وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ
Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya, memaafkan kesalahan-kesalahan, mengetahui apa yang kalian kerjakan,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِwa-huwa lladzii yaqbalu t-tawbata 'an 'ibaadihidan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya
- وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِwa-ya'fuu 'ani s-sayyi'aatidan memaafkan kesalahan-kesalahan
- وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَwa-ya'lamu maa taf'aluunadan mengetahui apa yang kalian kerjakan
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَهُوَwa-huwadan Dialah
- الَّذِيlladziiyang
- يَقْبَلُyaqbalumenerima
- التَّوْبَةَt-tawbatatobat
- عَنْ'andari
- عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
- وَيَعْفُوwa-ya'fuudan Dia memaafkan
- عَنِ'anidari
- السَّيِّئَاتِs-sayyi'aatikeburukan
- وَيَعْلَمُwa-ya'lamudan Dia mengetahui
- مَاmaaapa yang
- تَفْعَلُونَtaf'aluunakalian kerjakan
Inti bacaan
Karakter aktif 'menerima tobat. memaafkan kesalahan-kesalahan', kesediaan menerima kembali yang bersalah sebagai sifat yang terus-menerus aktif, bukan sekadar kondisi pasif menunggu permintaan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menyambung ke 42:26 tanpa titik penuh.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan tiga sifat pengampunan Allah: menerima tobat, memaafkan, dan tetap mengetahui segala perbuatan hamba-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tiga hal berturut. Menerima tobat. Memaafkan. Mengetahui.
- Yang ketiga tidak melunakkan dua yang pertama. Diampuni. Tetap diketahui.
- Kata menerima dipakai, bukan kata mengizinkan. Allah menyebutnya aktif. Yang datang disambut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Ayat ini: yaqbalu (akar q-b-l) diterjemahkan "menerima tobat" DIPERTAHANKAN. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Corpus: akar t-w-b di ayat ini. 'accepted his repentance' hanya berlabel (Jel) = tafsir Jalaalayn, bukan leksikal. utk manusia (2:222 at-tawwaabiin!) 'orang yang banyak bertobat'.