وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal. Maka, siapa yang memaafkan dan memperbaiki, pahalanya atas tanggungan Allah. Sesungguhnya Dia tidak mencintai orang-orang zalim.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَاwa-jazaa'u sayyi'atin sayyi'atun mitsluhaadan balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal
  2. فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِfa-man 'afaa wa-ashlaha fa-ajruhu 'alaa llaahimaka, siapa yang memaafkan dan memperbaiki, pahalanya atas tanggungan Allah
  3. إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَinnahu laa yuhibbu zh-zhaalimiinasesungguhnya Dia tidak mencintai orang-orang zalim

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَجَزَاءُwa-jazaa'udan balasan
  2. سَيِّئَةٍsayyi'atinkeburukan
  3. سَيِّئَةٌsayyi'atunkeburukan
  4. مِثْلُهَاmitsluhaayang serupa dengannya
  5. فَمَنْfa-manmaka orang yang
  6. عَفَا'afaamemaafkan
  7. وَأَصْلَحَwa-ashlahadan memperbaiki
  8. فَأَجْرُهُfa-ajruhumaka pahalanya
  9. عَلَى'alaaatas
  10. اللَّهِllaahiAllah
  11. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  12. لَاlaatidak
  13. يُحِبُّyuhibbumencintai
  14. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Prinsip keseimbangan: 'balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal' namun 'siapa yang memaafkan dan berbuat baik, pahalanya dari Allah', keadilan proporsional sebagai baseline, dengan pemaafan sebagai pilihan bernilai lebih tinggi meski tidak diwajibkan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(kepada orang yang berbuat jahat)' tidak dipakai: tidak berpadanan kata dalam teks Arab.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian dengan prinsip keadilan seimbang: balasan setimpal, namun pintu pemaafan tetap terbuka dengan pahala dari Allah sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menetapkan setimpal sebagai batas, bukan sebagai anjuran. Boleh membalas. Tidak boleh lebih.
  • Yang memaafkan disebut memperbaiki, bukan mengalah. Ada kerja di dalam memaafkan. Ia bukan diam.
  • Upah memaafkan ditanggung Allah sendiri, tidak disebut jumlahnya. Yang membalas mendapat haknya. Yang memaafkan menunggu dari-Nya.