وَيَعْلَمَ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِنَا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ
dan agar orang-orang yang membantah tanda-tanda Kami mengetahui bahwa tidak ada bagi mereka tempat pelarian.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَيَعْلَمَ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِنَا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍwa-ya'lama lladziina yujaadiluuna fii aayaatinaa maa lahum min mahiishindan agar orang-orang yang membantah tanda-tanda Kami mengetahui bahwa tidak ada bagi mereka tempat pelarian
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَيَعْلَمَwa-ya'lamadan agar Dia mengetahui
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يُجَادِلُونَyujaadiluunamereka membantah
- فِيfiidi
- آيَاتِنَاaayaatinaatanda-tanda Kami
- مَاmaatidaklah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مِنْmindari
- مَحِيصٍmahiishintempat lari
Inti bacaan
Rangkaian (مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ, maa lahum min mahiishin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 41:48 dan 42:35.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَيَعْلَمَ, wa-ya'lama) yang berarti "dan agar ... mengetahui", dari akar ع-ل-م. Akhir kata kerjanya berbunyi -a, sedangkan (يُوبِقْ, yuubiq) dan (يَعْفُ, ya'fu) di 42:34 berakhir tanpa vokal. Korpus morfologi menandai bentuk di ayat ini dengan penanda yang berbeda dari keduanya, yaitu bentuk yang menyatakan maksud. Kalimat ini karena itu terbaca sebagai tujuan dari yang disebut sebelumnya, dan tidak sebagai kemungkinan baru. Terjemahan memakai "agar" berdasarkan penandaan itu, sebab teks ayat tidak memuat kata tujuan yang terpisah.
Pelaku kata kerja itu disebut (الَّذِينَ يُجَادِلُونَ, lladziina yujaadiluuna) yang berarti "orang-orang yang membantah". Kata kerja (يُجَادِلُونَ, yujaadiluuna) berakar ج-د-ل dan memakai bentuk yang di sini menyatakan berbalas hujah. Kata kerja ini muncul tujuh kali di lima surah, yaitu di 6:25, 8:6, 13:13, 40:35, 40:56, 40:69, dan 42:35. Rangkaian (يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ, yujaadiluuna fii aayaati) muncul empat kali di dua surah, yaitu 40:35, 40:56, 40:69, dan ayat ini. Ketiga ayat surah 40 menyebut (آيَاتِ اللَّهِ, aayaati llaahi) yang berarti "tanda-tanda Allah", sedangkan 42:35 menyebut (آيَاتِنَا, aayaatinaa) yang berarti "tanda-tanda Kami". Di 40:35 dan 40:56 pembantah itu digambarkan bertindak (بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ, bi-ghayri sulthaanin ataahum) yang berarti "tanpa keterangan yang datang kepada mereka", dan keterangan seperti itu tidak disebut di 42:35.
Rangkaian (فِي آيَاتِنَا, fii aayaatinaa) muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 6:68, 10:21, 22:51, 34:5, 34:38, 41:40, dan 42:35, dengan surah 34 memuatnya dua kali. Kata yang menyertainya berganti dari ayat ke ayat. Di 6:68 bunyinya (يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا, yakhuudhuuna fii aayaatinaa) yang diterjemahkan "memperolok-olokkan tanda-tanda Kami". Di 22:51 bunyinya (سَعَوْا فِي آيَاتِنَا, sa'aw fii aayaatinaa) yang diterjemahkan "berusaha menentang tanda-tanda Kami". Di 41:40 bunyinya (يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا, yulhiduuna fii aayaatinaa) yang diterjemahkan "menyimpang dari tanda-tanda Kami". Kata kerja di 42:35 membawa sifat yang lain dari ketiganya, yaitu saling berbalas hujah. Karena itu terjemahan "membantah" dipilih untuk menyebut perbuatan berhujah, dan tidak memakai "memperolok-olokkan" atau "menyimpang".
Kata (آيَاتِنَا, aayaatinaa) memakai kata ganti "Kami". Dalam surah yang sama, 42:32 memuat (آيَاتِهِ, aayaatihi) yang berarti "tanda-tanda-Nya". Perubahan dari "-Nya" ke "Kami" berlangsung dalam jarak tiga ayat tanpa penjelasan, dan terjemahan mengikuti perubahan itu apa adanya.
Kata (مَحِيصٍ, mahiishin) yang berarti "tempat pelarian" berakar ح-ي-ص dan hanya dipakai dalam kata ini, lima kali di lima surah, yaitu 4:121, 14:21, 41:48, 42:35, dan 50:36. Ketiadaannya dinyatakan dengan berbagai cara. Di 4:121 bunyinya (عَنْهَا مَحِيصًا, 'anhaa mahiishan) sebagai sesuatu yang tidak ditemukan. Di 14:21 bunyinya (مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ, maa lanaa min mahiishin) yang berarti "tidak ada bagi kami tempat pelarian", diucapkan oleh orang-orang yang sedang berhadapan dengan azab. Di 50:36 bunyinya (هَلْ مِنْ مَحِيصٍ, hal min mahiishin) yang berarti "adakah tempat pelarian", sebagai pertanyaan sesudah generasi-generasi menjelajah negeri. Di 41:48 bunyinya (مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ, maa lahum min mahiishin) yang sama dengan 42:35, tetapi didahului (وَظَنُّوا, wa-zhannuu) yang berarti "dan mereka menyangka". Rangkaian (مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ, maa lahum min mahiishin) muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, di 41:48 dan 42:35. Terjemahan memakai "tempat pelarian" di 14:21, 41:48, 50:36, dan ayat ini.
Kata kerja (يَعْلَمَ, ya'lama) yang berarti "mengetahui" di Arabnya langsung diikuti isinya tanpa kata penyambung, dan kata "bahwa" di terjemahan tidak punya kata Arab yang melahirkannya. Bahasa Indonesia memerlukannya untuk menyambung "mengetahui" dengan isinya. Ayat ini juga tidak menyebut dari apa pelarian itu tidak ada, sehingga terjemahan tidak menambahkan "dari siksa" atau kata sejenis.
Tafsiran
Ayat ini memberi tujuan bagi kalimat yang dibuka di 42:33, dan tujuan itu berupa pengetahuan. Kalimat panjang itu menyebut empat hal: angin yang dapat dihentikan, kapal-kapal yang dapat dihancurkan, banyak yang dimaafkan, dan para pembantah yang mengetahui bahwa tidak ada tempat pelarian bagi mereka. Tiga hal pertama dikatakan tentang Dia yang berkehendak, dan hal keempat dikatakan tentang manusia yang membantah.
Dua kelompok manusia disebut di sekitar kapal-kapal itu dengan sikap yang berbeda terhadap tanda. Ayat 42:33 menyebut orang yang menerima tanda, yaitu yang sangat sabar lagi bersyukur, dan ayat ini menyebut orang yang membantah tanda. Kata yang dipakai sama, (آيَاتٍ, aayaatin) di 42:33 dan (آيَاتِنَا, aayaatinaa) di sini. Tanda mana yang dibantah tidak disebut, dan kapal-kapal tidak muncul lagi. Hubungan antara pembantah dan kapal-kapal itu berasal dari letaknya dalam kalimat, dan tidak dari pernyataan ayat.
Ayat ini juga menggemakan 42:31. Ayat 42:31 menyatakan (وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ, wa-maa antum bi-mu'jiziina) yang berarti "dan kalian tidak dapat luput" serta tidak adanya pelindung dan penolong selain Allah. Ayat ini menyatakan tidak adanya tempat pelarian bagi mereka. Dua pernyataan itu membingkai bagian tentang kapal. Ayat 42:31 menutup dua pintu yang berupa orang, yaitu pelindung dan penolong, dan ayat ini menutup pintu yang berupa tempat. Ayat 42:31 berbicara kepada "kalian" tentang bumi, sedangkan ayat ini berbicara tentang "mereka" yang membantah tanda.
Ayat ini menyebut apa yang akan mereka ketahui, dan tidak menyebut kapan atau bagaimana. Di 41:48 pernyataan yang sama didahului penyebutan saat seruan mereka lenyap dan berisi apa yang mereka sangka. Di sini tidak ada hari yang disebut, dan isinya pengetahuan. Selisih antara menyangka dan mengetahui tidak diuraikan ayat, tetapi kedua ayat itu menaruh satu kalimat dalam dua kata kerja yang berbeda. Ayat ini tidak menyatakan apakah pengetahuan itu mengubah sikap para pembantah.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 42:35 menyebut maksud dari uraian tentang kapal, angin, kehancuran, dan pemaafan dengan satu kata kerja: mengetahui. Maksud itu dirumuskan sebagai pengetahuan yang harus dimiliki para pembantah, dan ayat tidak menyebut ketakutan, kemenangan, atau hukuman sebagai tujuannya. Bagi pembaca, rumusan ini memindahkan pusat perhatian dari apa yang akan menimpa ke apa yang akan disadari. Tujuan itu diletakkan di dalam pikiran orang yang membantah. Pengetahuan apa tentang batas dirinya yang sudah dimiliki pembaca, dan apa yang masih berupa sangkaan?
- Ayat ini dibuka dengan "dan agar", sehingga tidak dapat dibaca terpisah dari dua ayat sebelumnya. Pembaca yang hanya mengutip 42:35 mendapat pernyataan bahwa tidak ada tempat pelarian, tanpa kapal yang berhenti, tanpa kapal yang dihancurkan, dan tanpa pemaafan yang banyak. Potongan itu terasa lebih keras daripada kalimat lengkapnya, sebab kalimat lengkapnya memuat pemaafan di ambang tujuan. Ayat ini mengajarkan lewat letaknya bahwa sebuah pernyataan tentang batas ditaruh di tengah penyebutan kuasa dan pemaafan. Apa yang hilang dari sebuah pesan bila pembaca memotongnya dari kalimat yang membawanya?
- Di 41:48 bunyinya sama dengan ayat ini, tetapi didahului kata yang berarti "mereka menyangka", dan di 42:35 didahului kata yang berarti "agar mengetahui". Satu kalimat tentang tidak adanya tempat pelarian muncul dalam dua keadaan batin yang berbeda: sangkaan pada saat seruan mereka lenyap, dan pengetahuan sebagai maksud. Ayat tidak menguraikan selisih antara keduanya. Pembaca dapat bertanya tentang sesuatu yang selama ini hanya disangkanya, entah tentang batas diri pembaca atau tentang kehendak Allah atas diri pembaca. Apa bedanya, bagi pembaca, mengetahui bahwa sebuah jalan tertutup dengan menyangka bahwa jalan itu tertutup?
- Kata tanda yang sama muncul di 42:33 untuk orang yang menerimanya dan di 42:35 untuk orang yang membantahnya. Benda yang disebut tanda belum tentu berbeda bagi kedua kelompok itu, sebab ayat tidak menyebut apa yang dibantah. Sikap terhadapnya berbeda: bersyukur dan sabar di satu sisi, berhujah di sisi lain. Tanda-tanda-Nya hadir bagi keduanya, dan ayat tidak menggambarkan salah satu kelompok berada di luar jangkauannya. Dalam hal-hal yang dianggap pembaca sebagai tanda dari Dia, pembaca lebih dekat kepada kelompok yang mana, dan bagaimana pembaca mengetahuinya?
- Ayat ini tidak menyebut dari apa pelarian itu tidak ada. Kapal tidak disebut lagi, siksa tidak disebut, hari tidak disebut. Ruang itu dibiarkan kosong. Pembaca yang mengisinya dengan sesuatu yang paling ditakutinya sedang membaca isi dirinya sendiri dalam ayat, dan tidak membaca isi ayat. Kekosongan yang dibiarkan oleh teks memperlihatkan batas apa yang dikatakan. Apa yang akan pembaca tulis di ruang kosong itu, dan dari mana tulisan itu berasal?
- Di 42:32 tanda-tanda disebut "tanda-tanda-Nya" dengan Dia sebagai orang ketiga, dan di 42:35 disebut "tanda-tanda Kami" dengan Kami sebagai orang pertama. Perubahan itu terjadi dalam tiga ayat tanpa catatan. Pembaca yang cermat mendengar suara yang tadinya berbicara tentang Dia kini berbicara dari dalam. Ayat tidak menjelaskan sebab perubahan itu, dan terjemahan mengikutinya apa adanya. Dari sudut mana pembaca mendengar sebuah pernyataan tentang batas, dari luar sebagai uraian tentang Tuhan, atau dari dalam sebagai ucapan yang langsung ditujukan kepadanya?