يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِهَا ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا الْحَقُّ ۗ أَلَا إِنَّ الَّذِينَ يُمَارُونَ فِي السَّاعَةِ لَفِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

Orang-orang yang tidak beriman kepadanya meminta agar ia segera terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya serta mengetahui bahwa ia benar. Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang hari kiamat benar-benar berada dalam kesesatan yang jauh.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِهَاyasta'jilu bihaa lladziina laa yu'minuuna bihaaorang-orang yang tidak beriman kepadanya meminta agar ia segera terjadi
  2. وَالَّذِينَ آمَنُوا مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا الْحَقُّwa-lladziina aamanuu musyfiquuna minhaa wa-ya'lamuuna annahaa l-haqqudan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya serta mengetahui bahwa ia benar
  3. أَلَا إِنَّ الَّذِينَ يُمَارُونَ فِي السَّاعَةِ لَفِي ضَلَالٍ بَعِيدٍalaa inna lladziina yumaaruuna fii s-saa'ati la-fii dhalaalin ba'iidinketahuilah, sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang hari kiamat benar-benar berada dalam kesesatan yang jauh

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. يَسْتَعْجِلُyasta'jilumeminta disegerakan
  2. بِهَاbihaapadanya
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. لَاlaatidak
  5. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
  6. بِهَاbihaakepadanya
  7. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  8. آمَنُواaamanuuberiman
  9. مُشْفِقُونَmusyfiquunamerasa cemas
  10. مِنْهَاminhaadarinya
  11. وَيَعْلَمُونَwa-ya'lamuunadan mereka mengetahui
  12. أَنَّهَاannahaabahwa ia
  13. الْحَقُّl-haqqukebenaran
  14. أَلَاalaaketahuilah
  15. إِنَّinnasesungguhnya
  16. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  17. يُمَارُونَyumaaruunamereka membantah
  18. فِيfiitentang
  19. السَّاعَةِs-saa'atihari Kiamat
  20. لَفِيla-fiibenar-benar dalam
  21. ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
  22. بَعِيدٍba'iidinyang jauh

Inti bacaan

Kata (يُمَارُونَ, yumaaruuna) muncul satu kali di Al-Qur'an (42:18), dan akar م-ر-ي bermakna berbantah di tiga ayat (18:22, 42:18, 53:12).

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pertama, (يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِهَا, yasta'jilu bihaa lladziina laa yu'minuuna bihaa), berarti "orang-orang yang tidak beriman kepadanya meminta agar ia segera terjadi". Kata kerja (يَسْتَعْجِلُ, yasta'jilu) berakar ع-ج-ل dan berbentuk kesepuluh, bentuk yang bermakna meminta sesuatu disegerakan. Bentuk itu ada di dua puluh ayat, yaitu 6:57, 6:58, 10:11, 10:50, 10:51, 13:6, 16:1, 21:37, 22:47, 26:204, 27:46, 27:72, 29:53, 29:54, 37:176, 42:18, 46:24, 46:35, 51:14, dan 51:59. Di dua belas ayat di antaranya, huruf bi- menyertai hal yang diminta disegerakan: 6:57, 10:51, 13:6, 22:47, 26:204, 27:46, 29:53, 29:54, 37:176, 42:18, 46:24, dan 51:14. Tujuh ayat menyebut hal itu dengan namanya, yaitu azab di (وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ, wa-yasta'jiluunaka bi-l-'adzaabi) pada 22:47, 29:53, dan 29:54, serta di (أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ, a-fa-bi-'adzaabinaa yasta'jiluuna) pada 26:204 dan 37:176, dan keburukan di (وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالسَّيِّئَةِ, wa-yasta'jiluunaka bi-s-sayyi'ati) pada 13:6 serta (لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ, li-ma tasta'jiluuna bi-s-sayyi'ati) pada 27:46. Di 42:18 hal yang diminta disegerakan muncul dalam bentuk kata ganti (بِهَا, bihaa) yang berarti "dengannya".

Tiga kata ganti perempuan dalam ayat ini, yaitu bihaa, (مِنْهَا, minhaa), dan (أَنَّهَا, annahaa), berdiri sebelum kata benda yang disebut pada akhir ayat, (السَّاعَةِ, s-saa'ati). Kata benda perempuan terdekat sebelum ayat ini adalah (السَّاعَةَ, s-saa'ata) di 42:17, dan terjemahan membacanya sebagai "hari kiamat". Ayat 42:18 tidak mengulang nama itu sebelum kata gantinya, sehingga pembaca baru menemukan nama itu setelah tiga kata ganti lewat. Rangkaian (لَا يُؤْمِنُونَ بِهَا, laa yu'minuuna bihaa) berarti "tidak beriman kepadanya", dan kata ganti bihaa dipakai dua kali dalam satu kalimat, sebelum dan sesudah pernyataan tentang iman.

Kalimat kedua, (وَالَّذِينَ آمَنُوا مُشْفِقُونَ مِنْهَا, wa-lladziina aamanuu musyfiquuna minhaa), berarti "dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya". Kata (مُشْفِقُونَ, musyfiquuna) berakar ش-ف-ق dan berbentuk keempat. Bentuk pelaku ini ada di delapan ayat, yaitu 18:49, 21:28, 21:49, 23:57, 42:18, 42:22, 52:26, dan 70:27. Di tujuh ayat itu hal yang ditakuti disebut sesudah min atau mimmaa, yaitu (وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ, wa-hum mina s-saa'ati musyfiquuna) di 21:49, (وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ, wa-lladziina hum min 'adzaabi rabbihim musyfiquuna) di 70:27, (مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ, min khasyyati rabbihim musyfiquuna) di 23:57, (وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ, wa-hum min khasyyatihi musyfiquuna) di 21:28, (مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ, musyfiqiina mimmaa fiihi) di 18:49, dan (مُشْفِقِينَ مِمَّا كَسَبُوا, musyfiqiina mimmaa kasabuu) di 42:22, serta minhaa di 42:18. Satu ayat lain, 52:26, menyebut tempatnya dan bukan hal yang ditakuti, yaitu (فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ, fii ahlinaa musyfiqiina). Dengan demikian 21:49 dan 42:18 menyebut hal yang sama sebagai sasaran rasa takut itu, yaitu hari kiamat, yang pertama dengan namanya dan yang kedua dengan kata ganti.

Kalimat ketiga, (وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا الْحَقُّ, wa-ya'lamuuna annahaa l-haqqu), berarti "serta mengetahui bahwa ia benar". Rangkaian (أَنَّهَا الْحَقُّ, annahaa l-haqqu) muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 42:18. Rangkaian dengan kata ganti laki-laki, (أَنَّهُ الْحَقُّ, annahu l-haqqu), ada di empat ayat, yaitu 2:26, 2:144, 22:54, dan 41:53. Di 2:26 yang mengetahuinya adalah orang-orang beriman, (فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ, fa-ammaa lladziina aamanuu fa-ya'lamuuna annahu l-haqqu min rabbihim), yang berarti "adapun orang-orang yang beriman, mereka mengetahui bahwa itu kebenaran dari Tuhan mereka". Terjemahan 42:18 memakai "benar" dan 2:26 memakai "kebenaran" untuk kata yang sama, sesuai kalimat masing-masing. Di 42:17 kata yang sama dalam (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) diterjemahkan "dengan kebenaran". Ayat 42:18 tidak menyatakan bagaimana pengetahuan itu diperoleh orang-orang beriman.

Kalimat terakhir, (أَلَا إِنَّ الَّذِينَ يُمَارُونَ فِي السَّاعَةِ لَفِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ, alaa inna lladziina yumaaruuna fii s-saa'ati la-fii dhalaalin ba'iidin), berarti "ketahuilah, sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang hari kiamat benar-benar berada dalam kesesatan yang jauh". Pembuka (أَلَا إِنَّ, alaa inna) muncul dua puluh kali di sepuluh surah, yaitu di 2:12, 2:13, 2:214, 7:131, 9:99, 10:55, 10:62, 10:66, 11:5, 11:60, 11:68, 24:64, 37:151, 41:54, 42:5, 42:18, 42:45, 58:18, 58:19, dan 58:22. Surah ini memakainya tiga kali, dan pembuka (أَلَا إِنَّ الَّذِينَ, alaa inna lladziina) disusul lladziina yang berarti "orang-orang yang" satu kali saja, yaitu di 42:18. Kata (يُمَارُونَ, yumaaruuna) berakar م-ر-ي dan muncul satu kali di Al-Qur'an. Akar ini ada di sembilan belas ayat, empat belas di antaranya bermakna keraguan, misalnya (الْمُمْتَرِينَ, l-mumtariina) di 2:147, tiga bermakna berbantah, yaitu 18:22, 42:18, dan 53:12, dan dua berbentuk tamaaraa, yaitu 53:55 dan 54:36. Di 53:12, (أَفَتُمَارُونَهُ, a-fa-tumaaruunahu), terjemahan memakai "membantahnya", dan 42:18 memakai kata yang sama untuk pelakunya. Akar ح-ج-ج di 42:16 diterjemahkan "berhujah", sehingga ayat ini dan ayat itu memakai dua kata kerja yang berbeda.

Frasa (ضَلَالٍ بَعِيدٍ, dhalaalin ba'iidin) muncul tiga kali, yaitu di 14:3, 42:18, dan 50:27, dan gabungan (لَفِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ, la-fii dhalaalin ba'iidin) hanya di 42:18. Dengan kata sandang, (الضَّلَالُ الْبَعِيدُ, dh-dhalaalu l-ba'iidu), frasa itu ada di 14:18, 22:12, dan 34:8, sedangkan bentuk (ضَلَالًا بَعِيدًا, dhalaalan ba'iidan) ada di 4:60, 4:116, 4:136, dan 4:167. Terjemahan memakai "kesesatan yang jauh" untuk 14:3, 14:18, 22:12, 34:8, 42:18, dan 50:27. Ayat 42:18 tidak menyebut jauh dari apa, dan huruf la- di depan fii menguatkan kalimat itu menjadi "benar-benar berada".

Tafsiran

Ayat ini menyebut tiga kelompok dalam tiga kalimat, dan masing-masing diberi satu sikap terhadap hari kiamat. Kelompok pertama meminta hari itu disegerakan dan tidak beriman kepadanya. Kelompok kedua beriman, merasa takut kepadanya, dan mengetahui bahwa hari itu benar. Kelompok ketiga membantah tentang hari itu dan disebut berada dalam kesesatan yang jauh.

Ayat tidak menyatakan apakah kelompok pertama dan ketiga orang yang sama. Kelompok pertama dicirikan dengan tidak beriman dan meminta disegerakan, dan kelompok ketiga dicirikan dengan membantah. Dua ciri itu dapat berada pada satu orang atau pada dua orang, dan teks tidak memutuskannya. Kalimat ketiga dibuka dengan pembuka tersendiri, sehingga kalimat itu terbaca sebagai pernyataan yang berdiri sendiri, sedangkan kalimat pertama dan kedua bersambung dengan kata hubung.

Rasa takut dan pengetahuan disebut berdampingan pada kelompok kedua, dan ayat tidak menyebut mana yang lebih dulu. Ayat 21:49 menyebut rasa takut terhadap hari kiamat pada orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka dalam kegaiban, dan ayat itu tidak menyebut pengetahuan. Ayat 42:18 menambahkan pengetahuan bahwa hari itu benar.

Dalam rangkaian 42:13 sampai 42:18, ayat ini menjawab pertanyaan 42:17 tentang dekatnya hari kiamat dengan cara yang tidak langsung. Ayat 42:17 bertanya kepada penerima ayat, dan 42:18 tidak menjawab apakah hari itu dekat atau jauh, tetapi menyebut tiga sikap manusia terhadapnya. Kata benar di 42:18 dan kebenaran di 42:17 memakai kata Arab yang sama, dan ayat tidak menyatakan hubungan di antara keduanya. Dengan 42:18 rangkaian ayat tentang perpecahan dan hujah ditutup oleh penilaian atas pihak yang membantah, dan 42:19 membuka bagian baru.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut orang-orang yang meminta hari kiamat disegerakan, dan tidak menyebut kepada siapa permintaan itu diajukan. Pada ayat lain permintaan serupa tentang azab dilontarkan kepada penerima ayat yang disapa dengan kata engkau, misalnya di 22:47 dan 29:53, sehingga bentuknya terbaca sebagai tantangan kepada manusia dan tidak sebagai permohonan kepada Allah. Ayat 42:18 tidak merinci hal itu. Pembaca dapat bertanya, apakah permintaannya pernah berbentuk tantangan yang diajukan kepada orang lain atas nama sesuatu yang sebenarnya hanya ada di tangan Allah, dan apa yang dirasakannya saat tantangan itu tidak dijawab?
  • Rasa takut kelompok kedua disebut sejajar dengan pengetahuan bahwa hari itu benar, dan ayat tidak menyebut takut mendahului tahu atau sebaliknya. Pada ayat lain rasa takut yang sama ditujukan kepada azab Tuhan mereka dan kepada Dia sendiri, sehingga sasaran takutnya berbeda-beda. Orang yang pernah takut tanpa tahu dan tahu tanpa takut dapat bertanya, kapan keduanya pernah ada dalam dirinya pada saat yang sama, dan apa yang terjadi pada langkahnya ketika keduanya bertemu?
  • Satu ayat memuat tiga sikap terhadap hal yang sama, dan dua dari tiga kalimat itu menunjuk hari kiamat lewat kata ganti saja. Pembaca dapat bertanya, kepada sikap yang mana dari ketiganya dirinya paling dekat saat ini, dan apakah Allah, yang disebut di ayat sebelumnya sebagai penurun Kitab dan neraca, menjadi bagian dari jawabannya?
  • Ayat 42:18 menyebut orang-orang yang membantah tentang hari kiamat, dan membantah tentang sesuatu yang belum terjadi berbeda dari membantah tentang sesuatu yang bisa diperiksa. Teks tidak menyebut apa yang dibantah, apakah terjadinya, waktunya, atau isinya. Pembaca dapat bertanya, bila pokok yang dibantah belum bisa dilihat, bahan apa yang dipakai kedua belah pihak untuk saling menguatkan, dan siapa yang akhirnya memegang kata putus atas perbantahan itu selain Dia?
  • Kata jauh dalam kesesatan yang jauh tidak diikuti keterangan jauh dari apa, dan ayat tidak mengukur jarak itu. Pembaca dapat membaca kata itu sebagai jarak dari sesuatu yang disebut di ayat sebelumnya, tetapi pembacaan itu tidak tertulis. Orang yang pernah merasa berada di jalan yang benar dapat bertanya, dari titik mana ia mengukur jaraknya sendiri, dan siapa yang pernah dimintanya menunjukkan titik itu, dirinya atau Tuhan yang menurunkan Kitab dan neraca?
  • Pertanyaan di ayat sebelumnya tentang dekatnya hari itu dijawab oleh 42:18 dengan menyebut sikap manusia dan bukan dengan menyebut waktu. Pembaca yang menunggu tanggal tidak menemukannya, dan pembaca yang menunggu gambaran sikap menemukan tiga. Pembaca dapat bertanya, bila waktunya tidak pernah diberi tahu, apa yang membuat sebagian orang tetap meminta disegerakan sedangkan sebagian lain gemetar, dan di sisi mana rasa ingin tahunya sendiri paling sering berdiri?