أَوْ يُوبِقْهُنَّ بِمَا كَسَبُوا وَيَعْفُ عَنْ كَثِيرٍ
Atau Dia menghancurkan mereka karena perbuatan mereka, dan Dia memaafkan banyak,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَوْ يُوبِقْهُنَّ بِمَا كَسَبُواaw yuubiqhunna bi-maa kasabuuatau Dia menghancurkan mereka karena perbuatan mereka
- وَيَعْفُ عَنْ كَثِيرٍwa-ya'fu 'an katsiirindan Dia memaafkan banyak
Terjemahan per kata (7 kata)
- أَوْawatau
- يُوبِقْهُنَّyuubiqhunnamembinasakannya
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كَسَبُواkasabuumereka usahakan
- وَيَعْفُwa-ya'fudan Dia memaafkan
- عَنْ'andari
- كَثِيرٍkatsiirinbanyak
Inti bacaan
Rangkaian (وَيَعْفُ عَنْ كَثِيرٍ, wa-ya'fu 'an katsiirin) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 42:34.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَوْ, aw) yang berarti "atau", yang menyambungnya dengan 42:33. Kemungkinan pertama di sana adalah angin dihentikan, dan kemungkinan kedua di sini adalah kapal-kapal itu dihancurkan. Korpus morfologi menandai kata kerja (يُوبِقْهُنَّ, yuubiqhunna) dengan bentuk yang sama seperti (يَشَأْ, yasya') dan (يُسْكِنِ, yuskini) di 42:33, yaitu bentuk kata kerja yang mengikuti kata "jika". Karena itu "jika Dia menghendaki" dari ayat sebelumnya terbaca masih berlaku di ayat ini, dan terjemahan tidak mengulangnya.
Kata (يُوبِقْهُنَّ, yuubiqhunna) tersusun dari kata kerja (يُوبِقْ, yuubiq) yang berarti "menghancurkan" dan akhiran (هُنَّ, -hunna) yang berarti "mereka" untuk jamak perempuan. Akarnya و-ب-ق hanya dipakai dua kali di seluruh Al-Qur'an, sebagai kata kerja di ayat ini dan sebagai kata benda (مَوْبِقًا, mawbiqan) di 18:52, yang diterjemahkan "tempat kebinasaan". Terjemahan memakai "tempat kebinasaan" di sana dan "menghancurkan" di sini, sehingga keduanya terbaca sebagai kerusakan, dan tidak ada ayat ketiga yang menunjukkan batas persis kata ini. Akhiran jamak perempuan itu sama dengan akhiran (نَ, -na) pada (فَيَظْلَلْنَ, fa-yazhlalna) di 42:33, dan keduanya menunjuk (الْجَوَارِ, l-jawaari) di 42:32, yaitu kapal-kapal.
Kata (بِمَا كَسَبُوا, bi-maa kasabuu) yang berarti "karena perbuatan mereka" berakar ك-س-ب. Akhiran pelakunya ditandai jamak laki-laki, sedangkan akhiran pada kata kerja sebelumnya jamak perempuan. Dua kata "mereka" di terjemahan karena itu menunjuk dua kelompok yang dibedakan Arabnya: kapal-kapal yang dikenai, dan pihak yang berbuat. Ayat ini tidak menyebut pihak yang berbuat itu. Terjemahan memakai kata "mereka" untuk keduanya karena bahasa Indonesia tidak membedakan jenis kata ganti, dan perbedaan itu dicatat di sini. Bentuk persis (بِمَا كَسَبُوا, bi-maa kasabuu) muncul lima kali di lima surah, yaitu di 4:88, 6:70, 18:58, 35:45, dan 42:34. Bentuk (بِمَا كَسَبَتْ, bi-maa kasabat) muncul delapan kali di delapan surah, di antaranya 42:30 yang berbunyi (فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ, fa-bi-maa kasabat aydiikum) yang berarti "adalah karena perbuatan tangan kalian".
Rangkaian bi-maa kasabuu hadir juga dalam gambaran yang berbeda di 18:58 dan 35:45. Di 18:58 bunyinya (لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا, law yu'aakhidzuhum bi-maa kasabuu) yang berarti "seandainya Dia hendak menghukum mereka karena perbuatan mereka", lalu disusul (لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ, la-'ajjala lahumu l-'adzaaba) yang berarti "tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka". Di 35:45 bunyinya (وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا, wa-law yu'aakhidzu llaahu n-naasa bi-maa kasabuu) yang berarti "dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat", lalu disusul (وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ, wa-laakin yu'akhkhiruhum) yang berarti "akan tetapi Dia menangguhkan mereka". Di kedua ayat itu hukuman diandaikan dengan "seandainya" dan tidak dijalankan. Di 42:34 hukuman itu dikemukakan sebagai kemungkinan dengan kata "atau", di bawah "jika Dia menghendaki".
Kalimat penutup (وَيَعْفُ عَنْ كَثِيرٍ, wa-ya'fu 'an katsiirin) yang berarti "dan Dia memaafkan banyak" berakar ع-ف-و. Bentuk persis ini hanya muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Susunan yang sama dengan akhir kata kerja berbeda, (وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ, wa-ya'fuu 'an katsiirin), muncul dua kali, di 42:30 dan 5:15. Di 42:30 pelakunya Dia, tepat sesudah musibah yang disebut karena perbuatan tangan. Di 5:15 pelakunya rasul Kami yang datang kepada Ahlulkitab, "menjelaskan kepada kalian banyak hal" dan "memaafkan banyak hal". Korpus menandai kata kerja di 42:34 dengan bentuk yang mengikuti kata "jika", sedangkan di 42:30 tidak. Pemaafan di 42:34 karena itu terbaca masih berada di bawah "jika Dia menghendaki", dan di 42:30 pemaafan itu berdiri sebagai pernyataan sendiri.
Kata (كَثِيرٍ, katsiirin) yang berarti "banyak" tidak diikuti objek di ketiga ayat itu. Apakah yang dimaafkan berupa perbuatan, orang, atau hal lain tidak disebut, dan terjemahan tidak menambahkan "dosa" atau "kesalahan". Rangkaian (عَنْ كَثِيرٍ, 'an katsiirin) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 5:15, 42:30, dan 42:34. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 42:35, yang dibuka dengan (وَيَعْلَمَ, wa-ya'lama) yang berarti "dan agar ... mengetahui".
Tafsiran
Ayat ini menaruh kemungkinan kedua bagi kapal-kapal dan mengulang kalimat pemaafan dari 42:30. Dua ayat itu dipisahkan tiga ayat, yaitu 42:31 tentang tidak adanya pelindung, 42:32 tentang kapal sebagai tanda, dan 42:33 tentang angin yang dihentikan. Ayat 42:30 menyebut musibah karena perbuatan tangan lalu "Dia memaafkan banyak", dan ayat ini menyebut kapal yang dihancurkan karena perbuatan lalu "Dia memaafkan banyak". Pola sebab lalu pemaafan itu muncul dua kali dalam satu rangkaian.
Ayat 42:30 menyapa "kalian" dan menyatakan sebabnya dengan pasti, yaitu musibah apa pun yang menimpa adalah karena perbuatan tangan. Ayat 42:34 berbicara tentang "mereka" dan menaruh kehancuran sebagai kemungkinan di bawah kehendak. Perpindahan dari sapaan ke penuturan terbaca sebagai pergeseran arah: yang tadinya disampaikan kepada pembaca kini diperlihatkan sebagai gambaran tentang pihak lain. Ayat ini sendiri tidak menyatakan apakah pihak itu berbeda dari pembaca.
Pola kemungkinan kebinasaan yang disusul pengecualian ada juga di 36:43 dan 36:44. Di sana kapal-kapal disebut di 36:41, lalu 36:43 menyatakan (وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ, wa-in nasya' nughriqhum) yang berarti "dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka", dan 36:44 menyusul (إِلَّا رَحْمَةً مِنَّا, illaa rahmatan minnaa) yang berarti "kecuali karena rahmat dari Kami", serta kesenangan sampai waktu tertentu. Di 42:34 pengecualian itu berbentuk pemaafan atas banyak hal. Kedua ayat memuat kerangka yang sama, kemungkinan binasa di laut yang disusul pengecualian, dan teksnya tidak menyamakan isi pengecualian itu.
Kata "banyak" berdiri di ambang maksud yang disebut ayat berikutnya. Ayat ini berakhir dengan koma, dan 42:35 melanjutkan dengan maksud agar para pembantah tanda-tanda mengetahui bahwa tidak ada tempat pelarian bagi mereka. Pemaafan yang disebut "banyak", dan tidak "semua", berada tepat sebelum pernyataan tentang pembantah. Ayat ini tidak menyatakan apakah para pembantah termasuk yang dimaafkan atau yang tidak, dan 42:35 pun tidak menjawabnya. Gambaran tertulis itu menaruh kehancuran yang mungkin, pemaafan yang luas, dan maksud pengetahuan dalam satu kalimat yang panjang.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 42:34 menaruh sebab dan pemaafan dalam satu kalimat: kapal-kapal dihancurkan karena perbuatan, dan Dia memaafkan banyak. Pembaca yang berhenti pada salah satu bagian menangkap separuh kalimat saja, entah sebab yang terdengar berat, entah pemaafan yang terdengar lapang. Kalimat itu tidak membandingkan besar keduanya dengan hitungan, tetapi memberi pemaafan kata "banyak" dan memberi sebab kata "perbuatan". Bila pembaca menuliskan satu kejadian pahit dalam hidupnya dengan dua bagian itu, sebab di satu sisi dan sesuatu yang dilepaskan di sisi lain, bagian mana yang selama ini terlewat?
- Dalam bahasa Arabnya, kapal-kapal yang dihancurkan dan pihak yang berbuat dibedakan oleh jenis kata gantinya, sedangkan terjemahan memakai satu kata "mereka" untuk keduanya. Ayat tidak menyebut siapa pihak yang berbuat itu, dan tidak menyatakan apakah ia berada di atas kapal. Akibat dari sebuah perbuatan di ayat ini jatuh pada benda yang bukan pelakunya. Pembaca dapat memperhatikan benda dan orang di sekitarnya yang menanggung akibat dari perbuatan yang bukan perbuatan mereka. Siapa yang menanggung akibat perbuatan pembaca, dan apakah pembaca pernah menghitungnya?
- Kata "banyak" di ujung ayat tidak diikuti objek. Ayat tidak mencantumkan daftar apa yang dimaafkan, dan terjemahan tidak menambahkan "dosa" atau "kesalahan". Pembaca yang ingin tahu persis apa yang dilepaskan darinya tidak mendapat daftar itu dari ayat ini. Yang tertulis hanya bahwa Dia memaafkan sesuatu yang banyak. Hidup dengan pemaafan tanpa rincian berarti tidak dapat menghitung utang yang sudah dihapus, dan tidak dapat pula menagih bukti. Bagaimana rasanya mengetahui bahwa banyak yang telah dilepaskan tanpa pernah diberi tahu wujudnya?
- Kalimat "dan Dia memaafkan banyak" muncul di 42:30 sesudah musibah yang sudah menimpa, dan muncul lagi di 42:34 sesudah kehancuran yang baru mungkin. Di antara keduanya ada tiga ayat tentang tidak adanya pelindung, kapal sebagai tanda, dan angin yang dihentikan. Kalimat yang sama menutup dua keadaan yang berbeda: yang sudah terjadi dan yang masih kemungkinan. Pembaca yang mendengarnya pertama kali sesudah kejadian dan kedua kali sebelum kejadian mendapati bahwa Dia menyebut pemaafan di kedua waktu itu. Pada waktu yang mana pembaca lebih mudah mempercayai kalimat tersebut, sesudah sesuatu menimpa atau sebelumnya?
- Bentuk kata kerja pada "memaafkan" di ayat ini sama dengan kata kerja bersyarat di sebelahnya, sehingga pemaafan terbaca masih berada di bawah "jika Dia menghendaki". Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab di 42:30 kata yang sama berbentuk lain dan berdiri sendiri. Bila pembacaan itu dipegang, pemaafan disebut sebagai sesuatu yang berada dalam kehendak-Nya. Pembaca yang pernah menerima pemaafan dari orang lain tahu bedanya menerima dengan rasa berhak dan menerima dengan rasa berterima kasih. Dari kedua sikap itu, mana yang ia bawa ketika membaca ayat ini?
- Ayat 42:30 menyapa "kalian" dengan kata ganti orang kedua, dan ayat 42:34 berbicara tentang "mereka" dengan kata ganti orang ketiga. Dalam lima ayat itu sapaan berubah menjadi penuturan. Pembaca yang merasa disapa di 42:30 tidak otomatis ditunjuk di 42:34, dan ayat tidak mengatakan apakah dua kelompok itu sama. Pergeseran itu memberi pembaca jarak untuk melihat dirinya dari luar, seakan dengan mata seorang saksi. Bila pembaca diminta menyebut dirinya sebagai "mereka" dalam sebuah kejadian, seperti apa deskripsi itu terdengar bagi Dia yang memaafkan banyak?