أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Ataukah mereka mempunyai sekutu-sekutu yang menetapkan bagi mereka pertanggungjawaban yang tidak diizinkan oleh Allah? Dan sekiranya bukan karena ketetapan pemisah, niscaya telah diputuskan di antara mereka. Dan sesungguhnya orang-orang zalim, bagi mereka azab yang pedih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُam lahum syurakaa'u syara'uu lahum mina d-diini maa lam ya'dzan bihi llaahuataukah mereka mempunyai sekutu-sekutu yang menetapkan bagi mereka pertanggungjawaban yang tidak diizinkan oleh Allah
  2. وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْwa-lawlaa kalimatu l-fashli la-qudhiya baynahumdan sekiranya bukan karena ketetapan pemisah, niscaya telah diputuskan di antara mereka
  3. وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌwa-inna zh-zhaalimiina lahum 'adzaabun aliimundan sesungguhnya orang-orang zalim, bagi mereka azab yang pedih

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. أَمْamatau
  2. لَهُمْlahumbagi mereka
  3. شُرَكَاءُsyurakaa'usekutu-sekutu
  4. شَرَعُواsyara'uumereka menetapkan
  5. لَهُمْlahumbagi mereka
  6. مِنَminadari
  7. الدِّينِd-diiniPertanggungjawaban
  8. مَاmaaapa yang
  9. لَمْlamtidak
  10. يَأْذَنْya'dzanmengizinkan
  11. بِهِbihidengannya
  12. اللَّهُllaahuAllah
  13. وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
  14. كَلِمَةُkalimatukalimat
  15. الْفَصْلِl-fashlikeputusan
  16. لَقُضِيَla-qudhiyasungguh akan diputuskan
  17. بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
  18. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  19. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
  20. لَهُمْlahumbagi mereka
  21. عَذَابٌ'adzaabunazab
  22. أَلِيمٌaliimunyang pedih

Inti bacaan

Pertanyaan tajam tentang otoritas sembahan palsu 'menetapkan bagi mereka aturan pertanggungjawaban yang tidak diizinkan oleh Allah', klaim legislasi keagamaan tanpa dasar otoritas sejati dianggap pelanggaran serius.

Tafsiran

Ayat ini mempertanyakan legitimasi aturan buatan sekutu-sekutu palsu yang tidak pernah diizinkan Allah, sebuah penghakiman yang tertunda hanya karena ketetapan-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mempersoalkan siapa yang berwenang menetapkan. Bukan isi aturannya. Sumber izinnya.
  • Sekutunya digambarkan membuat aturan, bukan menerima sembahan. Bahasanya bahasa perundangan. Yang dibuat ketentuan.
  • Kalimat berikutnya menyebut ketetapan pemisah. Allah menyebut sebab penundaan. Kalau bukan karena itu, sudah diputus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout kelompok (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar. akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).