تَرَى الظَّالِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا كَسَبُوا وَهُوَ وَاقِعٌ بِهِمْ ۗ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِ ۖ لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

Engkau akan melihat orang-orang zalim itu merasa takut karena apa yang telah mereka lakukan, padahal ia pasti menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh berada di taman-taman yang subur; bagi mereka apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Itu karunia yang besar.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. تَرَى الظَّالِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا كَسَبُوا وَهُوَ وَاقِعٌ بِهِمْtaraa zh-zhaalimiina musyfiqiina mimmaa kasabuu wa-huwa waaqi'un bihimengkau akan melihat orang-orang zalim itu merasa takut karena apa yang telah mereka lakukan, padahal ia pasti menimpa mereka
  2. وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِwa-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati fii rawdhaati l-jannaatidan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh berada di taman-taman yang subur
  3. لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْlahum maa yasyaa'uuna 'inda rabbihimbagi mereka apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka
  4. ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُdzaalika huwa l-fadhlu l-kabiiruitu karunia yang besar

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. تَرَىtaraaengkau melihat
  2. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
  3. مُشْفِقِينَmusyfiqiinaorang-orang yang takut
  4. مِمَّاmimmaakarena apa yang
  5. كَسَبُواkasabuumereka usahakan
  6. وَهُوَwa-huwapadahal ia
  7. وَاقِعٌwaaqi'unyang pasti terjadi
  8. بِهِمْbihimpada mereka
  9. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  10. آمَنُواaamanuuberiman
  11. وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
  12. الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
  13. فِيfiidi
  14. رَوْضَاتِrawdhaatitaman-taman
  15. الْجَنَّاتِl-jannaatitaman-taman
  16. لَهُمْlahumbagi mereka
  17. مَاmaaapa yang
  18. يَشَاءُونَyasyaa'uunamereka kehendaki
  19. عِنْدَ'indadi sisi
  20. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  21. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  22. هُوَhuwaitulah
  23. الْفَضْلُl-fadhlukarunia
  24. الْكَبِيرُl-kabiiruMahabesar

Inti bacaan

Bunyi (وَاقِعٌ بِهِمْ, waaqi'un bihim) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:171 dan 42:22.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (تَرَى الظَّالِمِينَ, taraa zh-zhaalimiina) yang berarti "engkau akan melihat orang-orang zalim". Bunyi itu ada di dua ayat, yaitu 42:22 dan 42:44, keduanya dalam satu surah. Kata kerja taraa berakar ر-أ-ي dan ditujukan kepada satu orang. Sesudahnya datang (مُشْفِقِينَ, musyfiqiina) yang berarti "merasa takut", dari akar ش-ف-ق. Dari akar ini, sifat pelaku muncul delapan kali: (مُشْفِقِينَ, musyfiqiina) di 18:49, 42:22, dan 52:26, serta (مُشْفِقُونَ, musyfiquuna) di 21:28, 21:49, 23:57, 42:18, dan 70:27. Bunyi (مُشْفِقِينَ مِمَّا, musyfiqiina mimmaa) ada di dua ayat, yaitu 18:49, tempat (فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ, fa-taraa l-mujrimiina musyfiqiina mimmaa fiihi) berarti "maka engkau akan melihat orang-orang yang berdosa merasa takut terhadap apa yang ada di dalamnya", dan 42:22. Terjemahan memakai "merasa takut" seperti di 18:49, 21:49, dan 42:18.

Kata yang sama dipakai untuk dua golongan yang berlawanan dalam satu surah. Di 42:18, (مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا الْحَقُّ, musyfiquuna minhaa wa-ya'lamuuna annahaa l-haqqu) berarti "merasa takut kepadanya serta mengetahui bahwa ia benar", dengan pelaku orang beriman dan objek ketakutan hari kiamat. Di 42:22 pelakunya orang zalim dan objek ketakutannya (مِمَّا كَسَبُوا, mimmaa kasabuu) yang berarti "karena apa yang telah mereka lakukan". Kata (كَسَبُوا, kasabuu) berakar ك-س-ب, dan bunyi mimmaa kasabuu ada di empat ayat, yaitu 2:202, 2:264, 14:18, dan 42:22. Di 2:202, (لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا, lahum nashiibun mimmaa kasabuu) menjadikan apa yang dikerjakan sebagai sumber bagian yang diterima, dan di 14:18, (لَا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَىٰ شَيْءٍ, laa yaqdiruuna mimmaa kasabuu 'alaa syay'in) berarti "mereka tidak berkuasa atas sesuatu pun dari apa yang telah mereka lakukan". Di 42:22 apa yang dikerjakan menjadi sebab rasa takut.

Bagian (وَهُوَ وَاقِعٌ بِهِمْ, wa-huwa waaqi'un bihim) berarti "padahal ia pasti menimpa mereka". Kata (وَاقِعٌ, waaqi'un) berakar و-ق-ع dan ada di lima ayat, yaitu 7:171, 42:22, 51:6, 52:7, dan 77:7. Di 51:6, 52:7, dan 77:7 bentuknya (لَوَاقِعٌ, la-waaqi'un) dengan lam penegas, dan terjemahan memakai "pasti terjadi". Bunyi (وَاقِعٌ بِهِمْ, waaqi'un bihim) hanya ada di 7:171 dan 42:22. Di 7:171 bunyi itu didahului (وَظَنُّوا أَنَّهُ, wa-zhannuu annahu) yang berarti "dan mereka mengira bahwa ia", tentang gunung yang diangkat di atas mereka, sehingga yang menimpa masih berupa dugaan. Di 42:22 tidak ada kata dugaan di depannya, dan terjemahan memakai "pasti menimpa" untuk membedakannya dari 7:171. Kata ganti (هُوَ, huwa) berbentuk lelaki tunggal, sehingga rujukannya dapat berupa apa yang mereka kerjakan atau azab di 42:21, dan ayat tidak memastikan mana yang dimaksud.

Bagian kedua ayat memakai (فِي رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِ, fii rawdhaati l-jannaati) yang berarti "di taman-taman yang subur". Akar ر-و-ض hanya ada dua kali, yaitu (رَوْضَةٍ, rawdhatin) di 30:15 dan (رَوْضَاتِ, rawdhaati) di 42:22. Di 30:15, (فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ, fii rawdhatin yuhbaruuna) berarti "mereka dibahagiakan di dalam taman", tanpa lukisan tumbuhan. Terjemahan menyatukan dua kata jamak di 42:22 menjadi satu frasa: "taman-taman" mewakili (الْجَنَّاتِ, l-jannaati), dan "yang subur" menampung rawdhaati, kata yang terlalu jarang untuk diuji lewat sebarannya.

Janji sesudahnya, (لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ, lahum maa yasyaa'uuna 'inda rabbihim) yang berarti "bagi mereka apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka", ada di tiga ayat dengan ujung berbeda: 39:34 memakai 'inda rabbihim seperti 42:22, sedangkan 50:35 memakai (فِيهَا, fiihaa) yang berarti "di dalamnya". Di 39:34 janji itu ditutup (ذَٰلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ, dzaalika jazaa'u l-muhsiniina) yang berarti "pemberian itu balasan bagi orang-orang yang berbuat baik". Di 42:22 janji yang sama ditutup (ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ, dzaalika huwa l-fadhlu l-kabiiru) yang berarti "hal itu karunia yang besar". Bunyi penutup ini ada di dua ayat, yaitu 35:32 dan 42:22. Terjemahan memakai "karunia" untuk fadhl dan "balasan" untuk jazaa'.

Tafsiran

Ayat ini menaruh dua gambar berdampingan dengan alat gambar yang berbeda. Orang zalim digambarkan lewat perasaan dan sesuatu yang menimpa, dan orang beriman digambarkan lewat tempat dan keinginan. Tempat disebut untuk satu pihak saja. Bagi pihak yang lain ayat ini tidak memuat tempat, hanya rasa takut dan apa yang menyusulnya.

Rasa takut menghubungkan ayat ini dengan 42:18. Di sana kata yang sama dipakai untuk orang beriman, disertai pengetahuan bahwa hari kiamat itu benar, dan di sini dipakai untuk orang zalim, disertai kedatangan sesuatu kepada mereka. Dua ayat itu berjarak empat ayat dan berada dalam satu surah, tetapi tidak ada kata yang menyatakan bahwa keduanya sengaja dipasangkan, sehingga kesejajaran itu termasuk pembacaan yang mungkin. Dalam rangkaian 42:20 sampai 42:22, orang zalim disebut dua kali, di 42:21 bersama azab yang pedih dan di 42:22 sebagai pihak yang akan dilihat.

Pelukisan rasa takut itu berhenti di titik tertentu. Ayat tidak melanjutkan ke apa yang dikatakan orang zalim atau apa yang mereka lakukan, seperti yang terjadi di 42:44, tempat (يَقُولُونَ هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ, yaquuluuna hal ilaa maraddin min sabiilin) yang berarti "mereka berkata, adakah jalan untuk kembali", berisi pertanyaan mereka tentang jalan kembali. Di 42:22 rasa takut disebut sebagai keadaan, dan sebab serta akibatnya diletakkan di kedua sisinya: sebabnya apa yang telah mereka lakukan, akibatnya sesuatu yang menimpa mereka.

Separuh kedua ayat memuat satu janji yang diberi dua nama di tempat berbeda. Di 39:34 janji bagi mereka apa yang mereka kehendaki disebut balasan bagi orang yang berbuat baik, dan di 42:22 disebut karunia yang besar. Ayat 42:23 membuka dengan (ذَٰلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ, dzaalika lladzii yubasysyiru llaahu) yang berarti "itu yang dengannya Allah menggembirakan", dan mengulang sebutan (الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh". Dengan begitu kata penunjuk di awal 42:23 dapat dibaca merujuk ke karunia di ujung 42:22, meski tidak ada kata yang menegaskannya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini dibuka dengan kata engkau yang akan melihat, sehingga pembaca menyaksikan orang-orang zalim dari tempat penonton. Kedudukan penonton dapat terasa aman, padahal 42:18 memakai kata yang sama untuk orang beriman yang merasa takut kepada hari kiamat. Pembaca yang membayangkan dirinya sebagai pelihat dapat bertanya apakah dirinya benar-benar berdiri di luar gambar itu, dan kata takut dari dua ayat itu yang mana lebih cocok dengan keadaannya sekarang? Allah menyebut kata yang sama untuk dua golongan, dan pembaca tidak diberi tahu golongan mana yang sedang membaca.
  • Kata merasa takut dipakai untuk orang beriman di 42:18 dan untuk orang zalim di 42:22, sehingga rasa takut sendiri belum menentukan golongan. Objek ketakutan dan hal yang menyertainya berbeda: pada orang beriman rasa takut disertai pengetahuan bahwa hari kiamat itu benar, dan pada orang zalim rasa takut disertai kedatangan sesuatu kepada mereka karena apa yang telah mereka lakukan. Pembaca yang sedang merasa takut kepada Tuhan atau kepada akibat perbuatannya dapat menimbang rasa takutnya itu. Apakah rasa takutnya disertai pengetahuan itu, atau disertai kedatangan sesuatu kepadanya?
  • Rasa takut orang zalim di ayat ini disebut bersamaan dengan sesuatu yang menimpa mereka. Di 7:171 sesuatu yang diangkat di atas suatu kaum masih berupa dugaan, dan di sana ada jarak antara dugaan dan jatuhnya. Di 42:22 jarak itu tidak disebut. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara rasa takut yang datang sebelum sesuatu jatuh, yang masih memberi ruang untuk bergerak, dan rasa takut yang datang bersama jatuhnya. Bila Allah menyebut di 42:17 bahwa hari kiamat boleh jadi dekat, rasa takut pembaca hari ini termasuk yang mana dari keduanya?
  • Bagi orang beriman ayat ini menyebut apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka, dan isi kehendak itu tidak dirinci. Pembaca yang biasa menyusun daftar keinginan lengkap dengan urutan dan ukurannya dapat memperhatikan bahwa janji di sini tidak berbentuk daftar. Di 42:20 kehendak manusia disebut sebagai kehendak akan ladang, dan di 42:22 kehendak itu diletakkan di sisi Tuhan. Apa yang akan dituliskan pembaca bila daftar keinginannya dipindahkan dari tangannya sendiri ke sisi Tuhan, dan apakah daftar itu tetap sepanjang sekarang?
  • Janji yang sama, bagi mereka apa yang mereka kehendaki, di 39:34 dinamai balasan bagi orang yang berbuat baik, dan di 42:22 dinamai karunia yang besar. Dua nama itu memandang pemberian dari dua sisi, dan ayat tidak memilihkan salah satunya bagi pembaca. Pembaca dapat bertanya bagaimana dirinya menghitung apa yang diterimanya dari Allah, sebagai upah atas pekerjaannya atau sebagai pemberian yang melebihi hitungan. Rasa terima kasih pembaca bekerja dengan perhitungan yang mana, dan perhitungan itu berubah atau tidak ketika kata karunia ditaruh di depannya?
  • Orang beriman di ayat ini digambarkan lewat tempat, yaitu taman-taman, sedangkan orang zalim digambarkan lewat perasaan dan sesuatu yang menimpa. Ayat ini tidak menyebut tempat bagi orang zalim. Pembaca yang menimbang hidupnya dapat bertanya gambar mana yang lebih dekat dengan keadaannya hari ini: berada di sebuah tempat yang dibayangkan, atau berada dalam perasaan yang menunggu sesuatu datang. Bila Tuhan menyebut tempat bagi mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh, adakah bagian dari hidup pembaca yang sudah terasa seperti tempat itu?