaanaAllah yang menurunkan Kitab dengan kebenaran, dan neraca
  2. وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌwa-maa yudriika la'alla s-saa'ata qariibundan tahukah engkau, boleh jadi hari kiamat sudah dekat

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. اللَّهُallaahuAllah
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. أَنْزَلَanzalamenurunkan
  4. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  5. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  6. وَالْمِيزَانَwa-l-miizaanadan timbangan
  7. وَمَاwa-maadan apa yang
  8. يُدْرِيكَyudriikamemberitahumu
  9. لَعَلَّla'allaboleh jadi
  10. السَّاعَةَs-saa'atahari Kiamat
  11. قَرِيبٌqariibunyang dekat

Inti bacaan

Rangkaian (الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ, l-kitaaba wa-l-miizaana) muncul satu kali di Al-Qur'an (57:25), sedangkan (أَنْزَلَ الْكِتَابَ, anzala l-kitaaba) muncul dua kali (6:91, 42:17).

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pertama, (اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ, allaahu lladzii anzala l-kitaaba bi-l-haqqi wa-l-miizaana), berarti "Allah yang menurunkan Kitab dengan kebenaran, dan neraca". Rangkaian (أَنْزَلَ الْكِتَابَ, anzala l-kitaaba) muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 6:91 dan 42:17. Di 6:91, (مَنْ أَنْزَلَ الْكِتَابَ, man anzala l-kitaaba) berarti "siapakah yang menurunkan Kitab", yaitu sebuah pertanyaan, sedangkan di 42:17 pelakunya dinyatakan, yaitu Allah. Susunan (الْكِتَابَ بِالْحَقِّ, l-kitaaba bi-l-haqqi) muncul tujuh kali, yaitu di 2:176, 2:213, 3:3, 4:105, 5:48, 39:2, dan 42:17. Di empat ayat penerimanya disebut, misalnya (نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ, nazzala 'alayka l-kitaaba bi-l-haqqi) di 3:3 dan (أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ, anzalnaa ilayka l-kitaaba bi-l-haqqi) di 4:105, 5:48, dan 39:2. Di 2:213 yang disebut adalah pihak yang disertai Kitab itu, (وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ, wa-anzala ma'ahumu l-kitaaba bi-l-haqqi), dan di 2:176 serta 42:17 penerimanya tidak disebut.

Kata (الْمِيزَانَ, l-miizaana) muncul delapan kali di enam surah, yaitu di 6:152, 7:85, 11:84, 11:85, 42:17, 55:7, 55:9, dan 57:25. Terjemahan memakai "neraca" di dua ayat yang menyebut miizaan diturunkan, yaitu 42:17 dan 57:25, dan "timbangan" di enam ayat lainnya, yaitu di empat ayat yang menyebutnya sebagai alat dagang (6:152, 7:85, 11:84, 11:85) dan di dua ayat yang menyebutnya diletakkan dan ditegakkan (55:7, 55:9). Huruf bi- tidak diulang di depan (وَالْمِيزَانَ, wa-l-miizaana), sehingga dua bacaan sama-sama mungkin: Kitab diturunkan "dengan kebenaran dan dengan neraca", atau Kitab diturunkan dengan kebenaran dan neraca ikut diturunkan. Ayat 57:25 mendukung bacaan kedua, (وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ, wa-anzalnaa ma'ahumu l-kitaaba wa-l-miizaana li-yaquuma n-naasu bi-l-qisthi) yang berarti "dan Kami menurunkan bersama mereka kitab dan neraca agar manusia dapat berlaku adil", dan rangkaian (الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ, l-kitaaba wa-l-miizaana) muncul satu kali, yaitu di 57:25. Terjemahan 42:17 memakai koma sebelum "dan neraca" sehingga kedua bacaan tetap terbuka. Bentuk jamak miizaan dipakai bagi penimbangan hari kiamat, yaitu (وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ, wa-nadha'u l-mawaaziina l-qistha) di 21:47 yang berarti "Kami akan meletakkan timbangan yang tepat", serta di 7:8, 7:9, 23:102, 23:103, 101:6, dan 101:8. Bentuk tunggal di 42:17 tidak disertai penyebutan hari itu dalam kalimat yang sama.

Kalimat kedua, (وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ, wa-maa yudriika la'alla s-saa'ata qariibun), berarti "dan tahukah engkau, boleh jadi hari kiamat sudah dekat". Pembuka (وَمَا يُدْرِيكَ, wa-maa yudriika) muncul tiga kali, yaitu di 33:63, 42:17, dan 80:3, dan di ketiganya disusul (لَعَلَّ, la'alla). Susunan (لَعَلَّ السَّاعَةَ, la'alla s-saa'ata) muncul dua kali, yaitu di 33:63 dan 42:17. Di 33:63, (وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا, wa-maa yudriika la'alla s-saa'ata takuunu qariiban), pertanyaan itu didahului (قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ, qul innamaa 'ilmuhaa 'inda llaahi) yang berarti "katakanlah, pengetahuan tentang hal itu hanya ada di sisi Allah", sedangkan 42:17 tidak memuat ucapan serupa. Di 80:3, (وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ, wa-maa yudriika la'allahu yazzakkaa), pertanyaan yang sama menyangkut hal lain. Kata (قَرِيبٌ, qariibun) berarti "dekat" tanpa penanda waktu, dan kata "sudah" dalam terjemahan dipakai agar kalimat Indonesianya wajar, mengikuti terjemahan 33:63. Ayat 42:17 tidak menyebut kapan hari itu tiba, dan terjemahan memakai huruf kecil pada "hari kiamat" sesuai kebiasaan korpus ini.

Tafsiran

Ayat ini terdiri atas dua kalimat yang berbeda bentuknya. Kalimat pertama menyatakan sesuatu tentang Allah, yaitu Dia menurunkan Kitab dengan kebenaran dan neraca. Kalimat kedua mengajukan pertanyaan kepada penerima ayat tentang dekatnya hari kiamat. Pertanyaan itu tidak dijawab di ayat ini, dan 42:18 melanjutkannya dengan tiga sikap terhadap hari kiamat.

Di rangkaian sebelumnya, 42:15 memuat iman kepada apa yang Allah turunkan berupa Kitab dan perintah berlaku adil, dan 42:16 memuat hujah yang dinilai di sisi Tuhan mereka. Neraca di 42:17 menyebut alat ukur bagi dua hal itu, sedangkan Kitab menyebut bahan yang diimani. Ayat 57:25 menyebut tujuan Kitab dan neraca, yaitu agar manusia berlaku adil, dan 42:15 memuat tujuan yang sama pada ucapan pembicara. Hubungan itu dapat dibaca sebagai ukuran yang menyertai 42:15 dan 42:16, dan pembacaan ini tidak dinyatakan oleh 42:17 sendiri.

Kalimat kedua beralih dari ukuran ke waktu, dan ayat tidak menyatakan hubungan antara neraca dan hari kiamat dalam satu kalimat. Ayat 21:47 menghubungkan timbangan dengan hari kiamat memakai bentuk jamak, dan 7:8 menghubungkannya dengan hari itu memakai kata lain untuk penimbangan, sehingga pembaca dapat memahami kedekatan kedua hal itu. Ayat 42:17 sendiri membiarkannya sebagai dua kalimat berdampingan. Pertanyaan tentang dekatnya hari itu diajukan dengan kata boleh jadi, yaitu sebagai kemungkinan yang tidak diketahui penerima ayat, dan 33:63 menyebut bahwa pengetahuan tentang hari itu ada di sisi Allah.

Pertanyaan pada 42:17 menjadi pintu bagi 42:18, yang memuat orang-orang yang meminta hari itu disegerakan, orang-orang beriman yang takut kepadanya, dan orang-orang yang membantah tentangnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 57:25 menyebut kitab dan neraca diturunkan bersama rasul-rasul agar manusia dapat berlaku adil, dan 42:17 menyebut keduanya dalam satu kalimat tentang Allah. Kedua ayat berbeda konteksnya dan tidak disamakan, tetapi keduanya menaruh alat menimbang di samping teks yang dibaca, dan 42:17 tidak menyebut urutan antara membaca dan menimbang. Orang yang rajin membaca dapat bertanya, apakah teks yang dibacanya pernah dipakai untuk menimbang perlakuannya terhadap orang yang paling dekat dengannya, dan bagaimana hasil timbangan itu bila dilakukan jujur?
  • Ayat 42:15 memuat ucapan bahwa pembicara diperintahkan berlaku adil di antara mereka, dan 42:17 menyebut neraca yang diturunkan Allah. Ayat 42:17 tidak menyatakan bahwa neraca itu yang dipakai pembicara di 42:15, tetapi kedua ayat berdekatan. Perintah berlaku adil di 42:15 dinyatakan sendiri oleh pembicara, sedangkan penilaian atas keadilannya tidak disebut di ayat itu. Orang yang pernah berkata bahwa dirinya sudah berlaku adil dapat bertanya, dengan neraca mana hal itu ditimbang, neraca buatan sendiri atau neraca yang diturunkan Allah, dan siapa yang pernah diminta ikut menimbang?
  • Ayat 42:16 menilai hujah di sisi Tuhan mereka, dan 42:17 menyebut Dia menurunkan neraca. Kedua ayat berurutan dan tidak dihubungkan secara tertulis, tetapi urutannya menaruh alat ukur sesudah penilaian. Ayat 42:17 tidak menyebut neraca itu dipakai untuk menimbang hujah, sehingga pembacaan ini hanya menaruh dua ayat berdampingan. Orang yang menimbang pendapat orang lain dapat bertanya, ukuran apa yang dipakainya, perasaan terhadap penuturnya atau sesuatu yang dapat ditunjuk bersama penutur itu, dan apakah ukuran yang sama pernah dipakai pada pendapatnya sendiri?
  • Pertanyaan dan tahukah engkau di 42:17 tidak diikuti jawaban dalam ayat yang sama. Di 33:63 pertanyaan serupa didahului ucapan bahwa pengetahuan tentang hari itu ada di sisi Allah, dan 42:17 tidak memuat ucapan itu, sehingga pertanyaannya sampai kepada pembaca tanpa pagar. Pembaca dapat bertanya, bagaimana pertanyaan yang jawabannya memang tidak ada padanya ditanggapi, dengan menebak, dengan menolak, atau dengan menahan diri?
  • Pertanyaan itu ditujukan kepada penerima ayat dengan kata engkau, tidak kepada orang banyak. Kata boleh jadi menaruh dekatnya hari itu sebagai kemungkinan, dan ayat tidak menyebut tanggal atau tanda. Terjemahan memakai sudah dekat mengikuti 33:63, sedangkan kata Arabnya hanya dekat. Pembaca dapat bertanya, bagaimana hidupnya berbeda bila kemungkinan itu dipegang tanpa panik dan tanpa diabaikan, pekerjaan mana yang tidak berani ditunda bila hari itu mungkin dekat, dan pekerjaan mana yang selama ini dikerjakan seolah-olah waktu tidak berbatas?
  • Kata kebenaran dipakai di 42:17 sebagai cara Kitab diturunkan, dan di 42:18 sebagai sifat hari kiamat yang diketahui orang-orang beriman. Dua ayat itu memakai kata yang sama untuk dua hal dan tidak menyatakan keduanya satu. Pembaca dapat bertanya, bila kebenaran menyertai Kitab yang diturunkan Allah dan juga menyertai hari yang ditanyakan itu, apakah kebenaran baginya lebih dekat pada teks yang dibaca atau pada hari yang akan datang, dan bagaimana kedua kedekatan itu bertemu dalam satu hari biasa?