وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

dan orang-orang yang menyambut seruan Tuhan mereka dan menegakkan salat, sedangkan urusan mereka dimusyawarahkan di antara mereka, dan mereka menginfakkan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka;

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَwa-lladziina stajaabuu li-rabbihim wa-aqaamuu sh-shalaatadan orang-orang yang menyambut seruan Tuhan mereka dan menegakkan salat
  2. وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْwa-amruhum syuuraa baynahumsedangkan urusan mereka dimusyawarahkan di antara mereka
  3. وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَwa-mimmaa razaqnaahum yunfiquunadan mereka menginfakkan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  2. اسْتَجَابُواstajaabuumereka memenuhi
  3. لِرَبِّهِمْli-rabbihimkepada Tuhan mereka
  4. وَأَقَامُواwa-aqaamuudan mereka mendirikan
  5. الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
  6. وَأَمْرُهُمْwa-amruhumdan urusan mereka
  7. شُورَىٰsyuuraamusyawarah
  8. بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
  9. وَمِمَّاwa-mimmaadan dari apa yang
  10. رَزَقْنَاهُمْrazaqnaahumKami rezekikan kepada mereka
  11. يُنْفِقُونَyunfiquunamenginfakkan

Inti bacaan

Kata (شُورَىٰ, syuuraa) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 42:38.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ, wa-lladziina stajaabuu li-rabbihim) yang berarti "dan orang-orang yang menyambut seruan Tuhan mereka". Kata kerja (اسْتَجَابُوا, stajaabuu) berakar ج-و-ب dan disusul huruf li sebelum pihak yang dijawab. Akar yang sama muncul empat kali di surah 42, yaitu 42:16, 42:26, 42:38, dan 42:47. Di 42:26, (وَيَسْتَجِيبُ الَّذِينَ آمَنُوا, wa-yastajiibu lladziina aamanuu) yang berarti "dan Dia memperkenankan orang-orang yang beriman", pelakunya Allah. Di 42:47, (اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ, istajiibuu li-rabbikum) yang berarti "penuhilah seruan Tuhan kalian", pelakunya manusia dan Tuhan menjadi pihak yang dijawab. Ayat 42:38 mengikuti arah kedua, sedangkan 42:16 memuat bentuk yang dikenai, (اسْتُجِيبَ لَهُ, stujiiba lahu) yang berarti "diperkenankan baginya". Terjemahan memakai "menyambut seruan" di 42:38 dan "penuhilah seruan" di 42:47 karena kedua ayat menyebut pihak yang dijawab lewat huruf li. Kata "seruan" tidak punya kata Arab sendiri di dua ayat itu, dan dibawa oleh arti kata kerjanya.

Kata kerja kedua, (وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ, wa-aqaamuu sh-shalaata) yang berarti "dan menegakkan salat", memakai susunan (أَقَامُوا الصَّلَاةَ, aqaamuu sh-shalaata) yang muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu 2:277, 7:170, 9:5, 9:11, 13:22, 22:41, 35:18, 35:29, dan 42:38. Dua kata kerja pertama di ayat ini, stajaabuu dan aqaamuu, berbentuk lampau, sedangkan kata kerja terakhirnya, (يُنْفِقُونَ, yunfiquuna), berbentuk sedang berlangsung. Di 13:22 ketiga kata kerja daftarnya berbentuk lampau, yaitu (صَبَرُوا, shabaruu), (وَأَقَامُوا, wa-aqaamuu), dan (وَأَنْفَقُوا, wa-anfaquu). Di ayat itu infak langsung menyusul salat, sedangkan di 42:38 ada bagian lain di antara keduanya.

Bagian tengah itu, (وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ, wa-amruhum syuuraa baynahum), tidak memuat kata kerja. Kata (أَمْرُهُمْ, amruhum) yang berarti "urusan mereka" disandingkan langsung dengan kata benda (شُورَىٰ, syuuraa) yang berarti "musyawarah", lalu disusul (بَيْنَهُمْ, baynahum) yang berarti "di antara mereka". Kata syuuraa berakar ش-و-ر dan hanya muncul di 42:38. Akarnya muncul di tiga ayat lain: (وَتَشَاوُرٍ, wa-tasyaawurin) di 2:233, (وَشَاوِرْهُمْ, wa-syaawirhum) di 3:159, dan (فَأَشَارَتْ, fa-asyaarat) di 19:29 yang berarti "maka ia menunjuk". Di 3:159, (وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ, wa-syaawirhum fii l-amri) yang berarti "dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu", kata amr juga hadir, sehingga 3:159 dan 42:38 sama-sama menaruh urusan di sisi musyawarah. Terjemahan 42:38 memakai bentuk "dimusyawarahkan" supaya kalimat Indonesianya wajar, padahal kata Arabnya satu kata benda. Huruf wa pada wa-amruhum diterjemahkan "sedangkan" karena bagian ini berdiri di antara dua kegiatan yang punya kata kerja. Ayat ini tidak menyebut siapa saja yang bermusyawarah, berapa orang jumlahnya, atau cara keputusan diambil.

Bagian akhir, (وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ, wa-mimmaa razaqnaahum yunfiquuna) yang berarti "dan mereka menginfakkan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka", muncul dengan bunyi yang sama di enam ayat, yaitu 2:3, 8:3, 22:35, 28:54, 32:16, dan 42:38. Kata (رَزَقْنَاهُمْ, razaqnaahum) berakar ر-ز-ق dan memuat akhiran -naa yang berarti "Kami", sehingga ayat sendiri yang menyebut asal harta yang diinfakkan. Kata (وَمِمَّا, wa-mimmaa) tersusun dari wa, min yang berarti "dari", dan maa yang berarti "apa yang"; terjemahan menulis "sebagian dari" untuk min, sama dengan terjemahan 2:3 dan 13:22. Di 2:3, 8:3, dan 22:35 infak ditempatkan langsung sesudah salat, misalnya (وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ, wa-l-muqiimi sh-shalaati) yang berarti "dan menegakkan salat" di 22:35. Di 42:38 musyawarah berada di antara keduanya.

Tanda titik koma di ujung terjemahan menandai kalimat yang berlanjut ke 42:39, yang dibuka dengan (وَالَّذِينَ, wa-lladziina) yang berarti "dan orang-orang yang", sama dengan pembuka ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menjejerkan empat keadaan satu kelompok, yaitu menyambut Tuhan, menegakkan salat, mengurus perkara bersama, dan menginfakkan rezeki. Urutannya bergerak dari hubungan dengan Tuhan ke hubungan di antara mereka sendiri, lalu ke harta, dan musyawarah terletak tepat di perbatasan dua bagian itu.

Ayat ini berada di tengah rangkaian 42:36 sampai 42:39. Ayat 42:36 menyebut orang beriman yang bertawakal kepada Tuhan mereka dan menyatakan bahwa apa yang di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi mereka. Ayat 42:37 menyebut mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan memberi maaf ketika marah, sedangkan 42:39 menyebut mereka yang membela diri ketika aniaya menimpa. Dari empat ayat itu, musyawarah dan infak hanya ada di 42:38, dan sebutan balasan hanya ada di 42:36. Karena itu 42:38 mengisi sebutan "orang-orang yang beriman" dengan perbuatan yang terlihat: menjawab, menegakkan, bermusyawarah, dan memberi.

Harta dan aniaya juga bertemu di 42:27. Ayat itu menyatakan bahwa seandainya Allah melapangkan rezeki bagi hamba-hamba-Nya, mereka akan melampaui batas di bumi, (لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ, la-baghaw fii l-ardhi) yang berarti "niscaya mereka melampaui batas di bumi". Kata rezeki di 42:27, (الرِّزْقَ, r-rizqa), dan di 42:38, razaqnaahum, berakar sama, tetapi arah ayatnya berlainan: di 42:27 rezeki yang dilapangkan membuka jalan menuju pelampauan batas, sedangkan di 42:38 rezeki yang dibagi menjadi ciri orang beriman. Kedua ayat itu tidak saling menafsirkan, dan keduanya memperlihatkan bahwa surah ini membicarakan rezeki dari dua sisi.

Ayat ini tidak mengatur musyawarah. Peserta, jumlah, dan cara memutuskan tidak disebut. Ayat menyatakan urusan itu berada di antara mereka dan tidak di tangan satu pihak. Ketiadaan perincian itu membuat 42:38 terbaca sebagai gambaran sebuah kelompok.

Renungan dan Hikmah

  • Daftar ini dimulai dengan menjawab Tuhan mereka, dan salat baru disebut sesudahnya. Urutan itu menaruh jawaban lebih dulu daripada kebiasaan, sehingga seorang pembaca bisa memeriksa hari-harinya sendiri: adakah seruan yang sudah lama terdengar tetapi belum dijawab, sementara kebiasaan lain berjalan lancar tanpa hambatan? Ayat tidak menyebut seruan apa yang dimaksud, jadi pertanyaan itu terbuka bagi tiap pembaca dan jawabannya tidak bisa dipinjam dari orang lain. Kata kerjanya berbentuk lampau, sehingga ayat dapat dibaca menggambarkan orang yang sudah menjawab. Seruan mana yang paling lama menunggu jawaban pembaca?
  • Urusan mereka disebut berada di antara mereka, baynahum, dan tidak di tangan satu orang. Keluarga, kantor, dan perkumpulan masing-masing punya urusan yang bisa pindah ke satu tangan tanpa pernah diputuskan demikian oleh siapa pun. Ayat ini menaruh sifat itu di antara salat dan infak, sehingga cara sebuah kelompok memegang urusannya diperlakukan sebagai bagian dari kehidupan orang beriman, sejajar dengan dua kegiatan di sampingnya. Pembaca yang memperhatikan kelompok tempat ia berada dapat melihat siapa yang sebenarnya memegang urusan itu sekarang. Bila ruang di antara mereka dibiarkan kosong, siapa yang akan mengisinya lebih dulu?
  • Bagian tengah ayat ini tidak memuat kata kerja, sehingga musyawarah terbaca sebagai keadaan yang melekat pada urusan itu dan tidak sebagai acara yang dijadwalkan sesekali. Di 3:159 musyawarah muncul sebagai perintah kepada orang yang disapa dengan kata engkau, sedangkan di 42:38 ia muncul sebagai ciri sebuah kelompok. Perbedaannya dapat dilihat pada kelompok yang dikenal pembaca: kelompok yang bermusyawarah hanya ketika masalahnya besar tidak sama dengan kelompok yang urusannya selalu melewati musyawarah lebih dulu. Dua kelompok itu bisa memiliki rapat dengan jumlah yang sama, tetapi urusan di dalamnya berjalan dengan cara yang berlainan. Di tempat yang paling akrab bagi pembaca, musyawarah itu acara atau kebiasaan?
  • Ayat ini menyebut asal harta dalam kalimat yang sama dengan penggunaannya: yang diinfakkan adalah apa yang Kami rezekikan. Pemberi sudah disebut sebelum penerima, sehingga orang yang membaca ayat ini sambil memegang hartanya melihat dua pihak di dalamnya, yaitu Tuhan yang memberi dan pembaca yang membagi. Frasa sebagian dari apa yang Kami rezekikan tidak menyebut ukuran bagian yang dibagi dan tidak menyebut kepada siapa. Yang tertulis hanya arah gerakan harta itu, dari pemberian menuju pembagian. Dari semua yang berada di tangan pembaca hari ini, bagian mana yang pernah dipikirkan sebagai pemberian dan tidak sebagai hasil jerih payah sendiri?
  • Keempat keadaan di ayat ini dihubungkan dengan huruf wa dan tidak diberi bobot yang berbeda: menjawab Tuhan, menegakkan salat, mengurus perkara bersama, dan menginfakkan rezeki berdiri sejajar. Pembaca dapat menggunakan urutan itu sebagai cermin, yaitu menimbang mana di antara keempatnya yang paling mudah dijalani dan mana yang selalu ditunda. Orang yang rajin pada dua yang pertama dan kerap menunda dua yang terakhir akan melihat bahwa ayat ini menaruh keduanya dalam satu kalimat dengan yang pertama, tanpa jarak dan tanpa tingkatan. Mana di antara empat itu yang paling jarang pembaca sebut ketika menggambarkan dirinya sebagai orang beriman?
  • Balasan bagi kelompok ini tidak tertulis di ayat ini. Balasan ada di 42:36, yaitu apa yang di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang beriman, sehingga sifat-sifat di 42:38 digambarkan lebih dulu sebagai kehidupan sehari-hari dan baru dihubungkan dengan balasan di ayat lain. Pembaca yang membaca 42:38 tanpa 42:36 memperoleh potret orang yang menjawab, menegakkan, bermusyawarah, dan memberi, tanpa tawaran imbalan di sampingnya. Susunan itu memberi ruang untuk menilai keempat sifat itu menurut isinya sendiri. Bagaimana rasanya menjalani keempat hal itu bila daftar imbalan belum dibaca?