وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنْتَصِرُونَ
dan orang-orang yang apabila kezaliman menimpa mereka, mereka membela diri.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنْتَصِرُونَwa-lladziina idzaa ashaabahumu l-baghyu hum yantashiruunadan orang-orang yang apabila kezaliman menimpa mereka, mereka membela diri
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- إِذَاidzaaapabila
- أَصَابَهُمُashaabahumumenimpa mereka
- الْبَغْيُl-baghyukezaliman
- هُمْhummereka
- يَنْتَصِرُونَyantashiruunamereka membela diri
Inti bacaan
Hak membela diri: 'apabila kezaliman menimpa mereka, mereka membela diri', pembelaan diri diakui sebagai respons sah terhadap ketidakadilan, bukan sikap pasif yang dituntut selalu diam menerima.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menutup rangkaian anak kalimat 'wa-lladziina' yang dimulai sejak 42:36.
Tafsiran
Ayat ini menutup daftar ciri orang beriman dengan hak membela diri saat dizalimi, bukan pasif tanpa batas, melainkan tegas pada tempatnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup daftar sifat mukmin dengan membela diri. Bukan dengan menahan diri. Dengan melawan yang zalim.
- Yang dibela diri sendiri, saat dizalimi. Bukan menyerang lebih dulu. Menjawab yang datang.
- Sifat ini disebut sejajar dengan salat dan musyawarah. Allah menaruhnya dalam satu deretan. Berani pun bagian dari iman.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-w-b, b-gh-y, n-s-r): asaabahumu l-baghy diterjemahkan 'kezaliman (kelaliman) menimpa mereka' (akar s-w-b + akar b-gh-y); yantasiruun diterjemahkan 'membela diri' (akar n-s-r, hak membela diri dari penindasan; keseimbangan dengan pemaafan 42:40). gloss '(juga lebih baik…)/(mereka diperlakukan dengan zalim)' dibuang.