وَيَسْتَجِيبُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَيَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ وَالْكَافِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ
Dan Dia memperkenankan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan menambah bagi mereka dari karunia-Nya; dan orang-orang kafir, bagi mereka azab yang keras.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَيَسْتَجِيبُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِwa-yastajiibu lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaatidan Dia memperkenankan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
- وَيَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِwa-yaziiduhum min fadhlihidan menambah bagi mereka dari karunia-Nya
- وَالْكَافِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌwa-l-kaafiruuna lahum 'adzaabun syadiidundan orang-orang kafir, bagi mereka azab yang keras
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَيَسْتَجِيبُwa-yastajiibudan Dia memperkenankan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- وَيَزِيدُهُمْwa-yaziiduhumdan menambah mereka
- مِنْmindari
- فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
- وَالْكَافِرُونَwa-l-kaafiruunadan orang-orang kafir
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- شَدِيدٌsyadiidunyang keras
Inti bacaan
Rangkaian (يَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ, yaziiduhum min fadhlihi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:173 dan 42:26.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَيَسْتَجِيبُ, wa-yastajiibu) yang berarti "dan memperkenankan", dari akar ج-و-ب. Huruf wa menyambungnya dengan tiga kata kerja di 42:25, sehingga terjemahan memakai "Dia" sebagai pelaku yang sama. Bentuk (يَسْتَجِيبُ, yastajiibu), dengan satu pelaku laki-laki dan perbuatan yang sedang berlangsung, muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:36, 42:26, dan 46:5.
Ada satu kebiasaan Al-Qur'an yang perlu disebut di sini. Setiap kali Allah menjadi pelaku kata kerja berakar ini, pihak yang dijawab ditunjuk dengan huruf lam, yaitu di 3:195, 8:9, 12:34, 21:76, 21:84, 21:88, 21:90, dan 40:60. Contohnya (فَاسْتَجَابَ لَهُمْ, fa-stajaaba lahum) di 3:195, (فَاسْتَجَابَ لَكُمْ, fa-stajaaba lakum) di 8:9, (فَاسْتَجَبْنَا لَهُ, fa-stajabnaa lahu) di 21:76, dan (أَسْتَجِبْ لَكُمْ, astajib lakum) di 40:60. Di 42:26 kata kerja itu langsung disusul (الَّذِينَ, lladziina) tanpa lam. Susunan yang sama, (يَسْتَجِيبُ الَّذِينَ, yastajiibu lladziina), ada di dua ayat, yaitu 6:36 dan 42:26, dan di 6:36 kelompok lladziina sendiri menjadi pelakunya: (يَسْتَجِيبُ الَّذِينَ يَسْمَعُونَ, yastajiibu lladziina yasma'uuna) yang berarti "orang-orang yang mendengar memenuhi seruan". Di surah ini juga, 42:38 menyebut orang beriman sebagai pelaku dengan lam kepada Tuhan mereka, yaitu (وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ, wa-lladziina stajaabuu li-rabbihim) yang berarti "dan orang-orang yang menyambut seruan Tuhan mereka".
Dari dua pola itu, 42:26 dapat dibaca dengan dua cara. Cara pertama menaruh Dia sebagai pelaku yang memperkenankan orang beriman. Cara kedua menaruh orang beriman sebagai pelaku yang memenuhi seruan, lalu Dia menambah karunia kepada mereka. Terjemahan memilih cara pertama karena tiga kata kerja di 42:25 dan kata kerja sesudahnya, (وَيَزِيدُهُمْ, wa-yaziiduhum), berpelaku Dia, sehingga ayat ini terbaca sebagai satu rangkaian dengan pelaku yang tidak berganti. Teks Arabnya tidak memuat penanda yang memutuskan di antara kedua bacaan itu. Keduanya berakhir di tempat yang sama, yaitu orang beriman yang beroleh tambahan.
Penerima tambahan itu disebut (الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh". Rangkaian ini muncul tiga kali di surah ini, yaitu 42:22, 42:23, dan 42:26. Tambahannya disebut (يَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ, yaziiduhum min fadhlihi) yang berarti "menambah bagi mereka dari karunia-Nya", dari akar ز-ي-د dan ف-ض-ل. Rangkaian tiga kata itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:173 dan 42:26. Di 4:173 rangkaian itu mengikuti (فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ, fa-yuwaffiihim ujuurahum) yang berarti "maka Dia menyempurnakan pahala mereka", sedangkan di 42:26 tidak ada kata kerja serupa sebelumnya. Kata kerja yaziiduhum dengan akhiran -hum muncul lima kali, yaitu 4:173, 17:41, 17:60, 17:109, dan 42:26. Di tiga ayat surah 17, hal yang ditambahkan disebut langsung, misalnya (خُشُوعًا, khusyuu'an) yang berarti "kekhusyukan" di 17:109 dan (طُغْيَانًا كَبِيرًا, thughyaanan kabiiran) yang berarti "kedurhakaan yang besar" di 17:60. Di 4:173 dan 42:26 ayat hanya menulis asal tambahan itu, yaitu karunia-Nya, tanpa jumlah atau jenisnya. Terjemahan mempertahankan hal itu.
Bagian terakhir adalah (وَالْكَافِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ, wa-l-kaafiruuna lahum 'adzaabun syadiidun) yang berarti "dan orang-orang kafir, bagi mereka azab yang keras". Bagian ini tidak memuat kata kerja. Azab ditulis sebagai milik mereka lewat lam pada lahum, dan ayat tidak menyebut siapa yang menimpakannya. Di 4:173, (فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا, fa-yu'adzdzibuhum 'adzaaban aliiman) yang berarti "maka Dia mengazab mereka dengan azab yang pedih", memakai kata kerja berpelaku Dia. Bentuk (لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ, lahum 'adzaabun syadiidun) muncul enam kali di empat surah, yaitu 3:4, 35:7, 35:10, 38:26, 42:16, dan 42:26. Terjemahan membedakan syadiid dari akar ش-د-د, yaitu "keras", dari aliim, yaitu "pedih".
Tafsiran
Ayat ini menyambung 42:25 dengan memisahkan dua kelompok yang menerima akibat berbeda dari Dia yang sama. Kalimat 42:25 menyebut apa yang Dia lakukan secara umum, yaitu menerima tobat, memaafkan, dan mengetahui. Ayat 42:26 menyebut apa yang sampai kepada orang beriman dan kepada orang kafir, masing-masing dalam satu pernyataan.
Surah ini sudah memisahkan dua kelompok seperti itu sebelumnya. Ayat 42:22 menaruh orang zalim yang sangat takut di satu sisi, dan di sisi lain orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh di taman-taman, dengan penutup (ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ, dzaalika huwa l-fadhlu l-kabiiru) yang berarti "karunia yang besar itu". Ayat 42:23 menyebut orang yang sama digembirakan oleh Dia. Karunia disebut lagi di 42:26 lewat kata fadhl yang sama, sehingga tiga ayat itu membentuk pola: orang beriman diperlihatkan menerima karunia dalam tiga rupa, yaitu tempat, kabar gembira, dan tambahan.
Pernyataan tentang orang kafir berbentuk pendek. Dalam teks Arabnya ada delapan kata tentang orang beriman dan empat kata tentang orang kafir, dan bagian kedua tidak memuat kata kerja.
Ayat berikutnya, 42:27, berbicara tentang rezeki yang diturunkan dengan ukuran tertentu, sedangkan karunia di 42:26 tidak disebut jumlahnya. Teks tidak menyatakan hubungan langsung antara keduanya. Pembaca yang membaca keduanya berurutan mendapati bahwa tambahan dari Dia disebut tanpa angka, lalu rezeki disebut dengan ukuran, dan keduanya berada dalam satu rangkaian pembicaraan tentang hamba-hamba-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini tidak menyebut apa yang diperkenankan, seperti permintaan atau doa tertentu. Sasarannya ditulis sebagai orang-orangnya, yaitu mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Pembaca yang menunggu jawaban atas satu permintaan yang belum datang dapat memperhatikan bahwa ayat ini lebih dulu menyebut siapa yang berada di pihak Dia, baru kemudian soal tambahan. Bila ayat ini menyebut orangnya lebih dulu, apa yang berubah pada cara seseorang menyusun daftar permintaannya yang belum terjawab?
- Tambahan di ayat ini disebut berasal dari karunia-Nya, dan ayat tidak menyebut jumlahnya. Orang yang terbiasa menghitung apa yang sudah diterimanya dapat menyadari bahwa kata karunia tidak datang bersama angka, sehingga ukuran yang dipakai pembaca untuk menilai cukup atau kurang tidak berasal dari ayat ini. Dia menambah, dan pembaca tidak diberi daftar tentang berapa banyak. Bila ukurannya tidak tertulis, dengan apa seseorang menilai bahwa dirinya sudah ditambah?
- Dalam satu bacaan ayat ini, Dia memperkenankan orang beriman, dan dalam bacaan lain orang beriman memenuhi seruan lalu Dia menambah. Kedua bacaan menempatkan orang beriman di tempat yang menerima tambahan dari Dia, sehingga siapa yang bergerak lebih dulu tidak mengubah akhirnya. Orang yang berhenti bertanya apakah dirinya yang mencari Tuhan atau Tuhan yang lebih dahulu mendekat dapat membaca bahwa ayat ini membiarkan pertanyaan itu terbuka. Dalam hidup pembaca sendiri, siapa yang tampak bergerak lebih dahulu, dan apakah jawaban itu mengubah apa yang didapatnya?
- Penerima tambahan di ayat ini disebut dengan dua hal sekaligus, yaitu beriman dan mengerjakan amal saleh. Keduanya disambung dengan huruf yang sama dan dikenakan pada satu kelompok orang, yang menerima tambahan dari karunia Dia. Orang yang membicarakan imannya tanpa membicarakan pekerjaannya, atau sebaliknya, dapat melihat bahwa ayat ini tidak menaruh keduanya di dua kelompok. Mana di antara keduanya yang paling jarang disebutkan seseorang dalam menjelaskan dirinya kepada Tuhan?
- Bagian ayat tentang orang kafir tidak menyebut siapa yang menimpakan azab dan tidak menyebut bagaimana azab itu datang, hanya bahwa azab itu menjadi milik mereka. Pembaca yang sudah terbiasa membayangkan adegan yang rinci tentang azab dapat memperhatikan bahwa gambaran itu tidak berasal dari ayat ini. Kalimatnya berhenti pada kata keras. Bila ayat ini tidak melukiskan prosesnya, bagian mana dari bayangan seseorang tentang azab yang berasal dari ayat ini, dan bagian mana yang dibawanya dari tempat lain?
- Ayat 42:25 menyebut bahwa Dia mengetahui apa yang kalian kerjakan, dan 42:26 menyambungnya dengan penambahan karunia bagi orang yang mengerjakan amal saleh. Kedua ayat berada dalam satu kalimat, sehingga pengetahuan tentang perbuatan dan tambahan bagi perbuatan baik diucapkan oleh Dia yang sama. Orang yang berbuat baik tanpa seorang pun melihat dapat membaca bahwa kebaikan itu tidak hilang dalam ayat ini, karena yang mengetahuinya adalah yang juga menambah. Ayat tidak menyebut kapan atau bagaimana. Bila pengetahuan Dia dan tambahan dari-Nya berada dalam satu kalimat, apakah kebaikan yang tak terlihat masih perlu dicari saksinya di tempat lain?