وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ
dan orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf;
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَwa-lladziina yajtanibuuna kabaa'ira l-itsmi wa-l-fawaahisyadan orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji
- وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَwa-idzaa maa ghadhibuu hum yaghfiruunadan apabila mereka marah, mereka memberi maaf
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- يَجْتَنِبُونَyajtanibuunamereka menjauhi
- كَبَائِرَkabaa'iradosa-dosa besar
- الْإِثْمِl-itsmidosa
- وَالْفَوَاحِشَwa-l-fawaahisyadan kekejian
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- مَاmaaapa yang
- غَضِبُواghadhibuumereka marah
- هُمْhummereka
- يَغْفِرُونَyaghfiruunamereka mengampuni
Inti bacaan
Kata kerja lampau dari akar yang sama dengan (غَضِبُوا, ghadhibuu) muncul enam kali di Al-Qur'an, dan lima kali pelakunya Allah, yaitu di 4:93, 5:60, 48:6, 58:14, dan 60:13.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَالَّذِينَ, wa-lladziina) yang berarti "dan orang-orang yang", yang meneruskan 42:36. Rangkaian yang sama membuka 42:38 dan 42:39, sehingga tiga ayat berurutan dimulai dengan (وَالَّذِينَ, wa-lladziina). Di 42:36 pihak yang digambarkan disebut (لِلَّذِينَ آمَنُوا, li-lladziina aamanuu) yang berarti "bagi orang-orang yang beriman", dan tiga ayat sesudahnya menambahkan ciri mereka satu per satu.
Kata kerja (يَجْتَنِبُونَ, yajtanibuuna) yang berarti "mereka menjauhi" berakar ج-ن-ب, akar yang sama dengan kata untuk sisi, sehingga menjauhi di sini bergambar menyingkir ke samping dari sesuatu. Sasarannya disebut (كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ, kabaa'ira l-itsmi wa-l-fawaahisya) yang berarti "dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji". Rangkaian lengkap (يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ, yajtanibuuna kabaa'ira l-itsmi wa-l-fawaahisya) muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 42:37 dan 53:32, dan keduanya diterjemahkan sama. Kata (كَبَائِرَ, kabaa'ira) muncul tiga kali, di 4:31, 42:37, dan 53:32, dan di ketiganya kata kerja yang menyertainya berakar ج-ن-ب. Di 4:31 bunyinya (إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ, in tajtanibuu kabaa'ira maa tunhawna 'anhu) yang berarti "jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara yang dilarang atasnya", disusul (نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ, nukaffir 'ankum sayyi'aatikum) yang berarti "Kami hapus kesalahan-kesalahan kalian". Di 42:37 ganjaran seperti itu tidak diulang, dan ayat menggambarkan orangnya.
Kata (الْفَوَاحِشَ, l-fawaahisya) muncul empat kali, di 6:151, 7:33, 42:37, dan 53:32. Kata kerja yang menyertainya berganti: di 6:151 (وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ, wa-laa taqrabuu l-fawaahisya) yang berarti "dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan keji", dan di 7:33 (حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ, harrama rabbiya l-fawaahisya) yang berarti "Tuhanku mengharamkan perbuatan-perbuatan keji". Ayat 42:37 memakai kata menjauhi, yaitu jarak yang dijaga sebelum ada yang perlu dilarang atau didekati.
Bagian akhir ayat, (وَإِذَا مَا غَضِبُوا, wa-idzaa maa ghadhibuu) yang berarti "dan apabila mereka marah", memakai kata kerja (غَضِبُوا, ghadhibuu) yang berakar غ-ض-ب. Kata kerja lampau dari akar yang sama muncul enam kali di seluruh Al-Qur'an, di 4:93, 5:60, 42:37, 48:6, 58:14, dan 60:13. Di lima ayat pelakunya Allah, misalnya (وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ, wa-ghadhiba llaahu 'alayhi) di 4:93 yang berarti "Allah murka kepadanya". Kata kerja itu dengan manusia sebagai pelaku hanya ada di 42:37. Terjemahan memakai "marah" untuk manusia di ayat ini dan "murka" bila pelakunya Allah.
Kata (هُمْ يَغْفِرُونَ, hum yaghfiruuna) yang berarti "mereka memberi maaf" memuat (هُمْ, hum) yang berarti "mereka" di depan kata kerja, sehingga pelakunya disebut dua kali, sekali pada akhiran kata kerja dan sekali pada kata ganti terpisah. Kata kerja (يَغْفِرُونَ, yaghfiruuna) berakar غ-ف-ر dan muncul satu kali dalam bentuk ini. Akar yang sama dipakai dengan manusia sebagai pelaku di 42:43 dalam (وَغَفَرَ, wa-ghafara), di 45:14 dalam (يَغْفِرُوا, yaghfiruu), dan di 64:14 dalam (وَتَغْفِرُوا, wa-taghfiruu). Di 42:37 dan 42:43 kata kerjanya tidak diberi objek, sehingga terjemahan memakai "memberi maaf" dan tidak menambahkan "mereka" atau "kesalahan".
Susunan syarat yang disusul kata ganti "mereka" dan kata kerja muncul dua kali berdekatan. Di 42:39 bunyinya (إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنْتَصِرُونَ, idzaa ashaabahumu l-baghyu hum yantashiruuna) yang berarti "apabila aniaya menimpa mereka, mereka membela diri". Kedua ayat memakai bentuk kalimat yang sama, syarat lalu "mereka" lalu kata kerja, dan isi tanggapannya berbeda: memberi maaf di 42:37 dan membela diri di 42:39. Tanda titik koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 42:38, yang dibuka dengan (وَالَّذِينَ, wa-lladziina).
Tafsiran
Ayat ini menambahkan dua ciri pada potret orang beriman yang dibuka di 42:36, dan keduanya berbeda jenis. Ciri pertama menyangkut apa yang dijauhi sebelum ada kejadian, yaitu dosa-dosa besar dan perbuatan keji. Ciri kedua menyangkut apa yang dilakukan ketika sebuah kejadian datang, yaitu marah, dan tanggapannya memberi maaf. Satu ciri berupa jarak yang dijaga, dan ciri lain berupa tanggapan terhadap peristiwa.
Ayat ini menyebut orang-orang itu marah. Kalimat "apabila mereka marah" menerima marah sebagai keadaan yang dialami, dan ayat mencatat tanggapan mereka, yaitu memberi maaf. Ayat tidak memuat kata untuk menahan amarah. Kata itu ada di 3:134, (وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ, wa-l-kaazhimiina l-ghayzha) yang berarti "dan orang-orang yang menahan amarah", disusul (وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ, wa-l-'aafiina 'ani n-naasi) yang berarti "dan orang-orang yang memaafkan manusia". Dua ayat itu memakai kata amarah yang berbeda dan menyusun langkahnya berbeda, dan teks tidak menyamakan keduanya.
Ayat 42:37 dan 42:39 berdiri sebagai pasangan. Keduanya memakai susunan syarat, lalu "mereka", lalu kata kerja, tetapi 42:37 memuat perasaan sendiri yang menjadi sumber tanggapan dan 42:39 memuat perbuatan pihak lain. Sesudah potret itu, 42:40 sampai 42:43 menyebut kedua tanggapan itu lagi: (فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ, fa-man 'afaa wa-ashlaha) di 42:40 yang berarti "maka siapa yang memaafkan dan memperbaiki", (وَلَمَنِ انْتَصَرَ, wa-la-mani ntashara) di 42:41 yang berarti "dan sungguh, siapa yang membela diri", dan (وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ, wa-la-man shabara wa-ghafara) di 42:43 yang berarti "dan sungguh, siapa yang bersabar dan memaafkan". Di 42:37 sampai 42:39 teks tidak menyatakan kapan memilih yang mana, dan tidak mengurutkan keduanya.
Ayat ini juga bersambung dengan kalimat pemaafan di bagian awal surah. Ayat 42:30 dan 42:34 menyebut Dia memaafkan banyak, dengan akar yang berbeda, ع-ف-و. Ayat 42:37 menyebut manusia memberi maaf dengan akar غ-ف-ر. Kedua pelaku itu muncul dalam surah yang sama, dan ayat tidak menyatakan hubungan di antara keduanya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 42:37 berkata "apabila mereka marah" dan tidak berkata "mereka tidak pernah marah". Orang-orang yang digambarkan di dalamnya mengalami marah, dan yang dicatat adalah apa yang mereka lakukan ketika marah itu datang. Pembaca yang merasa bersalah setiap kali marah dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak memuat kalimat yang membuang marah dari potret itu, dan 3:134 menutup daftar menahan amarah dan memaafkan manusia dengan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Ayat ini juga tidak menyebut marah sebagai sesuatu yang harus dihapus lebih dulu. Apa yang biasanya dilakukan pembaca pada saat marah itu datang, dan siapa yang melihatnya?
- Kata kerja memberi maaf di ayat ini tidak diikuti objek. Ayat tidak menyebut siapa yang dimaafkan, apa kesalahannya, atau apakah orangnya meminta maaf. Pembaca yang menunggu permintaan maaf sebelum memberi maaf mendapati bahwa ayat ini tidak menaruh syarat itu di dalam kalimatnya. Kalimat ini berbicara tentang sikap pemberinya, dan ayat tidak membahas apakah semua kesalahan harus dimaafkan. Seandainya objeknya tidak perlu disebut, siapa yang akan pembaca isikan di sana pertama kali?
- Menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji adalah jarak yang dijaga sebelum ada kejadian, dan memberi maaf adalah tanggapan terhadap kejadian yang datang. Orang yang hanya menjaga jarak mudah merasa cukup, sedangkan orang yang hanya menanggapi kejadian mudah lupa menjaga jarak. Ayat ini menaruh keduanya dalam satu napas tanpa mengatakan mana yang lebih berat. Bagi pembaca, mana dari kedua hal itu yang lebih sering dikerjakan pembaca, dan mana yang hampir tidak pernah?
- Ayat 42:37 dan 42:39 memakai susunan kalimat yang sama, tetapi 42:37 berisi memberi maaf dan 42:39 berisi membela diri. Keduanya berada dalam potret yang sama, dan di sana tidak diperlawankan. Setelah potret itu, 42:40 menyebut orang yang memaafkan dan memperbaiki dengan pahala atas tanggungan Allah, 42:41 menyebut orang yang membela diri sebagai tidak ada jalan atas mereka, dan 42:43 menyebut bersabar dan memaafkan. Ayat 42:37 sampai 42:39 tidak mengatur kapan memilih yang mana. Pembaca yang menghadapi satu kejadian dapat menimbang bahwa ketiga ayat itu tidak memaksa satu tanggapan untuk semua keadaan. Dalam keadaan yang sedang dihadapinya, tanggapan mana yang diambil pembaca karena kebiasaan, dan mana karena pertimbangan?
- Di 42:30 dan 42:34 Dia disebut memaafkan banyak, dengan akar kata ع-ف-و. Di 42:37 manusia disebut memberi maaf, dengan akar kata غ-ف-ر. Dua pemaafan itu hadir dalam satu surah dengan kata yang berbeda, dan ayat tidak menyatakan bahwa yang kedua meniru yang pertama. Pembaca yang membaca keduanya berurutan melihat bahwa surah ini membicarakan pemberi maaf dari dua pihak. Pembaca yang pernah menerima pemaafan dari pihak lain mengetahui rasanya berada di sisi penerima. Pada waktu apa pembaca terakhir berada di sisi penerima, dan bagaimana ingatan itu hadir ketika ia berada di sisi pemberi?
- Di 4:31 menjauhi dosa-dosa besar disusul ganjaran, yaitu kesalahan-kesalahan dihapus. Di 42:37 ganjaran itu tidak diulang, dan ayat menggambarkan orangnya, yang menjauhi dan memberi maaf. Ayat 42:36 yang disambungnya sudah menyebut yang lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang beriman, tanpa merinci wujudnya. Apa yang berubah pada jarak yang dijaga pembaca terhadap hal-hal yang dilarang, bila yang dijanjikan di sampingnya tidak dirinci?