فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Maka, apa pun yang diberikan kepada kalian, itu adalah kesenangan hidup dunia; dan apa yang di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan mereka,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَاfa-maa uutiitum min syay'in fa-mataa'u l-hayaati d-dunyaamaka, apa pun yang diberikan kepada kalian, itu adalah kesenangan hidup dunia
- وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَwa-maa 'inda llaahi khayrun wa-abqaa li-lladziina aamanuu wa-'alaa rabbihim yatawakkaluunadan apa yang di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan mereka
Terjemahan per kata (17 kata)
- فَمَاfa-maamaka apa pun yang
- أُوتِيتُمْuutiitumkalian diberi
- مِنْmindari
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- فَمَتَاعُfa-mataa'umaka kesenangan
- الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَمَاwa-maadan apa yang
- عِنْدَ'indadi sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- خَيْرٌkhayrunlebih baik
- وَأَبْقَىٰwa-abqaadan lebih kekal
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَلَىٰwa-'alaadan atas
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- يَتَوَكَّلُونَyatawakkaluunabertawakal
Inti bacaan
Rangkaian (مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, mataa'u l-hayaati d-dunyaa) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:14, 9:38, 28:60, 42:36, dan 43:35.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ, fa-maa uutiitum min syay'in) yang berarti "maka apa pun yang diberikan kepada kalian". Awalan (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambungkan ayat ini dengan 42:35, dan terjemahan mempertahankannya. Kata kerja (أُوتِيتُمْ, uutiitum) menyebut penerimanya, "kalian", tanpa menyebut siapa yang memberi, sehingga terjemahan memakai "diberikan" tanpa pelaku. Frasa (مَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ, maa uutiitum min syay'in) muncul dua kali di dua surah, yaitu di 28:60 dan 42:36. Di 28:60 bunyinya (وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ, wa-maa uutiitum min syay'in) dibuka dengan "dan", sedangkan di sini dibuka dengan "maka". Kata (مَا أُوتِيتُمْ, maa uutiitum) muncul empat kali, yaitu di 3:73, 17:85, 28:60, dan 42:36. Di 17:85 kata itu dipakai untuk pengetahuan, (وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا, wa-maa uutiitum mina l-'ilmi illaa qaliilan) yang berarti "dan kalian tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit". Di 42:36 pemberian itu disebut (شَيْءٍ, syay'in) yang berarti "sesuatu", dan bersama (مِنْ, min) kata itu menjadi "apa pun" tanpa menyebut jenisnya.
Kata (مَتَاعُ, mataa'u) yang berarti "kesenangan" berakar م-ت-ع. Rangkaian (مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, mataa'u l-hayaati d-dunyaa) yang berarti "kesenangan hidup dunia" muncul lima kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 3:14, 9:38, 28:60, 42:36, dan 43:35. Terjemahan memakai "kesenangan hidup dunia" di 28:60, 42:36, dan 43:35. Bentuk (مَتَاعًا, mataa'an) di 36:44 menaruh batas waktu pada kata yang sama, (وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ, wa-mataa'an ilaa hiinin) yang berarti "dan sebagai kesenangan hidup sampai waktu tertentu". Ayat 28:60 menambahkan (وَزِينَتُهَا, wa-ziinatuhaa) yang berarti "dan perhiasannya" sesudah kesenangan hidup dunia, dan ayat ini tidak menambahkannya. Terjemahan tidak memasukkan "perhiasan" ke 42:36 karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.
Kata (عِنْدَ, 'inda) yang berarti "di sisi" menyebut sesuatu yang berada di dekat pihak yang disebut sesudahnya. Rangkaian (مَا عِنْدَ اللَّهِ, maa 'inda llaahi) yang berarti "apa yang di sisi Allah" dipakai di 3:198, 16:96, 28:60, 42:36, dan 62:11. Di 16:96 bunyinya (مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ, maa 'indakum yanfadu) yang berarti "apa yang di sisi kalian akan lenyap", disusul (وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ, wa-maa 'inda llaahi baaqin) yang berarti "dan apa yang di sisi Allah adalah kekal". Ayat 42:36 menyatakan "di sisi Allah" dan tidak menyatakan "dari Allah", sehingga yang disebut lebih baik dan lebih kekal ditempatkan pada sisi-Nya.
Kata (وَأَبْقَىٰ, wa-abqaa) yang berarti "dan lebih kekal" berakar ب-ق-ي dan berbentuk perbandingan. Kata itu muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 20:71, 20:73, 20:127, 20:131, 28:60, 42:36, dan 87:17. Pasangan (خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ, khayrun wa-abqaa) yang berarti "lebih baik dan lebih kekal" muncul lima kali di empat surah, yaitu 20:73, 20:131, 28:60, 42:36, dan 87:17. Pembandingnya berganti dari ayat ke ayat: Allah di (وَاللَّهُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ, wa-llaahu khayrun wa-abqaa) pada 20:73, rezeki Tuhan di (وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ, wa-rizqu rabbika khayrun wa-abqaa) pada 20:131, akhirat di (وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ, wa-l-aakhiratu khayrun wa-abqaa) pada 87:17, dan apa yang di sisi Allah di 28:60 dan 42:36. Di 20:127 kata yang sama menyifati azab, (أَشَدُّ وَأَبْقَىٰ, asyaddu wa-abqaa) yang berarti "lebih berat dan lebih kekal", sehingga kekal tidak selalu menyertai kebaikan. Di ayat ini kata itu dipasangkan dengan "lebih baik".
Kata kerja (يَتَوَكَّلُونَ, yatawakkaluuna) berakar و-ك-ل dan berbentuk yang menandai perbuatan yang sedang berlangsung. Rangkaian (وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ, wa-'alaa rabbihim yatawakkaluuna) yang berarti "dan bertawakal kepada Tuhan mereka" muncul lima kali di empat surah, yaitu 8:2, 16:42, 16:99, 29:59, dan 42:36. Di 16:99 rangkaian itu dipasangkan dengan iman seperti di ayat ini: (الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ, lladziina aamanuu wa-'alaa rabbihim yatawakkaluuna). Di 16:42 dan 29:59 rangkaian itu dipasangkan dengan kesabaran: (الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ, alladziina shabaruu wa-'alaa rabbihim yatawakkaluuna). Surah ini memuat kesabaran di 42:33 sebagai sifat penerima tanda, dan iman bersama tawakal di sini. Kata (لِلَّذِينَ آمَنُوا, li-lladziina aamanuu) yang berarti "bagi orang-orang yang beriman" memakai (لِ, li) yang berarti "bagi", sehingga yang lebih baik dan lebih kekal ditujukan kepada mereka.
Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 42:37, yang dibuka dengan (وَالَّذِينَ, wa-lladziina) yang berarti "dan orang-orang yang".
Tafsiran
Ayat ini berpindah arah pembicaraan dua kali. Ayat 42:35 berbicara tentang "mereka" yang membantah tanda-tanda. Ayat 42:36 beralih kepada "kalian" lewat kata kerja (أُوتِيتُمْ, uutiitum), lalu pada ruas kedua beralih lagi kepada "orang-orang yang beriman" sebagai pihak yang digambarkan. Dua perpindahan itu menaruh kalimat pertama pada pendengar langsung dan kalimat kedua pada pihak ketiga. Ayat tidak menyatakan apakah pendengar langsung dan orang beriman itu kelompok yang sama atau berbeda.
Dua ruas ayat disusun berhadapan. Apa yang diberikan kepada kalian dinamai kesenangan hidup dunia, dan apa yang di sisi Allah dinamai lebih baik dan lebih kekal. Ayat tidak menyebut kesenangan itu terlarang, tercela, atau palsu. Ayat hanya menamainya dan menaruhnya di samping yang lain. Perbandingan baru memperoleh penerima pada ujung ruas kedua, yaitu bagi orang-orang yang beriman dan bertawakal, sehingga yang lebih baik dan lebih kekal itu tidak digambarkan sebagai sesuatu yang diperoleh semua orang.
Kata "maka" di awal ayat dapat dibaca menarik kesimpulan dari 42:35. Bila tidak ada tempat pelarian bagi para pembantah, apa yang diberikan kepada kalian tidak berfungsi sebagai tempat itu. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab ayat tidak menyebut kata pelarian lagi, dan hubungan antara dua ayat itu hanya ditandai oleh kata penyambung.
Dua ruas yang sama dipakai di 28:60 dengan tujuan lain. Ayat 28:60 menutup dua ruas itu dengan pertanyaan (أَفَلَا تَعْقِلُونَ, a-fa-laa ta'qiluuna) yang berarti "maka tidakkah kalian berakal". Ayat 42:36 tidak menutupnya dengan pertanyaan, tetapi dengan penerima, lalu kalimatnya berlanjut. Ayat 42:37 sampai 42:39 menambahkan sifat-sifat orang beriman itu satu per satu dengan rangkaian "dan orang-orang yang": menjauhi dosa besar dan perbuatan keji, memberi maaf ketika marah, menyambut seruan Tuhan, menegakkan salat, bermusyawarah, menginfakkan rezeki, dan membela diri ketika dizalimi. Ayat 42:36 berfungsi sebagai kepala bagi potret itu, dengan tawakal sebagai ciri pertama.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja pertama di ayat ini menyebut penerima tanpa menyebut pemberi: apa pun yang diberikan kepada kalian. Segala yang diterima pembaca masuk ke bawah sebutan itu, tanpa pengecualian jenis, sebab kata "apa pun" tidak merinci. Nama Allah baru hadir pada ruas kedua, untuk sesuatu yang lain. Pembaca dapat menelusuri sebuah barang, jabatan, atau kemampuan yang dimilikinya dan memeriksa apakah pembaca pernah menyebutnya sebagai sesuatu yang diberikan. Apa yang paling sering disebut pembaca sebagai miliknya sendiri, dan bagaimana kata "diberikan" mengubah bunyi sebutan itu?
- Kata kesenangan di ayat ini muncul juga di 36:44, dan di sana kata itu disusul batas waktu, "sampai waktu tertentu". Ayat 42:36 tidak menambahkan batas itu, tetapi menaruh kesenangan di samping sesuatu yang disebut lebih kekal, dan kekal adalah kata tentang waktu. Pembaca dapat membaca dua kata itu sebagai dua ujung dari satu garis. Hal-hal yang diberikan kepada pembaca, termasuk yang diperoleh dengan sepenuh tenaga, ditandai oleh ayat ini sebagai kesenangan, dan ayat tidak mengatakan bahwa memilikinya terlarang. Dari semua yang sedang dikejar pembaca, mana yang sudah diketahui batas waktunya?
- Perbandingan di ayat ini memakai dua ukuran sekaligus: lebih baik dan lebih kekal. Ukuran pertama menyangkut mutu, dan ukuran kedua menyangkut lamanya. Di 20:127 kata lebih kekal dipakai untuk azab, sehingga lama tidak selalu berarti baik, dan di ayat ini kedua ukuran dipasangkan untuk apa yang di sisi Allah. Pembaca yang menimbang pilihan sering memakai salah satu ukuran saja: yang paling enak sekarang, atau yang paling tahan lama. Ayat ini memberi pembaca dua ukuran dari Dia untuk perkara yang sama. Ukuran mana yang selama ini paling jarang dipakai pembaca ketika memilih?
- Ayat ini menaruh yang lebih baik "di sisi Allah", dan tidak menyebutnya sebagai sesuatu yang sudah berada di tangan penerima. Di 16:96 dua sisi itu dihadapkan: apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang di sisi Allah kekal. Penempatan ini membuka kemungkinan membaca bahwa yang lebih baik itu belum berada di tangan penerima, namun pembacaan itu bersifat kemungkinan sebab ayat tidak menyebut kapan atau bagaimana hal itu diterima. Apa yang oleh pembaca diletakkan di sisi sendiri dalam hitungan hidupnya, dan apa yang diletakkan di sisi-Nya?
- Tawakal di ayat ini dipasangkan dengan iman, dan di 16:42 serta 29:59 dengan kesabaran. Surah ini memuat kesabaran di 42:33 sebagai sifat penerima tanda, dan tawakal di sini. Ayat tidak menjelaskan bagaimana tawakal berbeda dari sabar. Pembaca yang pernah menunggu sesuatu dengan sabar dapat memeriksa apakah di dalam menunggu itu ia juga bersandar kepada Tuhan, atau hanya menahan diri. Kata kerja tawakal berbentuk perbuatan yang sedang berlangsung. Apa yang berbeda di dalam diri pembaca antara menunggu sambil menahan diri dan menunggu sambil bersandar?
- Ayat ini mulai dengan "kalian", yang mencakup pembaca, dan berakhir dengan "orang-orang yang beriman", yang dibicarakan sebagai pihak ketiga. Perubahan itu terjadi di dalam satu ayat tanpa tanda. Pembaca yang merasa diajak bicara pada awal ayat mendapati dirinya ditunjuk dari luar pada akhir ayat. Ayat tidak mengatakan bahwa kelompok kedua itu otomatis termasuk pendengar kelompok pertama. Di bagian ayat yang mana pembaca merasa lebih nyaman berdiri, di antara yang diberi atau di antara yang beriman dan bertawakal?