أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا ۖ فَإِنْ يَشَإِ اللَّهُ يَخْتِمْ عَلَىٰ قَلْبِكَ ۗ وَيَمْحُ اللَّهُ الْبَاطِلَ وَيُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Ataukah mereka berkata, “Ia telah mengada-adakan kebohongan terhadap Allah”? Maka, jika Allah menghendaki, niscaya Dia mengunci hatimu. Dan Allah menghapus yang batil dan menegakkan yang benar dengan firman-firman-Nya. Sesungguhnya Dia berilmu akan segala isi dada.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًاam yaquuluuna ftaraa 'alaa llaahi kadzibanataukah mereka berkata, ia telah mengada-adakan kebohongan terhadap Allah
- فَإِنْ يَشَإِ اللَّهُ يَخْتِمْ عَلَىٰ قَلْبِكَfa-in yasya'i llaahu yakhtim 'alaa qalbikamaka, jika Allah menghendaki, niscaya Dia mengunci hatimu
- وَيَمْحُ اللَّهُ الْبَاطِلَ وَيُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِwa-yamhu llaahu l-baathila wa-yuhiqqu l-haqqa bi-kalimaatihidan Allah menghapus yang batil dan menegakkan yang benar dengan firman-firman-Nya
- إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِinnahu 'aliimun bi-dzaati sh-shuduurisesungguhnya Dia berilmu akan segala isi dada
Terjemahan per kata (22 kata)
- أَمْamataukah
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- افْتَرَىٰftaraamengada-ada
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- كَذِبًاkadzibankebohongan
- فَإِنْfa-inmaka jika
- يَشَإِyasya'imenghendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- يَخْتِمْyakhtimmengunci
- عَلَىٰ'alaaatas
- قَلْبِكَqalbikahatimu
- وَيَمْحُwa-yamhudan Dia menghapus
- اللَّهُllaahuAllah
- الْبَاطِلَl-baathilakebatilan
- وَيُحِقُّwa-yuhiqqudan Dia menegakkan
- الْحَقَّl-haqqakebenaran
- بِكَلِمَاتِهِbi-kalimaatihidengan kalimat-kalimat-Nya
- إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
- بِذَاتِbi-dzaatipada isi
- الصُّدُورِsh-shuduuridada
Inti bacaan
Bunyi (عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ, 'aliimun bi-dzaati sh-shuduuri) muncul dua belas kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:119, 3:154, 5:7, 8:43, 11:5, 31:23, 35:38, 39:7, 42:24, 57:6, 64:4, dan 67:13.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَمْ يَقُولُونَ, am yaquuluuna) yang berarti "ataukah mereka berkata". Bunyi ini ada di sepuluh ayat, yaitu 10:38, 11:13, 11:35, 23:70, 32:3, 42:24, 46:8, 52:30, 52:33, dan 54:44. Di lima di antaranya, yaitu 10:38, 11:13, 11:35, 32:3, dan 46:8, isi perkataan itu berbunyi (افْتَرَاهُ, ftaraahu) yang berarti "ia mengada-adakannya", dengan akhiran -hu yang menunjuk hal yang sedang dibicarakan. Di 42:24 isi perkataan itu dituliskan penuh, yaitu (افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا, ftaraa 'alaa llaahi kadziban) yang berarti "ia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah".
Bunyi penuh itu ada di sepuluh ayat, yaitu 6:21, 6:93, 6:144, 7:37, 10:17, 11:18, 18:15, 23:38, 29:68, dan 42:24. Di delapan ayat, yaitu 6:21, 6:93, 6:144, 7:37, 10:17, 11:18, 18:15, dan 29:68, bunyi itu terletak dalam pertanyaan tentang siapa yang lebih zalim, seperti (فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا, fa-man azhlamu mimmani ftaraa 'alaa llaahi kadziban) di 7:37. Di 23:38, (إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا, in huwa illaa rajulun iftaraa 'alaa llaahi kadziban) diucapkan oleh pihak yang menuduh, seperti di 42:24. Terjemahan memakai "terhadap Allah" untuk 'alaa llaahi, sama dengan sembilan ayat lain.
Kata (يَخْتِمْ, yakhtim) berakar خ-ت-م dan berarti "mengunci". Kata kerja dari akar ini ada di lima ayat, yaitu 2:7, 6:46, 36:65, 42:24, dan 45:23. Hati menjadi tempat yang dikunci di empat di antaranya, seperti (خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ, khatama llaahu 'alaa quluubihim) di 2:7, (وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ, wa-khatama 'alaa quluubikum) di 6:46, dan (وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ, wa-khatama 'alaa sam'ihi wa-qalbihi) di 45:23. Di 2:7 dan 45:23 kata kerjanya berbentuk lampau, sedangkan di 6:46 dan 42:24 kata kerja itu berada dalam kalimat andai atau syarat. Terjemahan memakai "mengunci" seperti di 2:7 dan 45:23. Bentuk (يَشَإِ, yasya'i) yang berarti "menghendaki" dalam kalimat syarat ada di dua ayat, yaitu 6:39 dan 42:24, dan di keduanya yang dikehendaki Allah menimpa manusia: menyesatkan di 6:39 dan mengunci hati di 42:24. Bunyi (عَلَىٰ قَلْبِكَ, 'alaa qalbika) ada di tiga ayat, yaitu 2:97, 26:194, dan 42:24. Di 2:97, (نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ, nazzalahu 'alaa qalbika) berarti "menurunkannya ke dalam hatimu", dan 26:194 meneruskan kata kerja turun dari 26:193, jadi hati itu di dua tempat lain menjadi tempat sesuatu diturunkan, sedangkan di 42:24 menjadi tempat yang mungkin dikunci.
Kata (يَمْحُ, yamhu) yang berarti "menghapus" berakar م-ح-و, dan kata kerjanya ada di tiga ayat, yaitu 13:39, 17:12, dan 42:24. Di 13:39, (يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ, yamhuu llaahu maa yasyaa'u wa-yutsbitu) berarti "Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan". Pasangan yang batil dan yang benar muncul juga di 8:8, tetapi dengan kata kerja lain: (لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ, li-yuhiqqa l-haqqa wa-yubthila l-baathila) yang berarti "agar Dia menegakkan yang benar dan membatalkan yang batil". Kata (الْبَاطِلَ, l-baathila) dalam bentuk ini ada di lima ayat, yaitu 8:8, 13:17, 17:81, 42:24, dan 47:3. Kata (بِكَلِمَاتِهِ, bi-kalimaatihi) ada di tiga ayat, yaitu 8:7, 10:82, dan 42:24, dan di ketiganya mengikuti kata kerja yang berarti menegakkan yang benar, seperti (وَيُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ, wa-yuhiqqu l-haqqa bi-kalimaatihi) di 42:24. Bentuk tunggalnya, (كَلِمَةُ, kalimatu), ada di 42:21 sebagai ketetapan pemisah.
Penutup ayat, (إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ, innahu 'aliimun bi-dzaati sh-shuduuri), memuat bunyi (عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ, 'aliimun bi-dzaati sh-shuduuri) yang ada di dua belas ayat, yaitu 3:119, 3:154, 5:7, 8:43, 11:5, 31:23, 35:38, 39:7, 42:24, 57:6, 64:4, dan 67:13. Dengan awalan inna dan kata ganti -hu, bunyi itu ada di enam ayat, yaitu 8:43, 11:5, 35:38, 39:7, 42:24, dan 67:13. Kata (ذَاتِ, dzaati) adalah bentuk perempuan dari kata yang berarti "pemilik", sehingga bunyi itu terbaca "berilmu akan apa yang dimiliki dada-dada", dan terjemahan memakai "segala isi dada".
Tafsiran
Ayat ini membalas tuduhan dengan sebuah kemungkinan dan tidak menyanggah isinya. Tuduhan itu dikutip lengkap: kebohongan telah diada-adakan terhadap Allah. Jawabannya berbentuk andai, yaitu jika Allah menghendaki, hati orang yang dituduh akan dikunci. Ayat tidak mengatakan bahwa Allah menghendaki hal itu, dan tidak mengatakan bahwa Dia tidak menghendakinya. Kalimat berikutnya meninggalkan bentuk andai dan menyatakan dua pekerjaan Allah tanpa syarat: menghapus yang batil dan menegakkan yang benar.
Pergantian dari bentuk andai ke pernyataan itu membuat ayat ini bergerak dari apa yang mungkin terjadi ke apa yang sedang dikerjakan. Di 6:46 kalimat andai yang memuat kata kunci juga ditujukan kepada beberapa orang sekaligus dan disusul pertanyaan tentang siapa yang dapat mendatangkannya kembali. Di 42:24 kalimat andai itu ditujukan kepada satu orang dengan kata engkau, yang dapat dibaca sebagai pihak yang di ayat sebelumnya diperintahkan mengucapkan pernyataan tentang imbalan. Bila pembacaan itu dipakai, penyangkalan imbalan di 42:23 dan tuduhan di 42:24 berada pada satu penerima kata, dan jawaban atas tuduhan diletakkan pada kehendak Allah atas hati penerima kata itu.
Pekerjaan menegakkan yang benar disebut dengan alat, yaitu firman-firman Allah. Di 8:7 dan 10:82 alat yang sama menyertai kata kerja dari akar yang sama, sehingga ketiga ayat itu mengaitkan penegakan yang benar dengan firman Allah. Ayat 42:24 tidak menyebut bahwa penuduh akan diberi tahu hasilnya, dan tidak menyebut bahwa pihak yang dituduh harus berbuat sesuatu. Isi ayat terbatas pada apa yang dikerjakan Allah dan apa yang diketahui-Nya.
Ayat ini ditutup dengan pengetahuan tentang isi dada, dan ayat berikutnya melanjutkan tema pengetahuan itu. Ayat 42:25 menyebut Dia yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan, pada akhirnya, (وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ, wa-ya'lamu maa taf'aluuna) yang berarti "dan mengetahui apa yang kalian kerjakan". Dua ayat berurutan itu ditutup dengan pengetahuan dari akar yang sama, sehingga isi dada di 42:24 dan perbuatan di 42:25 disebut sebagai dua hal yang diketahui.
Renungan dan Hikmah
- Tuduhan di ayat ini dijawab Allah dengan kemungkinan tentang hati orang yang dituduh, dan tidak dijawab dengan pembelaan atas isi tuduhan. Pembaca yang pernah dituduh, entah di tempat kerja, di keluarga, atau di antara teman, dapat memperhatikan bahwa jawaban pertama yang tertulis di sini tidak menyebut bukti apa pun. Jawaban itu meletakkan perkara pada apa yang Allah kehendaki atas hati. Bila tuduhan datang kepada pembaca, jawaban pertama apa yang sedang disiapkan di lidahnya, dan bagaimana jawaban itu bila dibandingkan dengan jawaban yang diletakkan ayat ini?
- Hati yang disebut dengan kata engkau di ayat ini juga disebut di 2:97 dan 26:194 sebagai tempat sesuatu diturunkan, dan di 42:24 sebagai tempat yang mungkin dikunci. Satu tempat yang sama dapat menerima dan dapat tertutup, tergantung kehendak Allah yang disebut dalam ayat andai itu. Pembaca dapat memperhatikan hatinya sendiri sebagai tempat yang sedang menerima sesuatu, dan bertanya apa yang sebenarnya sedang diterimanya akhir-akhir ini: bacaan, ucapan orang, kabar, atau kecemasan. Apakah sesuatu yang diterimanya itu masih meninggalkan ruang bagi apa yang diturunkan?
- Ayat ini menyebut menghapus yang batil dan menegakkan yang benar sebagai pekerjaan Allah, dengan firman-Nya sebagai alat. Pembaca yang melihat kebatilan di sekitarnya, misalnya kabar bohong yang beredar atau aturan yang merugikan orang lain, dan merasa harus menghapusnya sendiri, dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut bagian manusia dalam dua pekerjaan itu. Ayat ini diam tentang hal tersebut. Bila kata kerja menghapus dan menegakkan tidak dipakai untuk pembaca, kata kerja apa yang tersisa baginya di hadapan kebatilan itu?
- Ayat ini menyebut perkataan penuduh lewat kata yaquuluuna, dan menutup dengan pengetahuan Dia tentang isi dada. Perkataan berada di mulut dan isi dada berada di tempat yang tidak terdengar. Pembaca dapat membandingkan keduanya pada dirinya sendiri, yaitu apa yang diucapkannya hari ini tentang orang lain, dan apa yang disimpannya di dada tentang hal yang sama. Allah menyebut kedua hal itu dalam satu ayat tanpa menyebut bahwa keduanya selalu sama. Seberapa jauh jarak antara ucapan pembaca dan isi dadanya hari ini?
- Pengetahuan tentang isi dada di ujung 42:24 disusul di 42:25 oleh sebutan Dia yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya. Pembaca yang menyimpan di dadanya sesuatu yang membuatnya malu dapat membaca dua ayat itu berurutan, yaitu isi dadanya diketahui Allah, lalu penerimaan tobat disebut sesudahnya. Apa yang disimpan pembaca di dadanya yang selama ini dianggap terlalu memalukan untuk disebut kepada Tuhan?
- Ayat ini mengutip tuduhan itu selengkapnya, termasuk kata terhadap Allah, sedangkan lima ayat dengan pembuka yang sama mengutipnya hanya dengan satu kata kerja, ftaraahu. Allah mencatat ucapan penuduh tanpa memperhalus dan tanpa memotongnya. Pembaca yang menceritakan ulang tuduhan orang lain kepadanya dapat memeriksa apakah ia menuturkan tuduhan itu selengkap ayat ini menuturkannya, atau membuangnya sebagian agar lebih mudah dibantah. Kutipan manakah yang lebih dekat dengan cara pembaca menceritakan ulang ucapan yang menyakitkan?