إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya jalan hanya atas orang-orang yang menzalimi manusia dan berbuat aniaya di bumi tanpa hak; mereka itu mendapat azab yang pedih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّinnamaa s-sabiilu 'alaa lladziina yazhlimuuna n-naasa wa-yabghuuna fii l-ardhi bi-ghayri l-haqqisesungguhnya jalan hanya atas orang-orang yang menzalimi manusia dan berbuat aniaya di bumi tanpa hak
  2. أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌulaa'ika lahum 'adzaabun aliimunmereka itu mendapat azab yang pedih

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  2. السَّبِيلُs-sabiilujalan
  3. عَلَى'alaaatas
  4. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  5. يَظْلِمُونَyazhlimuunamenzalimi
  6. النَّاسَn-naasamanusia
  7. وَيَبْغُونَwa-yabghuunadan mereka berbuat aniaya
  8. فِيfiidi
  9. الْأَرْضِl-ardhibumi
  10. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  11. الْحَقِّl-haqqihak
  12. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  13. لَهُمْlahumbagi mereka
  14. عَذَابٌ'adzaabunazab
  15. أَلِيمٌaliimunyang pedih

Inti bacaan

Susunan (يَظْلِمُونَ النَّاسَ, yazhlimuuna n-naasa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 42:42.

Penjelasan pilihan kata

Rumusan pembuka ayat ini, (إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ, innamaa s-sabiilu 'alaa lladziina), berarti "sesungguhnya jalan hanya atas orang-orang yang". Kata (إِنَّمَا, innamaa) tersusun dari inna yang berarti "sesungguhnya" dan maa, dan terjemahan membatasi jalan itu pada pihak yang disebut sesudahnya. Susunan (إِنَّمَا السَّبِيلُ, innamaa s-sabiilu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:93 dan 42:42. Di 9:93 bunyinya (إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ, innamaa s-sabiilu 'alaa lladziina yasta'dzinuunaka) yang berarti "sesungguhnya jalan itu atas orang-orang yang meminta izin kepadamu", dan pihak yang dibebani berlainan dengan 42:42. Di 42:41 kata sabiil muncul dalam bentuk penafian, (مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ, maa 'alayhim min sabiilin), sehingga 42:42 menjadi sisi positifnya: jalan itu ada, dan ayat menyebut atas siapa.

Pihak pertama dilukiskan dengan (يَظْلِمُونَ النَّاسَ, yazhlimuuna n-naasa) yang berarti "menzalimi manusia". Kata kerja (يَظْلِمُونَ, yazhlimuuna) berakar ظ-ل-م dan muncul tiga belas kali di sembilan surah, dan akar yang sama membentuk zh-zhaalimiina di 42:40. Bentuk (أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ, anfusahum yazhlimuuna) yang berarti "menzalimi diri mereka sendiri" muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu di 2:57, 3:117, 7:160, 9:70, 10:44, 16:33, 16:118, 29:40, dan 30:9. Di 10:44, (لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا, laa yazhlimu n-naasa syay'an) yang berarti "tidak menzalimi manusia sedikit pun", kata naas menjadi objek bagi Allah yang tidak menzalimi mereka, sedangkan manusia disebut menzalimi diri sendiri. Di 42:42 objeknya naas dan pelakunya manusia. Terjemahan memakai "menzalimi" di semua tempat itu, dan arah perbuatan dibedakan oleh objeknya.

Pihak itu dilukiskan lebih jauh dengan (وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ, wa-yabghuuna fii l-ardhi bi-ghayri l-haqqi) yang berarti "dan berbuat aniaya di bumi tanpa hak". Kata kerja (يَبْغُونَ, yabghuuna) berakar ب-غ-ي, dan tanpa huruf wa pembukanya, frasa (يَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ, yabghuuna fii l-ardhi bi-ghayri l-haqqi) muncul dua kali, yaitu di 10:23 dan 42:42. Terjemahan 10:23 adalah "berbuat aniaya di bumi tanpa hak", dan 42:42 memakai padanan yang sama. Akar yang sama juga dipakai untuk "mencari", misalnya (وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ, wa-li-tabtaghuu min fadhlihi) di 16:14 yang berarti "dan agar kalian mencari sebagian karunia-Nya", tetapi susunan dengan fii l-ardhi dan bi-ghayri l-haqqi di 42:42 mengikuti arti pertama, yaitu satu pihak melanggar pihak lain. Susunan (بِغَيْرِ الْحَقِّ, bi-ghayri l-haqqi) muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 2:61, 7:33, 7:146, 10:23, 28:39, 40:75, 41:15, 42:42, dan 46:20. Ayat 42:42 tidak menjelaskan hak siapa yang dimaksud, dan terjemahan "tanpa hak" tidak menambahkan pemiliknya.

Penutupnya, (أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ, ulaa'ika lahum 'adzaabun aliimun) yang berarti "mereka itu mendapat azab yang pedih", muncul tiga kali, yaitu di 3:91, 29:23, dan 42:42. Kata (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) juga membuka jawaban di 42:41, (فَأُولَٰئِكَ, fa-ulaa'ika), untuk orang yang membela diri. Dua ayat berurutan memakai kata tunjuk yang sama untuk dua kelompok yang berlawanan. Azab untuk orang zalim juga disebut di 42:21, (وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ, wa-inna zh-zhaalimiina lahum 'adzaabun aliimun) yang berarti "dan sesungguhnya orang-orang zalim, bagi mereka azab yang pedih".

Tafsiran

Ayat ini menjadi sisi balik 42:41. Ayat sebelumnya menyatakan tidak ada jalan atas orang yang membela diri, dan ayat ini menyebut jalan itu ada atas siapa: orang yang menzalimi manusia dan berbuat aniaya di bumi tanpa hak. Dengan itu 42:41 dan 42:42 membentuk sepasang pernyataan yang saling menutup, yang pertama tentang orang yang dizalimi dan yang kedua tentang pelaku, dengan kata sabiil sebagai penghubungnya.

Dua perbuatan yang disebut di ayat ini bertemu pada dua sasaran yang berbeda. Perbuatan pertama jatuh kepada manusia, perbuatan kedua berlangsung di bumi, dan keterangan tanpa hak diberikan kepada perbuatan kedua saja. Kata kerja yazhlimuuna berakar sama dengan zh-zhaalimiina di 42:40, sehingga ayat ini memberi wujud pada sebutan zalim itu.

Kata sabiil kembali pada 42:44 dan 42:46 dengan arah yang berbeda. Di 42:44 orang-orang zalim, ketika melihat azab, bertanya (هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ, hal ilaa maraddin min sabiilin) yang berarti "adakah jalan untuk kembali". Kata yang di 42:42 menjadi beban atas mereka muncul kembali sebagai jalan yang mereka tanyakan. Pada 42:46 ayat tentang orang yang dibiarkan sesat menutup dengan (فَمَا لَهُ مِنْ سَبِيلٍ, fa-maa lahu min sabiilin) yang berarti "maka tidak ada jalan baginya". Pembacaan ini menyusun kata yang sama dalam urutan ayatnya, tanpa menyatakan bahwa tiga pemakaian itu menunjuk benda yang sama.

Dengan ayat ini, pembela diri di 42:41 dan pelaku di 42:42 sudah dipisahkan, dan pelaku diberi namanya, yaitu mereka yang menzalimi manusia dan berbuat aniaya di bumi tanpa hak.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini meletakkan jalan di atas orang yang menzalimi manusia dan berbuat aniaya di bumi tanpa hak, dan tidak di atas orang yang menanggapi mereka. Letak itu menjadi penting ketika sebuah perselisihan sudah panjang dan semua pihak merasa dirugikan, karena kedua pihak tidak disebut sama-sama bersalah. Ayat 42:40 menyebut bahwa Dia tidak mencintai orang-orang zalim, dan 42:42 memakai kata kerja dari akar yang sama untuk pihak yang dikenai jalan. Pembaca yang pernah berada di dalam perselisihan semacam itu dapat memakai dua kata kerja ayat ini sebagai ukuran, yaitu menzalimi manusia dan berbuat aniaya, dan tidak memakai kerasnya amarah. Dalam perselisihan yang sedang pembaca ingat, kedua kata kerja itu lebih cocok dengan siapa?
  • Bentuk kata kerja menzalimi di ayat ini muncul tiga belas kali, dan sembilan di antaranya didahului diri sendiri, anfusahum. Di 10:44 ayat itu menyatakan Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun. Di 42:42 objeknya manusia lain. Pergeseran sasaran itu memperlihatkan dua arah yang berbeda dalam satu kata kerja yang sama: sebagian ayat menyebut orang yang merugikan dirinya sendiri, dan ayat ini menyebut orang yang merugikan orang lain. Pembaca yang menimbang kesalahannya dari akibat bagi diri sendiri dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh orang lain sebagai sasaran. Siapa yang menanggung akibat dari kesalahan yang pembaca anggap kecil?
  • Keterangan tanpa hak menempel pada perbuatan kedua, berbuat aniaya di bumi, dan pemiliknya tidak dijelaskan. Pemilik hak itu tidak disebut, sehingga mengisinya dengan hak sendiri berarti menambahkan sesuatu yang tidak tertulis. Di 42:40 Dia disebut tidak mencintai orang-orang zalim, dan ayat 42:42 memberi dua perbuatan yang menggambarkan kezaliman itu. Pembaca yang menimbang apakah sesuatu yang dilakukannya termasuk berbuat aniaya dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menyerahkan penilaian hak kepada yang melakukan. Hak siapa yang sedang dipakai pembaca ketika menyebut sesuatu sebagai haknya?
  • Kata sabiil di ayat ini adalah beban atas pelaku, dan di 42:44 kata yang sama muncul dalam pertanyaan orang zalim yang melihat azab: adakah jalan untuk kembali. Urutan itu memperlihatkan dua tempat bagi satu kata dalam satu surah, yang pertama sebagai sesuatu yang dikenakan dan yang kedua sebagai sesuatu yang ditanyakan. Ayat 42:44 sendiri dibuka dengan menyebut bahwa siapa yang Allah sesatkan tidak punya pelindung setelah itu. Pembaca bisa memperhatikan perbedaan antara jalan yang dikenakan dan jalan yang dicari sendiri. Pertanyaan apa yang sedang ditunda pembaca sekarang?
  • Ulaa'ika membuka jawaban untuk orang yang membela diri di 42:41, lalu membuka jawaban untuk orang yang menzalimi di 42:42. Kata tunjuk yang sama menunjuk dua kelompok yang berlawanan di dua ayat yang berdampingan. Ayat ini menyediakan dua tempat bagi kata mereka itu, dan tidak satu pun dari dua tempat tersebut diisi nama orang. Dalam kalimat pembaca sendiri, kata mereka dipakai untuk kelompok yang mana, dan apakah pembaca pernah menempatkan diri di kelompok yang lain?
  • Rumusan innamaa membatasi jalan itu pada pihak yang disebut sesudahnya, sehingga pihak lain tidak ikut tercakup. Pembatasan serupa di 9:93 menunjuk kelompok yang lain sama sekali, dan itu memperlihatkan bahwa rumusan ini dapat dipakai untuk pihak yang berbeda dari satu ayat ke ayat lain. Di 42:42 pembatasan itu menyempitkan jalan pada pelaku kezaliman, dan menutupnya bagi pihak yang tidak disebut. Pembaca yang cenderung memperluas dakwaan kepada banyak orang sekaligus dapat memperhatikan bahwa ayat ini memuat daftar pihak yang dituju yang pendek. Siapa yang tanpa sadar pernah pembaca masukkan ke dalam daftar yang seharusnya hanya berisi pelaku?