ذَٰلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ عِبَادَهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ ۗ وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ
Itulah yang dengannya Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Katakanlah, “Aku tidak meminta kepada kalian suatu imbalan pun atas seruanku, kecuali kasih sayang karena kekerabatan.” Dan siapa yang mengerjakan kebaikan, akan Kami tambahkan baginya kebaikan padanya. Sesungguhnya Allah pengampun lagi pengganjar.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- ذَٰلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ عِبَادَهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِdzaalika lladzii yubashshiru llaahu ibaadahu lladziina aamanuu wa-amiluu s-saalihaatiitulah yang dengannya Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh
- قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰqul laa as'alukum alayhi ajran illaa l-mawaddata fii l-qurbaakatakanlah, aku tidak meminta kepada kalian suatu imbalan pun atas seruanku, kecuali kasih sayang karena kekerabatan
- وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًاwa-man yaqtarif hasanatan nazid lahu fiihaa husnandan siapa yang mengerjakan kebaikan, akan Kami tambahkan baginya kebaikan padanya
- إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌinna llaaha ghafuurun shakuurunsesungguhnya Allah pengampun lagi pengganjar
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: ““Aku” diterjemahkan “"Aku”; “kepadamu” diterjemahkan “kepada kalian”; “kekeluargaan.”” diterjemahkan “kekeluargaan."”; “Maha Pengampun” diterjemahkan “pengampun”. terjemahan lain 'Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri' diterjemahkan 'pengampun lagi pengganjar' (INDEFINIT). Ayat ini mendefinisikan sendiri: 'Siapa mengerjakan kebaikan, akan Kami TAMBAHKAN kebaikan baginya', lalu ditutup ghafuurun shakuur. ⚠ 'imbalan' di ayat ini = ajr (tak diubah); shakuur harus kata BERBEDA dari ajr. Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda ditegakkan 76:22: jazaa' ('balasan') dan masykuur bersisian SATU ayat diterjemahkan tak boleh sama-sama 'balas'; 'menerima' milik akar q-b-l; 'menyambut' milik akar t-w-b. Wilayah 'ganjar' di terjemahan lain nyaris kosong (3 ayat). Konteks internal seragam membalas-LEBIH: 64:17 yudaa'if, 35:30 yaziid, 42:23 nazid, 14:7 la-aziidannakum. Lih.. sebagian penerjemah: 'That of which God gives glad tidings to His servants who heed warning1 and do righteous deeds. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).
Aplikasi
Ayat kunci tentang imbalan sederhana: 'aku tidak meminta kepada kalian suatu imbalan pun atas seruanku, kecuali rasa sayang dalam kekeluargaan'. Konkretnya: permintaan Nabi yang minimal (kasih sayang relasional, bukan materi) menjadi bukti ketulusan misi, model kepemimpinan yang tidak mencari keuntungan pribadi dari pengaruh yang dimilikinya.